Kuatir Atau Tidak

Bacaan : Matius 6:25-34

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Matius 6:31


Ayat-ayat bacaan diatas sama dengan yang ditulis dalam Lukas 12:22-32. Di sini Yesus memerintahkan kepada kita untuk tidak kuatir tentang segala kebutuhan kita. Tentu saja kita butuh uang untuk memenuhi segala kebutuhan kita, bukan? Yesus saja membutuhkan uang untuk membayar pajak (Matius 17:24-27). Kalau kita tidak punya uang untuk membayar segala kebutuhan kita, pasti semua orang kuatir.

Banyak orang yang kehabisan akal dalam menyikapi pernyataan Yesus diatas. Ungkapan-ungkapan yang sering timbul adalah: "Mana mungkin cukup dengan penghasilan hanya satu juta sebulan?" "Sya sudah ke gereja mencari terlebih dahulu Kerajaan Allah serta kebenarannya, tetapi tetap saja saya pas-pasan dan kurang." "Saya sudah belajar untuk tidak kuatir, tapi kebutuhan hidup terus menekan saya." Dan masih banyak lagi ungkapan kata-kata yang pesimis.

Nah, darimana kekuatiran itu timbul? Sebetulnya bukan dari apa yang kita lihat, yaitu kurangnya pemenuhan kebutuhan hidup kita. Tetapi, kita menimbulkan kekuatiran melalui perkataan-perkataan kita. Perhatikan apa yang Yeus katakan dalam ayat diatas: Jangan kamu kuatir dan berkata."Pikiran-pikiran kuatir pasti datang, tapi selama kita tidak menghibur diri kita dengan perkataan negatif, maka kita tidak berdosa dalam hal ini.

Karena itu, kita harus perhatikan perkataan-perkataan kita. Mulailah ucapkan kata-kata yang sesuai dengan Firman Allah, maka hasil positif pasti kita dapatkan. Jangan saudara anggap kata-kata negatif itu sebagai kata-kata kosong atau tidak ada apa-apanya, atau hanya kata-kata permainan. Perhatikan ayat ini: Hidup dan mati dikuasai lidah (Amsal 18:21). Jadi, pikiran-pikiran kuatir bisa timbul dan wajar saja. Tetapi, jangan pernah katakan melalui mulut saudara akan kekuatiran itu. (JH)


Ucapkanlah hal-hal yang menyetakan iman dan keyakinan di dalam Tuhan


~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Pertahanan Yang Paling Baik

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
Matius 5:39

Pilih mana, saudara di bela Allah atau saudara membela diri sendiri? Ini adalah pilihan yang Yesus tawarkan kepada kita semua. "Menyerahkan pipi yang lain" bukan sebuah resep untuk melecehkan kita, tetapi merupakan resep dimana kita melibatkan Allah untuk membela kita. Bayak orang yang merasa bahwa perintah Tuhan Yesus ini kalau dijalankan akan membuat musuh-musuh memanfaatkan kita. Pendapat itu betul kalau tidak ada Allah. Artinya, kita kesampingkan Allah.

Tetapi, ketika kita melakukan perintah ini, yang pasti Allah ada di pihak kita dan kita pasti melihat mujizat-Nya dinyatakan. Mengapa konflik antara Kristen dan Non Krsiten yang sering terjadi di negara kita tidak pernah henti? Karena kita selaku orang Kristen tidak bisa menyatukan hati dan pikiran kita untuk "menyerahkan pipi yang lain." Kita sudah terbiasa dengan kalimat-kalimat, "Enak saja kita diinjak-injak. Kita juga punya hak. Kita perlu membela diri. Kita benar dan pasti Allah membela kita." Tapi kenyataannya, banyak orang Kristen yang mati dalam konflik yang terjadi. Sayang, mujizat Allah dalam skala besar tidak pernah kita saksikan.

