9 Manfaat Pisang

Buah berkulit kuning ini selain enak dikonsumsi ternyata memiliki manfaat segudang. Dari kesehatan hingga kecantikan, akan diperoleh bagi yang rajin mengonsumsi pisang.

Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Rasanya yang manis membuat banyak yang senang mengonsumsi buah ini, bahkan monyet pun penggemar buah ini.

Beragam jenis pisang yang ada di pasaran, ada pisang ambon, raja, kepok, pisang susu, dll-nya. Buah berwarna kuning ini termasuk multimanfaat. Dari buah, daun, kulit, dan batangnya pun dapat digunakan. Misalnya, batang pisang dapat diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas, dsb. Sedangkan batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau di mana rumput tidak/kurang tersedia. Kulit pisang pun dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Sedangkan daun pisang dipakai sebagai pembungkus berbagai macam makanan tradisional Indonesia.

Tahukah Anda kalau pisang bermanfaat bagi kesehatan tubuh? Menurut para ahli gizi, pisang mengandung banyak gizi, antar lain kalsium, lemak, kalium mineral, vitamin, karbohidrat, protein. Dari kandungan inilah maka pisang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan kecantikan.

Jika ditilik dari segi kesehatan, pisang dapat mengatasi anemia karena mengandung zat besi yang cukup banyak, kandungan asam triptopthan yang diubah menjadi serotonin (zat yang dapat mengubah suasana hati) dapat mengatasu depresi dan stres, Sedangkan kandungan vitamin B6 di dalamnya, dapat mengatur kadar glukosa dalam darah yang dapat mengubah mood.

Atasi kecanduan nikotin
Untuk Anda yang sering menguap, padahal tidak mengantuk berarti oksigen di dalam otak agak terganggu. Untuk mengatasinya sebaiknya Anda sering mengonsumsi pisang. Karena pisang mengandung banyak kalium, maka dapat mengembalikan kadar kalium dalam tubuh dan melancarkan pengiriman oksigen ke otak. Selain itu, pisang juga sangat baik bagi ibu yang mengandung. Kandungan asam folat di dalamnya mudah diserap oleh janin, juga baik bagi perkembangan sistem saraf janin. Selain itu, pisang juga dapat dijadikan sumber kekuatan tenaga karena mengandung gula yang dapat diubah sumber tenaga dan dapat menghilangkan rasa lelah.

Dari segi kecantikan pisang biasa digunakan sebagai masker wajah, mengatasi rambut rusak dan menghaluskan tangan. Hal yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat banyak, pisang mampu membantu perokok mengatasi kecandungan nikotin. Karena kandungan B6 dan B12 di dalamnya membantu untuk menetralisir pengaruh nikotin.

Dalam "Medicinal Uses of Bananas" menyebutkan pisang dapat menyembuhkan anemia, menurunkan tekanan darah, menambah tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu sistem saraf, dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin, stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman lambung, dan sebagainya.

Yang matang lebih baik
Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut: kalori 99 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 miligram (mg), serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A44RE, Vitamin B 0,08 mg, vitamin C 3 mg dan air 72 gram.

Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri atas mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak dan lain-lain, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya.

Untuk mendapatkan manfaatnya kita tak boleh asa mengonsumsinya, pilihlah pisang yang sudang matang, yang kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning, pisang matang lebih mudah dicerna, dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorsi ke dalam peredaran darah. Terbuktikan manfaatnya. Jadi jangan ragu menyantap buah pisang ya.

Berbagai manfaat pisang
1. Sebagai sumber tenaga

Pisang dapat dicerna dengan mudah, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.

2. Untuk ibu hamil
Pisang juga disarankan para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.

3. Penderita Anemia
Dua pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi.

4. Penyakit usus dan perut
Pisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalamm segelas susu cair) dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan kholik untuk menetralkan keasaman lambung.

5. Baik bagi penderita lever
Penderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu, akan menambah nafsu makan dan membuat kuat.

6. Manfaat bagi luka bakar
Daun pisang digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles, campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit.

7. Manfaat bagi diabetes
Pada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara), jenis pisang goroho yang belum matang yang dikukus dan dicampur kelapa parut muda, merupakan makanan tambahan bagi orang yang menderita penyakit gula.

8. Kencatikan wajah
Bubur pisang dicampur dengan sedikit susu dan madu, dioleskan pada wajah setiap hari secara teratur selama 30-40 menit. Basuh dengan air hangat kemudian bilas dengan air dingin atau es, diulang selama 15 hari.

9. Mengatur bobot badan
Pisang juga mempunyai peranan dalam penurunan berat badan seperti juga untuk menaikkan berat badan. Telah terbukti seseorang kehilangan berat badan dengan berdiet 4 (empat) buah pisang dan 4 (empat) gelas susu non fat atau susu cair per hari sedikitnya 3 hari dalam seminggu, jumlah kalori hanya 1250 dan menu tersebut cukup menyehatkan.

Selain itu, diet tersebut membuat kulit wajah tidak berminyak dan bersih. Pada sisi lain, mengonsumsi satu gelas banana milk-shake dicampur madu, buah-buahan, kacang, dan mangga sesudah makan, dan menaikkan berat badan.

Mormonisme

Mormonisme juga menyebut diri sebagai "Gereja Orang-orang Kudus pada Akhir Zaman" (Church of Latter Day Saints). Mormonisme ini didirikan pada tahun 1830 oleh seorang Amerika yang bernama Joseph Smith.

Joseph Smith, putra keempat dari sepuluh bersaudara pasangan Joseph dan Lucy Mack Smith ini dilahirkan pada 23 Desember 1805 di Sharon (Vermont, AS), di lingkungan keluarga kaum petani yang miskin. Menurut pengakuan ibunya, sewaktu remaja Joseph Smith adalah seorang yang buta huruf dan tidak paham isi Alkitab dan diakui pula bahwa ia seorang pemuda yang suka berkhayal.

Menurut pengakuan Joseph Smith bahwa pada 21 September 1823, dalam usia 18 tahun ia mendapat kunjungan dari malaikat yang bernama Moroni. Malaikat tersebut memberitahukannya bahwa pada tahun 420 M di sebuah bukit dekat Manchester, suatu perkampungan yang terletak di daerah New York, pernah ditanam lempengan-lempengan emas, dan ia disuruh untuk mengambilnya.

Setelah ditemukan, ia melihat di atas lempengan emas tersebut tertulis huruf-huruf Mesir. Untuk menerjemahkan huruf-huruf tersebut, ia mendapat bantuan "URIM" dan "TUMIM" (dua batu undian yang ada dalam tutup dada pernyataan keputusan pada baju "efod" yang dipakai imam dan dipergunakan untuk mencari tahu kehendak Allah) (Keluaran 28:30), yang dipinjam dari malaikat.

Setelah menerjemahkan, malaikat mengambil kembali lempengan- lempengan emas tersebut. Karya terjemahan ini kemudian dijadikan kitab suci kaum Mormon dan pada tahun 1830 dicetak sebanyak lima ribu eksemplar di Palmyra, New York.

Setelah Joseph Smith berhasil memperoleh pengakuan atas buku terjemahan itu sebagai dasar dari satu perhimpunan keagamaan yang baru, maka ia lebih lanjut menulis buku-buku lain. Menurut pengakuannya bahwa buku-buku ini ditulis atas dasar ilham yang diperoleh dari kunjungan malaikat kepadanya, ia juga mengatakan pernah dikunjungi oleh Yohanes Pembaptis, Petrus, Yakobus, Yohanes, Musa dan Elia.

Kesaksian hidup moralnya tidak baik. Ia memegang pandangan poligami, dan menganjurkan para penganutnya untuk mengambil banyak istri. Ia pernah mengawini empat wanita sekaligus dan menyebut perkawinan ini sebagai "PERKAWINAN ROHANI". Pada waktu meninggal ia meninggalkan 17 Istri dan 56 anak.

Kasus meninggalnya Smith karena pembunuhan yang dilakukan oleh massa yang berjumlah kurang lebih 200 orang mempunyai banyak alasan versi. Ada yang menyebutkan karena masalah "perkawinan rohani", ia harus berurusan dengan polisi dan dipenjarakan. Kemudian ia diperbolehkan pulang dengan uang jaminan, tetapi tidak berani meninggalkan rumah penjara karena rumah penjara tersebut sudah dikepung oleh massa yang marah melihat perbuatan amoralnya. Akhirnya, massa yang marah itu berhasil menerobos masuk dan Joseph Smith beserta saudaranya Hyrum Smith ditembak mati di sana.

Ada pula yang menyatakan karena kasus pengrusakan kantor penerbitan lokal "Nauvoo Expositor" yang dikomandonya, harus berurusan dengan pihak berwajib, dan dimasukkan ke penjara di Carthage. Dan pada 27 Juni 1844, massa yang berjumlah kurang lebih 200 orang menerobos masuk dan menurut cerita Smith masih sempat melawan dengan menembakkan senjata yang dibawanya ke arah massa, tetapi pada akhirnya ia mati di bawah berondongan senjata.

Kematian Joseph Smith dan saudaranya bagi para pengikut dihargai sebagai mati syahid.

Gereja Mormon ini boleh dikatakan mempunyai anggota terbanyak dibandingkan dengan bidat-bidat lainnya. Pada tahun 1960 anggotanya berjumlah 1.650.000 orang. Pada April 1981 dilaporkan bahwa jumlah anggota mereka sudah mencapai 4.638.000 orang dan tersebar di 83 negara. Sebanyak 30.000 orang misionaris tersebar di mana-mana dengan rajin menarik orang untuk menjadi anggotanya.
Kebanyakan para misionaris atau pekerja mereka berstatus sukarela dengan tidak mendapat imbalan apa-apa.

Di berbagai tempat didirikan bangunan-bangunan mewah. Pengaruh gerakan ini makin lama makin hebat. Propaganda gerakan ini makin lama makin luar biasa.

Cara Kerja Orang Mormon:
1. Di Bidang Perdagangan

Di Amerika, gerakan ini mempunyai areal tanah yang sangat luas, pabrik-pabrik dan usaha-usaha di bidang pertanian. Segala masalah jual-beli yang mempunyai sangkut-paut dengan perdagangan diatur oleh gereja. Hasil keuntungan digunakan untuk membeli saham, membangun gedung-gedung yang mewah, dan mengembangkan propaganda agama mereka.

2. Di Bidang Pembangunan
Orang-orang Mormon tidak akan segan-segan membangun gedung serba lux. Gedung-gedung yang didirikan mempunyai fasilitas yang serba komplit. Bukan saja ada ruangan kebaktian, melainkan juga ada ruangan khusus bagi pameran doktrin Mormon dan lain-lainnya. Bangunan yang sangat terkenal berjumlah 10 buah, yang terakhir dibangun pada tahun 1956 di Los Angeles dengan memakan biaya 6.000.000 (enam juta) dollar Amerika. Di ujung dari gedung tersebut dipasang patung emas malaikat Moroni. Setiap tahun gedung tersebut menarik perhatian para pengunjung dari berbagai negara dan banyak pengunjung sangat tertarik dan terpengaruh dengan propaganda- propaganda mereka.

3. Di Bidang Perkunjungan
Semangat perkunjungan mereka seperti Saksi Yehova. Setiap anggota yang muda diharuskan menyumbangkan satu atau dua tahun waktu untuk bekerja menyebarkan ajaran mereka, baik di dalam maupun luar negeri. Dalam masa bekerja ini, pihak gereja hanya menanggung makan dan penginapan mereka, sedangkan yang lain-lain ditanggung sendiri.

