Showing posts with label Menerobos Sorga Dengan Cinta. Show all posts
Showing posts with label Menerobos Sorga Dengan Cinta. Show all posts

Abigail

Bacaan: I Samuel 25:2-44

SUAMINYA seorang yang berkarakter buruk dan jahat. Berbicara sesukanya dan memaki-maki adalah kebiasaan suaminya. Tak hanya kasar tapi juga keras kepala; tak ada orang yang dapat menasehatinya. Tapi bagi perempuan itu, bagaimanapun karakternya, dia tetap suami tercinta.

Satu kali suaminya mencaci-maki anak buah Daud yang datang dengan ramah dan santun. Alih-alih membalas dengan keramahan dan sopan-santun yang sama, dia malah menghina Daud sebagai hamba yang lari dari tuannya. Daud tak terima dengan penghinaan itu! Bagaimanapun juga dia seorang manusia biasa. Darahnya menggelegak, amarahnya memuncak! Dengan empat ratus orang anak buahnya, Daud turun gunung, merancangkan pembantaian: "Sia-sialah aku melindungi segala kepunyaan orang ini di padang gurun, sehingga tidak ada sesuatupun yang hilang dari segala kepunyaannya; ia membalas kebaikanku dengan kejahatan. Beginilah kiranya Allah menghukum Daud, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika kutinggalkan hidup sampai pagi seorang laki-laki sajapun dari semua yang ada padanya." Daud sakit hati, tekadnya untuk membalas sudah bulat!

Tapi perempuan itu melakukan hal yang tak terduga, dia bertindak nekad! Dia menyuruh pembantu-pembantunya menyiapkan makanan, lalu mereka pergi menuju tempat Daud. Demi cintanya akan suami dan demi kasihnya atas seisi rumahnya, dia rela mengantar nyawanya sendiri. Dia bahkan tak memperdulikan bahaya ancaman perampokan ataupun pemerkosaan di tengah jalan. Seandainya Daud dan anak buahnya gelap mata, tentulah perempuan itu akan menjadi bulan-bulanan mereka. Dengan gentar dia sujud menyembah, mencium debu tanah di depan kaki Daud, suaranya meradang berkata: "Tolong..., jangan bunuh suamiku! Jangan bunuh seisi rumahku! Akulah yang bersalah! Jangan hukum mereka!"

Semula Daud penuh kegeraman dalam amarahnya yang memuncak, tapi saat ini dia terharu melihat seorang perempuan datang bersujud di bawah kakinya memohon keselamatan untuk suami dan seisi rumahnya. Daud seketika tersadar bahwa ada Tuhan yang bergerak di antara mereka: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; .." Daud mengerti bahwa mata Tuhan mengawasi mereka. Tindakan berani perempuan ini memberi kesan mendalam kepada Daud, dia melunak dan berkata: "Pulanglah dengan selamat ke rumahmu; lihatlah, aku mendengarkan perkataanmu dan menerima permintaanmu dengan baik."

Pengorbanannya tak sia-sia, dia pulang dengan membawa kemenangan: berhasil menyelamatkan suami dan seisi rumahnya dari tangan Daud! Ketika suaminya sedang mabuk dalam pesta-pora, alih-alih mengomel dan menggerutu, perempuan itu justru bangkit berdiri membela nyawa sang suami. Sepertinya usaha pembelaan ini dilakukan seorang diri, tapi
sesungguhnya Tuhan berjalan bersamanya, dan sangat mungkin dia sendiri tak menyadari hal itu! Tindakannya yang beralaskan cinta akan suami dan seisi rumah, ternyata menggerakkan Tuhan untuk campur tangan.

Nabal memiliki karakter dan cara hidup yang buruk, Kejadian 25:3+14+17+36 sedikit memberikan gambaran kepada kita. Abigail sendiri mengakui karakter Nabal yang buruk (Kejadian 25:25). Tidak dituliskan di Alkitab, tapi sangat mungkin bahwa Abigail sering mengalami pelecehan/kekerasan baik secara lisan maupun tindakan fisik. Tetapi hal itu tidak menghalagi Abigail untuk membela Nabal dan menyelamatkan nyawanya dari tangan Daud. Pada akhirnya memang Tuhan sendiri yang menghukum Nabal, itu bukan karena Abigail kurang membelanya, tetapi karena Nabal tidak bertobat! Abigail sudah melakukan yang terbaik.

Sahabat, jika Anda sudah menikah maka merupakan kewajiban Anda untuk membela sang suami atau istri di hadapan Tuhan. Bisa saja suami/istri mu sangat buruk dalam tingkah laku dan cara hidup, tapi itu bukanlah alasan untuk tidak membelanya. Sejuta perkataan tak akan pernah mampu mengubah suami/istri yang "brengsek", tapi dia akan berubah oleh perbuatan baik dan oleh doa-doa yang Anda panjatkan. Suami/istri Anda adalah faktor penunjang utama untuk Anda dapat sampai pada maksud dan rencana Allah dalam dunia ini. Sebab itu doakan, dorong dan bantu suami/istri Anda dalam pengenalan akan Tuhan, berikan dukungan untuknya mengembangkan talenta yang ada. Kedewasaan suami/istri Anda di dalam pengenalan akan
Tuhan akan berdampak kepada Anda. Adalah kehendak Bapa Surgawi agar setiap pasangan suami/istri dan keluarga sampai pada maksud dan rencana-NYA.

Untuk yang masih pemuda/i, saran saya pilihlah calon suami/istri yang dikenal baik dalam pengenalan akan Tuhan. Memilih calon suami/istri yang tidak mengenal Tuhan Yesus, akan membuat Anda terperosok ke dalam perjuangan seumur hidup untuk membawanya kepada Tuhan Yesus. Itu perjuangan yang melelahkan! Tidak ada kepastian dia akan membuka hati
untuk Tuhan Yesus. Bisa saja terjadi dia pada akhirnya menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, tapi sudahkah Anda memperhitungkan waktu dan energi yang digunakan? Adalah lebih baik jika waktu dan energi Anda pergunakan bersama seorang suami atau istri yang sudah mengenal Tuhan Yesus.

Semoga Tuhan Yesus memberkati.

Putra Hulu



~ Milis - renungansehari ~





AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-6, Hari 39 HIDUP TAKUT AKAN TUHAN

Seorang murid Kelas Permulaan Baru sedang berapi-api karena dia mendapatkan pelajaran tentang doa yang penuh kuasa. Guru mengajarkan agar setiap tidu daya iblis, serangan si jahat, dan intimidasi dari setan selalu dipatahkan dengan kuasa darah Yesus. Karena doanya bagus, dia dipercaya sebagai pendoa syafaat, dan tibalah saat yang dinantikannya untuk berdoa: "Bapa, kami mengucap syukur buat kebaikan-Mu... Setiap serangan si jahat, aku patahkan dalam nama Yesus! Setiap penyakit, aku hancurkan dalam nama Yesus! (Jemaat pun merespons dengan sorakan Amien)... Setiap roh ngantuk, tidak konsentrasi, aku hancurkan dalam nama Yesus! Saatnya aku berdoa buat para pelayan Tuhan... Setiap pemusik, worship leader, dan OHP, aku patahkan dalam nama Yesus! Jemaat : ???????????

Esensinya, doa harus lahir dari ketulusan hati dan bukan merupakan hafalan. Sikap takut akan Tuhan akan melahirkan doa yang dalam dan penuh kuasa!

Ayat Renungan : Mazmur 5:2-13

M1 MENERIMA
Masihkah Anda mempertahankan hidup dalam kekudusan, dan menang terhadap godaan seksual serta godaan lain ? Bangunlah komunikasi dengan Bapa sehingga Anda menerima kebenaran Firman-Nya hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Kapan waktu Anda yang terbaik untuk berdoa intim dengan Bapa (Ayat 4) ?

2. Hal apa yang menghalangi keintiman Anda dengan Bapa (Ayat 5) ?

3. Apa yang akan Tuhan lakukan bagi orang fasik (Ayat 7) ?

4. Seperti apakah sikap kita yang benar dalam menyembah Tuhan (Ayat 8) ?

5. Apa yang akan Tuhan lakukan bagi orang benar (Ayat 13) ?

PENGAJARAN

Tidak sedikit orang yang berdoa dan menyembah Tuhan di seluruh dunia. Pertanyaannya, apakah semua orang yang berdoa dan menyembah Tuhan pasti berkenan kepada Tuhan ? Sebenarnya, yang Tuhan inginkan dari kita adalah hubungan kasih di dalam kebenaran.

Mungkin, kita menghadap Tuhan dan berdoa tetapi kita terus hidup dalam kefasikan. Tuhan tidak berkenan kepada berbagai macam bentuk kejahatan, tetapi ia berkenan terhadap orang-orang yang takut akan Tuhan.

Pengertian takut akan Tuhan adalah membenci kejahatan, benci kepada kesombongan dan kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut yang penuh tipu muslihat (Ams 8:13). Jadi, kitaakan berkenan kepada Tuhan kalau hidup kita selaras dengan Firman-Nya dan kita meninggalkan kefasikan.

Apa akaibatnya kalau kita hidup takut akan Tuhan dan meninggalkan kefasikan ? Seperti yang tertulis dalam Mazmur 5:13, Tuhan akan memberkati orang benar dan memagari dengan anugerah-Nya seperti perisai (perlindungan). Jangan ragu untuk menjadi orang Kristen yang radikal.

M3 MELAKUKAN
1. Jubah apa yang Anda pakai saat menghadap Tuhan ? Masih adakah kejahatan yang melekat pada Anda ketika Anda menghadap Tuhan ? Tuliskan dan buat keputusan untuk meninggalkannya!

2. Buatlah komitmen: Menghadap Tuhan dengan berhiaskan kekudusan.

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan membagikan kebenaran yang Anda terima dari saat teduh hari ini ? Lakukan, maka kebenaran itu akan semakin melekat dalam hidup Anda!

AYAT HAFALAN: Mazmur 5:13
"Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari dia dengan anugerha-Mu seperti perisai."




Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007





AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-6, Hari 38 HIDUP DALAM KETAATAN MUTLAK

Ketika Ishak diajak oleh Abraham menuju mezbah pengorbanan, sebenarnya terjadi diskusi internal di antara mereka :

Ishak : Bapak mau mempersembahkan korban pakai apa ? Apa perlu saya bantu untuk mencarinya ?
Abraham : Ntar kamu lihat bagaimana Tuhan buat mujizat!
Ishak : Bapak harus siapkan korbannya dong, kalau gak ada korban berarti Bapak gak taat sama Tuhan!
Abraham : Bapak gak tahu... Nak... Setahu Bapak, Tuhan pasti siap buat mujizat!
Ishak : Mana korbannya, pisau dah di tangan Bapak ?
Abraham : Tunggu sebentar lagi Nak, Bapak akan berikan yang paling berharga yang Bapak miliki

Ketika Abraham mengatakan akan memberikan yang paling berharga, Tuhan mengetahui kesetiaannya dan itu sudah cukup buat Tuhan untuk menilai Abraham. Esensinya, ketaatan mutlak justru melahirkan mujizat yang luar biasa.

Ayat Renungan : Kejadian 22:1-12

M1 MENERIMA
Apakah Anda masih menjaga kekudusan samapi hari ini tanpa kompromi ? Jika ya, luar biasa, itulah yang Tuhan inginkan ! Sekarang, bersiaplah untuk menerima kebenaran Firman yang luar biasa hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Apa yang Tuhan firmankan kepada Abraham (Ayat 2) ?

2. Apa yang dikatakan Malaikat Tuhan kepada Abraham (Ayat 11-12) ?

3. Apa yang Tuhan lakukan bagi Abraham karena keteaatannya (Ayat 13-14) ?

4. Menurut Anda, mengapa Abraham tidak segan-segan untuk menyerahkan anaknya ?

5. Apa janji Tuhan terhadap oran-orang yang hidup dalam ketaatan mutlak (Ayat 16-18) ?

PENGAJARAN

Saya tidak dapat membayangkan jika saya adalah Abraham pada saat itu. Jika Tuhan meminta saya untuk mengorbankan anak saya menjadi korban bakaran bagi Tuhan, saya akan bertaruh habis-habisan dengan Tuhan atau menolak mentah-mentah apa yang Tuhan katakan. Saya sendiri tidak habis mengerti, spertinya begitu mudah bagi Abraham untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya.

Saya yakin bahwa Abraham bisa melakukannya, paling tidak karena empat hal :
1. Dia mengenal betul siapa Allah.
2. Dia penuh iman
3. Dia takut akan Tuhan
4. Dia mengasihi Tuhan

Ujian yang Tuhan berikan kepada kita tidak sama, tergantung pada level atau tingkat iman serta kasih kita kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah memberikan pencobaan melebihi kekuatan kita (1 Kor 13:10). Tuhan ingin agar setiap level kerohanian kita bisa lulus ujian yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Akibat ketaatan mutlak Abraham, Tuhan memberkati Abraham berlimpah, keturunannya sangat banyak dan akan menduduki kota-kota musuh, bahkan oleh keturunannya semua bangsa diberkati.

M3 MELAKUKAN
1. Apakah Anda rela mengorbankan sesuatu yang terbaik dari diri Anda kepada Tuhan ?

2. Ujian apakah yang sedang Anda hadapi ? Coba tuliskan dan apa yang akan Anda lakukan supaya Anda mengalami kemenangan seperti Abraham ?

M4 MEMBAGIKAN
Ingat, setiap kali Anda membeagikan kebenaran, sebenarnya Anda sedang memperkatakan kebenaran yang Anda yakini, dan akhirnya anda mengalami berkat-Nya. Bagikan kepada salah seorang teman Anda.

AYAT HAFALAN : Kejadian 22:12

Lalu Ia berfirman: "jangan bunuh anak itu dan jangan kau apa-apakan dia, sebab telah Kuketahuisekarang bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmuyang tunggal kepada-Ku."




Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007






AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-6, Hari 37 HIDUP DALAM KEKUDUSAN MUTLAK

Empat Teolog sedang berdiskusi apa yang harus mereka sikapi seandainya mereka berposisi sebagai yusuf pada masa itu.

Teolog 1 : Saya akan meminta istri Potifar untuk kembali ke rumah dan bertobat dari jalan-jalannya yang salah.

Teolog 2: Saya akan memeinta Potifar untuk introspeksi mengapa istrinya bisa berpaling kepada saya.

Teolog 3 : Saya akan mempertemukan Potifar dan istrinya dan menceritakan duduk persoalan yang sebenarnya.

Teolog 4 : Saya akan ngomong pada diri saya, ikuti jalan cerita sesuai Alkitab, gak usah dengerin teolog 1,2,3.

Pilihan terbaik kadang-kadang bukan pilihan yang benar. Kekudusan mutlak yang disyaratkan oleh Tuhan adalah kebenaran yang mutlak dan itu pasti yang terbaik bagi kita! Kembali kepada kebenaran Firman-Nya!

Ayat Renungan : Kejadian 39:1-21

M1 MENERIMA
Apakah Anda masih tetap mempertahankan kehidupan doa dan penyembahan Anda ? Lakukanlah terus dan Anda akan melihat hasil yang dahsyat.

Hari ini, siapkan hati Anda untuk menerima kebenaran Firman Tuhan yang luar biasa.

M2 MERENUNGKAN
Hari ini, kita belajar satu tokoh yang hidupnya radikal bagi Tuhan, yakni Yusuf.

1. Apa yang membuat Yusuf selalu berhasil (Ayat 2) ?

2. Apa yang membuat Yusuf dikasihi oleh Tuhan dan orang-orang di sekitarnya (Ayat 6) ?

3. Mengapa Yusuf tidak menerima ajakan istri Potifar (Ayat 9) ?

4. Bagaimana caranya menghadapi godaan seksual (Ayat 12-13) ?

PENGAJARAN

Salah satu gaya hidup yang radikal adalah hidup dalam kekudusan mutlak. Ini merupakan ungkapan bahwa kita mengasihi dan mencintai Tuhan. Godaan sudah ada sejak zaman purbakala. Perilaku ini dilakukan dengan cara yang sangat kasar, berani, sampai cara yang paling halus dan dianggap wajar, serta memakai teknologi rendah maupun tinggi. Kita diperhadapkan setiap saat dengan perangkap perzinahan dan percabulan melalui berbagai cara, kesempatan, dan melalui beragam media. Faktanya, tidak ada orang yang kebal dengan godaan seksual.

Bagaimana cara menghadapi serangan seksual dari si jahat ? Kita harus takut akan Tuhan dan lari meninggalkan godaan itu. Ketika kita mengasihi Tuhan, kita akan mengalami kekuatan besar setiap saat dan siap menghadapi tipu muslihat iblis. Ketika mengalami godaan, ada banyak orang Kristenyang memberi alasan "roh memang penurut tapi daging lemah". Jika demikian, ini bukan kehidupan Kristen radikal. Kalau kita tahu bahwa daging lemah, seharusnya kita mudah mengalahkannya! Sering terjadi, ketika mengalami godaan, seseorang bukannya menjauh, tetapi justru mengambil langkah untuk mendekat dan akhirnya terjatuh.

Lihat sekali lagi, orang Kristen Radikal mutlak akan mengalami promosi dari Tuhan! Apa saja yang dikerjakan pasti dibela oleh Tuhan dan dia berhasil.

M3 MELAKUKAN
1. Agar Anda berkemenangan dalam menghadapi godaan-godaan seksual, apa yang harus Anda lakukan ? (menghindari bacaan, tontonan porno, atau imajinasi seksual)

2. Apa yang membuat Anda kalah ?

3. Adakah dosa yang perlu Anda akui ? Bila ya, lakukan sekarang dan buat komitmen untuk hidup dalam kekudusan secara mutlak!

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan membagikan kebenaran yang Anda terima dari saat teduh hari ini ? Bila Anda membagikan, berarti Anda menambah dan memultiplikasikan kebenaran dalam diri Anda.

AYAT HAFALAN : Kejadian 39:9b

"Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah ?"




Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007






AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-6, Hari 36 MEMILIKI ROH YANG LUAR BIASA

Seorang anak sekolah minggu bertanya kepada papanya, kebetulan sang papa belum terima Tuhan Yesus, "Pa.. Mengapa Daniel tidak dimakan oleh singa ?" Sang papa pun menjawab, "Karena Daniel adalah pawang singa, Nak!" Dia berkata kembali kepada sang papa, "Papa kemarin gak ikut sekolah minggu ya... Pantas aja jawabannya salah! Lain kali sekolah minggu ya Pa.. Ada yang dibakar tidak mempan Pa.. Ada juga yang bangkit dari kubur!"

Sang papa terperanjat dan berkata, "Siapa itu Nak?" Si kecil pun menjawab singkat, "Datang ke sekolah minggu aja Pa.. banyak cerita yang seru..!!" Sejak saat itu, sang ayah ikut menemani anaknya ke sekolah minggu karena dia ingin mendengar kisah-kisah heroik dari Alkitab.

Dari celoteh polos anak kecil, seorang bapak bisa dibawa untuk datang kepada Tuhan. Sikap anak kecil yang polos seperti itu justru bisa mempermudah kita untuk menerima kebenaran Firman Tuhan dan menikmati pengalaman pribadi dengan Tuhan.

Ayat Renungan : Daniel 6:4-16

M1 MENERIMA
Apakah Anda masih terus berdialog dengan Bapa untuk membangun keintiman dengan Bapa ? Siapkan hati Anda untuk terus menerima lebih banyak lagi dari Tuhan.

M2 MERENUNGKAN
1. Mengapa Daniel melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja (Ayat 4) ?

2. Apa alasan satu-satunya bagi para pejabat raja untuk mendakwa Daniel (Ayat 6) ?

3. Apakah Daniel menuruti larangan raja untuk beribadah, kecuali hanya kepada raja (Ayat 11a) ?

4. Apa yang dilakukan Daniel ketika ia menerima ancaman akan dimasukkan ke gua Singa (Ayat 11b) ?

5. Apa yang terjadi bagi mereka yang hidup beribadah kepada Tuhan secara radikal (Ayat 27, 29) ?

PENGAJARAN

Kata radikal banyak memiliki makna negatif karena dipakai oleh orang yang beraliran keras, ekstrim, dan berdampak negatif. Padahal, kata radikal berasal dari kata radic yang artinya akar. Jadi, Kristen radikal adalah Kekristenan yang begitu berakar pada kebenaran Firman. Daniel adalah contoh orang Kristen yang radikal.

