Harta Di Sorga
~ Jamahan KuasaNya ~
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Yesus berkuasa melepaskan kita dari segala bentuk ancaman iblis
~ Jamahan KuasaNya ~
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Renungan
Firman Tuhan di atas menjelaskan bahwa kita tidak mungkin dapat melihat selumbar di mata orang lain, jika ada balok di dalam mata kita. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana mungkin ada balok di dalam mata kita, karena untuk selumbar pun mata kita akan sakit. hal ini mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak boleh menghakimi orang lain. Yang patut kita lakukan adalah mendoakan dan menolong agar ia dapat menyadari akan dosanya, sehingga ia bertobat dan diampuni Tuhan. Kasih tidak menghakimi, tetapi berusaha menutupi dosa. Bagaimana jika ternyata kita mengalami penghakiman dari saudara seiman kita? "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya" (Amsal 27:17). Kita dapat meyaksikan seorang perajin besi dalam membuat benda tajam seperti pisau, ia akan membakar terlebih dahulu besi tersebut agar dapt dibentuk.
Label: Daily Devotional, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
Efesus 5:5
Seringkali kita kurang menghargai garam, karena memang harganya murah dan kita juga hanya memerlukan secukupnya. Pada zaman Yesus hidup di Palestina sekitar 20 abad silam, garam menjadi pengawet utama. Sebagai umat Allah, kita dirancang untuk berfungsi seperti garam yang merupakan agen pengawet di tengah-tengah dunia yang sedang hancur dan busuk karena dosa. Yesus pernah berkata kepada mereka yang menjadi pengikut-Nya, "Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain" (Markus 5:50). Sebagai garam buatan sorga, kita hendaknya berkata kepada diri sendiri apakah kita mempunyai hubungan yang benar dengan Allah, atau kehadiran kita tidak memiliki kuasa untuk menggarami, mengawetkan atau memberikan kemajuan bagi sesama kita ?
Masalahnya, bagaimana kita menguji "rasa asin" dalam hidup kita? Salah satu caranya ialah kita dapat memulai dengan melihat keluarga kita, apakah kita melindungi keluarga kita pengaruh-pengaruh lingkungan yang merusak di sekitar kita? Kemudian kita dapat melihat gereja kita, apakah kita menggarami sesama anggota jemaat atau masyarakat dengan meraih kesempatan untuk melayani? Dan di tempat kerja kita, apakah kita menjadi orang Kristen yang bersaksi serta menjadi teladan bagi orang lain?
Jangan lupa, kita di panggil untuk menjadi garam Allah, digunakan untuk mempertahankan kebaikan dan kebenaran yang kita rasakan setiap hari. Di tanah air kita ini, uamat Allah yang mengaku selaku pengikut Kristus adalah minoritas, namun lebih sedikit lagi jumlahnya yang benar-benar berfungsisebagai garam Allah di tengah dunia yang bejat ini. Hanya kesaksian hidup kita yang "berisi garam" yang mampu meanarik orang untuk datang kepada Kristus dan menjadi milik-Nya. (EL)
Garam tidak pernah mengproklamirkan dirinya - hanya dapat dirasakan oleh orang lain
~ Jamahan KuasaNya ~
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Hot News, Info Sehat, Opini, Sebaiknya Tahu
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan
Kronologi Peristiwa Penyerangan Terhadap Mahasiswa dan Kampus Sekolah TInggi Theologia Injili Arastamar (SETIA) Di Jakarta 25-27 Juli 2008
Mesjid Dijadikan Arena Provokasi
Waktu dan tanggal kejadian : JUMAT 25 Juli 2008
Pada hari Jumat 25 Juli 2208 jam 21.00 seorang mahasiswa Setia, Junius Koly berasal dari Alor NTT keluar dari Kampus Setia menuju ke Asrama Putra yang terletak di RT 04/RW 04 Kampung Pulo Pinang Ranti Makasar Jaktim. Ia berjalan kaki melintasi Gang Melinjo yang memisahkan Kampus Setia dan Asrama Putra. DI tengah jalan ia melihat seekor tikus melintas secara spontan ia mengambil sandal yang dipakainya dan melempar tikus itu. Sandal itu masuk secara tidak sengaja ke halaman rumah seorang warga yang ada di gang itu. Saat Junius akan mengambilnya tiba-tiba ia diteriaki maling. Sehingga dalam waktu singkat warga berkumpul dan menganiaya Junius. Akhirnya Junius diserahkan ke pihak kepolisian.
Pada hari Sabtu 26 Juli 2008 setelah diperiksa Junius tidak terbukti bersalah sehingga dikembalikan ke pihak STT SETIA. Jam 10 malam massa melempari asrama putra STT Setia lalu dari mesjid terdengar ajakan berjihad melawan Setia.
Hari Minggu 27 Juni 2008 Pukul 01.00 massa merusak dan menyerang asrama putri sambil berteriak Allahu Akbar, Allahu AKbar bahkan mereka mencoba membakar asrama tersebut. Penyerangan ini menyebabkan mahasiwi SETIA sangat ketakutan dan trauma mereka berteriak-teriak dan berlarian kesana kemari.