Biasanya, dalam perkunjungan, mereka berdua-dua berpakaian rapi, mengunjungi rumah-rumah penduduk. Dengan sopan mereka akan memperkenalkan diri sebagai misionaris "Gereja Orang-orang Suci pada Akhir Zaman".

Dokrin / Pengajaran Mormon:
Pada tahun 1831, gerakan Mormon mengumumkan pengakuan mereka dalam 13 (tiga belas) pasal kepercayaan dan di bawah ini merupakan ringkasan dari beberapa pasal pengajaran mereka yang perlu diketahui.

1. Doktrin Allah
Menurut mereka, Allah itu adalah superman, mempunyai badan, dapat dilihat dan diraba tetapi mempunyai kekuatan luar biasa. Allah itu adalah Adam yang sudah dipermuliakan. Orang-orang yang beriman setelah meninggal dunia akan sama seperti Adam menjadi ilah dan ilah itu masing-masing mempunyai isteri yang dikawinkan semasa di dunia.

2. Doktrin Kristus
Yesus adalah saudara Lucifer yang dilahirkan karena hubungan antara Allah (Adam yang sudah dipermuliakan) dan Maria. Yesus di Kana menikah dengan Marta dan Mariam sehingga dapat melihat keturunannya sebelum disalibkan (Yesaya 53:10). Jikalau tidak menikah, minimal Ia mempunyai hubungan istimewa dengan Marta, Mariam, dan Mariam lainnya. Allah lebih besar dari Kristus, Kristus lebih besar dari Roh Kudus yang menjadi pesuruh-Nya. Joseph Smith adalah keturunan dari Tuhan Yesus.

3. Doktrin Roh Kudus
Roh Kudus itu semacam benda yang kekal keberadaanya yang disalurkan dari atas dan menyebar ke berbagai tempat. Roh Kudus dapat dikaruniakan kepada seseorang melalui upacara-upacara yang dipimpin oleh pendeta Mormon. Pribadi Roh Kudus yang sesungguhnya tidak dapat hadir lebih dari satu tempat.

4. Doktrin Allah Tritunggal
Allah adalah satu pribadi, Yesus Kristus juga satu pribadi, demikian pula dengan Roh Kudus. Mereka memiliki pribadi yang berbeda-beda. Mereka bukan Allah Tritunggal, melainkan tiga Allah.

5. Doktrin Dosa
Menurut orang-orang Mormon, Adam terpaksa berbuat dosa dengan makan buah pengetahuan baik dan jahat, karena jika Adam tidak makan buah itu, maka ia tidak mungkin mengetahui hal yang baik dan jahat, dan tidak mungkin pula ia mempunyai keturunan. Dengan demikian, bararti ia tidak mentaati perintah Allah yang menghendaki manusia beranak- cucu untuk memenuhi bumi ini.


Perintah Allah yang terutama adalah beranak-cuculah dan perintah kedua adalah jangan makan buah terlarang. Adam, demi mentaati perintah yang pertama, maka dengan terpaksa melanggar perintah yang kedua. Yang berbuat dosa bukanlah Adam, melainkan Hawa. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan Rasul Paulus dalam 1 Timotius 2:14 yang berbunyi, "Lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa."

6. Doktrin Keselamatan
Menurut pendapat mereka, kematian Yesus tidak dapat menyelamatkan orang lain, melainkan hanya Adam saja. Keselamatan yang sesungguhnya hanya diperoleh melalui ketaatan pada peraturan-peraturan, sakramen- sakramen dari Mormon, dan perbuatan baik. Baptisan yang dilaksanakan pendeta Mormon dapat menghapus dosa. Dengan kata lain, baptisan merupakan syarat mutlak untuk mendapat keselamatan.
Mereka juga mengajarkan bahwa anggota Mormon ini dapat menggantikan sanak saudara yang sudah meninggal untuk dibaptiskan dan ini berarti bahwa orang yang sudah meninggal masih mempunyai kesempatan untuk diselamatkan, asalkan ada orang yang hidup mau dibaptiskan untuk mereka.

7. Doktrin Gereja
Mereka berpendapat bahwa gereja Mormon merupakan gereja satu-satunya yang sejati dan benar, sedangkan gereja yang berada di luar Mormon hanya mengajarkan kebohongan dan berada di bawah kutukan Allah. Mereka mengklaim gereja Mormon merupakan penjelmaan Allah dan Kristus dan didirikan oleh malaikat, Petrus dan Yohanes.

8. Doktrin Pernikahan
Mormon mengajarkan praktik poligami dan berpendapat hubungan suami istri tidak terbatas hanya di dunia ini, melainkan juga sampai ke akhirat. Seorang anggota Mormon yang meninggal akan masuk ke dalam kemuliaan dan istri-istrinya menurut urutan juga akan masuk ke dalam kemuliaan. Jika ia diangkat sebagai raja untuk menguasai satu daerah, maka istrinya akan menjadi permaisuri.


Oleh karena sistem poligami mendapat tantangan di berbagai negara, maka mulailah mereka mengkaji ulang sistem tersebut. Pada 25 September 1890, ketua mereka yang bernama Wilford Woodruff mengemukakan makalah yang isinya antara lain menyatakan agar para anggota Mormon harus mentaati hukum dengan hanya beristeri satu. Walaupun pemimpinnya telah memerintahkannya, tetapi masih adalah pula anggota yang melanggarnya.

9. Doktrin Alkitab
Mereka mengajarkan bahwa ada tiga buku yang mempunyai otoritas yang sejajar dengan Alkitab, yaitu:- Kitab Mormon (The Book of Mormon)- Doktrin dan Perjanjian (Doctrin and Covenants)- Mutiara yang Bernilai (Pearl of Great Price)
Joseph Smith juga mengumumkan bahwa pendeta Mormon yang berbicara dengan gerakan Roh Kudus itu adalah Firman Allah yang bisa mendatangkan keselamatan.

10. Doktrin Penghakiman
Orang yang tidak termasuk dalam gerakan Mormon akan diadili, demikian juga orang-orang yang menerima sakramen-sakramen dari gereja lain.

Keberadaan bidat ini dikomentari oleh beberapa mantan penganutnya, di antaranya dari Oliver Cowdery dan David Whitmer dengan mengatakan, "Latter-day Saints Church was not God's true church" (Gereja Orang-orang Kudus pada Akhir Zaman bukan gereja sejati Allah). Dalam bukunya yang berjudul 'An Address to All Belivers in Christ' (1887) menyatakan, "Joseph Smith by 1833 had became a false prophet" (Sejak tahun 1833, Smith telah menjadi nabi palsu).

Diedit dari Sumber:

Judul Buku : Bidat Kristen dari Masa Ke Masa

Judul Artikel: Mormonisme

Pengarang : Paulus Daun

Penerbit : Yayasan "Daun Family”, Manado, 2002

Halaman : 135 - 143




~ elia stories ~






AddThis Social Bookmark Button

Kristus Dan Penjaga Pintu

Terdapat sebuah gereja istimewa di Eropa Utara dengan pemandangannya yang indah, di dalam gereja tersebut terdapat sebuah patung Kristus, ukurannya kurang lebih sama dengan manusia sungguhan.

Semua orang mengatakan “Kristus” itu sering menunjukkan kegaibannya, setiap doa pasti dikabulkan, itulah mengapa ba-nyak umat dari tempat sejauh ribuan kilometer pun mau datang untuk berdoa dengan tulus, bersembahyang dan beribadah, pengunjung membludak dan penuh sesak.

Di dalam gereja tersebut ada seorang penjaga pintu, ia menyaksikan Kristus setiap hari harus dengan susah payah melayani doa dan permohonan yang begitu banyak, ia merasa tidak tega dan berharap bisa meringankan sebagian beban Kristus.

Pada suatu hari ia berdoa dengan tulus dan menyatakan niatnya itu kepada Kristus. Tak dinyana, tiba-tiba terdengar sebuah suara, berkata, “Baiklah! Saya turun menggantikan dirimu menjaga pintu, engkau menggantikan ke atas sini. Tetapi, kamu harus mematuhi sebuah syarat, yakni tak peduli mata dan telinga kamu melihat dan mendengar apapun, sama se-kali tak boleh menjawab, sepatah kata pun tidak boleh.”

Penjaga itu setelah berpikir sejenak, merasa permintaan itu sangat sederhana, maka ia pun menyetujuinya.

Kristus pun turun dan digantikan si penjaga pintu. Memang patung tersebut dipahat sebesar manusia biasa, maka itu para umat yang datang beribadah tidak sampai curiga, penjaga itu juga sesuai kesepakatannya de-ngan Kristus, berdiri diam dan membisu, mendengarkan dengan seksama suara hati para umat Nya.

Orang yang datang dan pergi silih berganti, permohonan mereka pun beraneka ragam, sebagian adalah permintaan yang masuk akal, lebih banyak lagi yang tidak masuk akal. Namun, bagaimana pun hatinya tergerak, ia selalu menahan dan tidak be-rani membuka mulut, karena ia harus mematuhi komitmen yang telah dibuat.

Suatu hari, datang seorang pedagang kaya berkunjung, di tangannya menenteng satu kantong uang, ketika selesai berdoa, ia langsung ngeloyor pergi dan lupa membawa tas yang diletakkan disampingnya.

Kala itu Kristus palsu me-nyaksikannya, sungguh ingin sekali ia memanggil orang kaya itu untuk kembali, tetapi, ia segera teringat komitmen sebelumnya, yakni tidak boleh bicara, mau tak mau menahannya.

Kemudian datang seorang miskin yang untuk makan tiga piring dalam sehari saja kesulitan dan hidupnya terlunta-lunta, ia berdoa kepada Kristus agar membantunya melewati lintasan kesulitan dalam kehidupan ini.

Sewaktu orang miskin itu hendak pergi, ia menemukan kantong milik si pedagang yang ketinggalan di situ, begitu dibuka, di dalamnya ternyata dipenuhi dengan uang!

Kontan orang miskin itu sangat bergembira sekali dan ia berpikir, “Kristus ini benar-benar baik, setiap doa pasti dikabulkan.” Dengan menenteng uang ia meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan bersyukur yang mendalam.

Si penjaga yang berperan sebagai Kristus setelah menyaksikan perkembangan kejadian tersebut, hatinya sangat cemas, ia hendak memberitahu orang miskin itu, “Ini bukannya diberikan kepadamu!” Namun, teringat komitmen, ia terpaksa melanjutkan menahan perasaan-nya, tak berkata apapun dan hatinya bergejolak tidak keruan.

Kira-kira 10 menit berlalu, seorang pemuda yang hendak bepergian jauh datang ke hadapan patung Kristus, ia hendak memohon rejeki dan perlindungan keselamatan selama dalam perjalanan lautnya. Ketika si anak muda hendak pergi, orang kaya itu menerjang masuk, tak peduli apapun yang terjadi, ia menarik kerah pemuda itu dan meminta si pemuda menyerahkan uangnya.

Si pemuda sama sekali tak memahami apa yang terjadi, maka antara kedua orang itu terjadi keributan. Pada saat itu, si penjaga pintu tak kuasa lagi menahan, lantas membuka mulutnya berbicara dan melupakan komitmennya dan menjelaskan panjang lebar mengenai kejadian sesungguhnya.