Ketika kita melawan balik, kita menarik kekuatan kita sendiri. Tetapi, ketika kita "menyerahkan pipi yang lain", dalam arti tidak membalas, maka kita menarik kekuatan Allah. Kalau kita mengerti hal ini, maka jelas bahwa perintah Allahini adalah demi kebaikan kita sendiri. Yang susahkan kita tidak bisa menyatukan hati dan pikiran orang banyak. Mungkin saudara mau, tapi yang lain belum tentu mau.

Tetapi, kalau kita berani melakukan perintah Yesus ini, maka bukanlah hal yang mustahil Allah bisa menurunkan api dari langit untuk menghanguskan segala musuh yang coba menyerang. Jangan sepelekan hal ini, karena Allah sudah tegas berkata, "Pembalasan itu adalah hak-Ku" (Roma 12:19). (JH)


Pertahanan kita yang paling baik ialah ketika kita melibatkan Allah untuk membela kita

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Allah Menjawab Setiap Doa

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Matius 7:7


Doa yang memenuhi syarat yang digariskan dalam Firman Allah selalu dijawab. Banyak kali kita tidak melihat jawabannya karena masih ada dalam alam roh terlebih dahulu sebelum hal itu menjelma menjadi kenyataan. itu sebabnya, kalau kita bimbang, tidak memiliki iman, maka kita sendiri yang menggugurkan atau mengakhiri jawaban doa itu (Yakobus 1:6-7; Ibrani 10:35). Yang pasti Allah menjawab doa. Setiap orang yang meminta pasti mendapat.

Dalam kitab Daniel 9 sangat terang dijelaskan, Daniel berdoa dan menunggu waktu yang relatif cukup singkat. Kurang dari tiga menit malaikat Gabriel muncul dan membawa jawaban doa dari segala permohonannya. Daniel yang sama ini berdoa lagi dengan permohonan yang lain dalam pasal 10. Namun kali ini diperlukan waktu tiga minggu dalam menantikan jawaban dari permohonannya. Apakah perbedaannya?

Banyak orang Kristen percaya bahwa Allah menjawab doa dalam hitungan waktu tiga menit, tiga minggu, satu bulan, satu tahun dan sebagainya ketika mereka menyaksikan doa mereka di jawab. Tetapi dalam Daniel 10:12 dikatakan, "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu."

jelas, begitu kita meanikkan doa, Allah sudah mendengar. Allah menjawab doa kita , cuma setan yang suka menghalangi jawaban doa kita di alam roh. Karenanya, kalau saudara belum melihat jawaban doa, jangan ragukan Allah, tapi sadari bahwa saudara sedang memerangi musuh. Berdirilah teguh! Berdoa terus (dalam arti "ucapan syukur") sampai saudara melihat jawabannya. Jaminannya sudah ada dalam matius 7:8. (JH)

Allah tidak pernah berubah dalam menjawab doa anak-anakNya

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button


Sesuatu Yang Baru

Bacaan : Lukas 5:36-39

Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
Ibrani 8:13


Dua perumpamaan dalam Injil Lukas di atas merupakan jawaban terhadap kritikan orang-orang Farisi dan Saduki (ayat 30) dan juga jawaban terhadap pertanyaan dari murid-murid Yohanes yang mempertanyakan mengapa Yesus tidak bertindak sesuai tradisi dan kepercayaan agama mereka (Matius 9:14; Markus 2:18). Inti dari perumpamaan diatas ingin menunjukkan bahwa Yesus datang untuk melakukan sesuatu yang baru yang tidak mungkin dapat dicampur dengan cara-cara perjanjian lama yang telah dikenal orang selama ini.

Kalau baju yang telah tepok ditambal dengan kain yang baru akan percuma saja. Yang satu sudah ditambal, maka akan muncul robekan-robekan yang lain lagi. Demikian juga dengan tempat minum yang terbuat dari kulit yang sudah tepok, kalau satu lubang ditambal dengan kulit yang baru, maka akan muncul lubang-lubang baru lagi yang lain. Jadi, daripada dicampur lebih baik diganti dengan yang baru, bukan?