Seperti kebanyakan orang, Daniel selalu dicobai untuk melonggarkan ibadah kepada Tuhan atau tidak konsisten karena berbagai alasan yang bisa diterima. Namun, Daniel adalah seorang anak Allah yang sungguh mengasihi Allah. Dia tidak akan pernah membiarkan hubungannya dengan Tuhan dirusakkanoleh apa pun atau siapa pun juga, sekalipun taruhannya adalah kematian.

Tuhan mencari kualitas anak Tuhan seperti ini, yang tidak menyayangkan nyawanya karena mengasihi Tuhan. Tahukah Saudara, bahwa kematian terhadap diri sendiri dimulai dari ruang keintiman kita dengan Tuhan ?Semakin kita intim dengan Bapa, kita semakin "candu" dengan hadirat-Nya sehingga kita tidak pernah rela sehari pun untuk berlalu tanpa ada di dalam hadirat-Nya. Inilah yang mengakibatkan Daniel memiliki roh yang luar biasa, yang akhirnya mengakibatkan Tuhan dipermuliakan (27) dan promosi datang dari Tuhan (29).

M3 MELAKUKAN
1. Sebutkan tantangan yang pernah Anda alami, yang menghambat Anda dalam berdoa, menuji,dan menyembah Tuhan !

2. Apa yang akan Anda lakukansetelah Anda belajar tentang cara hidup Daniel hari ini ? Misalnya, Anda konsiten beribadah walaupun ada tantangan dan terus menaikkan frekuensi doa pujian dan penyembahan. Lakukan dan jadilah orang Kristen yang radikal!

M4 MEMBAGIKAN
Bagikan kebenaran Firman Tuhan yang Anda dapatkan hari ini kepada teman sekolah, rekan sekerja, atau Saudara Anda!


Ayat hafalan : Daniel 6:11
"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah di buat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem;tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya."



Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007






AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-5, Hari 35 PEMBARUAN IMAJINASI

Pada ibadah minggu, ketika WL meminta satu lagu dengan posisi ibu jari menghadap kebawah (nada dasar A), pemain keyboard salah mempresepsikan tanda itu. Lagu penyembahan "Hati sbagai hamba" baru selesai dilantunkan di kunci dasar G. Keyboardist berpikir bahwa WL minta nada diturunkan sehingga dia bersiap ki kunci F. Sementara itu, pemain bas bersiap dikunci A. Saat WL mulai menyanyikan lagu, "Smua baik.. smua baik... apa yang Kau perbuat didalam hidupku...", Harmonisasi suara menjadi kacau. WL segera menetralisirkeadaan dengan mengubah lagu, "Smua naik.. smua naik... (maksudnya dari G naik ke A)." Jemaat menyambut secara spontan, "Smua fals.. smua fals... apa yang kau nyanyikan... smua fals!!!"

Esensinya, setiap gerakan tangan, hentakan kaki, gerakan mulut, dan ekspresi tubuh dalam pujian dan penyembahan harus menciptakan harmonisasi dan imajinasi kebesaran nama Tuhan. Fokus pada Tuhan menghasilkan harmoni dalam kehidupan!

Ayat Renungan : Filipi 4:2-9

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Apa yang dapat memelihara pikiran dan hati kita supaya benar (Fil 4:7) ?

2. Untuk bisa memiliki damai sejahtera, apa yang harus kita lakukan (Fil 4:6) ?
Janganlah hendaknya kamu _________________________________
Nyatakanlah keinginanmu kepada Allah dalam _____________________
____________ dengan ___________________________________

3. Untuk memperbarui pikiran kita, perenungan apa yang seharusnya selalu ada di dalam pikiran / imajinasi kita (Fil 4:8) ?
a) Semua yang __________________________________________
b) Semua yang __________________________________________
c) Semua yang __________________________________________
d) Semua yang __________________________________________
e) Semua yang __________________________________________
f) Semua yang __________________________________________

Perhatikan kata SEMUA!

PENGAJARAN

Tidak ada orang yang mendadak jatuh ke dalam dosa tanpa proses. Setiap dosa dimulai oleh pikiran atau imajinasi yang sia-sia dan itu menghasilkan pengertian yang salah sehingga manusia mulai menjauh dari Tuhan! Hati mereka mulai degil, perasaan mereka mulai tumpul, dan akhirnya mereka jatuh dalam perbuatan dosa (Ef 4:17-19). Ketika pikiran kita dipenuhi oleh berbagai imajinasi yang salah, tubuh kita akan menuju ke arah yang salah. Jika kita ingin agar hidup kita berubah, kita harus melakukan perubahan atau pembaruan pikiran/imajinasi. Jika kita ingin memiliki karakter yang baik, kita harus memperbarui pikiran kita. Filipi 4:5-8 menyatakan langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk merevolusi pikiran yang sudah tercemar sehingga terjadi mujizat.

1. Jangan khawatir. Kita harus mempercayai Tuhan, "Hidupku ada di tangan Tuhan. Langkahku diatur oleh Tuhan." Tuhan sanggup melakukan mujizat dan memberikan jalan keluar dalam setiap persoalan.

2. Nyatakan segala keinginan dan kerianduan kita kepada Tuhan didalam doa dan permohonan! Hal ini berarti kita terus menerus berdialog dan berkomunikasi dengan Tuhan. Setiap hari, bawalah keperluan atau situasi usaha kita, situasi pernikahan dan keluarga kita, bahkan situasi kesehatan kita di hadapan Tuhan.

3. Ucapkan syukur senantiasa! Ini berbicara mengenai penyembahan kepada Tuhan. Bila imajinasi/pikiran yang salah muncul, sembahlah Tuhan terus-menerus maka pikiran kita akan tertuju dan terarah kepada Tuhan.

4. Mintalah Tuhan untuk menguasai kehendak, pikiran, dan perasaan kita. Ini merupakan penyerahan diri yang terus-menerus kepada Tuhan.

5. Kita harus melatih dan menyetir pikiran kita! Jangan biarkan diri kita dipimpin oleh imajinasi yang salah! Yang harus selalu kita pikirkan adalah SEMUA yang .......... (Fil 4:8).

6. Percayai, perkatakan, dan lakukan Firman Tuhan sehingga kita semakin mudah melangkah untuk hidup di dalam kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Tuhan, dan bukannya dengan cara-cara duniawi!

Tanpa memandang masa lalu kita, sekaranglah saatnya bagi kita untuk bangkit dan memperbarui pikiran kita !


M3 MELAKUKAN
1. Cobalah untuk memperhatikan pikiran Anda! Copalah cek pikiran Anda setiap 10 menit sekali. Tuliskan hasilnya!

2. Jika Anda sedang tidak memikirkan sesuatu, mulailah untuk memikirkan semua yang ........ (Fil 4:8) !

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah akan Anda ceritakan berkat-berkat yang Anda dapatkan dari saat teduh hari ini ?




Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007







AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-5, Hari 34 AKIBAT MENDUA HATI

Seorang Evangelist melayani ibadah KKR di satu kota selama dua hari. Di hari pertama, dia menantang jemaat untuk hidup bergantung pada Tuhan. Dia memberi tugas kepada jemaat untuk membaca Ruth 5:1-10, sebab perikop itu akan disampaikannyapada KKR hari kedua. Dia mengatakan, "Baca baik-baik Ruth 5:1-10, besok saya akan menyampaikan kepada Saudara tentang hidup yang berkelimpahan!" Pada hari kedua, ribuan orang berjubel dan dia bertanya kepada mereka, "Berapa banyak di antara Saudara yang sudah membaca Ruth 5:1-10 ? Angkat tangan Saudara!" Sebagian besar jemaat mengangkat tangan.

Evangelist itu pun berteriak, "Dengar baik-baik, Saudara! Saya tidak akan berkhotbah tentang Hidup Yang Berkelimpahan! Roh Kudus menuntun saya untuk menyampaikan khotbah tentang KEJUJURAN!!!!" Usut punya usut, ternyata kitab Ruth hanya sampai pasal 4..

Esensinya, jemaat cenderung menyenangkan hati orang, ini terlihat ketika mereka terjebak dengan pertanyaan sang Evangelist. Miliki hati yang murni, berlaku jujur, dan fokuskan hati pada Tuhan!

Ayat Renungan : Yesaya 42:22, Mazmur 95:6-10

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Penyembahan berhala dapat mengakibatkan seseorang buta dan tuli rohani. Apa yang terjadi bila seseorang mengalami buta dan tuli rohani (Yes 42:22) ?
a. _________________________________________________________
b. _________________________________________________________
c. _________________________________________________________

2. Apakah mereka dapat menerima penggenapan janji Tuhan (Mzm 95:11) ?

3. Hal-hal apa yang harus kita lakukan agar kita dapat berbalik kepada Tuhan (Mzm 95:6-8) ?
a. _________________________________________________________
b. _________________________________________________________
c. _________________________________________________________

PENGAJARAN

Ketika kita membiarkan pikiran dan hidup kita dipenuhi oleh berhala imajinasi yang salah, kita sedang hidup dalam dosa dan hawa nafsu. Jika kita terus-menerushidup didalamnya, apa saja yang akan terjadi dalam kehidupan kita (Yes 42:22) ?

1. Dijarah
Berarti potensi kita dapat hilang dan kesehatan kita dapat diambil. Misalnya, seseorang selalu mengimajinasikan kegagalan. Akibatnya, ia akan selalu gagal dan tidak pernah berhasil dalam hidupnya! Itu berarti potensinya menjadi 'mati'. Jika seseorang selalu mengimajinasikan hal-hal yang buruk atau kekhawatiran, ia akan mengalami stres! Menurut ilmu kedokteran, stres dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis antara lain penyakit jantung dan kanker.