Meski permasalahan sudah diluruskan, si kaya lantas pergi mencari orang miskin itu sesuai ciri-ciri yang diceritakan Kristus palsu tadi dan si pemuda dengan tergesa meninggalkan tempat itu karena khawatir ketinggalan jam berangkat kapal.

Tiba saatnya Kristus asli muncul dan menunjuk ke arah penjaga pintu, “Kamu turunlah! Jabatan itu belum layak kamu sandang.”

Si penjaga menjawab, “Saya menjelaskan fakta sebenarnya, melakukan keadilan bagi semua pihak, apakah itu keliru?”

Kristus berkata, “Sebenarnya Anda tidak memahami apapun! Pedagang kaya itu tidak kekurangan uang, uang yang hilang itu hanyalah hendak ia gunakan untuk berpelesir dengan wanita jalanan, akan tetapi bagi orang miskin tersebut, bahkan bisa menyelamatkan sebuah keluarga; yang paling tragis ialah si pemuda, andaikan pedagang kaya terus-terusan merecokinya sehingga ia melewatkan jadwal keberangkatan kapal, ia masih dapat mempertahankan nyawanya, tetapi sekarang, kapal yang ia tumpangi sedang tengggelam di laut.”

Prinsip di dalam dunia nyata, barangkali di dalam mata Tuhan bukannya seperti yang kita lihat, baik atau buruknya sebuah hal terkadang tidak bisa kita lihat tembus fakta kebenarannya.

Apabila kita bisa dengan sungguh hati hidup di setiap saat, dan mempercayai segala sesuatu sudah lewat pengaturan yang terbaik, bila menemui masalah tetap bersyukur, tidak mengeluh dan menghujat siapa pun, tak peduli diri sendiri sedang ber-ada dalam kelancaran mau pun kesulitan, seyogyanya tetap bisa menjaga hati dengan riang, tenang dan lapang, percayalah Tuhan senantiasa mengatur yang terbaik bagi kita semua





Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.


Yeremia 29:11






~ erabaru.net ~










AddThis Social Bookmark Button

SAINS CACAT?, pembuktian sains tentang keberadaan TUHAN.

"Mari kita bahas permasalahan besar dalam sains, yakni tentang Tuhan" kata seorang profesor filsafat yang atheis di muka kelas. Kemudian dia meminta seorang mahasiswa baru maju ke depan kelas. "Kamu beragama, bukan ?"
"Ya, pak."
"Jadi, kamu percaya pada Tuhan ?"
"Tentu saja."
"Apakah Tuhan baik ?"
"Jelas! Tuhan baik."
"Apakah Tuhan maha kuasa? Dapatkah Tuhan melakukan segala sesuatu ?"
"Ya."
"Baik atau burukkah kamu?"
"Alkitab mengatakan manusia pada dasarnya berdosa."
Sang profesor menyeringai sinis.
"Ahh! ALKITAB!" Dia berpikir sejenak.
"Coba yang satu ini. Misalkan ada seseorang sakit di sekitar sini dan kamu bisa menyembuhkannya. Bersediakah kamu menolongnya ?"
"Ya, pak, saya bersedia."
"Maka, kamu baik!"
"Saya tidak mengatakan demikian."
"Mengapa tidak? Kamu bersedia menolong orang sakit dan menyembuhkannya jika kamu bisa... Kebanyakan orang pun akan melakukannya jika bisa... tetapi kenapa Tuhan tidak."

[Tiada jawaban]
"Dia tidak, bukan? Saudara saya adalah seorang beragama yang meninggal karena kanker meskipun dia sudah berdoa meminta Tuhan menyembuhkannya. Bagaimana bisa dikatakan bahwa Tuhan baik? Dapatkah kamu menjawabnya?"

[Tiada jawaban]
"Kamu tidak bisa, bukan ?"
Sang profesor meneguk air dari gelas di mejanya untuk memberi kesempatan pada sang mahasiswa menenangkan diri. "Mari kita lanjutkan, anak muda. Apakah Tuhan itu baik?"
"Ng... Ya."
"Apakah setan itu baik ?"
"Tidak."
"Darimana datangnya setan ?"
Sang mahasiswa tergagap. "Dari... Tuhan..."
"Tuhan menciptakan setan, bukan?"
Sang profesor menyeringai pada seluruh mahasiswa. "Rasanya kita akan mendapatkan banyak kegembiraan dalam semester ini, tuan-tuan dan nona-nona." Dia kembali ke mahasiswa di depan kelas. "Katakan, adakah kejahatan di dunia?"
"Ya, pak."
"Kejahatan ada di mana-mana, bukan ? Apakah Tuhan menciptakan segala-galanya ?"
"Ya."
"Jadi, siapa yang menciptakan kejahatan ?"

[Tiada jawaban]
"Adakah penyakit di dunia ini ? Pelanggaran susila ? Kebencian ? Kekerasan ? Segala hal mengerikan, apakah semuanya ada di dunia ini ?"
Sang mahasiswa merasakan kegelisahan merayapi kakinya. "Ya."
"Siapa yang menciptakan ? "

[Tiada jawaban]
Sang profesor tiba-tiba berteriak pada sang mahasiswa,
"SIAPA YANG MENCIPTAKAN SEMUA ITU? COBA KATAKAN PADA SAYA !!!"
Sang profesor memandang tajam wajah sang mahasiswa. Dengan suara dalam dia berkata,
"Tuhan yang menciptakan semua kejahatan, bukan?"

[Tiada jawaban]
Sang mahasiswa berusaha menggapai-gapai pegangan, matanya mencari-cari, namun gagal.
"Katakan", sambung sang profesor, "Bagaimana bisa dikatakan bahwa Tuhan baik jika Dia menciptakan kejahatan sepanjang waktu? Semua kebencian, kebrutalan, kesakitan, siksaan, kematian, keburukan, dan penderitaan diciptakan Tuhan yang baik ini di seluruh dunia, bukan, anak muda?"

[Tiada jawaban]
"Tidakkah kamu melihatnya di seluruh dunia?"

[Diam]
"Tidakkah ?" tanya sang profesor menatap wajah sang mahasiswa sambil mendesis,
"Apakah Tuhan baik ?"

[Tiada jawaban]
"Apakah kamu percaya Tuhan, nak ?"
Jawaban sang mahasiswa mengecewakannya.
"Ya, profesor. Saya percaya."
Sang profesor menggeleng-gelengkan kepala dengan raut wajah sedih.
"Sains mengatakan bahwa kamu memiliki panca indra yang kamu gunakan untuk mengidentifikasi dan mengamati dunia sekitar kamu. Apakah kamu sudah melakukannya ?"
"Belum, pak. Saya belum pernah melihat Tuhan."
"Maka, katakan pada kami, pernahkah kamu mendengar Tuhan ?"
"Tidak, pak. Saya belum pernah."
"Pernahkah kamu merasakan Tuhan, mengecap Tuhanmu atau membaui-Nya ?
Intinya, apakah kamu memiliki tanggapan indra apapun tentang Tuhan ?"

[Tiada jawaban]
"Jawablah."
"Tidak, pak, saya khawatir saya belum pernah."
"Kamu KHAWATIR... kamu belum ?"
"Belum, pak."
"Tetapi kamu tetap mempercayai-Nya ?"
"...Ya..."
"Itu adalah KEPERCAYAAN!"
sang profesor tersenyum arif pada sang mahasiswa.
"Sesuai kaidah empiris, mampu uji, protokol yang dapat didemonstrasikan, sains menyatakan bahwa Tuhanmu tidak eksis. Apa pendapatmu tentang hal itu, nak ? Dimanakah Tuhanmu sekarang ?"

[Tiada jawaban]
"Silakan duduk."
Sang mahasiswa duduk. Kalah.
Seorang mahasiswa lain mengangkat tangannya. "Profesor, bolehkah saya berbicara ?"
Sang profesor berbalik dan tersenyum.
"Ah, seorang garda depan agama lainnya !"
"Mari, anak muda. Silakan kemukakan kearifan yang patut bagi rekan-rekan anda."
Sang mahasiswa memandang sekeliling kelas lalu berkata pada sang profesor.
"Anda sudah menyatakan hal-hal yang sangat menarik, pak. Sekarang saya mempunyai sebuah pertanyaan untuk anda. Adakah sesuatu yang disebut panas ?"
"Ya",
sahut sang profesor. "Panas itu ada."
"Adakah sesuatu yang disebut dingin ?"
"Ya, dingin juga ada."
"Tidak, pak! Itu tidak ada !"


Seringai sang profesor membeku. Ruang kelas sekonyong-konyong menjadi sangat dingin.
Sang mahasiswa melanjutkan. "Anda bisa mendapatkan macam-macam panas, bahkan lebih panas, super-panas, mega-panas, agak panas, sedikit panas, atau tidak panas, tetapi kita tidak memiliki sesuatu yang disebut *dingin*."

"Kita dapat mencapai 458 derajat di bawah nol, dimana tidak ada panas, tetapi kita tidak bisa melampauinya lebih jauh lagi setelah itu. Tidak ada sesuatu pun yang disebut dingin, kecuali jika kita bisa mencapai suhu yang lebih dingin dari minus 458. "

"Anda lihat, pak, dingin hanyalah SEBUAH KATA yang kita gunakan untuk MENGGAMBARKAN tentang KETIADAAN panas. Kita tidak bisa mengukur dingin. Panas dapat kita ukur dalam satuan termal karena panas adalah energi. Dingin bukan lawan panas, pak, melainkan ketiadaan panas."

[Diam]
Sebuah pin terjatuh berdenting di suatu tempat dalam kelas.
"Apakah ada sesuatu yang disebut gelap, profesor ?" tanya sang mahasiswa lagi.
"Itu pertanyaan bodoh, nak. Apakah malam itu jika bukan gelap ? Apa maksudmu ?"
"Jadi, anda mengatakan ada sesuatu yang disebut sebagai gelap ?"
"Ya..."
"Anda salah lagi, pak! Gelap bukanlah sesuatu, melainkan ketiadaan sesuatu. Anda bisa mendapatkan cahaya buram, cahaya normal, cahaya terang, cahaya menyilaukan, tetapi jika anda tidak mendapatkan cahaya secara berkesinambungan, anda tidak mendapatkan apa-apa, dan itu disebut gelap, bukan ? Itulah pengertian yang kita gunakan untuk menggambarkan kata tersebut. Pada kenyataannya, gelap tidak ada. Jika ada, seharusnya anda bisa membuat gelap menjadi lebih gelap lagi."
Menahan diri, sang profesor tersenyum pada anak muda lancang dihadapannya. Ini benar-benar menjadi semester yang bagus. "Maukah anda menjelaskan pada kami maksud anda, anak muda ?"
"Baik, profesor. Maksud saya adalah filosofi anda sudah cacat sejak awal sehingga kesimpulan anda sudah pasti rancu".
Sang profesor menjadi berang. "Cacat ? Lancang benar anda !"
"Pak, bolehkah saya menjelaskan maksud saya ?"
Seisi kelas memasang telinga.
"Penjelasan... oh, penjelasan..."

Sang profesor dengan sangat mengagumkan berhasil mengendalikan diri. Sekonyong-konyong dia bagaikan keramahan itu sendiri. Dia melambaikan tangannya untuk menenangkan kelas agar sang mahasiswa dapat melanjutkan.

"Anda menggunakan premis tentang pasangan" sang mahasiswa menjelaskan. "Sebagai contoh, adanya hidup dan adanya mati; Tuhan baik dan Tuhan jahat".