Yesus datang bukan untuk meniadakan sama sekali Hukum Taurat yang sudah dikenal orang pada waktu itu. Kalau Hukum Taurat kita umpamakan dengan baju tepok dan kantong kulit tepok, maka kita lihat dalam bacaan diatas bahwa Yesus tetap membicarakan baju dan kantong kulit yang baru. Bukan diganti dengan sesuatu yang lain. Yesus tidak mau menambal Hukum Taurat, tapi Dia mau mengganti dengan Hukum Taurat yang baru.

Mengapa? Karena Hukum Taurat yang lama tidak membicarakan kasih karunia dan kemurahan Allah. Orang-orang Farisi percaya pada perbuatan-perbuatan baik sebagai kebenaran mereka terhadap Allah. Yesus datang bukan untuk menerima segala persembahan korban binatang kita, tapi Ia sendiri yang menjadi korban bagi dosa kita. Karena itu, bersyukurlah atas kasih karunia-Nya. (JH)


Yesus melakukan sesuatu yang baru untuk memberikan kita hidup baru di dalam Dia

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Untuk Apa Minta ROH KUDUS ?

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.
Lukas 11:13


Dalam cerita yang kita baca hari ini, ada seorang yang memerlukan roti datang pada sahabatnya di tengah malam. Karena sikapnya yang tidak malu, akhirnya diberikanlah roti tersebut. Bagaimana kita meminta apa yang jadi kebutuhan kita? Kebutuhan setiap orang pasti berbeda, namun untuk maslah perut hampir sama, sehingga banyak aksi emembagi nasi bungkus untuk menyatakan kasih pada mereka yang membutuhkan.

Kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita akan membuat apapun yang kita lakukan bukan sebagai beban, tapi melatih kita untuk mensyukurinya. Namun tanpa Roh Kudus dalam hidup kita, kita tetap tidak mempunyai tujuan dalam mengerjakan sesuatu, untuk apa atau untuk siapa? Untuk nama baik kita sehingga dicap sebagai orang sukses, hanya bertahan sementara, karena sifat manusia tidak pernah puas dan kemampuan manusia terbatas. Jika untuk keturunan kita, inipun tidak akan memuaskan, karena mereka akan mencari kebahagiaannya sendiri.

Tuhan akan memberikan kepada mereka yang minta Roh Kudus dengan tidak malu, karena untuk menolong sesamanya. "Aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya" (ayat 6). Ini membuktikan bahawa kita tidak memiliki apa-apa untuk diberikan pada orang lain yang memiliki arti, selain Roh Kudus yang perlu kita minta pada Allah.

Disinilah Tuhan Yesus mengajarkan bahwa jenis permintaan kita sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas kemapuan orang tersebut dalam memberikan apa yang dimilikinya. Jemaat yang bijak akan meminta untuk malaksanakan amanat agung Kristus melalui wadah gereja, bukan mengutamakan masalah kesejahteraan hidup. Amanat agung Kristus itu sangat penting untuk orang percaya, karena merupakan pesan terakhir dari Tuhan Yesus dan kita perlu Roh Kudus untuk menggenapinya. (EL)


Gereja tanpa Roh Kudus akan mati dalam penginjilan


~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Mencari Sumber Kehidupan

Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
Keluaran 12:2


Setiap orang senang menerima ucapan "Selamat Ulang Tahun" karena ia merasa dirinya berharga. Kehadirannya di bumi ini diterima dan ia merasa berarti, bahkan yang sedang mengalami langit mendung juga saat itu akan merasakan kebahagiaannya. Sehingga kita akan bersyukur bahwa Tuhan telah mempercayakan lagi satu tahun berlalu, dan kita menginjak tahun selanjutnya dengan harapan akan lebih baik dari tahun-tahun silam.