2. Dirampok
Apa saja yang dirampok dari kehidupan kita ? Hidup di dalam dosa menyebabkan harta, usaha, dan keharmonisan keluarga kita dirampok! Misalnya, seorang istri selalu memikirkan atau mengimajinasikan kesalahan suaminya yang telah berlalu dan dia tidak mau melepaskan pengampunan. Akibatnya, dia selalu melihat kesalahan suaminya sehingga pertengkaran sering terjadi di dalam rumah tangganya.

3. Dipenjara
Dipenjara berbicara mengenai ikatan-ikatan, misalnya terikat oleh kebiasaan buruk, kebencian dan kepahitan, serta dosa dan hawa nafsu. Akibatnya, kita sulit melepaskan diri dari kebiasaan buruk atau dosa-dosa yang mengikat.

Apakah kita masih ingin hidup denga berhala kita ? Bila kita masih memiliki berhala di dalam hidup kita, mari kita tinggalkan berhala dan berbagai imajinasi didalamnya! Jangan mengeraskan hati! Fokuskan penyembahan kita hanya kepada Tuhan, dapatkan Firman-Nya, imajinasikan Firman-Nya, dan perkatakan Firman-Nya!

M3 MELAKUKAN
1. Tuliskan masalah atau kesulitan hidup yang sedang Anda hadapi saat ini! Berdoa dan renungkan, apakah hal-hal tersebut berhubungan dengan apa yang mungkin sedang Anda imajinasikan saat ini ?

2. Bertobatlah di hadapan Tuhan ! Tuliskan langkah-langkah yang akan Anda lakukan agar Anda dapat mengalami pemulihan dari masalah tersebut!

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan menceritakan berkat-berkat yang Anda terima dari saat teduh hari ini ?





Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007






AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-5, Hari 33 PIKIRAN SIA-SIA

Seorang Worship Leader sedang bersiap untuk memimpin pujian pada kebaktian minggu. Tanpa diduga, malamnya dia berantem dengan istrinya dan sang istri tidak mau mengalah sehingga itu mempengaruhi mood dalam menyembah Tuhan. Karena harus menjalankan tugas, dia pun memaksakan diri untuk memimpin pujian. Singkat cerita, pada ibadah minggu, dia mengajak jemaat untuk menyanyikan pujian, "Ya Tuhan kupercaya... Aku percaya... lewati lembah air mata... Aku percaya... Firman-Mu ya dan Amien.. aku percaya Kemenangan sudah Kau jamin.. aku percaya..!!"

Yang mengagetkan, dia segera berkata kepada jemaat, "Para suami, dengar baik! Nyanyikan lagu ini dengan sepenuh hati dan para istri introspeksi... Kemenangan sudah kuraih.. aku percaya!!"

Esensinya, suasana hati WL kalut sehingga yang keluar dari mulut adalah ekspresi dari kegundahan hatinya dan itu sia-sia. Ketika dia menyembah Tuhan, semua masalah harus dibereskan sehingga pikiran kita terfokus pada Tuhan, dan bukan pada masalah yang kita hadapi!

Ayat Renungan : Roma 1:18-29

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Mengapa manusia dimurkai oleh Allah (Roma 1:21) ?
Sekalipun mengenal Allah, mereka ____________________________
Sebaliknya pikiran mereka menjadi ___________________________

2. Apa yang terjadi bila seseorang memiliki pikiran yang sia-sia (Roma 1:21-29) ?
a. Ayat 22, Pikiran mereka menjadi _______________________________
b. Ayat 24, Tuhan membiarkan mereka pada ________________________
c. Ayat 25, Mereka menggantikan kebenaran dengan ___________________
d. Ayat 26, Tuhan menyerahkan mereka kepada ______________________
e. Ayat 28, Tuhan menyerahkan mereka kapada ______________________

3. Mengapa hal tersebut dapat terjadi (Roma 1:23) ?



PENGAJARAN

Rasul Paulus mengingatkan agar kita jangan hidup sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikiran (imajinasi) yang sia-sia (Efesus 4:17). Bila seseorang mulai menggantikan imajinasi kemuliaan Allah dengan sesuatu yang 'fana' , sekalipun ia mengenal Allah (bukan orang dunia), pikiran dan imajinasinya akan menjadi sia-sia.

Pikiran yang seharusnya penuh hikmat akan menjadi bodoh sehingga dia mengalami kesulitan ketika menghadapi persoalan-persoalan yang sederhana sekalipun. Ia akan mulai mengimajinasikan hal-hal yang cemar, hawa nafsu yang memalukan, serta keserakahan atau kenikmatan-kenikmatan dunia. Pelan tapi pasti ia akan jatuh de dalam dosa setelah dia menyembah imajinasi tersebut secara terus-menerus.

Sekali lagi, Anda akan menjadi seperti apa yang Anda sembah! Kalau imajinasi cabul, maka perbuatan percabulan, kecemaran, hawa nafsu, dan perzinahan akan muncul! Kalau balas dendam yang kita pikirkan dan kita imajinasikan, maka perbuatan jahatlah yang keluar! Itu sebabnya, Kol 3:5 menyebutkan dengan jelas bahwa percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan keserakahan sama dengan penyembahan berhala.

Hal-hal inilah yang membuat orang sulit untuk berubah meskipun ia sudah menerima Firman Tuhan. Jadi, imajinasi akan menentukan sikap dan perbuatan seseorang. Selanjutnya, sikap dan perbuatan seseorang akan menentukan nasib (masa depan) seseorang.

Allah telah menciptakan ulang diri kita menjadi manusia baru. Tetapi, seringkali gambar manusia lama masih ada di dalam imajinasi kita. Itu sebabnya, imajinasi yang lama harus terus-menerus di hapus dan digantikan dengan imajinasi yang baru.

Apakah kita ingin memiliki masa depan yang penuh harapan di dalam Tuhan ? Marilah kita mengubah sikap dan karakter kita! Untuk dapat mengubah sikap dan karakter kita, marilah kita mulai dengan menghapus imajinasi yang lama dan menggantikan dengan imajinasi yang baru, yaitu Firman Tuhan dan janji-janji Tuhan.

M3 MELAKUKAN
Temukan bagaimana caranya mengandalkan imajinasi/manusia lama dan mengenakan imajinasi/manusia baru! Tuliskan langkah-langkah praktisnya!

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah akan Anda ceritakan berkat-berkat dalam saat teduh hari ini ?



Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007






AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-5, Hari 32 BERHALA IMAJINASI

Seorang WNI keturunan Jawa bersama kakak perempuannya sedang bersiap untuk mengikuti casting peran sebuah film kolosal di AS yang mengangkat tema Civil War II. Syahrul, sang aktor, harus banyak belajar bahasa Inggris sebelum berangkat ke AS. Sang kakak di-casting sebagai penari yang terus menari kalau ada alunan musik.

Dia mulai melafalkan beberapa kosakata dan frasa bahasa Inggris, salah satu kalimat yang berkenan dibenaknya ialah You get boy! Ketika sutradara mengajarkannya tentang gerak tubuh dan olah vokal, Syahrul diminta untuk mengucapkan kalimat favoritnya! Dia pun segera meneriakkan kalimat, "You get boy!!!" Sang pelatih berpikir Syahrul mengkonfirmasi bahwa dirinya mendapatkan anak laki-laki! Ketika dikonfirmasi tentang hal itu, Syahrul justru bingung! Sutradara bertanya, "Syahrul, what's the meaning of You get boy?" Syahrul menjawab dengan polos, "Mbakyu saya joged ditabohi (diiringi musik)!" Sutradara, "Are you kidding?????"

Esensinya, apa yang ada di dalam benak itulah yang akan dipresentasikan oleh seseorang. Imajinasi dalam pikiran seseorang tentang Firman Tuhan akan melahirkan suatu perubahan kondusif yang sesuai dengan kebenaran Firman di dalam hidupnya!

Ayat Renungan : Yehezkiel 8:9-12

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Hal apakah yang Allah perintahkan kepada Yehezkiel agar ia memperhatikan bagian dalam dari Bait Allah (Ayat 9) ?

2. Hal apakah yang Yehezkiel perhatikan tentang :
a. Bagaimana dinding dalam dari Bait Allah (Ayat 10) ?

b. Kata-kata orang (Tua-tua kaum Israel) yang sedang menyembah di dalamnya (Ayat 11-12) ?

3. Di manakah Tua-tua kaum Israel melakukan kegiatannya ? Dalam keadaan yang bagaimanakah mereka melakukan penyembahan berhala (Ayat 12) ?

PENGAJARAN

Yehezkiel 8 menceritakan kekekjian yang ada di Bait Allah. Tuhan memerintahkan kepada Yehezkiel untuk melihat perbuatan keji yang telah dilakukan di Bait Allah. Apa yang terjadi ? Di dalam Bait Allah, bangsa Israel seharusnya melakukan penyembahan kepada Tuhan. Mereka justru memasang gambar-gambar binatang dan segala berhala kaum Israel di tembok Bait Suci tersebut. Ini merupakan kekekjian di mata Tuhan dan Tuhan marah karena ini merupakan bentuk penyembahan berhala.

Di dalam Perjanjian Baru, Bait Allah adalah tubuh kita sendiri. Ruang yang dipakai untuk memasang gambar/imajinasi adalah pikiran. Imajinasi merupakan gambaran dari apa yang kita pikirkan. Di dalam pikiran, manusia mengimajinasikan sesuatu. Imajinasi dapat diisi dan dipenuhi oleh 2 hal :
A. Ganbaran Allah, yaitu Firman Tuhan dan janji-janji Allah.
B. Gambar-gambar berhala lainnya, seperti yang dilakukan bangsa Israel ketika memasang gambar-gambar binatang di tembok Bait Allah.

Seharusnya, imajinasi kita diisi oleh Firman dan janji-janji Tuhan! Seringkali, imajinasi kita justru diisi oleh berhala-berhala lain yang mengakibatkan kita jatuh ke dalam dosa. Mengapa seorang pria dapat melakukan perselingkuhan ? Seharusnya yang ada di dalam imajinasinya adalah Firman Tuhan.