"Anda memandang konsep ketuhanan sebagai sesuatu yang terbatas, sesuatu yang dapat diukur. Pak, sains bahkan tidak bisa menjelaskan pikiran. Itu menggunakan listrik dan magnet, tetapi tidak pernah terlihat, banyak yang tidak memahaminya. Memandang kematian sebagai lawan kehidupan adalah pengabaian fakta bahwa kematian tidak bisa eksis sebagai sesuatu secara substantif. Kematian bukanlah lawan kehidupan, melainkan ketiadaan kehidupan."

Sang mahasiswa mengangkat sebuah surat kabar dari meja rekannya. "Ini adalah salah satu tabloid paling menjijikkan di negeri ini, profesor. Adakah sesuatu yang disebut ketidaksenonohan ?"
"Tentu saja ada, sekarang..."
"Salah lagi, pak!
"Anda tahu, ketidaksenonohan adalah semata-mata ketiadaan moralitas.
Adakah yang disebut ketidakadilan ? Tidak !
Ketidakadilan adalah ketiadaan keadilan. Adakah yang disebut kejahatan ?"
sang mahasiswa berhenti sejenak. "Bukankah kejahatan adalah ketiadaan kebaikan ?"

Wajah sang profesor berubah merah. Dia sangat marah hingga sejenak kehilangan kata-kata. Sang mahasiswa melanjutkan, "Jika ada kejahatan di dunia, profesor, dan kita sepakat tentang itu, maka Tuhan, jika Dia eksis, tentu akan menyempurnakan pekerjaan-Nya melalui agen kejahatan tersebut. Pekerjaan apakah yang Tuhan sempurnakan dengannya? Alkitab menyatakan bahwa tiap manusia, sesuai kebebasan keinginan sendiri, memilih kebaikan daripada kejahatan."

Sang profesor terhenyak. "Selaku ilmuwan filsafat, saya tidak memandang permasalahan ini ada kaitannya dengan pilihan apapun; sebagai seorang realis, saya benar-benar tidak melihat konsep Tuhan maupun faktor teologis lain sebagian bagian dari dunia karena Tuhan tidak bisa diamati."

"Saya malah berpikir bahwa ketiadaan kode moral ketuhanan di dunia ini kemungkinan adalah satu fenomena yang paling bisa diamati" sahut sang mahasiswa. "Surat kabar membuat milyaran dollar melaporkannya setiap minggu! Katakan, profesor, apakah anda mengajar mahasiswa bahwa mereka berevolusi dari kera ?"
"Jika anda mengacu pada proses evolusi alamiah, anak muda, ya, tentu saja demikian yang saya lakukan."

"Pernahkah anda mengamati evolusi dengan mata anda sendiri, pak ?"
Sang profesor mengertakkan gigi dan memandang sang mahasiswa dengan tajam.

"Profesor, karena tidak seorang pun pernah mengamati berlangsungnya proses evolusi dan bahkan tidak seorang pun dapat membuktikan proses ini sebagai upaya berkesinambungan, bukankah anda sedang mengajarkan opini anda, pak ? Apakah anda sekarang bukan seorang ilmuwan melainkan pengkhotbah ?"
"Saya memaafkan kelancangan anda dalam nuansa diskusi filosofis kita. Sudah selesaikah anda ?"
desis sang profesor.
"Jadi, anda tidak menerima kode moral ketuhanan melakukan apa yang layak ?"
"Saya percaya pada apa adanya. Itulah sains !"
"Ahh! SAINS !"
wajah sang mahasiswa berubah sinis. "Pak, anda telah menegaskan bahwa sains adalah studi mengenai fenomena pengamatan. Sains juga adalah premis yang cacat..."
"SAINS CACAT ?"
sang profesor bergetar. Kelas menjadi gempar.

Sang mahasiswa tetap tegar berdiri hingga kegemparan mereda. "Untuk melanjutkan point yang sudah anda nyatakan sebelumnya pada mahasiswa lain, bolehkah saya memberi contoh tentang apa yang saya maksudkan ?"

Sang profesor diam. Sang mahasiswa memandang sekeliling kelas ruang."Adakah seseorang di kelas ini yang pernah melihat otak pak profesor ?"

Kelas serentak pecah oleh tawa. Sang mahasiswa menunjuk pada sang profesor yang sudah remuk. "Adakah orang di sini yang pernah mendengar otak pak profesor, merasakan otak pak profesor, menyentuh, atau membaui otak pak profesor ?"

Tampaknya tidak seorang pun pernah melakukannya. Sang mahasiswa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut wajah sedih. "Tampaknya tidak seorang pun pernah memiliki tanggapan indra apapun terhadap otak pak profesor. Maka, sesuai aturan empiris, keajegan, protokol yang dapat didemonstrasikan, sains, SAYA NYATAKAN bahwa bapak profesor kita tidak punya otak !"

Kelas tercengkeram dalam chaos. Sang mahasiswa kemudian duduk... karena memang demikianlah fungsi sebuah kursi.





AddThis Social Bookmark Button

TIPS PACARAN BAGI ORANG KRISTEN (RANGKUMAN)

1. Tips Pacaran Bagi Orang Kristen

1.. Belajarlah untuk mengutamakan Tuhan dalam hidup Anda!

Persiapkan diri Anda untuk sebuah pernikahan Kristen! Bacalah Alkitab Anda, berjemaatlah di gereja dimana Anda bertumbuh. Pelajarilah hikmat Tuhan untuk pernikahan, suami-suami dan istri-istri. Alkitab telah memberikan kita satu perintah yang sangat penting untuk bidang ini, yaitu “menjadi pasangan yang seimbang" (2 Korintus 6 :14). Pelajarilah ayat ini dan cobalah untuk dapat mengerti arti sebenarnya!

2.. Kenali diri Anda!

Ambillah waktu untuk membuat perubahan apapun yang Anda butuhkan untuk dapat menjadi pasangan yang baik bagi seseorang. Anda TIDAK dapat menjadi bahagia dalam pernikahan MANAPUN tanpa bahagia terlebih dahulu dengan diri Anda sendiri!

3.. Mengetahui apa yang Anda butuhkan!

Anda harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan Anda, dengan demikian Anda dapat mengkomunikasikannya dengan pasangan Anda di masa depan. Ini adalah hal yang tidak dapat Anda kompromikan! Tanyakan juga kepada pasangan Anda apa yang dia butuhkan. Kemudian carilah tahu apakah Anda berdua dapat saling memenuhi kebutuhan satu sama lain. Kami bahkan tidak dapat cukup meyakinkan Anda bahwa hal ini sangatlah penting!

4.. Belajarlah untuk peka terhadap tanda-tanda peringatan yang Anda rasakan ketika Anda sedang pacaran dengan seseorang!

Menyadari bahwa seseorang yang sedang menjalin hubungan dengan Anda bukanlah “seseorang yang special” adalah separuh dari perjuangan Anda. Anda bisa saja berusaha agar hubungan itu dapat berjalan dengan baik seumur hidup Anda, yang kemudian pada akhirnya, tidak akan pernah berhasil! Semua orang mempunyai kualitas yang baik dan buruk. Hanya karena Anda tidak cocok dengan seseorang, bukan berarti bahwa orang itu tidak akan menjadi pasangan yang baik bagi orang lain! Apabila memang tidak “cocok”, hormati diri Anda dan pasangan Anda dengan mengakhiri hubungan Anda. Anda berdua layak untuk memiliki hidup yang berbahagia.

5.. Jangan hidup dalam ketakutan dengan kemungkinan bahwa Anda akan tetap sendiri seumur hidup Anda.

Ketakutan akan menumbuhkan kegilaan ketika Anda sedang menjalin hubungan! Kebutuhan Anda menjadi tidak berarti sama sekali bagi diri Anda! Anda bahkan dapat membuat keputusan-keputusan bodoh ketika ketakutan ini mengambil alih diri Anda. Isilah kehidupan Anda dengan hal-hal yang dapat membuat Anda merasa gembira. Serahkan semuanya kepada Tuhan dan TINGGALKAN itu di sana!

6.. Minum-minum yang berlebihan (alkoholik, pesta minuman keras di akhir pekan, dll), orang yang bertindak dengan kekerasan dan sejenisnya, adalah orang-orang yang “TIDAK MAMPU” untuk sebuah hubungan dengan komitmen.

Orang-orang ini membutuhkan pertolongan dan “penyakit-penyakit” mereka membuat mereka untuk saat itu, tidak mampu membangun suatu hubungan yang sehat. Tentu saja Allah tidak berkenan bahwa ada sesuatu yang kita ‘sembah’ selain Dia. Allah harus selalu menjadi yang pertama. “Hubungan” sejenis ini terbukti hanya akan terus menyakiti Anda berulang-ulang kali. Doronglah mereka selalu, sesering mungkin, untuk mencari pertolongan yang mereka butuhkan, sehingga satu hari nanti mereka akan dapat mengalami hidup yang telah Allah rencanakan bagi mereka. Sumber Kristen untuk pemulihan dalam hal ini di internet, dapat Anda temui di http://www.christians-in-recovery.com/

7.. Carilah seorang konselor Kristen dengan reputasi yang baik, bila memungkinkan, untuk membantu Anda dalam membuat keputusan yang benar.

Pernikahan adalah KOMITMEN untuk SEUMUR HIDUP. Anda bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri untuk membuat keputusan terbaik yang bisa Anda buat. Menemukan pasangan yang tepat dan membuat komitmen untuk seumur hidup dengan orang tersebut adalah sebuah anugerah yang luar biasa dari Tuhan


2. Bagaimana Saya Mengetahuinya?

Pertanyaaan yang ditanyakan oleh semua orang, inilah pendapat kami!

1.. Apakah Anda merasakan DAMAI..DAMAI..DAMAI..Damai di hati Anda?

Apabila sama sekali tidak ada perasaan itu di dalam diri Anda maka Anda tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres! “Tapi mungkin segala sesuatunya akan berubah”, jawab Anda. Apakah Anda sedang membuat alasan-alasan untuk seseorang, bahkan ketika Anda tidak setuju, atau itu memukul pusat dari diri Anda yang sebenarnya? Apabila Anda harus membuat alasan, bahkan hanya satu alasan, maka Anda benar-benar harus mengawasi dengan benar arah yang sedang Anda tuju. Ini adalah masalah besar, sobat!

2.. Apakah Anda bertengkar / berbaikan lagi.. bertengkar / berbaikan lagi?

Ini bukanlah tanda bahwa kalian berdua dapat berpasangan dengan cukup baik.

Tuhan tidak pernah memaksudkan pernikahan sebagai medan peperangan dari keinginan-keinginan kita. Apabila ini terjadi ketika Anda sedang berpacaran, yakinlah bahwa hal ini akan terus berlanjut ketika Anda telah menikah. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan prinsip pernikahan yang kita ketahui.

Kembali lagi kepada kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan seseorang sedang diabaikan, kadang-kadang, kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi. Adalah sangat penting untuk dapat mengetahui apakah pasangan Anda di masa depan dapat memenuhi kebutuhan Anda atau tidak dan sebaliknya. Mengetahui perbedaan yang ada di antara Anda akan dapat menghindarkan Anda dari sakit hati di masa yang akan datang.

3.. Kami beranggapan bila Anda membaca artikel ini maka Anda adalah seorang Kristen atau berniat untuk menjadi kristen, oleh karena itu, seks.. seharusnya tidak pernah menjadi bagian dalam pacaran!!