Tahap usia kita dapat dibagi tiga, yaitu fase anak, fase remaja dan fase dewasa. Ketika kita masih usia kanak-kanak, kecenderungan kita selalu ingin diperhatikan, ingin dilayani, ingin dipenuhi semua kebutuhan kita. Dan ketika kita masuk fase remaja, kita akan mulai mencari jati diri kita melalui pergaulan kita dengan sesama, juga mencari nilai-nilai yang dapat kita terima, apakah sesuai dengan pola didik kita di masa kanak-kanak? dan mulai belajar mandiri. Dalam fase dewasa, mulai menyadari bahwa kita perlu menghasilkan sesuatu agar kita tidak tergantung pada orang lain, hidup mandiri dan bahkan jika memungkinkan kita mengayomi orang lain, menjadi saluran berkat.

Usia kedewasaan seseorang tergantung dari pribadi orang tersebut, sejauh mana ia menerima dirinya dan kesanggupannya beradaptasi dengan lingkungannya. Kehidupan kita juga senantiasa diintai iblis (IPetrus 5:8). Kita perlu waspada akan serangan iblis dan terampil untuk menangkisnya. Firman Tuhan yang kita percaya akan kita rasakan kuasanya, jika kita menggunakannya dengan benar. Yaitu kehidupan iman kita senantiasa dalam kondisi hidup atau dalam stop kontak listrik dengan kondisi ON bukan OFF agar hubungan kita dengan Tuhan tetap dalam kondisi baik. Awalilah kehidupan kita setiap hari dengan menghindari untuk berbuat dosa agar tidak terputus hubungan dengan Allah, sumber kehidupan kita. (EL)


Iman akan mati tanpa dipupuk dan disiram Firman tuhan yang sehat

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Tidak Ada Manusia Super

Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.
Roma 7:15


Lucunya adegan iklan rokok yang saya lihat terpampang selebar jalan raya yang ramai dengan manusia! Diceritakan si A,B dan C sedang berusaha mengambil benda dan lokasinya agak ke bawah. Untuk mengambilnya mgnharuskan A membungkuk, B "gatal" melihat ada lalat menempel pada A. Lalu lalat itu dipukul yang membuat A nyaris jatuh, A memgang kuat-kuat celana B untuk menahan dirinya agar tidak jatuh. Badab B jadi tidak seimbang lagi, akhirnya ia menarik rambut C yang panjang terurai. Mungkin ini iklan yang segar dan mendidik, bahwa manusia itu tidak diciptakan untuk hidup sendirian.

Manusia tergantung satu dengan yang lainnya, tidak mungkin dapat mengandalkan kekuatannya sendiri. Jika terjadi seseorang harus menjalani kesendirian dalam kehidupannya, maka ia akan menyadari betapa dirinya bukan manusia super. Ia perlu orang lain, sesuai dengan firman Tuhan, "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18). Kebenaran firman ini, tidak selalu untuk pasangan suami istri, juga untuk kita semua. "Berdua lebih baik dari pada seorang diri" (Pengkotbah 4:9). Tuhan Yesus juga mengutus muridNya memberitakan Injil tidak sendiri, tetapi berdua, "Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua" (Markus 6:7).

Apa sebab manusia egois? Seorang yang mengalami masalah berat dibiarkan bergumul sendiri, bukankah kita sudah berdosa terhadap tuhan dengan membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri? Selama kita tahu, tapi kita menutup pintu hati kita, maka jangan heran suatu saat kita akan menuai apa yang kita perbuat. Marilah sekarang buka mata lebar-lebar untuk melihat dimana kita berada; untuk melihat siapa yang memerlukan pertolongan kita. (EL)


Jangan membiarkan orang yang jatuh tersandung, karena tidak ada manusia super

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Firman-Nya Sumber Mujizat

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
Yohanes 2:11


Tuhan Yesus memang tidak mengalami kehidupan dalam pernikahan, tetapi Ia memahami pergumulan mereka yang menjdalani kehidupan dalam pernikahan. Terbukti mujizat pertama yang dibuat Yesus adalah ketika ada pesta perkawinan di Kana. kehidupan perkawinan itu suci. Kehadiran Kristus di dalam kehidupan perkawinan akan menjadi Pembela. Sekalipun ada masalah kehabisan anggur, Tuhan Yesus sanggup mengubah air menjadi anggur yang melambangkan kebahagiaan dalam perkawinan.

