Showing posts with label Chicken Soup Of The Soul. Show all posts
Showing posts with label Chicken Soup Of The Soul. Show all posts

Katak dan Hujan

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. "Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?" ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu? " tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

"Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. "Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!" ucapnya sambil terus memejamkan mata.

"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!"


***************
Moral cerita


Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.



(Artikel dikirim oleh Erwin Parningotan Sihaloho)






AddThis Social Bookmark Button

Sersan Galak

Mamat, seorang pemuda canggung mendaftar menjadi tentara sukarelawan. Latihan militer pun dipimpin Sersan Joko yang sangat keras dan galak.

"Lencang depan, grak.. Hadap kanan grak!" Semua prajurit menghadap kanak kecuali Mamat yang justru menghadap ke arah berlawanan.

"Hey, kamu, siapa namamu??? Tiadak tahu beda kanan dan kiri ya?? Dasar bodoh sekali kamu ini!"

"Siap komandan. Nama saya Mamat. Saya akan perbaiki."

"Siap, hormat, tegak senjata.." Semua serempak mengikuti, kecuali Mamat yang justru masih memegang senjata di depan dada.

"Kamu, dasar bodoh! Tidak dengar aba-baa ya?" Bentak Sersan Joko.

"Siap komandan, saya akan perbaiki."

"Hadap kanan, jalan di tempat, kiri kanan kiri.."

Semua langkah berderap rapi dan serempak, kecuali satu prajurit yang melangkah dengan kaki kanan saat aba-aba kiri dan kaki kiri saat aba-aba kanan.

"Berhenti, grak... Hey, Mamat. Aku tidak sedang melatih anak SD, aku melatih tentara dewasa! Kenapa langkahmu selalu telat? Kamu memang bodoh. Dengar aba-aba!!"

"Siap, komandan. Saya akan perbaiki."

Hari itu, berulang kali Mamat dibentak, dihukum, dan dicaci maki karena berbagai kesalahan yang dibuatnya. Keesokan harinya, tiba giliran latihan menembak.

"Arahkan senjata, bidik, tembak!" Seru Sersan Joko. Rentetan tembakan ke arah sasaran bergema. Namun, apa yang terjadi dengan sasaran Mamat? Ia justru menembak sasaran yang menggambarkan warga sipil, bukan musuh.

"Prajurit bodoh! Saat perang pasti kamu sudah membunuh teman-temanmu. Dasar kamu memang bodoh, tidak pantas jadi prajurit! Apa tujuanmu masuk tentara?"

"Siap komandan, saya akan perbaiki. Tujuan saya adalah ingin menjadi seorang kolonel."

"Kamu prajurit bodoh tidak akan pernah jadi kolonel! Jadi kopral-pun tidak! Dasar kamu bodoh!"

Di hari berikutnya, latihan memasang tenda pun diadakan. Para calon prajurit disuruh memasang tenda dalam sekian menit. Tenda harus kuat dan tidak mudah roboh. Namun lagi-lagi Mamat terlambat melebihi waktu. Bukan hanya itu, ketika Sersan Joko memeriksa tendanya, dalam sekali sentak tenda itu langsung roboh.

"Hey, Mamat! Selama sepuluh tahun aku melatih prajurit, baru kali ini aku melatih prajurit sebodoh, sedungu, dan sesial dirimu! Apa kamu tidak punya otak???"

"Siap komandan. Saya akan perbaiki."

Dua puluh tahun berlalu, perang sudah lama selesai. Sebuah parade militer dilangsungkan di tengah kota. Sepasang orang tua tampak melihat salah satu tentara yang sering terlihat agaka gugup dan beberapa kali melakukan kesalahan. Persis sama seperti prajurit Mamat dua puluh tahun yang lalu. Seorang sersan tua mendatangi kedua orang tua itu.

"Jadi, Sersan Joko... Apa Anda kira anak kami akan bisa sukses menjadi tentara?" Tanya bapak tua yang sedari tadi mengamati prajurit gugup itu.