Pikirannya justru dipenuhi oleh ukiran/gambar pornografi dan fantasi seks yang menjadi berhala dan terus 'disembah'. Itu sebanya, ia jatuh dalam perselingkuhan dan tidak sanggup melepaskan diri dari ikatan dosa seksual tersebut.

Jika seseorang melakukan bisnis, tetapi yang pikirkan/diimajinasikan adalah kegagalan, maka kegagalan tersebut menjadi berhala sehingga bisnisnya selalu gagal. Bila seseorang pernah menyakiti hati kita, namun kita tidak mau melepaskan pengampunan, pikiran kita selalu memikirkan kesalahan orang tersebut. Akibatnya, kita sulit berdamai dengan orang lain karena yang kita imajinasikan adalah kesalahan orang lain secara terus-menerus.

Bagaimanakah dengan Kamar Imajinasi Pribadi kita ? Hal-hal apa yang selalu memenuhi pikiran kita ? Marilah kita hapus imajinasi yang sia-sia dan gantikan dengan imajinasi Firman Tuhan !

M3 MELAKUKAN
1. Temukan Kamar Pribadi di dalam hidup Anda yang masih gelap! Itulah dunia imajinasi Anda!

2. Tuliskan imajinasi-imajinasi apa yang ada di pikiran Anda (yang Anda sembah sehari-hari) ! Akui dan bertobatlah di hadapan Tuhan !

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah akan Anda ceritakan berkat-berkat dalam saat teduh hari ini ?



Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007







AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-5, Hari 31 JANGAN ADA KEKASIH LAIN

Satu biara mengkondisikan penghuni tempat itu hanya boleh berbicara lima tahun sekali. Akibat ketatnya peraturan tersebut, dari 500 orang yang mendaftar, tersisa 3 orang yang masih setia. Masuk tahun kelima, biara pertama mendapat kesempatan untuk berbicara, dia pun berkata, "Kalau boleh, saya mau makan mie ayam dua mangkok!" Kalimat terakhir itu bertahan sampai lima tahun, dan berikutnya pada tahun kesepuluh, biarawan kedua berbicara, "Kalau diizinkan, sya mau makan soto ayam dua mangkok!" Kalimat itu pun bertahan sampai lima tahun, dan berikutnya pada tahun kelimabelas, biarawan ketiga berbicara, "Cuman milih menu aja kok butuh waktu 15 tahun!!!"

Esensinya, biarawan ketiga berasumsi bahwa kedua temannya ragu-ragu dalam menentukan menu, dan itu menghabiskan waktu! Dalam hal menghidupi Firman, keragu-raguan merupakan salah satu bentuk berhala, dan itu bisa mematikan potensi dan menghambat berkat yang sudah Tuhan sediakan!

Ayat Renungan : Mazmur 115:4-8

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Siapakah yang membuat dan membentuk sebuah berhala (Mzm 115:4) ? Terdiri dari apakah berhala itu ?

2. Ciri-ciri apakah yang dimiliki oleh sebuah berhala (Mzm 115:5-7) ?
a. ....................................................... b. ............................................................
c. ....................................................... d. ............................................................
e. ....................................................... f. .............................................................
g. ....................................................... ................................................................

3. Apakah yang akan terjadi pada orang yang membuatnya dan percaya kepada berhala tersebut (Mzm 115:8) ?

PENGAJARAN

Jika seseorang terus-menerus melakukan penyembahan, secara otomatis karakter dari yang disembah akam terimpartasi kepada orang yang menyembahnya. Hidup kita akan seperti apa yang kita sembah. Bila kita selalu menyembah Tuhan dan intim dengan Tuhan, karakter Yesus akan tercermin dalam kehidupan kita. Hal yang sama juga terjadi bila kita melakukan penyembahan terhadap berhala. Tanpa sadar, hidup kita akan menjadi seperti berhala tersebut. Berhala tidak hanya berbicara mengenai patung-patung yang dibuat oleh tangan manusia, tetapi juga mengenai 'suatu hal' yang lebih kita kasihi, dan itu melebihi kasih kita kepada Tuhan.

Bila kita melakukan penyembahan berhala, salah satu akibatnya adalah kita mengalami tuli dan buta rohani! Bahkan, tidak hanya itu, penyembahan berhala dapat "mematikan" potensi-potensi kita, misalnya:
a. Mulut yang tidak dapat berkata-kata.
Seharusnya, kita memuji dan meyembah Tuhan, serta bersaksi dan memberkati orang lain.

b. Mata yang tidak dapat melihat.
Seharusnya, kita dapat melihat janji Tuhan dan visi yang Tuhan berikan.

c. Telinga yang tidak dapat mendengar.
Seharusnya, kita dapat mendengar suara Tuhan dan tuntunan Tuhan.

d. Hidung yang tidak dapat mencium.
Seharusnya, kita bisa mengidentifikasi aromayang harum melalui hidung kita.

e. Tangan yang tidak dapat meraba.
Seharusnya, kita dapat memakai tangan kita untuk melayani Tuhan dan orang lain.

f. Kaki yang tidak dapat berjalan.
Seharusnya, kita bisa melangkahkan kaki serta berjalan untuk mengikuti visi dan kehendak Tuhan.

Nah, apakah kita masih memiliki 'berhala' dalam kehidupan kita, misalnya patung-patung berhala atau jimat-jimat ? Apakah masih ada hal-hal lain, misalnya hobi atau kesukaan lain, yang kita kasihi lebih dari kasih kita kepada Tuhan ? Jika ya, mari kita bereskan agar tidak ada lagi hal-hal yang menghambat keberhasilan hidup kita!

M3 MELAKUKAN
Tuliskan hal-hal yang masih mengikat Anda dan membuat Anda 'mengasihi' hal tersebut lebih daripada kasih Anda kepada Tuhan! Bereskan hal-hal tersebut di hadapan Tuhan !

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan menceritakan berkat-berkat yang Anda terima dari saat teduh hari ini ?



Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007






AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-5, Hari 30 BUTA DAN TULI ROHANI

Seorang pengemis sedang mempersiapkan diri untuk beroperasi di perempatan jalan. Dia memperlengkapi diri dengan membeli lem, tape (ketela lunak), dan obat merah, total dia menghabiskan modal Rp. 4.000,-. Dia menghias kaki dan di tutup dengan kain sedemikian rupa sehingga terkesan kakinya tinggal satu dan terluka parah. Dia segera beraksi dan duduk di perempatan jalan. Beberapa orang melewatinya, dan singkat cerita dia mendapatkan uang Rp. 3.000,-. Kemudian, seorang pensiunan polisi memberikan uang Rp. 500,- dan saat itu hujan turun. Pengemis segera berlari karena takut hujan. Ketahuan kalau pengemis itu pura-pura berkaki satu, sense of investigasi sang pensiunan polisi jalan, dan dia mengejar serta meminta uang kembali dan meminta ganti rugi Rp. 3.000,-. Akibatnya, modal Rp. 4.000,- habis dan pengemis tidak mendapatkan apa-apa!

Esensinya, pengemis itu punya kaki tetapi tidak memfungsikan kaki sebagaimana mestinya, padahal dia bisa bekerja. Dalam hal mendapatkan Firman, kita mungkin mengalami tuli dan buta rohani karena kita tidak memfungsikan keduanya sehingga kita tidak mengalami perubahan apa pun !

Ayat Renungan : Yesaya 50:2-3, 42:18-21

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Apakah yang terjadi saat Tuhan datang dan memanggil (Yes 50:2a) ?

2. Kepada siapakah Tuhan menyampaikan teguran-Nya (Yes 42:19) ?

3. Mengapa Tuhan menegur mereka (Yes 42:20) ? mengapa mereka tidak mengerti apa yang Tuhan sampaikan ?

PENGAJARAN

Firman Tuhan adalah Ya dan Amien! Tuhan tidak pernah lalai akan janji-Nya! Namun, mengapa ada orang yang mudah menerima penggenapan janji Tuhan, dan ada juga yang sulit mengalaminya ? Ketika Firman sudah disampaikan, mengapa seringkali kita tidak mengalami jamahan dan kehidupan kita tidak berubah ? Misalnya, ada orang-orang malas yang mendengarkan Firman Tuhan tentang malas dan akibat dari kemalasan. Di satu sisi, ada di antara mereka yang merespons Firman dan mengubah gaya hidup sesuai Firman Tuhan dan menjadi orang yang rajin. Seiring berjalannya waktu, mereka berubah dan mengalami kelimpahan.

Di sisi lain, ada pula orang-orang yang tidak sadar dan kehidupan mereka tidak pernah berubah. Sesungguhnya, tuhan rindu memberikan "pengajaran-Nya yang besar dan mulia" untuk hamba-hamba-Nya (Yes 42:21). Jadi, bila kita tidak dapat mendengar, itu bukan disebabkan karena ada yang kurang beres dengan mulut-Nya atau telinga-Nya. Dia rindu berbicara kepada kita dan Dia mendengar ketika kita berbicara kepada-Nya. Yang harus kita lakukan adalah mendobrak ketulian dan kebutaan rohani kita.

Banyak anak Tuhan memasang telinga tetapi mereka tidak dapat mendengar. Mereka memperhatikan tetapi tidak dapat melihat sehingga menjadi 'tuli rohani' dan 'buta rohani'. Apa yang menyebabkan kita menjadi tuli dan buta rohani ?

1. Ketidakpercayaan
Misalnya, kita mendapat suatu ayat yang 'dahsyat', tetapi respons kita bukan mengaminkan, melainkan berpikir, "Apakah mungkin ayat ini untuk saya ?" Jika demikian, apakah Firman itu dapat mengubah hidup kita ?

2. Dosa yang disimpan
Jika kita melakukan dosa, tetapi kita tidak bertobat dan mempersilakan Tuhan menyucikan hati kita, berarti kita memberikan tempat berpijak bagi iblis di dalam hidup kita dan hati kita sehingga hati kita menjadi keras dan tidak peka terhadap Tuhan.

3. Mengabaikan
Jika kita sering tidak taat serta mengabaikan Tuhan dan Firman-Nya secara sengaja, berarti kita menutup telinga dan mata rohani kita terhadap Firman Tuhan. Akibatnya, bukan Firman Tuhan lagi yang akan kita tangkap melainkan 'suara-suara lain' yang kita terima. Secara otomatis, kita menjadi tuli dan buta rohani.