Kebahagiaan sejati sifatnmya abadi, yaitu ketika kita memahami bahwa Tuhan mengajarkan kepada kita, "Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima" (Kisah Rasul 20:35b). Kasih yang kita berikan dengan benar kepada siapa pun, tanpa memiliki motovasi yang keliru untuk sesuatu yang menjadi sasaran atau kepuasan kita, suatu saat akan berbuahkan kasih lagi. Misalnya kita mengasihi seseorang, sekalipun ia tidak membalas kasih kita, suatu saat kita akan menuai kasih kita.

Ketika orang yang kita kasihi dipanggil Tuhan, jika ia sudah percaya Kristus, akankah kita menolak kuasa firman Tuhan, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan" (Filipi 1:21). Keuntungannya untuk almarhum setelah ia percaya Kristus adalah ia memiliki akses untuk masuk sorga. "Supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita" (Titus 3:7). Keuntungan bagi almarhum yang kita kasihi, tentu merupakan keuntunga kita juga kan?

Jika kita percaya firman Tuhan itu berkuasa, maka semua bagian firman Tuhan manapun akan mendatangkan mujizat untuk kita. Mengenai kesembuhan untuk yang sakit atau jalan keluar dari masalah, itu hanyalah bonus! (Matius 6:33). (EL)


Firman Tuhan adalah sumber mujizat, jika belum mengalami mujizat kita harus bertobat

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Mengalami Kuasa Kebangkitan

Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
Yohanes 20:11


Perasaan duka yang mendalam dialami Maria Magdalena ketika Yesus sudah mati dan dikuburkan. Ketika diketahui kubur Yesus telah kosong, Maria terus mencari Yesus. Ingatan Maria mengalami kendala, ia jadi lupa bahkan sampai tidak sadar bahwa orang yang bertanya kepadanya adalah Tuhan Yesus yang telah bangkit, bukan penunggu taman (ayat 15). Seringkali kita alami seperti Maria, kesal karena kehilangan dan sebagainya, kita tidak sadar bahwa saat itu Tuhan tidak jauh dari kita.

Pesan Natal memang indah, bahwa Yesus lahir untuk menyelamatkan kita. Tapi pesan Paskah dahsyat, karena kehadiran-Nya ke dunia ini membuat kita dapat menikmati kuasa untuk mengalahkan dosa. Dosa seringkali membelenggu lalu merusak kita melalui perasaan, juga pikiran. Seperti racun yang menyerang otak dan organ tubuh kita yang penting, sehingga fungsinya mengalami kendala serius. Kita lupa bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita seorang diri menghadapi berbagai masalah. Yesus tahu bahwa kita mengalami masalah berat yang membuat ingatan kita jadi lupa, bahwa dalam pengajaran-Nya, pada hari ke tiga Ia akan bangkit. Jika sampai saat ini kita tidak dapat menikmati kuasa kebangkitan-Nya, maka inilah kerugian kita sebagai orang percaya.

Sikap Maria mengajarkan kepada kita bagaimana agar kita mengalami kuasa kebangkitan Kristus, yaitu dengan cara tetap berdiri di dekat kubur. Artinya, kita tetap berada dalam area hadirat Tuhan. Jangan meninggalkan hadirat Tuhan sampai kita berjumpa dengan-Nya. murid-murid Yesus pulang, sehinga mereka tidak dapat mengalami kuasa kebangkitan Kristus seperti Maria. "Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis" (Yohanes 20:10-11). (EL)


Untuk menikmati hidup dalam kemenangan Kristus, kita perlu mengalami hadirat-Nya

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Membutuhkan Jawaban

Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Markus 10:52


Pengemis buta yang bernama Bartimeus mendengar berita bahwa Yesus sedang berada di sekitar tempat ia berada. Rombongan Yesus sedang berjalan keluar dari Yerikho. Kemudian ia menggunakan kesempatan itu untuk berseru memanggil Yesus. Dan semakin dilarang semakin keras ia berseru. Akhirnya Tuhan Yesus berhenti dan memanggil Bartimeus, kemudian kataNya: "Apa yang kau kehendaki supaya Aku peerbuat bagimu?" Bartimeus menjawab, bahwa ia ingin sembuh. Iman Bartimeus bahwa Yesus sanggup menyembuhkan telah menjadi jawaban bagi kebutuhannya, dan akan lebih memuaskan jika Yesus juga mau mengabulkan permintaannya.