"Saya rasa tidak akan sukses... Saya rasa tidak Kolonel Mamat."




~ motivator smartbook ~






AddThis Social Bookmark Button

Anjing yang Cerdik (Kreativitas)

Suatu kali, seorang nyonya membawa anjing chihuahua kecilnya berjalan-jalan ke daerah dekat hutan. Malangnya karena masih asing dengan lingkungannya, si anjing kecil pun hilang di tengah hutan yang masih banyak dihuni hewan liar tersebut.

Si anjing kecil itupun berjalan kesana kemari kebingungan dan ketakutan. Ketakutannya pun memuncak ketika ia menyadari di atas sebuah pohon ada seekor macan tutul lapar. Namun, meski bertubuh kecil, anjing itu sangat cerdik. Saat itu, ia melihat sebuah tulang di dekatnya. Maka, sambil pura-pura tidak menyadari keberadaan si macan tutul yang kini mengincarnya, ia mengigiti tulang itu. Tepat ketika si macan hendak melompat menyergapnya, si anjing berkata, "Hmm.. enak sekali tulang macan tutul ini, coba saja kalau ada macan lain yang bisa kutangkap."

Mendengar perkataan si anjing, macan tutul pun segera mengurungkan niatnya, lari menjauh sambil berkata, "Wah, hampir saja. Untung aku bisa lari dari anjing kecil buas itu..." Tapi ternyata siasat si anjing diketahui seekor monyet yang mengawasi di pohon lain. Maka, monyet itupun mengadukan muslihat si anjing pada macan tutul bodoh itu. Menyadari ia baru saja dibodohi, macan tutul sangat marah dan segera kembali mendatangi si anjing. Kali ini ia bukan hanya ingin menjadikan anjing sebagai makanan, tapi juga ingin membalas dendam.

Si anjing yang mengetahui ulah si monyet pengadu pun segera mencari akal. Dan beberapa detik sebelum macan tutul siap menyergap. Si anjing kembali pura-pura berbalik tidak melihat sambil berkata, "Ah, di mana monyet itu... katanya ia janji akan membawa macan tutul lain untukku."




~ motivator smartbook ~





AddThis Social Bookmark Button

10 Karakter Pemenang dan Pecundang

Ketika pemenang melakukan kesalahan dia berkata, “saya salah!”
Ketika pecundang melakukan kesalahan dia berkata, “ini bukan salah saya!”

Pemenang berkata, “saya sudah baik, tapi saya bisa lebih baik lagi!”
Pecundang berkata, “saya tidak sejelek orang lain!”

Pemenang mencoba belajar dari setiap orang yang lebih baik dari pada dia.
Pecundang selalu mencoba menjatuhkan orang lain.

Pemenang berkata, “mari saya kerjakan ini untuk anda!”
Pecundang berkata, “itu bukan pekerjaan saya!”

Pemenang berkata, “pasti ada cara lebih baik mengerjakannya! “
Pecundang berkata, “begitulah biasanya dikerjakan disini!”

Pemenang berkata, “ini sulit tapi mungkin!”
Pecundang berkata, “ini mungkin tapi sangat sulit untuk mengerjakan! “

Pemenang selalu mempunyai rencana-rencana.
Pecundang selalu mencari alasan.

Pemenang mempunyai komitmen-komitmen.
Pecundang hanya berjanji-janji saja.

Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban.
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.

Pemenang tuntas memecahkan masalah.
Pecundang selalu tanggung-tanggung & tidak pernah memecahkan masalah.



AddThis Social Bookmark Button

10 Racun Psikologi Dalam Diri

Racun pertama : Menghindar
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya : Realitas
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

Racun kedua : Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, kesulitan seksual.
Antibodinya : Keberanian
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.

Racun ketiga : Egoistis
Nyiyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
Antibodinya : Bersikap sosial.
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

Racun keempat : Stagnasi
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
Antibodinya : Ambisi
Cara : Teruslah bertumbuh, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita akan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.