Masihkah kita tidak mempercayai janji Tuhan ? Masihkah kita memiliki dosa yang belum dibereskan di hadapan Tuhan ? Masih seringkah kita mengabaikan Tuhan ? Jika ya, mari kita bereskan semua itu di hadapan Tuhan supaya mata dan telinga rohani kita bisa berfungsi kembali.

M3 MELAKUKAN
1. Tuliskan hal-hal apa yang Tuhan ingatkan untuk Anda bereskan ! Akuilah dan bereskan semua itu dihadapan Tuhan!

2. Tuliskan langkah-langkah yang akan Anda lakukan agar Anda dapat mempertajam mata dan telinga rohani Anda !

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan menceritakan berkat-berkat yang Anda terima dalam saat teduh hari ini ?



Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007






AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-5, Hari 29 ROH YANG TIDAK BERKEMBANG

Atlet Indonesia berhasil meraih medali emas untuk keempat kalinya dalam empat kali keikutsertaannya di Sea Games. Ketika di tanya oleh wartawan tentang kiat jitu dalam mempertahankan medali emas, dia berkata dengan bijak, "Yang pertama, kita perlu latihan, ada atau tidak ada turnamen!" Wartawan segera bertanya kembali, "Resep kedua apa ?" Sang atlet menjawab lugas, "Yang kedua, kita perlu latihan, ada atau tidak ada turnamen!" Wartawan makin antusias dalam bertanya, "Resep ketiga apa ?" Dia pun menjawab dengan tegas, "Yang ketiga, kita perlu latihan, ada atau tidak ada turnamen!" Wartawan mengajukan pertanyaan terakhir, Resep keempat apa?" Jawab sang atlet tanpa ragu-ragu, "Yang keempat, jangan banyak tanya, sekarang saya mau latihan!"

Esensinya, seperti halnya atlet tersebut, latihan harus terus dilakukan meskipun banyak pujian dan sanjungan berdatangan. Dimensi manusia rohani juga perlu dilatih agar kita memiliki ketahanan prima dan jangan cepat puas!

Ayat Renungan : Roma 8:14, Yohanes 14:26

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Siapakah yang disebut sebagai anak Allah (Roma 8:14) ?

2. Supaya kita dapat mengenal dan mengerti suara Tuhan dan dipimpin oleh-Nya, siapakah yang diutus oleh Bapa (Yoh 14:26a) ?

3. Apakah fungsi pribadi yang diutus oleh Bapa (Yoh 14:26) ?

PENGAJARAN

yesus menggambarkan hubungan-Nya dengan pengikut-Nya sebagai hubungan antara gembala dan domba-domba-Nya. Yesus berkata, "Siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.., domba-domba mendengar suaranya..." itulah salah satu jaminan yang Tuhan berikan untuk anak-anak-Nya, yaitu apabila Tuhan berbiacara kepada kita, kita akan mengenal suara-Nya dan mengikuti Dia. Namun, sebagai anak Tuhan, kita sering mengalami kesulitan untuk mendengarkan suara-Nya dan mendapatkan Firman-Nya ?

Mengapa bisa terjadi ? Salah satu penyebabnya adalah Roh yang tidak berkembang. manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Roh adalah bagian dari kita yang menyadari keberadaan Allah dan konteks hubungan dengan Allah (Yoh 3:5). Roh Allah sendiri, yaitu Roh Kudus, akan menuntun hidup kita dan mengajarkan sesuatu kepada kita (Yoh 14:26).

Oleh karena itu, jika kita membiarkan roh kita tidak berkembang, kita akan sulit mendapatkan tuntunan Roh Kudus. Artinya, kita tidak bisa memahami apa yang ingin Tuhan sampaikan kepada kita.

Bagaimana caranya untuk mengembangkan roh kita ? Membaca dan merenungkan Firman Tuhan akan mengembangkan Roh kita, tetapi ini saja tidak cukup. Kita harus mematuhi Firman jika kita ingin mendapatkan otot-otot rihani yang kuat. Kemudian, dengan memiliki waktu doa dan persekutuan pribadi yang teratur, kita juga sedang mengembangkan dimensi manusia roh kita.

Ketika kita menyembah dan bercakap-cakap atau berkomunikasi dengan Tuhan dan meluangkan waktu di hadirat-Nya, Roh Kudus akan memperkuat pribadi batiniah kita. Pada saat kita berdoa dalam bahasa Roh, roh kita akan semakin dibina. Bila secara konsisten kita melakukan hal tersebut sebagai gaya hidup, kita akan tumbuh perkasa di dalam roh dan hidup kita akan selalu dipimpin oleh Roh Kudus.

Roh Kudus akan mengajarkan dan mengingatkan segala Firman yang tersimpan di hati kita ketika kita sedang menghadapi masalah atau pencobaan. Banyak anak Tuhan lebih suka mengembangkan pikiran atau kepribadian mereka untuk menumpuk gelar demi gelar. Ada pula yang berupaya keras untuk mengembangkan tubuh jasmani mereka, misalnya dengan berolah raga dan menjaga pola makan. Hal ini memang baik.

Bagaimana dengan pengembangan manusia roh kita ? Apakah kita sudah seintens itu dalam mengembangkan manusia rohani kita ? Marilah kita mengembangkan roh kita agar hidup kita selalu dituntun oleh Tuhan sehingga kita dapat meraih janji Tuhan!

M3 MELAKUKAN
1. Tuliskan"latiha-latiha" apa saja yang mulai jarang Anda lakukan dalam mengembangkan roh Anda!

2. Tuliskan rencana-rencana yang akan Anda lakukan untuk dapat mengembangkan roh Anda lebih lagi! Lakukan rencana Anda tersebut!

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan menceritakan berkat-berkat yang Anda dapatkan dalam saat teduh hari ini ?



Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007






AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-4, Hari 28 BOTOL OBAT TUHAN

Seorang mahasiswa kedokteran program spesialis penyakit dalam sedang menyelesaikan thesis S2 untuk memdapat gelar Dokter Spesialis. Dia berdiskusi dengan dosen pembimbing, dan sampai pada pertanyaan krusial, "Prof, kalau dari awal organ tubuh manusia diciptakan sempurna, kenapa pada perkembangannya banyak orgn tubuh yang rusak ?" Sang profesor, yang kebetulan seorang diaken gereja, berkata datar, "Tahu gak kamu, Tuhan itu baik buat kita!" Sang mahasiswa pun terheran-heran, "Maksudnya gimana... Prof ?" Profesor menarik nafas lalu berkata, "Kalau semua organ tubuh sehat, kamu dan saya sebagai dokter mau dapat duit dari mana ?"

Esensinya, kesehatan dan kesembuhan datang dari Tuhan. Ketika ada bagian tubuh yang sakit, pasti ada rencanya-Nya di balik semua itu. Saat memperkatakan Firman, bahwa oleh bilur Yesus, semua penyakit kita disembuhkan!

Ayat Renungan : Yesaya 53:1-5, Mazmur 107:20

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini

M2 MERENUNGKAN
1. Yesaya 53 menceritakan mengenai penderitaan Yesus. Hal-hal apakah yang sudah dipikul dan ditanggung oleh Yesus di kayu salib (Ayat 4) ?

2. Janji apakah yang Tuhan berikan bagi anak-anakNya (Yesaya 53:5c) ?

3. Bagaimanakah cara Allah menyembuhkan seseorang ? Melalui apakah Ia menyembuhkan (Mazmur 107:20) ?

PENGAJARAN

Saat Yesus mati di kayu salib, kesembuhan termasuk dalam rencana penebusan Allah. Ini berarti Yesus menyediakan kesembuhan bagi kita, sama seperti ia menyediakan pengampunan bagi dosa-d0sa kita (Yesaya 53).

Mempercayai bahwa "Oleh bilur-bilur-Nya saya sudah disembuhkan," dan "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita", itulah Benih Kesembuhan. Saat Benih Kesembuhan ditanam, kita harus memelihara benih tersebut agar berbuah atau menghasilkan mujizat.

Dalam Amsal 4:22, dikatakan bahwa Firman Tuhan yang tertanam di hati kita akan menjadi Kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Ketika Firman Tuhan menjadi kesembuhan bagi tubuh kita, segala penyakit kita akan tersingkir dari tubuh kita. Itu sebabnya sangatlah penting untuk memegang Firman Tuhan ! Jangan biarkan kondisi atau keadaan kita membuat kita putus asa !

Dalam bukunya berjudul Walking in Faith, Tim Greenwood menuliskan langkah-langkah apa yang harus kita lakukanagar kita dapat memegang Firman Kesembuhan, yakni ;

1. Percayalah bahwa Firman Tuhan berkuasa (Final Authority) melebihi sakit penyakit apa pun juga !

2. Tolaklah keragu-raguan dan ketidakpercayaan! Jika iblis mengintimidasi kita dan membuat kita meikirkan gejala-gejala yang ada, tolaklah di dalam Nama Yesus dan ucapkan syukur untuk kesembuhan.

3. Berfokuslah kepada Firman Tuhan! Daripada melihat penyakit, lebih baik kita terus-menerus memandang janji dan Firman Tuhan.

4. Jangan takut dan bimbang !

5. Mengucap syukurlah atas kesembuhan kita walaupun kita belum menerima kesembuhan itu !

6. Ucapkan selalu hal-hal yang positif ! Jangan sampai kita membatalakan janji Tuhan dengan perkataan-perkataan negatif yang keluar dari mulut kita sendiri.

Bila saat ini Anda membutuhkan kesembuhan, praktikkan hal tersebut terus-menerus setiap hari. Firman Tuhan yang disampaikan tidak pernah kembali dengan sia-sia (Yesaya 55:11) !

M3 MELAKUKAN
1. Dari hal-hal yang tertulis di atas, manakah yang belum pernah atau jarang dilakukan oleh Anda ketika Anda membutuhkan mujizat kesembuhan dari Tuhan ? Tuliskan hal itu !