Selanjutnya pada Pukul 03.00 massa bergerak ke Kampus Utama SETIA dengan membawa beragam senjata tajam dan batu sambil berteriak-teriak bahwa mereka akan berjihad melawan Setia. Tapi saat itu pihak mahasiswa tidak melakukan perlawanan apapun. Mereka bahkan mendoakan agar massa itu sadar akan kejahatan yang sedang mereka lakukan terhadap sesama dan agar mereka diberkati oelh Tuhan. Hingga pagi hari ribuan massa telah datang dan memblokir semua akses ke Kampus SETIA. Hal ini menyebabkan mahasiswa tersandera dan kelaparan. Pagi hari pihak kepolisian tampak bisa meredakan suasana dan mengendalikan massa.
Namun Pukul 21.30 dari arah mesjid terdengar lagi provokasi agar massa bersiap untuk berjihad. Sementara pihak polisi yang sudah tiba dilokasi sejak pagi itu tidak dapat berbuat apa-apa malahan menyuruh mahasiswa untuk waspada dan menghindari serangan.
Senin 28 Juli 2008 Pasukan Brimob dari Polda Metro Jaya bukannya menangkap para pelaku penyerangan dan provokator malahan memaksa Mahasiswi Setia untuk dievakuasi. Saat evakuasi terjadi mahasiswi dihujani dengan batu-batu besar sehingga membuat badan dan kepala mereka berdarah-darah sementara aparat polisi tidak menghardik penyerang atau mengusir mereka. Hal sama juga dialami para mahasiswa ketika mereka dievakuasi dari tempat kejadian itu. Mereka ditombak dengan bambu runcing, dipukuli, dibacok dan diclurit serta di siram dengan air keras. Hingga saat ini ada seorang mahasiswa Setia yang masih berada di rumah sakit dalam kondisi kritis karena kepalanya terkena siraman air keras.
Pada hari minggu itulah hingga dini hari pihak STT Setia terpaksa meninggalkan kampus mereka yang sudah didiami selama 21 tahun lamanya. Mereka terusir dari tanah dan bangunan yang sah yang mereka miliki. Mereka diejek, dihina, ditendang, dibacok hanya karena mereka Kristen. Mereka tidak lagi dianggap sebagai warga negara yang sah yang sama hak dan kedudukannya dimata hukum dan pemerintahan. (Seperti yang dituturkan Pdt Matheus Mangentang dan Pdt Edison Djama kepada Hendra Kasenda dari Majalah Gema Pantekosta (GP Magazine)
17 Korban STT Setia
(Mereka memilih mengalah dan membalas aniaya yang mereka alami dengan doa dan kepasrahan karena mereka adalah para Hamba Tuhan, Calon Pendeta dan Calon pendidik. Sebetulnya kalau mau mereka bisa saja mereka membalas tapi mereka memilih meniru apa yang Yesus katakan, "Jika ada yang menampar pipi kirimu berikanlah pipi kananmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.")
SERUAN KEPADA SELURUH ANAK BANGSA
Pemerintah RI
Tolonglah lindungi dan jamin keselamatan dan keamanan seluruh warga masarakat Indonesia tanpa memandang agama, suku atau predikat apapun.
Aparat Kepolisian
Tolonglah usut pelaku penganiyaan, penyerang dan provokator yang menyebabkan 1400 orang harus menderita selama berhari-hari. Tolonglah jangan takut dengan massa yang menggunakan atribut agama tertentu dan mengatasnamakan Allah untuk melakukan tindakan anarkis
Media Massa
Tolonglah menyampaikan pemberitaan dengan obyektif sesuai dengan kenyataan di lapangan. Sebagai contoh kasus pada saat penyerangan itu seluruh Media Nasional hanya mengungkapkan bahwa peristiwa itu merupakan bentrokan kecil antara masyarakat dan mahasiswa SETIA. Padahal yang benar peristiwa itu merupakan penyerangan, penganiyaan, penyiksaan dan pengrusakan yang dengan sengaja dilakukan oleh massa beratribut agama ISLAM yang semesinya Rahmatan Lil Alamin.
Masyarakat Kristen
Tolonglah doakan Setia karena hingga hari ini kami masih dalam kondisi yang sangat memprihtinkan
Organisasi Kristen
Tolonglah lebih aktif membela umat dan bersuara dengan nyaring menjadi corong yang menggaungkan kelangsungan hidup damai, pelakuan yang adil dan hidup penuh cinta kasih sesama anak bangsa
Masyarakat Kampung Pulo yang Menolak Setia
Tolonglah bermurah hati memberikan kesempatan bagi SETIA untuk mempersiapkan kampus baru ditempat lain namun sekarang ini ijinkan SETIA kembali beraktifitas dulu sambil menunggu kampus baru selesai dibangun
Seluruh anak bangsa
Marilah kita bergandeng tangan bersama membangun bangsa ini. SETIA telah turut membangun bangsa dengan menyediakan pendidikan bagi para guru agama agar anak-anak Indonesia beraklak baik di masa depan. MArilah buang kebencian dan kenakanlah cinta kasih diantara kita sesame anak bangsa.
Label: Hot News
Label: Daily Devotional, Motivasi, Renungan