Racun kelima : Rasa rendah diri
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
Antibodinya : Keyakinan diri.
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

Racun keenam : Narsistik
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya : Rendah hati.
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

Racun ketujuh : Mengasihani diri
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.
Antibodinya : Sublimasi
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.

Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
Antibodinya : Kerja
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
Antibodinya : Kontrol diri
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

Racun kesepuluh : Kebencian
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
Antibodinya : Cinta kasih
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.

Simpanlah paket tiket untuk perasaan tidak bahagia dan mengaculah pada paket tiket ini saat kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia. Gunakan sebagai sarana pertolongan pertama dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindar dari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang.

Lembah Lolipop

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.

Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.

Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat." Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"

Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanya Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.

Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.

Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab, "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah... nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar...nanti pada saat anak-anak sudah besar "

Pemikiran "nanti" itu membuat kita bekerja sangat keras di saat "sekarang". Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa "nanti" bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa "nanti" bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa "nanti" bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.

Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.

Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.

Yg manakah Anda saat ini? Bob atau Bib ?




(Artikel dikirim oleh Erwin Parningotan Sihaloho)






AddThis Social Bookmark Button

Cerita Tentang Tukang Ledeng

Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air di rumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh . Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya . Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk . Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman .

Satu hari setelah ditelpon Mr. Benz , pak tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi . Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng .

Pada hari yang telah disepakati , si tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz untuk memperbaiki kran yang bocor . Setelah kutak sana kutak sini , kranpun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya.

Sekitar 2 minggu setelah hari itu , si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah ? Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng . Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng.

Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya ? Ya , namanya Christopher L.Jr . Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !

Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari :
1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita . Jangan pernah memberinya sampah .
2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita . Hadapi dia face to face !
3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan Jadilah orang yang menyenangkan .
4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta


~ gbisudirman2 ~

AddThis Social Bookmark Button

Mata Kadang Salah Memandang

Boy adalah seorang cowok yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan. Sejak ia menjadi buta... ia merasa terasing dari lingkungannya. Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya

Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya. Girl sangat sayang dan perhatian pada Boy. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yang berarti. Ia sungguh-sungguh mencintai Boy dengan tulus

Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl

B: Girl... mengapa kamu begitu menyayangiku?

G: hmmm... entahlah... aku tidak pernah tau alasan mengapa aku begitu menyayangimu... yang aku tahu... aku benar-benar tulus menyayangimu

B: (tersenyum)

B: tapi... aku kan buta... apa yang bisa aku perbuat untukmu? apa yang bisa aku berikan buatmu?

G: Boy... aku tidak mengharap apapun darimu... buatku... kamu bisa ceria setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup... aku senang ketika kau merasa senang

B: (terharu) belum pernah ada orang yang begitu menyayangi aku yang buta seperti ini

G: (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)

B: Girl... kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi... aku pasti akan menikahimu... karena hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus menyayangiku

G: benarkah..?

B: iya... aku janji... kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu

G: (terharu) terima kasih Boy... aku sangat menyayangimu

B: (tersenyum) ya... aku tahu itu... aku juga sangat menyayangimu Girl

Singkat cerita...

Boy melakukan operasi cangkok mata dan berhasil... ia bisa melihat lagi. Ia pun sabar dan ingin segera menemui Girl

Maka pergilah ia mencari Girl... sampai berhasil menemukannya

Namun... alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa ternyata Girl adalah seorang gadis buta...
Ia tidak bisa menerimanya...
Ia pun menolak Girl...
Ia lupa akan semua janjinya...

G: Boy... bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku?

B: ummm... (bimbang), ya memang aku pernah berkata begitu... tapi tidak dengan keadaanmu yang seperti ini

G: Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri? bukankah kau bilang hanya aku satu-satunya orang yang menyayangimu?

B: eeeerr... maaf Girl... tapi aku tidak bisa menikah dengan gadis buta... maaf...

Boy pun pergi meninggalkan Girl...