2. Praktikkan hal-hal tersebut agar Anda dapat menerima mujizat kesembuhan dari Tuhan !

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan menceritakan berkat-berkat yang Anda terima dari saat teduh hari ini ?


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007





AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-4, Hari 27 HATI YANG MENYIMPAN

Ketika Jakarta didera banjir, semua orang berupaya untuk saling menolong. Salah satu gereja terkena banjir, semua jemaat berhasil diungsikan, dan yang belum terangkut adalah pendeta. Karena perahu karet habis, seorang sukarelawan, yang kebetulan adalah seorang haji membantu pendeta untuk keluar dari kepungan banjir.

Pak pendeta kelelahan dan pak Haji segera berinisiatif untuk menggendong pendeta. Dalam hati pendeta, "Kalau tidak terjadi banjir, saya belum tentu bisa naik haji!" Belum sampai di tempat, pak haji kecapean dan pak Pendeta sempat terjatuh. Pak Haji secara reflek memegang kepala pak Pendeta, tetapi karena tekanan berat, kepala pak Pendeta masuk ke dalam air. Dalam hati, Pak Haji berkata, "Kalau tidak terjadi banjir, belum tentu saya bisa membaptis pak pendeta!"

Esensinya, apa yang dilakukan antara pak Pendeta dengan pak Haji merupakan implikasi dari saling menabur di antara keduanya. Hati kita pun bisa menjadi ladang yang subur untuk bertumbuhnya benih Firman yang ditaruh Tuhan.

Ayat Renungan : Markus 4:14-29, Mazmur 119:11a

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Dalam perumpamaan itu, apa yang dimaksud dengan benih yang ditabur (Ayat 15, 26) ?

2. Yesus menceritakan mengenai benih yang ditabur di 4 jenis tempat atau tanah. Apa artinya ?
a. Ayat 15a : ...........................................................................................................................
b. Ayat 16a : ...........................................................................................................................
c. Ayat 18a : ...........................................................................................................................
d. Ayat 20a : ...........................................................................................................................

3. Bila benih tersebut ditabur di tanah yang baik, apakah yang akan terjadi (Ayat 20, 28-29) ?

4. Apa yang Daud lakukan terhadap janji atau Firman Tuhan (Maz 119:11a) ?

PENGAJARAN

Firman Tuhan adalah benih ! Tahukah bahwa di dalam benih sudah terdapat sumber kehidupan yang begitu ajaib ? Di dalam sebuah biji tersimpan sebuah potensi yang begitu dahsyat. Dari benda kecil dapat keluar kehidupan. Dari benda yang kelihatannya tak berarti akan tumbuh batang, cabang, daun, bunga, dan akarnya. Akhirnya, buah-buah akan menghasilkan pohon-pohon lainnya.

Percayakah bahwa Firman Tuhan itu lebih dahsyat dari benih alamiah ? Apa pun yang Tuhan lakukan, hal itu selalu dimulai dari Firman Tuhan yang Disimpan atau Ditanam di dalam hati kita sebagai benih. Firman Tuhan yang ditanam itulah yang mengandung potensi mujizat, dan melahirkan mujizat dalam kehidupan pribadi kita, mujizat dalam rumah tangga atau keluarga, serta mujizat dalam pekerjaan dan pelayanan !

Benih Firman Tuhan yang sudah kita terima janganlah dibuang, tetapi biarlah tertanam di hati kita. Seperti perilaku seorang petani, dia tidak akan sering menggali dan membongkar benih yang telah ia tanam di tanah untuk memeriksa pertumbuhan benih tersebut. Benih hanya dapat tumbuh kalau ia tetap tertanam di tanah. kita pun harus menyimpan dan memelihara benih Firman Tuhan di dalam hati kita.

Bagaimana caranya agar benih Firman Tuhan dapat tersimpan atau tertanam di hati kita ? Hati kita diibaratkan seperti tanah, dan tanah yang dapat menanam benih bukanlah tanah yang berbatu-batu, bersemak duri, ataupun tanah yang kotor. Tanah yang cocok adalah "tanah yang subur" ! Ciri-ciri tanah yang subur antara lain tidak keras, mudah menyerap air, dan bersih.

itu sebabnya, jangan biarkan hati kita menjadi keras atau sombong ! Biarlah hati kita selalu haus dan terbuka untuk menyambut Firman Tuhan, dan janganlah hati kita dipenuhi oleh sampah-sampah dunia (masalah-maslah hidup, kekhawatiran duniam kekayaan serta keinginan-keinginan yang menghimpit Firman itu sehingga tidak berbuah) sehingga benih Firman tidak bisa berbuah dalam hidup kita. Anda juga harus memperkatakan Firman sama seperti Firman yang Anda simpan. Bila perkataan Anda bertentangan dengan prinsip Firman, berarti Anda sedang membongkar benih Firman yang sudah Anda tanam.

Biarlah Firman Tuhan berbuah berlipat ganda dalam kehidupan kita. Benih Firman Tuhan yang di tanam di 'tanah yang subur' akan melahirkan mujizat! Jangan biarkan iblis "merampok" benih tersebut! Bagian Tuhan adalah menaburkan benih Firman-Nya, dan kita melakukan bagian kita yaitu menyuburkan tanah hati kita!

M3 MELAKUKAN
Tuliskan langkah-langkah apa yang akan Anda lakukan agar Anda dapat menyimpan benih Firman Tuhan di dalam hati Anda !

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan menceritakan berkat-berkat yang Anda terima dari saat teduh hari ini ?


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007





AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-4, Hari 26 MATA YANG FOKUS

Seorang pendeta baru selesai mengikuti seminar 3 hari tentang Eskatologi. Seusai seminar, dia berkhotbah tentang topik yang sama (Eskatologi) pada satu jemaat yang sebagian besar berlatar belakang fisikawan. Pendeta berkhotbah secara antusias dan berapi-api, dan jemaat bertepuk tangan setaip pernyataan pendeta yang dinamis.

Seusai khotbah, sebagian jemaat mendatangi pendeta dan berkata, "Pak Pendeta, Bapak khotbahnya luar biasa hari ini.... Bapak melebihi Albert Einstein!" Pendeta pun menjawab diplomatis, "Puji Tuhan, semua itu karena Tuhan Yesus!" Dalam hati, pak Pendeta tersipu penuh bangga.

Singkat cerita, pendeta bertanya-tanya kepada teman dekatnya, "Broer, maksudnya apa sich saya lebih hebat dari Albert Einstein?" Koleganya pun menjawab, "Maksudnya, kalau ada ratusan orang yang ndengerin omongan Einstein, paling banyak cuma 10 orang yang bisa memahami............." Pendeta, "?????"

Esensinya, khotbah yang lahir dari tuntunan Tuhan dan berfokus pada tuntunan Roh Kudus akan lebih mengena, dan itu yang dibutuhkan oleh jemaat. Mata kita harus tetap tertuju pada arahan dan tuntunan Tuhan.

Ayat Renungan : Bilangan 13:17-33

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Apa yang Tuhan perintahkan kepada 12 pemimpin bangsa Israel melalui Musa (Bil 13:17-18)?

2. Sebagian besar pemimpin melihat hal yang sama. Hal-hal yang mereka adalah (Bil 13):
a. Ayat 28 : ..............................................................................................................................
b. Ayat 32 : ..............................................................................................................................
c. Ayat 33 : ...............................................................................................................................
Berdasarkan apa yang mereka lihat, apa yang mereka percayai selanjutnya (Bil 13:31, 14:2-3) ?
Apakah mereka memperoleh janji Tuhan (Bil 14:23) ?

3. Apakah yang Kaleb percayai (Bil 13:30) ? Apakah ia memperoleh janji Tuhan (Bil 14:24) ?

PENGAJARAN

Apa yang kita dengarkan merupakan suatu hal yang penting ! Akan tetapi, apa yang kita lihat juga penting ! Dengan kata lain, jagalah mata kita agar kita tetap memandang Yesus, Firman-Nya, janji-janji-Nya ! Jangan melihat keadaan-keadaan kita yang sebaliknya.

Apa yang kita lihat dapat menyebabkan kekhawatiran, ketidakpercayaan, atau justru dapat menghasilkan iman, bahkan melahirkan mujizat. Semuanya bergantung pada ke arah mana kita mau memfokuskan pandangan mata kita.

Jangan memfokuskan mata kita terhadap apa yang kelihatan saat di depan mata kita! Marilah kita belajar dari Kaleb! Walaupun ia melihat hal-hal lahiriah seperti yang dilihat oleh para pemimpin lainnya, namun ia hanya berfokus kepada "yang tidak kelihatan" (Ibrani 11:3), yaitu janji Firman Tuhan ! Kaleb mempercayai janji Tuhan dan akhirnya janji Tuhan itu digenapi dalam hidupnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Daud ketika dia menghadapi Goliat. Matanya tidak mau berfokus pada tinggi dan besarnya Goliat, telinganya tidak mau memperhatikan 'apa kata orang' tentang Goliat, Daud justru berfokus dan percaya kepada janji Tuhan sehingga dia memperoleh kemenangan.

Hal sama juga bisa kita lakukan. Sejak kecil, mata kita terlatih untuk melihat hal-hal yang buruk. Misalnya, sesudah bangun tidur, kita membaca surat kabar yang penuh dengan berita buruk, atau kita menonton televisi yang menampilkan kejadian-kejadian buruk, bahkan kita dengan mudah melihat hal-hal yang buruk dan salah dahulu.

Mungkin, saat ini kita menghadapi masalah dan keadaan kita kelihatannya buruk menurut pandangan mata kita. Di sepanjang hidup, kita akan melihat bahwa masalah ada di mana-mana. Meskipun demikian, jangan biarkan mata kita berfokus pada masalah tersebut! Janganlah mata kita berfokus pada hal-hal yang kelihatannya buruk. Marilah kita mencari Tuhan dan memfokuskan mata kita pada Firman dan janji-Nya.

M3 MELAKUKAN
Tuliskan masalah yang saat ini Anda rasakan paling berat dihadapi. Berdoalah, minta Roh Kudus membukakan janji Tuhan untuk masalah Anda tersebut dan tuliskan janji Firman Tuhan itu.