Apa yang kami maksud adalah sebagai berikut. Apabila salah satu dari pasangan itu merasa ditekan oleh seks, maka itu bukanlah hubungan/pernikahan Kristen yang sedang dijalin. Anda dapat yakin bahwa hubungan ini tidak berdasarkan prinsip-prinsip yang Tuhan kehendaki. Anda harus kembali lagi untuk mengetahui apa yang Anda butuhkan. Apabila Anda menginginkan dan membutuhkan pernikahan Kristen, maka ini akan memberitahukan kepada Anda kemana arah yang sedang Anda tuju! Tidak ada alasan apapun untuk yang satu ini! Tuhan memaksudkan bahwa hubungan seks hanya untuk suami dan istri di dalam sebuah pernikahan kudus!

Ingatlah ini:
Sangatlah mudah untuk menemukan “pasangan yang salah”.

Dibutuhkan mengetahui siapa diri Anda sebenarnya, doa yang setia dan kesabaran untuk menemukan yang tepat! Isilah hidup Anda dengan hal-hal yang Anda sukai, bacalah Alkitab maka Anda akan mampu untuk dapat mengikuti kehendak Tuhan di dalam hidup Anda.

Tuhan ingin supaya ANDA memiliki hidup luar biasa seumur hidup Anda dengan pasangan yang istimewa,… demikian juga kami!

Tuhan Memberkati!



3. Cinta Sejati..!

Penuh Kedamaian, Lemah Lembut dan Baik Hati!
Cinta yang sejati menenangkan hati kita dari kekacauan, membuat hati kita merasa lebih santai dan bahagia serta memberikan kehangatan dan kedamaian bagi jiwa kita.

Rendah Hati
Cinta sejati adalah cinta yang rendah hati. Orang yang rendah hati akan menjadi pasangan yang terbaik. Kerendahan hati diri mereka akan menjadi dasar dari kemampuan mereka untuk mencintai.

Jujur dan Penuh kebenaran!
Cinta sejati selalu ingin untuk menjadi jujur setiap waktu! Ini adalah satu-satunya cara agar cinta sejati dapat bertahan. Kejujuran akan membangun kepercayaan. Kepercayaan adalah tulang punggung dari sebuah pernikahan yang baik! Tanpa kepercayaan maka Anda tidak dapat membuat diri Anda menjadi diri Anda yang sebenarnya. Apabila kepercayaan gagal, maka semuanya akan berakhir.

Tidak Mementingkan Diri Sendiri
Cinta sejati adalah seorang “pemberi”. Masing-masing dari pasangan itu menyadari kebutuhan satu sama lain, dan ingin memberi kepada satu sama lain.
Pasangan yang tidak mementingkan diri sendiri tahu bahwa mereka harus mencintai satu sama lain seperti Kristus mengasihi gereja-Nya, dengan sikap seorang hamba.

Abadi
Cinta sejati mengikatkan diri mereka yang satu kepada yang lain untuk seumur hidup! Inilah apa yang Tuhan maksudkan untuk sebuah pernikahan. Tidak ada satupun alasan yang cukup kuat untuk mengkhianati “cinta” yang Tuhan sedang berikan bagi Anda. Kesetiaan adalah satu-satunya cara untuk menguatkan kepercayaan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pernikahan dari tahun ke tahun!

Memberikan Pengharapan!
Cinta sejati selalu menginginkan apa yang terbaik bagi orang lain.
Kecemburuan ataupun iri hati tidak pernah masuk ke dalamnya karena cinta sejati hanya peduli untuk melihat yang lain menjadi yang terbaik dari apa yang mereka bisa!

Sabar
Cinta sejati tidak pernah terburu-buru, selalu mengambil waktu untuk melihat melalui setiap situasi. Cinta sejati menunggu satu sama lain, tidak peduli apapun yang terjadi, untuk apapun, dan … kapanpun.



Cinta Sejati Bukanlah!
Apa yang “DUNIA” ingin Anda percayai tentang apa sebenarnya CINTA itu!



SEKS!

Cinta sejati tidak didasarkan pada cinta secara seksual. Banyak orang yang mencampuradukan CINTA dengan seks, dan ini adalah kondisi yang sangat menyedihkan. Mereka yang terikat dengan seks pranikah tidak akan mampu untuk membangun “cinta sejati” ketika emosi mereka telah terikat dengan cinta seksual. Seks adalah anugerah dari Tuhan yang disediakan secara khusus hanya untuk pernikahan! Sebaliknya, mereka yang ingin menikah hanya untuk memenuhi kebutuhan seks, mereka akan selalu dikecewakan! Banyak pasangan yang telah menikah dan sudah memiliki anak, menemukan bahwa mereka hanya memiliki waktu yang sangat sedikit untuk keintiman, terutama dalam masa awal-awal pertumbuhan anak mereka. Apabila hubungan Anda didasarkan pada seks sebelum dan/atau sesudah menikah, Anda dapat yakin bahwa masalah-masalah akan bermunculan! Cinta sejati yang dikombinasikan dengan cinta seksual antara dua orang yang telah menikah adalah anugerah yang indah dari Tuhan, penting untuk kesatuan dari hubungan itu, tapi BUKAN tujuan akhir dari “kehidupan pernikahan!” Apabila Anda menyimpan sesuatu dari artikel ini ke dalam hati Anda, maka adalah harapan kami yang paling tulus bahwa Anda mendengar pesan kami. Pernikahan lebih dari sekedar “SEKS”! Membuat hal ini sebagai prioritas Anda atau mendasarkan pernikahan Anda akan SELALU membawa Anda kepada kekecewaan. Jagalah agar seks tetap ada dalam perspektif yang Tuhan inginkan! Bila tidak, maka Anda akan mendapati diri Anda tidak pernah merasa puas.. dan hasilnya sangat merusak!



Apa Yang Anda Lihat!

Cinta sejati TIDAK ditemukan dari apa yang terlihat dari luar! Anda pernah mendengar cerita lama… “Anda tidak dapat menilai buku yang bagus dengan melihat sampulnya!“ Menikahi seseorang karena mereka tampan/cantik dan itu sesuai dengan Anda, tidak akan memberikan Anda kebahagiaan! Cinta sejati melihat seseorang dari dalam, dimana terdapat “kecantikan sejati”, jangan membuat kesalahan untuk yang satu ini! Orang-orang yang “kelihatan” biasa-biasa saja dari luar akan menjadi lebih dari biasa-biasa saat Anda mengetahui siapa sebenarnya diri mereka yang ada di dalamnya. Ada banyak, banyak lajang yang akan menjadi pasangan yang luar biasa, tetapi diremehkan hanya karena mereka tidak dapat menjadi cover dari majalah kesukaan Anda.

Dengan berfokus hanya pada apa yang nampak di luar akan membawa kita kepada kekecewaan! Intinya disini adalah bahwa cinta yang sejati terletak jauh di dalam hati, TIDAK PERNAH di luar! Kita harus mengubah pandangan mata kita jauh ke dalam ketika kita sedang mencari pasangan untuk seumur hidup. Apa yang tidak Anda lihat.. adalah apa yang akan Anda dapatkan!



Menyelamatkan!

Cinta sejati TIDAK menghancurkan hidup Anda hanya karena seseorang memiliki masalah. Semua orang bertanggungjawab atas hidup, tindakan, dan keputusan-keputusan mereka sendiri. Apabila keputusan seseorang membuat Anda “gila” atau Anda mencoba untuk mengendalikan kelakuan mereka, Anda cenderung untuk menyakiti diri mereka dan juga diri Anda sendiri. Cinta sejati hanya ada pada orang yang dapat mengurus diri mereka sendiri. Apakah Anda meletakkan hidup dan kebahagiaan Anda dalam keadaan yang berbahaya hanya karena kelakuan buruk orang lain? Apabila Anda mempertimbangkan hendak menikah dan saat ini Anda sendiri sedang tidak bahagia, mengendalikan, atau sedang berusaha menyingkirkan kelakuan buruk seseorang, maka Anda akan membawa diri Anda ke dalam dunia yang penuh dengan penderitaan! Ini bukanlah CINTA jika Anda berusaha “menyelamatkan” seseorang dari keputusan mereka sendiri!! Semua orang harus menerima konsekuensi dari tindakan-tindakan mereka sendiri! Anda tidak dapat ‘menyelamatkan’ seseorang dari diri mereka sendiri.



Mementingkan Diri Sendiri!

Cinta sejati TIDAK mementingkan diri sendiri! Orang yang mementingkan diri sendiri akan menjadi pasangan yang sangat buruk! Cinta sejati hanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Mereka tahu bahwa mereka akan menemukan kebahagiaan saat mereka memberi kepada yang lain.

Tidak ada kebahagiaan yang lebih baik di dunia ini daripada kebahagiaan karena memberi. Orang yang mementingkan diri sendiri hanya peduli pada diri mereka sendiri, apa yang mereka miliki dan inginkan. Memenuhi kebutuhan satu sama lain sangatlah penting dalam pernikahan yang sehat. Sangatlah mustahil bagi orang yang egois untuk dapat memberikan apa yang ANDA butuhkan karena kebutuhan mereka selalu lebih penting!



Mementingkan Uang!

Cinta yang sejati TIDAK dapat diukur dengan uang! Tidak ada uang dalam jumlah berapapun yang dapat memberikan cinta sejati kepada Anda. Cinta akan uang adalah “akar dari segala kejahatan!” Uang dapat membuat orang melakukan apa yang biasanya tidak mereka lakukan. Bila Anda berpikir Anda harus menikah demi uang untuk menemukan cinta, untuk memiliki pernikahan yang baik, dan/atau agar semua masalah Anda berakhir, maka Anda sangat salah!

Masalah-masalah hanya akan menjadi jauh lebih mahal dengan uang!



Harga Diri yang rendah!

Cinta sejati TIDAK ditemukan pada kepercayaan diri yang tidak sehat! Berapa banyak orang di dunia ini yang percaya bahwa cinta akan membuat mereka bahagia? Apabila Anda tidak bahagia sekarang, maka tidak akan ada satu orangpun yang dapat memberikan kebahagiaan bagi Anda! Anda harus menemukan cinta dalam diri Anda sebelum Anda dapat mencintai seseorang sebagaimana seharusnya. Ada dongeng yang sangat menyesatkan dimana dikatakan “temukan saja seorang pria atau wanita” maka Anda akan bahagia. Pernikahan yang bahagia ditemukan pada dua orang yang telah mencintai diri mereka sendiri dan peduli akan siapa diri mereka saat ini. Mereka tidak mencari pasangan untuk “membuktikan” bahwa mereka dapat dicintai. Sebaliknya, ketika Anda menyadari bahwa Anda sangat berharga… maka Anda akan membuat pilihan-pilihan yang lebih baik. Orang-orang yang menyakiti dan yang merasa tidak dicintai seringkali akan berbalik kepada orang yang pertama kali datang kepada mereka untuk mengisi kehampaan yang mereka rasakan. Kebanyakan hal ini tidak menghasilkan pernikahan yang sehat. Apabila Anda mendapati diri Anda dalam situasi yang seperti ini, maka Anda perlu melangkah mundur sejenak dari hubungan Anda dan bekerja ke dalam diri Anda untuk mencari akar dari ketidakbahagiaan Anda. Sampai saat itu… maka Anda tidak akan mampu membuat keputusan terbaik yang layak Anda terima untuk diri Anda sendiri!