Girl yang kecewa dan merasa dikhianati... memilih untuk bunuh diri

Saat ia ditemukan meninggal... ada sepucuk surat disakunya

"Dear Boy...
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan padamu... tidak banyak yg bisa aku lakukan untukmu...
Namun... aku sungguh-sungguh tulus menyayangimu...
Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu... bisa membawakan terang dan keceriaan dalam hidupmu kembali"

~Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata... melainkan juga dengan hati kita... Mata itu bisa menipu... namun hati tidak... kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia~

Kerendahan Hati

Booker T. Washington, seorang kulit hitam yang menjadi pendidik terkenal di Institute Tukegee merupakan orang yang terkenal karena kerendahan hatinya. Tidak lama setelah ia menjabat sebagai presiden Institute di Alabama, ia berjalan-jalan di pinggir kota. Seorang wanita kulit putih tiba-tiba menghentikannya. Karena tidak mengenal Washington, maka wanita yang kaya ini menawarkan kepada laki-laki kulit hitam itu apakah ia mau mendapatkan uang dengan memotong kayu untuknya. Setelah berpikir bahwa tidak ada urusan yang mendesak, maka profesor Washington tersenyum dan menggulung bajunya dan mulai mengerjakan pekerjaan kasar yang diminta.

Setelah selesai, ia membawa kayu-kayu itu ke dalam rumah dan meletakkannya di dekat perapian. Seorang gadis kecil mengnalinya dan kemudian memberitahu wanita itu. Keesokan harinya, wanita itu dengan perasaan malu datang ke kantor Washington dan meminta maaf.

"Tidak apa-apa bu," jawabnya. "Adakalnya, saya menyukai pekerjaan kasar. Disamping itu, sungguh menyenangkan dapat menolong seorang teman."

Wanita itu dengan hangat menjabat tangan Washington dan memberi pujian atas perilakunya yang rendah hati itu. Beberapa waktu kemudian wanita tadi menyatakan penghormataannya dengan ikut menyumbang beribu-ribu dollar untuk Institute Tukegee.

~ Secangkir Sup bagi jiwa anda # 5 ~



AddThis Social Bookmark Button

Tuhan Itu Maha Baik

Ada dua orang bepergian bersama. Mereka membawa seekor keledai untuk membawa barang-barangnya, obor untuk menerangi jalan di malam hari, dan seekor ayam yang merupakan kawan si keledai.

Satu dari pria itu sangat beriman, sedang yang satunya seorang atheis. Sepanjang jalan mereka berbicara mengenai Tuhan. "Tuhan itu baik", kata si pria beriman itu. "Oke kita lihat apakah selama perjalanan ini kau masih dapat berpikir seperti itu", jawab si pria atheis.

Ketika malam tiba, mereka sampai di sebuah desa kecil dan mencari suatu tempat untuk tidur. Mereka mencari ke semua tempat, ternyata tidak seorangpun yang mengijinkan mereka untuk bermalam di rumahnya. Jadi, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya keluar dari desa, dan memutuskan untuk tidur di luar desa.

"Aku berpikir kau akan berkata bahwa Tuhan itu baik", kata si pria atheis sinis.

"Tuhan membuat hal tersebut, karena tempat ini adalah tempat terbaik untuk kita tidur", si pria beriman menjelaskan.

Mereka membangun tenda di sebuah pohon besar, di samping jalan masuk menuju desa dan mengikat keledai mereka dengan jarak sekitar 5 meter dari tenda mereka. Ketika mereka mulai menyalakan obor, mereka mendengar sebuah suara. Seekor singa menyerang keledai mereka, mencabik dan memakannya, lalu mereka memanjat pohon untuk berlindung.

"Kau masih berpikir Tuhan itu baik ?", tanya si pria atheis dengan marah.

"Jika singa itu tidak membunuh keledai, kita yang akan dimakan oleh singa itu. Tuhan itu baik", jawab pria beriman.