Orang banyak menegor Bartimeus agar diam. Peran orang banyak mungkin sering kita alami, sehingga kita diharuskan tunduk pada suara manusia yang dapat kita rasakan. Akhirnya kita diombang-ambing masalah. Sikap Bartimeus tidak mengindahkan suara orang banyak, ia tetap berseru agar Yesus dapat menghampirinya dan mau menolongnya.

Memang selama Bartimeus buta, usaha manusia hanya memberi belas kasihan, sedangkan hal itu tidak menjawab kebutuhan Bartimeus. Ia ingin sembuh dari butanya karena dengan kesembuhan itu ia dapat berusaha seperti orang lain. Mungkin juga ia pernah mendengar firman Tuhan bahwa manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, dan manusia diberikan talenta atau kemampuan untuk dikembangkan, tidak seperti saat itu hanya meminta belas kasihan orang lain.

Pengalaman Bartimeus mengajar kita dalam menghadapi masalah apa pun, jangan berharap pada belas kasihan manusia. Tetapi pegang teguh firman tuhan agar iman kita tidak lumpuh. Dengan menggunakan iman, kita dapat lebih mendekatkan diri pada Tuhan, sehingga kita memahami kehendak-Nya. (EL)


Allah menjawab semua kebutuhan kita asal sesuai dengan kehendak-Nya

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Tidak Berguna

Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.
Filipi 3:8b


Membicrakan sampah sebenarnya merupakan tanggung jawab kita semua. Kebiasaan membuang sampah dinegara maju akan dikenai denda. Bahkan di salah satu sekolah di Bandung menerapkan disiplin denda untuk siswa yang berani melanggar aturan sekolah. Tanggapan masyarakat yang beraneka ragam membuat aturan bergeser ke arah kesadaran sendiri untuk mendisiplin dirinya. Tahun 2006 lalu juga banyak orang yang bicara sinis tentang kondisi kota Bandung, karena pemerintah tidak dapat mengatasi masalah sampah, sehingga muncul slogan "Bandung Lautan Sampah" sebagai sindiran julukan "Bandung Lautan Api." Selain itu muncul juga slogan sindiran julukan harum Bandung kota kembang, berubah menjadi"Bandung kota sampah"

Sehubungan dengan fakta mengenai samaph di Bandung, saya tertarik dengan kesaksian hidup Paulus sebelum dan sesudah bertobat untuk menjadi pengikut Kristus dan menjadi pemberita Injil. Apa yang dahulu menjadi ebanggan Paulus sebagai bangsa yang dipilih Allah melalui Abraham dan menaati Hukum Taurat, bahkan ia sampai menganiaya orang kristen agar kehidupan keagamaannya menjadi lebih berkualitas, sekarang ia anggap sampah setelah mengenal Kristus. Malahan, ia berani bersaksi dihadapan uamt Kristen di Filipi, seperti yang ditulis dalam ayat-ayat di atas.