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah akan Anda ceritakan berkat-berkat yang Anda terima dari saat teduh hari ini ?


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007





AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-4, Hari 25 TELINGA YANG MEMPERHATIKAN

Andy baru saja naik ke kelas 3 SMP dan dia ingin mendapatkan sepatu baru. Setiap pagi dia bersaat teduh dan berdoa dengan suara keras, “Tuhan, beri aku sepatu baru hari ini!” selama satu minggu, dia terus berdoa dengan suara kencang, dan ini membuat sang mama mengeluh. Mamanya pun menegur, “Andy, kamu gak usah doa keras-keras kayak gitu. Tuhan pasti dengar doa kamu!” Andy segera menjawabnya, “Tuhan pasti mendengar ya Ma…Mama aja yang tidak pernah mendengarnya!” Mama, “Hm-mm.!!!???”

Esensinya, berharap kepada Tuhan lebih efektif daripada berharap kepada manusia, bahkan terhadap orang yang terdekat sekalipun. Terus intim dengan Tuhan karena telinga Tuhan tidak kurang peka untuk mendengarkan doa kita.

Ayat Renungan : Amsal 4:20, Yohanes 10:1-14

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Sikap apakah yang Tuhan inginkan bagi anak-Nya saat mendengarkan Firman Tuhan (Ams 4:20) ?

2. Jaminan apakah yang Tuhan berikan kepada kita sebagai domba-domba-Nya (Yoh 10:3-4, 27) ?

3. Apa yang dilakukan domba setelah ia mendengar suara gembalanya (Yohanes 10:3-4) ?

4. Sebagai domba, apa akibatnya bila kita tidak memiliki telinga yang mendengar dan tidak mengikuti gembala (Yohanes 10:10b) ?

PENGAJARAN

Tuhan ingin agar kita memperhatikan dan mengarahkan telinga kita kepada perkataan Tuhan. Tuhan ingin agar kita memiliki “telinga yang memperhatikan” karena Tuhan ingin berbicara banyak kepada kita. Seringkali, kita tidak dapat mendengar suara Tuhan ketika Tuhan berbicara kepada kita. Penyebabnya, telinga kita bukan”telinga yang memperhatikan”

Dalam Wahyu 2 dan 3, beberapa kali Tuhan menegur agar kita memiliki telinga yang memperhatikan. “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar…” Bagaimana caranya agar kita dapat memiliki telinga yang memperhatikan ?

Memperhatikan Firman Tuhan berarti kita terus-menerus mendengarkan Firman-Nya, lebih dari sekedar mendengarkan sekali atau dua kali. Jika kita membuka telinga kita kepada perkataan Firman Tuhan terus-menerus, berarti kita MENUTUP TELINGA KITA DARI SEMUA PERKATAAN LAIN YANG SIA-SIA. PERKATAAN SIA-SIA BISA BERUSAHA “MERAMPOK” FIRMAN TUHAN DARI KEHIDUPAN KITA, misalnyaketakutan, keragu-raguan, dan ketidakpercayaan.

Kemudian, BILA KITA MENDENGARKAN KHOTBAH, BELAJARLAH UNTUK BERKONSENTASI agar kita dapat menangkap kebenaran Firman Tuhan. Jangan sampai pikiran kita memikirkan hal-hal yang lain sehingga hal itu menyulitkan kita untuk memperhatikan Firman-Nya. Belajarlah untuk selalu MENCATAT KHOTBAH YANG KIT DENGAR agar kita dapat MERENUNGKANNYA KEMBALI.

Miliki waktu saat teduh yang teratur setiap hari dan bangunlah komunikasi yang intim secara terus menerus dengan Bapa kita. Jika kita dekat dengan Bapa, kita dapat mengenal suara Bapa dan kita bisa tahu ketika Bapa berbicara kepada kita karena “domba-domba akan mengenal suara Gembalanya” (Yoh 10:3-4).

Selain melalui khotbah yang disampaikan ataupun nasehat para hamba Tuhan, Tuhan pun dapat berbicara melalui PENGLIHATAN, MIMPI, AUDIBLE VOICE, bahkan Tuhan bisa berbicara melalui MASALAH ATAU PERSOALAN HIDUP YANG KITA HADAPI. Saat kita menghadapi masalah, percayalah bahwa Tuhan tetap berada di tengah-tengah kita, dan itu adalah awal dari mujizat. Itu sebabnya, miliki “telinga yang memperhatikan”!


M3 MELAKUKAN
Tuliskan hal-hal apa yang sudah Anda lakukan dan yang akan mulai Anda lakukan agar Anda memiliki “telinga yang memperhatikan”.

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah akan Anda ceritakan berkat-berkat dalam saat teduh hari ini ?



Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007




AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-4, Hari 24 FIRMAN TUHAN ADALAH JAWABAN

Seorang guru bertanya kepada murid di kelasnya, “Apakah kalian pernah mendengar pelajaran tentang Humanisme ?” Mereka serempak menjawab, “Sudah Pak !” Guru pun menjawab, “Kalau begitu, buat apa saya mengajar hari ini ? Toh, kalian semua sudah tahu !”

Minggu berikutnya, guru kembali bertanya kepada para murid, “Apakah kalian sudah pernah mendengar pelajaran tentang Renaisance ?” Para murid berpikir kalau mereka menjawab ya, guru pasti tidak jadi mengajar. Mereka akhirnya menjawab, “Belum Pak !” Guru pun berkata, “Buat apa saya mengajar kalau kalian belum pernah tahu apa Renaisance ?” Minggu selanjutnya, guru kembali bertanya kepada para murid, “Apakah kalian sudah pernah belajar tentang Revolusi Industri ?” Para murid sepakat untuk memberikan dua jawaban, “Sebagian sudah, sebagian belum … Pak !” Guru pun menjawab, “Kalau begitu saya tidak usah ngajar, yang sudah pernah dengar tolong kasih tahu yang belum pernah dengar !”

Esensinya, guru mendapat gaji memadai tetapi dia tidak memberikan yang terbaik bagi para murid. Dlam menghidupi Firman-Nya, kita berperilaku seperti itu. Kita sudah mendapatkan kebenaran Firman secara penuh. Tetapi, ketika menghadapi masalah, kita sering gamang untuk memperkatakan Firman tersebut.

Ayat Renungan : 3 Yohanes 1:2, Yosua 1:8

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Keadaan seperti apakah yang Tuhan inginkan agar terjadi di dalam kehidupan kita (3 Yoh 1:2 ) ? Dalam aspek apa sajakah ?

2. Apa perintah yang Tuhan berikan kepada Yosua (Yos 1:8) ?

a. ………………………………………………………. kitab Taurat
b. ………………………………………………………. siang dan malam
c. ………………………………………………………. Sessuai dengan segala yang tertulis di dalamnya.

3. Apa yang terjadi bila kita melakukan hal-hal tersebut (Ayat 8d) ?

PENGAJARAN

Dalam 3 Yoh 1:2, dituliskan bahwa Tuhan sungguh-sungguh ingin agar semua hal yang baik terjadi dalam hidup kita. Tuhan ingin agar keluarga kita baik, usaha atau bisnis kita baik, rumah tangga kita baik, dan kita memiliki kehidupan yang sehat ! Bagaimana kita bisa memperolehnya ? Ketika kita mendapatkan Firman-Nya, kehidupan dan kesembuhan akan kita peroleh ! Firman Tuhan adalah jawaban !

Bagaimana agar kita bisa ‘mendapatkan’ Firman yang memberi jawaban ?

Pertama, kita harus memperoleh Rhema, yaitu Firman yang bukan hanya sekedar pengetahuan di otak, tetapi merupakan pewahyuan dan kebenaran pribadi yang dimunculkan Tuhan saat kita mencarinya. Untuk mendapatkannya, kita harus bersikap responsif, ini bergantung pada seberapa haus dan laparnya kita terhadap Firman-Nya (Matius 5:6) serta bagaimana kita menyambut atau membuka hati.

Kedua, kita harus merenungkan Firman-Nya. Merenungkan Firman adalah memikirkan Firman Tuhan secara mendalam agar kita memperoleh pengertian dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, menjaga lidah agar kita tidak mengucapkan kata-kata negative yang dapat membatalkan janji atau Firman Tuhan yang sudah kita dapatkan. Kita harus mengucapkan kata-kata sesuai dengan Firman Tuhan. Meskipun kita masih merasakan sakit, misalnya, terus ucapka bahwa, “Oleh bilur-bilur-Nya, saya sudah disembuhkan!”

Hal yang sangat pentinga adalah kita melakukan Firman yang kita percayai (Yak 1:22). Jika kita melakukan Firman-Nya, ini merupakan tanda bahwa kita sudah mendapatkan Firman tersebut. Ketika kita melakukan Firman-Nya, Firman Allah yang keluar dari mulut Allh tidak akan pernah kembali dengan sia-sia, tetapi akan mengerjakan sesuai dengan yang difirmankan-Nya (Yes 55:11).

Jika kita melakukan Firman Tuhan, tanpa sadar, Firman itu akan menjadi daging (Yoh 1:14). Sperti halnya Yesus, yang pada mulanya adalah Firman dan Firman itu adalah Allah, saat Firman itu menyatu dengan daging, maka lahirlah Yesus. Jika kita melakukan Firman Tuhan secara terus-menerus, Firman itu akan melekat dalam hidup kita dan menjadi daging. Secara otomatis, kehidupan Yesus menjadi nyata dalam kehidupan kita. Setiap reaksi hidup kita akan menyatu dengan Firman-Nya.

Sudahkah kita menyambut Firman Tuhan, merenungkan Firman Tuhan, memperkatakan Firman Tuhan, melakukan Firman Tuhan, bahkan menyaksikan Firman Tuhan ? mari kita menerapkannya agar segala hal baik yang Tuhan sediakan bsa terjadi dalam kehidupan kita !


M3 MELAKUKAN
Temukan dan tuliskan langkah apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan hal-hal tersebut diatas baik dalam Saat Teduh maupun dalam kehidupan anda sehari-hari.

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan menceritakan berkat-berkat yang Anda dapatkan dalam saat teduh hari ini ?


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007



AddThis Social Bookmark Button