Kemudian mereka mendengar suara ayam mereka. Dari atas pohon, mereka dapat melihat seekor kucing besar menyerang ayam mereka dan mencabiknya. Sebelum pria atheis itu berkata, pria beriman itu berkata, "ayam itu menyelematkan kita sekali lagi, Tuhan itu baik".

Beberapa menit kemudian, angin besar membuat obor mereka mati, obor satu-satunya yang dapat menghangatkan mereka. Sekali lagi, pria atheis itu mengejek sahabatnya, "rupanya kebaikan Tuhan bekerja untuk kita sepanjang malam", pria beriman tidak berkata apa-apa.

Pagi berikutnya, mereka sampai ke desa untuk membeli makanan. Sesampainya di sana , segera mereka mengetahui bahwa pada kemarin malam segerombolan perampok menyerang desa tersebut dan merampok semua yang ada di desa itu.

Mengetahui hal tersebut, pria beriman berkata, "sekarang sudah jelas. Tuhan itu sungguh baik. Jika kita bermalam di sini, kita akan dirampok seperti orang desa lainnya. Jika angin tidak memadamkan obor kita, gerombolan perampok yang berjalan di dekat kita akan melihat kita dan merampok kita juga. Sangat jelas bukan, bahwa Tuhan itu baik".





AddThis Social Bookmark Button

Sayembara menjadi Raja, pentingnya sebuah strategi

Terceritakanlah sebuah kerajaan yang aman makmur adil sentosa karena dipimpin oleh raja yang bijaksana.

Sang raja sudah memimpin kerajaan sejak usia muda hingga sekarang di masa tua belum pernah mengalami suksesi atau penggantian , dan rakyat pun tak pernah keberatan karena sang raja memerintah kerajaan dengan cukup adil.

Namun sang raja ternyata bosan, ia ingin turun tahta dan mencari pengganti , namun uniknya ia tidak menyerahkan posisi raja kepada anak keturunannya , tetapi malahan mengadakan sayembara untuk mencari sosok yang pantas menjadi raja.

Maka disebarlah pengumuman ke seluruh negeri bahwa raja akan mencari pengganti , siapapun boleh menjadi raja , dari rakyat jelata sampai kaum bangsawan, dengan dua syarat yang harus dipenuhi .

Syarat pertama ......siapapun yang terpilih hanya boleh menjadi raja selama 5 tahun , tidak lebih tidak kurang.

Syarat kedua...........setelah menjalani masa 5 tahun , maka raja yg terpilih akan dibuang dan diasingkan pulau seberang laut.

Syarat pertama tentu saja bukan masalah besar , namun yg kedua adalah yang terberat karena semua orang tahu seperti apa pulau seberang laut , yaitu sebuah pulau yg masih berupa hutan rimba liar dan penuh dengan binatang buas , siapapun yang dibuang kesana sama saja dengan hukuman mati. Dan karena itu pulalah meski sudah sekian lama , belum ada yg mengajukan diri menjadi raja.

Akhirnya suatu hari datang seorang pemuda yg menyatakan kesanggupannya menjadi raja dan menerima dua syarat tersebut. Pemuda ini sebenarnya adalah pemuda biasa yg ingin merasakan bagaimana nikmatnya menjadi raja krn selama ini ia hidup pas pasan, dan setelah berpikir panjang lebar ia nekad untuk melamar menjadi raja.

Maka diangkatlah dia menjadi raja , dan mulai saat itu ia akan mendapatkan pelayanan layaknya seorang raja , harta berlimpah , wanita cantik , makan dan minuman enak dan lain lain. Tapi sayang ternyata ketakutannya akan kematian membuatnya tak bisa menikmati semua itu.

Tahun pertama , dia mulai gelisah krn umurnya tinggal empat tahun lagi.
Tahun kedua , ia makin tak tenang , makan tak enak tidur tak nyenyak .
Tahun ketiga , ia mulai menyesali keputusannya menjadi raja.
Tahun keempat , ia benar benar tak bisa menikmati apapun yg ada dihadapannya.
Tahun kelima , ia malah stress karena hidupnya tinggal beberapa bulan lagi dan kesenangan yg ia cari tak bisa ia rasakan.