Penyiksaan secara Verbal Atau Fisik!

Cinta yang sejati tidak menyakiti! Tidak diragukan lagi, tindakan pelecehan dalam bentuk apapun yang dilakukan seseorang BUKANLAH CINTA! Cinta adalah kelembutan dari hati manusia! Cinta tidak menghasilkan kesakitan. Rasa sakit yang dikatakan “atas nama cinta” sangatlah jauh dari kebenaran yang dapat Anda peroleh. Cinta selalu membangun, dan tidak pernah menjatuhkan!

Pelecehan secara verbal maupun fisik dapat dikatakan sebagai kelainan tanpa peduli alasan apa yang menyebabkannya. Penyiksaan dalam bentuk apapun sebelum pernikahan dapat dipastikan akan terus berlanjut sampai kepada pernikahan. Konseling bagi pelaku pelecehan adalah SATU-SATUYA langkah yang harus diambil!

Dimanakah Cinta dalam hidup Anda hari ini? Apabila Anda pernah ragu apakah Anda telah menemukan “cinta yang sejati” maka cobalah untuk membaca 1 Korintus 13. Disana Anda akan menemukan apa yang Tuhan katakan mengenai Cinta, bagaimanapun, Dia adalah Cinta itu sendiri!

Apabila Anda masih belum menikah, tolonglah ambil waktu untuk membuat pilihan yang tepat dalam memilih pasangan seumur hidup Anda. Hidup Anda dan orang-orang yang ada di sekitar Anda akan dipengaruhi oleh pilihan ini.

Membuat “pilihan yang tepat” untuk diri Anda mengharuskan Anda untuk melihat secara obyektif diri Anda sendiri dan orang yang akan Anda nikahi. Apabila Anda berkata kepada diri Anda sendiri “Yah, aku kan bisa bercerai!”

Berhentilah sekarang dan ujilah kembali keputusan yang Anda buat! Anda harus menyadari bahwa pasangan hidup Anda adalah untuk seumur hidup. Tuhan tidak berkenan dan sangat membenci perceraian dan itu untuk alasan yang baik karena kehancuran yang dihasilkannya akan berlangsung seumur hidup, bahkan untuk generasi yang akan datang!

Semua orang layak untuk memperoleh kebahagiaan. Tuhan menginginkan agar Anda menjadi bahagia. Ambillah waktu untuk mencari pasangan hidup yang tepat bagi diri Anda. Ijinkan Tuhan untuk bekerja dalam diri Anda dan dalam diri orang lain sehingga suatu hari nanti Anda berdua akan dapat disatukan dalam suatu kesatuan yang sempurna seperti apa yang Bapa inginkan bagi Anda. Anda TIDAK AKAN pernah MENYESAL harus menunggu ketika Anda telah menemukan “ORANG YANG TEPAT”!


Tuhan Memberkati Anda!

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.“ 1 Korintus 13:13



~ elia stories ~





AddThis Social Bookmark Button


Tiga Type Pemberi

Kita semua tentu pernah memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Hanya saja motivasi kita memberi itu berbeda-beda. Ada yang memberi karena ada pamrih terselubung. Ada juga yang memberi karena terpaksa. Tapi ada juga yang memberi karena ketulusan hati dan ekspresi kasih.

Ada tiga macam pemberi. Si batu api, si spon dan si sarang lebah.


Untuk mendapatkan si batu api, Anda harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. Pelit untuk memberi. Kalau pun mau memberi itu selalu dengan pertunjukan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut kalau namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu.


Ada si spon. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan aksi mengancam segala. Barulah si spon mau memberi. Memberi karena terpaksa. Memberi bukan dari hati.

Yang terakhir adalah pemberi tipe sarang lebah. Sarang lebah senang memberi, tanpa tekanan dan tanpa harus menunggu lebih dulu seseorang merengek-rengek kepadanya. Dia membiarkan madu yang dihasilkan terus mengalir agar orang yang sedang membutuhkannya bisa mendapatkannya. Uniknya, sarang lebah tidak akan pernah kehabisan. Ia akan selalu memberi, memberi dan selalu ada saja madu yang diberikannya, seolah tidak ada habisnya.

Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita pemberi macam bunga api yang selalu gembar-gembor ke sana ke mari untuk mengumumkan kedermawanan kita? Apakah kita pemberi macam spon yang menunggu ditekan dan dipaksa dulu? Ataukah kita seperti sarang lebah yang memberi karena ketulusan? Memberi karena ada iman bahwa yang telah mereka berikan akan segera diganti dengan baru. Berharap bahwa kita semua adalah orang Kristen yang suka memberi.

Memberi karena ketulusan dan ekspresi kasih. Hal yang paling unik soal memberi adalah kita tidak akan pernah kekurangan di saat kita memberi. Tak pernah ada orang yang jatuh miskin karena ia memberi. Mengapa? Karena Tuhan selalu menggantinya dengan berkat yang selalu baru.

Apakah kita sudah menjadi pemberi yang tulus?

"Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya ...."

( Amsal 11:24 )


Tuhan Yesus Memberkati..
~ kesaksianmukjizat ~


AddThis Social Bookmark Button

Jangan Buka-bukaan di Facebook

Tidak perlu dipertanyakan lagi, semua sudah tahu betapa sedang ngetrennya Facebook sekarang ini. Semuanya seperti sedang berlomba-lomba online 24 jam setiap harinya di situs yang sudah punya 200 juta user di seluruh dunia ini. Online seharian penuh itu paling banyak digunakan untuk berkutat di seputar status. Keseruan mendapat sekaligus memberikan komentar pada status ini, membuat para user-nya sampai begitu mati-matian mencari segala cara agar tetap bisa online, Semuanya demi meng-update statusnya setiap saat. Memang sungguh luar biasa kekuatan dari Facebook ini. Tetapi dari semua kelebihan itu, tidak adakah sisi negatifnya?

Facebook merupakan situs jejaring sosial. Karena merupakan jejaring sosial maka user akan terhubung dengan banyak orang lainnya (yang disebut dengan istilah “teman”) untuk berbagi berbagai macam informasi, yang tidak jarang bersifat pribadi. Belum lagi statusnya yang bersifat online, maka sangat mungkin sekali bisa dilihat oleh semua pengguna internet di seluruh dunia, terutama kalau tidak dibatasi aksesnya. Penggunaannya yang gratis dan terbuka untuk siapa saja ini, juga membuat Facebook bisa digunakan untuk hal apapun. Entah itu memang serius untuk berkomunikasi dengan teman-temannya sampai hal-hal lain yang bisa merugikan.

Sifat keterbukaan dan keluasan itulah yang memunculkan beberapa efek negatif di antara begitu banyak kelimpahan keistimewaan dari Facebook. Sisi negatif tersebut juga sangat bervariasi, mulai dari tingkat ringan yang efeknya sekedar menjengkelkan sampai dengan tingkat berat yang bisa menimbulkan kerugian yang lumayan besar. Karena itulah Facebook juga menyimpan sejumlah resiko kalau kita tidak hati-hati menggunakannya.

I. Beberapa Resiko Dari Facebook
1. Virus
Sebagian besar aplikasi yang ada di Facebook dibuat oleh pihak ketiga, bukan oleh Facebook sendiri. Karena dibuat oleh pihak lain, maka ada kemungkinan aplikasi itu bisa membahayakan, apalagi jika bukan dibuat oleh suatu pihak yang bisa dipercaya. Dengan meng-install suatu aplikasi maka sama artinya kalau Anda menyetujui aplikasi itu untuk mengakses isi dari profile Anda dan menggunakannya. Jadi bisa saja semuanya itu disalahgunakan.

Selain itu yang tak kalah seringnya adalah serangan virus dengan jalan mengirimkan message palsu. Isi dari pesan itu di antaranya ada yang menyuruh user men-download suatu program untuk melihat video yang ditawarkan seperti pada virus Koobface. Begitu dijalankan program itu akan membuat komputer user terinfeksi dan akan mengirimkan data-data rahasia yang ada di komputer atau yang diketikkan user. Bentuk serangan lainnya yaitu mengirimkan pesan agar user mengklik alamat-alamat yang nantinya akan menampilkan halaman Facebook palsu dengan harapan dapat mencuri password. Lihat beritanya di sini.

2. Pengelolaan data
Beberapa kekhawatiran muncul ketika melihat begitu lengkapnya user mengisikan data-datanya. Di antaranya yaitu pencurian data. Hal ini pernah dibuktikan oleh 2 mahasiswa MIT yang berhasil men-download 70 ribu profile Facebook yang menggunakan script otomatis untuk proyek mereka untuk meneliti keamanan Facebook. Data-data ini sempat juga menjadi sengketa antara user dengan pihak Facebook. Masalah muncul ketika syarat dan ketentuan dari situs itu mengalami perubahan dengan hilangnya ketentuan yang mengatakan user dapat menghilangkan apa yang diisikannya kapanpun.

Dengan ketentuan baru ini berarti jika user menghapus account-nya, setiap komentar atau pesan yang ditinggalkan pada halaman teman Facebook-nya tidak ikut hilang (lihat beritanya di sini). Hal ini sempat menjadi perdebatan sengit sebelum akhirnya diadakan voting yang membatalkan peraturan baru itu (lihat beritanya di sini). Meski pembatalan ini harus dibuktikan lagi kebenarannya.

3. Facebook Beacon
Facebook Beacon diluncurkan 7 November 2007, merupakan inovasi marketing yang mengizinkan situs itu menampilkan aktivitas user pada profile Facebook sebagai Social Ads dan mempromosikan produk. Facebook akhirnya dikritik karena mengumpulkan data user lebih banyak dari yang pertama mereka katakan saat peluncuran. Facebook akhirnya meminta maaf dan kemudian mengizinkan user bisa memilih untuk tidak memakai Facebook Beacon.

4. Privasi
Dengan meng-update setiap saat status, ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungannya kita bisa saling berbagi kabar dengan teman-teman kita setiap saat. Tetapi itu jugalah yang menimbulkan masalah. Dengan terus meng-update status kita maka semua “teman” kita akan mengetahui apa yang sedang kita lakukan dan di mana kita berada. Repotnya “teman” ini bersifat sangat luas. Bisa berarti benar-benar teman kita yang ingin kita bagi tentang status kita, bisa juga seseorang yang memang kita kenal tetapi sebenarnya tidak perlu kita bagi status kita dan teman hasil add sembarangan untuk sekedar memperbanyak daftar teman kita. Apabila tidak diset dengan benar maka akibatnya privasi kita bisa terganggu. Contohnya bila Anda sedang membolos kerja dengan alasan sakit. Anda pasang status untuk teman-teman Anda, “Asyiknya sedang jalan-jalan”. Teman Anda mungkin bisa tertawa-tawa lihat status ini, tapi apa jadinya kalau bos Anda yang sudah jadi teman di Facebook Anda ikut membacanya?

5. Penyalahgunaan data
Dengan adanya data-data pribadi berikut foto-fotonya yang ada di halaman profile, maka itu semua rawan diambil oleh pihak-pihak lain yang bisa mengakses profile tersebut. Parahnya lagi semua itu bisa disalahgunakan untuk membuat suatu situs baru yang berisi data-data pribadi tersebut. Situs palsu itu seolah-olah dibuat langsung oleh user Facebook yang datanya dicuri tersebut. Jika niat si pencuri itu jelek maka tentunya situs itu akan ditambah dengan informasi-informasi untuk menjelek-jelekkan user yang bersangkutan. Hal semacam ini dikenal dengan sebutan impersonation yang tentunya sangat merugikan. Belum lagi untuk mengurus situs ilegal ini juga cukup repot. Untuk meminta penghapusan situs dan data-data milik kita yang disalahgunakan tersebut harus mengikuti beberapa prosedur yang memakan waktu lumayan lama.