Dan habislah masa jabatan dia menjadi raja , dan dibuanglah dia ke pulau seberang laut. Tak butuh waktu lama sampai kabar terdengar ke seluruh negeri jika pemuda itu tewas dimakan singa. Pemuda itu tewas tanpa sempat mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dunia yg dia cari.

Adanya contoh yg tewas membuat orang orang kian enggan melamar menjadi raja , buat apa hidup enak lima tahun jika pada akhirnya harus mati.... tapi ternyata suatu hari ada juga orang yg melamar menjadi raja dan siap menanggung semua resikonya.

Tahun pertama , ia puas puaskan berpesta karena sadar hidupnya tak akan lama lagi.
Tahun kedua dan berikutnya , ia isi dengan foya foya , pesta pora , setiap tahun berganti pestanya makin gila gilaan , ia sudah tak perduli lagi pada apapun , ia hanya ingin bersenang senang sebelum mati.

Lima tahun berakhir , orang ini pun dibuang ke pulau seberang laut dan nasibnya sama dengan orang sebulmnya , tewas dimakan singa. Orang ini masih lebih baik , setidaknya ia mendapatkan kenikmtan dan kepuasan dunia sebelum dia mati.

Dua orang tewas , membuat banyak orang melupakan mimpinya menjadi raja , meskipun mereka masih penasaran , apakah masih ada orang yang cukup bodoh untuk melamar menjadi raja.

Suatu hari datanglah seorang guru datang melamar unutk menjadi raja dan juga menyatakan kesanggupannya memenuhi dua syarat tersebut.

Mendengar ada yang melamar menjadi raja lagi membuat warga penasaran , sebagian menertawakan kebodohan guru tersebut sementara yg lain merasa iba dan kasihan padanya.

Namun keputusan sudah dibuat , guru itu pun diangkat menjadi raja dan ia diberi segala kemewahan dan kemudahan serta fasilitas layaknya seorang raja. Ternyata berbeda dengan dua orang sebelumnya , guru ini tidak berpesta pora dan foya foya , ia tetap pada pola hidupnya semula yg sederhana, namun ia membuat beberapa tindakan selama ia menajdi raja.

Tahun pertama , ia kumpulkan seluruh pasukan kerajaan dan ia perintahkan pasukan itu pergi ke pulau seberang laut untuk membabat habis hutan rimba disana dan memindahkan semua binatang disana ke tempat lain.

Sebagai raja tentu perintahnya dipatuhi , dan begitulah akhirnya , di tahun pertama menjadi raja ,ia telah membuat pulau seberang laut menjadi pulau kosong yg siap huni.

Tahun kedua , ia panggil para arsitek terbaik kerajaan , dan ia perintahkan mereka untuk membangun sebuah istana yg lebih megah dari istana yg ia tempati sekarang. Tahun kedua ia menjadi raja sebuah istana megah berdiri di pulau seberang laut.

Tahun ketiga ia mengumpulkan harta , perabotan , dan barang barang lain dan ia kirim ke istana seberang laut.

Tahun keempat ia mengirim orang orang untuk menjadi pelayan dan pengurus istana , mulai dari tukang kebun , koki , tukang sapu , dan beberapa prajurit.

Tahun kelima ia mengirim keluarganya ke istana itu , dan ia meminta untuk sabar menantinya setahun lagi di pulau seberang laut.

Dan akhirnya habislah masa jabatan dia sebagai raja dan sesuai perjanjian guru ini pun dibuang ke pulau seberang laut. Ia hanya tersenyum dan berkata, " saya memang menunggu waktunya saat saya dibuang"

Dan ia pun dibuang ke pulau seberang laut dan hidup bahagia bersama keluarganya disana , disebuah istana megah.





AddThis Social Bookmark Button