6. Biaya membengkak
Aktif online di Facebook berarti harus terkoneksi terus dengan internet. Hal ini tentunya berarti biaya untuk internet juga bertambah besar. Apalagi kalau memakai koneksi internet yang bukan langganan tetapi insidental, jika digunakan terus-menerus pastinya biayanya bisa melebihi biaya langganan. Ini tentunya sudah resiko, jika ingin selalu online tentunya harus keluar biaya lebih banyak.

II. Kontroversi Haram Facebook
Ketika Facebook makin menjadi suatu hal yang sangat umum di Indonesia, tiba-tiba muncul kontroversi kalau situs jejaring sosial ini dianggap haram. Kontroversi itu seakan-akan menambah resiko dari Facebook. Tapi benarkah Facebook itu haram?

Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur yang terdiri dari delegasi santri putri, mengharamkan penggunaan Facebook yang berlebihan (lihat berita lengkapnya di sini). Pertanyaan itu dikeluarkan pada hari Jumat (22/5) saat berlangsungnya Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur XI di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat Lirboyo, Kota Kediri tersebut, yang diikuti sekitar 700 santri. Humas FMPP, Nabil Harun, mengatakan berlebihan itu mengarah pada penggunaan yang menjurus pada perbuatan mesum dan yang tidak bermanfaat.

Dari pantauannya saat ini, penggunaan situs jejaring tersebut sudah mengarah pada perilaku mesum. Itu dilihat dari berbagai gambar dan tulisan yang terpampang. Ia mengaku khawatir, penggunaan jejaring yang berlebihan justru berdampak negatif, ketimbang positif. Pengharaman ini juga berlaku ketika menggunakan Facebook untuk mencari jodoh, pacaran dan mengenal karakter tetapi bukan dalam proses pinangan atau lamaran. Keputusan itu dikatakan sudah sesuai dengan ketentuan dalam agama, yang secara tegas sudah menyebutkan hubungan pertemanan spesial tanpa ada maksud keseriusan diharamkan.

Nabil Harun mengatakan, situs jejaring sosial dan media komunikasi lainnya diperbolehkan jika membawa manfaat, seperti dagang, lamaran, jual-beli, maupun dakwah. Namun tampaknya keputusan haram ini tidak diikuti oleh forum lainnya. PBNU dan MUI tidak ikut-ikutan mengeluarkan fatwa haram ini pada Facebook.

Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Tolhah Hasan berharap agar umat Islam mampu memaknai dan menyikapi kemajuan teknologi seperti Facebook. Menurut mantan menteri agama itu, Facebook sebagai teknologi merupakan bagian atau produk dari ilmu pengetahuan yang sifatnya netral. Dia menambahkan, bukan ilmunya sendiri yang halal atau haram, tetapi penggunaannya yang bisa menjurus pada sesuatu yang halal atau haram. Hal senada dikemukakan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Menurutnya, hukum halal atau haram, baru bisa disematkan kepada perbuatan yang menggunakan alat tersebut, bukan pada alatnya (lihat berita selengkapnya di sini).

Ketua MUI Kudus KH Syafiq Nashan menyatakan, tidak ada larangan menggunakanFacebook, karena keberadaan situs persahabatan ini memiliki banyak manfaat dibanding kerugiannya (lihat berita selengkapnya di sini).

III. Bagaimana Agar Aman Menggunakan Facebook?
Dengan adanya beberapa resiko itu tidak berarti kita harus menempuh langkah drastis menghapus account kita demi keamanan semua data-data kita. Masih begitu banyak keuntungan yang dapat kita peroleh dari Facebook, jadi yang diperlukan di sini adalah kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakannya. Jangan terlalu terbuka di Facebook, karena hal itu akan dibaca oleh banyak orang.

Ikuti petunjuk berikut ini agar Anda tetap bisa menggunakan Facebook dengan aman:
1. Jangan cantumkan data yang terlalu detail. Memang bukan berarti kita harus mengisi kolom nama saja, tetapi usahakan mengisi secukupnya. Usahakan jangan mengisikan nomor telepon, alamat rumah dan alamat lainnya, kecuali kalau tujuan Anda untuk promosi perusahaan yang dimasukkan dalam Facebook. Jangan sampai profil Anda terisi begitu detail sampai ke hal-hal yang pribadi. Ingat Anda bukan sedang membuat Curriculum Vitae untuk melamar kerja. Semakin lengkap profil Anda, semakin banyak data yang rawan disalahgunakan.
2. Upload foto-foto yang sewajarnya saja. Dalam arti, jangan memasang foto-foto yang terlampau pribadi dan hanya cocok Anda tunjukkan ke orang-orang tertentu saja. Untuk foto semacam ini kirimkan saja langsung ke teman lewat email. Dengan memasukkannya ke Facebook, berarti foto itu kemungkinan besar akan bisa tersebar luas, entah disebarkan oleh teman Anda sendiri atau diambil oleh pihak-pihak lainnya. Sekali foto yang salah tersebar, akan sangat sulit menariknya dan mengetahui siapa yang menyebarkannya.
3. Era banyak-banyakan teman seperti saat Friendster baru berkembang sudah berakhir. Jangan membabi-buta melakukan add friend atau menerima invite orang yang tidak dikenal. Usahakan hanya melakukannya pada orang yang sudah menjadi teman dari beberapa teman Anda. Lihatlah jumlah mutual friends. Semakin banyak jumlahnya berarti semakin banyak teman Anda yang mengenalnya. Lebih baik lagi hanya menerima friend requests dari orang yang Anda kenal langsung. Cocokkan dengan search alamat emailnya. Menambah teman dengan account yang tidak jelas asal usulnya berpotensi akan mengundang virus, karena ada virus yang langsung menyerang begitu Anda menerima invite dari account yang mengandung virus.
4. Selektiflah menerima tag photo. Kalau tidak suka melihat kita di-tag di suatu foto segera lakukan untag atau meminta yang meng-upload foto itu untuk menghapusnya.
5. Ubahlah setting default dari Facebook, karena setting awal ini terlalu terbuka untuk umum. Aturlah privacy dan security-nya agar aman bagi Anda.
6. Jangan sembarangan memilih Groups dan Pages. Karena yang membuatnya adalah pihak ketiga, kebenaran penawarannya tidak bisa dijamin. Banyak Groups dan Pages yang hanya berupa spam.
7. Jangan gunakan password yang terlalu sederhana agar tidak mudah diterobos pihak yang tidak bertanggung-jawab. Tapi pilihlah yang mudah diingat oleh Anda agar Anda tidak kesulitan sendiri waktu menggunakannya.
8. Selektiflah menerima invite install aplikasi. Ingatlah sebagian besar aplikasi ini bukan dibuat oleh Facebook dan berpotensi mengambil data-data Anda tanpa izin. Terima aplikasi hanya dari sumber terpercaya.
9. Jangan membuka luas-luas akses pada informasi pribadi Anda, batasi hanya untuk teman-teman Anda
10. Jangan sembarangan melakukan posting komentar. Karena itu semua sangat mungkin dilihat oleh umum.
11. Jika memungkinkan, gunakan tanggal lahir yang palsu. Hal ini dikarenakan adanya aplikasi-aplikasi yang tanpa sepengetahuan user akan menunjukkan data-data pribadi Anda ini pada umum.
12. Berhati-hatilah mengisi informasi tentang pekerjaan Anda. Hindari menuliskan informasi tentang atasan Anda, karena kemungkinan besar atasan Anda tidak akan suka namanya dicantumkan seperti itu.
13. Jangan sembarangan dalam menuliskan pernyataan dan pandangan yang bersifat pribadi. Karena itu bisa digunakan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai Anda untuk melawan dan menyerang Anda.
14. Begitu menemukan data Anda diambil dan digunakan oleh pihak lain tanpa sepengetahuan dan izin Anda, segera laporkan ke pengelola situs tempat data Anda disalahgunakan. Agar lebih cepat mintalah bantuan teman yang lebih mengerti untuk menyelesaikan masalah ini.

Saran setting privacy dan security untuk account Anda:
Untuk bagian Privacy Setting ada di menu Settings pada bagian kanan atas halaman Facebook.
1. Privacy Settings-Profile
a. Bagian tab Basic:
Bagian yang perlu diset nilainya menjadi Only Friends: Profile, Basic Info, Personal Info, Status Updates, Photos Tagged of You, Video’s Tagged of You, Friends, Wall Posts (membuat teman kita untuk posting di Wall Anda, hilangkan tandanya jika Anda tidak mau), Education Info dan Work Info.
b. Bagian tab Contact Information :
Bagian yang perlu diset nilainya menjadi Only Friends: IM Screen Name, Mobile Phone*, Other Phone*, Current Address*, Website dan Email Address.
* = demi amannya lebih baik tidak diisi.

2. Privacy Settings-Search
a. Bagian Search Discovery:
Search Visibility
tetap diset dengan Everyone, karena kalau tidak diset untuk semua orang maka teman-teman Anda akan kesulitan menemukan Anda di Facebook.
b. Bagian Search Result Content:
Lebih baik yang tercentang hanya A link to add me as a friend dan A link to send me a message. Default-nya Facebook memperbolehkan semua orang yang mencari Anda bisa melihat semuanya termasuk foto profile dan daftar teman-teman Anda. Dua bagian ini terutama foto profile rentan disalahgunakan.
c. Bagian Public Search Listing:
Untuk amannya hilangkan tanda centang di bagian ini. Jika tercentang berarti profile Facebook Anda bisa dicari oleh semua orang (meski bukan user Facebook) lewat search engine dan dikumpulkan oleh program Bot/Robot yang bekerja mengumpulkan data secara otomatis.

3. Privacy Settings–News Feed and Wall
a. Bagian tab Actions within Facebook:

Demi privasi Anda di bagian ini hilangkan tanda centang di pilihan Change relationship status (di bagian The Highlights section on your friends' home pages can include your Recent Activity. Allow Highlights to show my activity when I..) , Remove profile info dan Add a friend (keduanya ada di bagian Recent Activity will appear on your Wall when you edit your profile. Also show Recent Activity when I..).
b. Bagian tab Social Ads:
Gantikan pilihan dari Appearance in Social Ads ke No one agar Anda tidak mendapatkan iklan dari Facebook.

4. Privacy Settings-Applications
Masuk ke tab Settings untuk mengaturnya. Pada pilihan yang paling atas pilihlah Do not share any information about me through the Facebook API. Hal ini cukup penting karena ketika teman Anda mengizinkan suatu aplikasi untuk mengakses informasinya, aplikasi itu juga bisa mengakses informasi dan data Anda. Kalau aplikasi itu tidak aman atau memang bertujuan jelek maka data Anda kemungkinan bisa disalahgunakan. Pada bagian Facebook Connect Applications centang pilihan Don't allow friends to view my memberships on other websites through Facebook Connect, agar keamanan dari aplikasi lain yang Anda gunakan tetap terjaga. Sedangkan untuk bagian Beacon Websites, centang pilihan Don't allow Beacon websites to post stories to my profile, agar Facebook tidak menyebar post ke dalam Profile Anda.

Setelah mengatur untuk Privacy Settings saatnya Anda melihat lagi isi dari Profile Anda. Bagian ini dapat ditemukan di menu Profile yang ada di bagian kiri atas halaman utama Facebook. Kemudian klik tab Info dan klik lagi di Edit Information. Coba periksa lagi apakah ada data-data pribadi yang rawan disalahgunakan jika diketahui oleh orang lain. Hal ini terutama untuk alamat dan nomor telepon.



~ KapanLagi.com ~






AddThis Social Bookmark Button

NAMANYA JUGA ANAK MUDA

Oleh Eka Darmaputera

Tubuhnya yang kecil serta wajahnya yang naif, tak dapat menyembunyikan usianya yang memang baru belasan. Tepatnya, 16 tahun. Bagi saya, "anak" ini mewakili generasi sebayanya. Mungkin tak semuanya, namun paling sedikitnya sebagian dari mereka.

Pagi itu ia -- sebut saja namanya "Irene" -- datang, meminta agar pernikahannya dapat diberkati digereja. Tentu saja saya terkejut. Saya mengenal benar "anak" ini. Ia pernah jadi "anak didik" saya.

"Mengapa begitu cepat? Dan mengapa begitu tiba-tiba?", tanya saya. "Saya sudah hamil empat bulan,pak", jawabnya.

"Hamil? Empat bulan?"

"Ya, pak".

"Apa yang terjadi? Dengan siapa?"
Lalu ia pun bercerita. Bla bla bla. Tanpa beban. Setelah itu, giliran saya ber"khotbah". Bla bla bla. Sangat penasaran.

Akhirnya saya bertanya, "Apa kamu tidak menyesal?".

"Menyesal sih menyesal,pak".

"Menyesal karena apa yang telah kalian lakukan, atau sekadar karena kamu hamil?"

"Ya terutama karena saya hamil, pak. Sebab sebenarnya saya 'kan masih pengen sekolah, pak".

"Itu artinya kamu tidak menyesal karena "dosa" yang telah kamu lakukan. Begitu, bukan?,"
tanya saya - wah, gemasnya!

"Yah, namanya juga anak muda, pak, " jawabnya. Enteng sekali.

SAYA setuju dengan Barclay yan gmengatakan, bahwa etika Kristen harus berbicara mengenai masalah "seks pra-nikah" ini dengan serius. Bukan saja karena jumlahnya semakin banyak, tetapi terutama karena kegiatan seksual ini-- dengan lambat, tapi pasti -- kian menahbiskan diri sebagai kegiatan seksual yang "normal". Sekiranya tidak terjadi wabah HIV/AIDS, kecenderungan ini pasti kian tak terbendung.

Namun begitu, banyak orang toh memilih diam atau sekadar mencaci-maki tak keruan. Orang-orang yang menolak seks pra-nikah dengan sepenuh keyakinan kian terpinggirkan. Karenanya, enggan menampilkan posisinya dengan lantang dan terus terang.

Di Barat, sejak puluhan tahun silam, malah muncul teolog-teolog kristen yang justru membela praktik ini. Salah satunya yang paling terkenal adalah Joseph Fletcher. Profesor etika Kristen ini antara lain menulis, "Kultus keperawanan agaknya akan menjadi benteng perlawanan terakhir terhadap kebebasan seks, dan pasti akan ambruk. Sebab kini, berkat perkembangan di bidang kedokteran, orang bisa bebas melakukan kegiatan seksualnya tanpa dibayangi ketakutan seperti sebelumnya".

Memang tidak semua yang dikatakan Fletcher itu salah. Namun, saya mohon, jangan pula pandangan-pandangannya itu kita telan bulat-bulat. Sebab tidak semua yang walaupun dikatakan oleh seorang profesor, bermanfaat bagi kekristenan.

Ini telah diingatkan oleh seorang teolog lain, Malcolm Muggeridge, yang mengatakan, "Kita telah membiarkan seniman-seniman kita dengan bebas menghancurkan kesenian; penulis-penulis kita menghancurkan kesusastraan; sarjana-sarjana kita menghancurkan keilmuwanan; dan agamawan-agamawan kita menghancurkan agama. Kita mengembang-biakkan barbarian di rumah kita sendiri".

Kebungkaman banyak orang terhadap masalah seks pra-nikah, adalah ke"diam"an yang berbahaya. Seperti diilustrasikan oleh eksperimen terkenal dari seorang psikolog, Profesor John Court.

Seekor katak ia taruh di sebuah wadah yang berisi air dingin. Pelahan-pelahan sekali, suhu air itu dinaikkan. Sedikit demi sedikit, sampai akhirnya ke titik didih. Namun yang mengherankan adalah, katak itu kalem-kalem saja. Tak sedikit pun ia berusaha menyelamatkan diri. Rupanya proses perubahan itu berlangsung begitu lambatnya, sehingga katak itu nyaris tak merasakan apa-apa. Karena ke"diam"annya itulah, ia mati.

APA yang disebutsebagai "revolusi seks", juga demikian. Ia terjadi dengan bergugurannya"tabu-tabu" - tidak sekaligus, melainkan satu demi satu. Tidak kentara. Eksperimen di atas mengingatkan, justru karena itulah "revolusi" ini layak kita cermati dengan serius. Sebelum kita terkejut, lalu cuma bisa tergagap-gagap.

Dalam salah satu refleksi kita yang terdahulu saya telah menyinggung, bagaimana orang modern cenderung memisahkan"seks" dari "pernikahan". "Seks pra-nikah" adalah salah satu wujudnya.

Menurut Barclay, ada tiga alasan yang paling kerap dikemukakan orang, guna membenarkan kegiatan seksual yang dilakukan sebelum -- atau di luar --perkawinan.

Pertama, adalah ANTISIPASI. Ini adalah kegiatan seksual yang dilakukan oleh sepasang anak manusia yang saling mencinta. Begitu rupa, sehingga mereka merasa yakin dan pasti, bahwa pada suatu saat mereka akan menikah.

Meng"antisipasi" pernikahan mereka yang "pasti" itulah, mereka tanpa ragu melakukan hubungan seks."Apasalahnya? Kami toh pasti akan menikah".

Tindakan yang mereka lakukan itu, mungkin secara esensial memang belum dapat dikategorikan sebagai "zinah". Motivasi mereka pun boleh jadi memang tulus. Namun, toh ada dua hal yang perlu dikemukakan.

(a) mereka mengatakan, bahwa untuk mengekspresikan cinta kasih mereka yang murni itulah, mereka melakukan hubungan seks. Pertanyaan saya adalah, mengapa tidak sebaliknya? Mengapa mereka tidak mengekspresikannya, justru dengan tidak melakukan hubungan seks sebelum mereka benar-benar suami-istri? Bukankah salah satu ekspresi cinta yang sejati. adalah kesanggupan mengendalikan diri?

Kemudian, (b), apa sih yang betul-betul pasti di dunia ini? Dari mana mereka bisa begitu yakin, bahwa mereka pasti akan menikah - pada satu hari? Dalam hidup ini, anak-anakku, tak ada yang 100% pasti. Buktinya amat banyak. Tidak bijaklah mengantisipasi sesuatu, yang di luar daya kita untuk meng"antisipasi"nya!

ARGUMENTASI kedua, saya sebut saja, SIMULASI. Atau "coba dulu baru beli". Kata mereka, "Membeli baju atau sepatu saja 'kan perlu mencoba dahulu. Apa lagi mau menikah. Sebab itu"mencoba" itu perlu, agar orang mengetahui dengan pasti, bahwa memang "dia"lah orangnya, dengan siapa ia akan menghabiskan seluruh sisa umurnya". Caranya? Dengan "hidup bersama" dulu. "Hidup bersama" dijadikan "simulasi" atau "tiruan" hidup perkawinan yang sesungguhnya.

Argumentasi ini sepintas lalu terkesan masuk akal. Tapi sebenarnya ia mengandung salah-perkiraan yang fundamental! Salah besarlah, orang yang menyangka bahwa hidup perkawinan itu dapat disimulasikan. "Hidup bersama" tidak pernah mungkin menggambarkan "hidup perkawinan" yang sesungguhnya.

Dalam kaitan ini, Barclay mengemukakan sebuah analogi yang menarik. Tentang seorang yang memutuskan, untuk beberapa bulan hidup di daerah kumuh bersama-sama dengan orang-orang miskin. Dengan jalan itu, ia berharap bisa mengalami secara langsung dan pribadi, bagaimana rasanya jadi orang melarat itu.

Maksud yang mulia! Tapi salah perhitungan. Tinggal di daerah kumuh memang dapat memberikan banyak pengalaman berharga. Tapi tetap tidak mungkin membuat orang benar-benar mengetahui "bagaimana sih rasanya jadi orang melarat itu" .

Mengapa? Sebab ada perbedaan yang sangat mendasar. Si relawan bisa setiap saat meninggalkan situasi kemiskinan itu. Pengalamannya dapat menjadi bagaikan petualangan dan ekskursi yang romantis, seperti ketika orang berlibur dengan berkemah di hutan. Tidak enak, tapi nikmat. Sedang orang-orang miskin itu? Mereka tidak punya pilihan lain. Seumur hidup mereka, mereka sudah terperangkap oleh ke melaratan mereka. Dan ini melahirkan dua sikap, bahkan mentalitas, yang berbeda!

Intinya adalah, "perkawinan" tidak pernah dapat di"eksperimen"kan. Sebab perkawinan adalah sebuah "komitmen". Orang tidak dapat meng"eskperimen"kan komitmen. Yang mungkin hanyalah, "menerima" atau "menolak". Tidak ada peluang untuk "coba-coba".

KETIGA, adalah alasan yang mengatakan bahwa ESENSI adalah segala-galanya. Perkawinan itu lebih daripada sekadar secarik kertas atau sebuah seremoni. Esensi sebuah perkawinan adalah komitmen untuk membangun relasi. Inilah yang terpenting, dengan atau tanpa perkawinan. Dengan atau tanpa formalitas.

Argumentasi yang jitu, bukan? Esensi dan kualitas tentu saja memang lebih utama ketimbang bungkus luarnya. Tapi apakah itu berarti, formalitas tidak ada nilainya? Kenyataan menunjukkan, walaupun formalitas bukan segala-galanya, tapi orang memerlukannya.

Sebuah "kontrak kerja", misalnya, memang tidak menjamin adanya komitmen yang tulus dari kedua belah pihak. Tapi paling sedikit ia memberi "pegangan". Orang bisa melakukan tindakan hukum bila itu dilanggar.

Yang saya khawatirkan adalah, orang yang mengatakan bahwa "komitmen, bukan formalitas yang penting", sebenarnya adalah orang yang menolak komitmen.

Orang yang mengatakan bahwa formalitas pernikahan tidak penting -- sebab hanya cinta kasih, relasi dan komitmen-lah yang penting -- sering adalah orang yang menolak untuk memberi komitmen "resmi".

Mereka masuk dari pintu depan, tapi diam-diam menyiapkan "pintu darurat" di belakang. Agar sewaktu-waktu mereka bisa melarikan diri dari komitmen dan relasi, yang selalu mereka katakan paling penting itu. Dan melarikan diri dengan mudah, tanpa direpotkan oleh tetek-bengek formalitas, seperti mengurus surat cerai dan sebagainya. Nah., ketahuan "belang"nya, bukan?




~ eliastories~





AddThis Social Bookmark Button