Satu hal lagi, Rasul Paulus bukan hanya membuang sesuatu yang ia banggakan sebelum bertobat, melainkan melupakannya (ayat 13). Dengan mengingat apa yang telah berlaluakan membuat kita sulit untuk melangkah maju, bahkan akan banyak membuang-buang waktu yang seharusnya kita nikmati bersama Kristus. Hal inilah yang membuat Rasul Paulus sampai akhir hayatnya tidak pernah menyesal telah menjadi milik Kristus. Ia telah membuang hal-hal yang tidak berguna. (EL)


Bagai fajar meninggalkan hari kemarin dan menyongsong hari yang baru, demikianlah seharusnya hidup kita

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Merasa Cukup

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Ibrani 13:5a


Keserakahan akibat mencintai uang banyak melanda masyarakat di sekitar kita sehingga menimbulkan masalah sosial yang serius. Terbukti bahwa banyak orang yang mengalami kesulitan mendapatkan uang untuk hidup. Sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat. Penulis surat Ibrani ini meminta kita selaku pengikut Kristus, "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu." Tidak dikatakan bahwa memiliki kekayaan dan banyak uang itu adalah dosa. Ia hanya berkata bahwa kekayaan dapat menimbulkan masalah. Umumnya kita berpendapat, jika seseorang memiliki kekayaan otomatis orang tersebut mempunyai kepuasan dan kabahagiaan. Padahal belum tentu demikian.

Pada kenyataannya banyak orang kaya yang kita kenal menyombongkan rekening uangnya yang melimpah di bank, namun tidak pernah merasakan kepuasan batin. Orang kaya semacam itu tidak bahagia. Mengapa? Karena ia ingin mengumpulkan lebih banyak lagi, dan ia selalu merasa takut kehilangan apa yang ia miliki. Apa yang kita miliki? Penulis surat Ibrani ini mengatakan bahwa jika kita hidup dalam iman kepada Tuhan, kita akan memiliki Dia. Sehingga dengan penuh keyakinan kita berkata, "Tuhan adalah penolong; aku tidak akan takut" (ayat 6).

Seandainya kita memiliki segala sesuatu, namun tidak memiliki Tuhan, sesungguhnya kita tidak memiliki apa-apa. Tetapi jika kita menikmati kehadiran Tuhan sekalipun hanya memiliki sedikit harta dan uang, kita akan merasa puas. Kepuasan batin yang kita alami akan memancar dari wajah kita, sehingga kesaksian kita dimanapun dapat berbicara bahw Kristus yang kita percaya itu sungguh memberikan kebahagiaan pada kita dengan cara-Nya yang melampaui akal budi kita. (EL)


Jangan membandingkan Kristus dengan gemerlapnya dunia yang fana ini

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Hidup Berhasil

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
Mazmur 34:9


Pada umumnya kita berpendapat bahwa hidup yang berhasil adalah orang yang sukses, populer, dan banyak uang. Anggapan ini belum tentu benar sepenuhnya. Hal ini jelas dari apa yang dirasakan oleh seorang Kristen yang bernama Pak Sarif. Ia mempunyai kemasyuran dan uang, namun sesuai dengan pengakuannya saat sedang sekarat, bahwa sia-sia saja bekerja keras untuk mencapai hal-hal itu. Ia mendapati bahwa hidupnya tidak berhasil.

Sikap pak Sem (nama samaran) yang saya contohkan berikut ini sungguh amat berlawanan dengan pak Sarif. Ia selalu bersyukur dan bersaksi tentang segala berkat yang diterimanya. Dengan caranya yang khas ia sering mengutip Mazmur 34:2-15 di atas sebagai resep hidup yang berhasil. Padahal, hampir sepanjang hidupnyaia hanya mendapat gaji kecil. Ia hanya memiliki sebuah mobil dan rumah kecil.

Ia tetap melajang sampai usia 47 tahun sehingga dapat merawat orangtuanya. Akhirnya ia menikah tapi tidak dikaruniai anak selama pernikahannya. Namun ia dikasihi oleh istrinya dan seluruh keluarga besarnya. Ia pun disayangi keponakan-keponakannya dan anak-anak dilingkungan tetangga. Tak heran pada waktu ia meninggal dunia, banyak orang datang ke rumah duka dan menangis di samping peti jenazahnya.

Di atas segalanya, Allah menunjukan anugerah-Nya dan menyelamatkan kita melalui iman kepada Kristus, "TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nyatidak akan menanggung hukuman" (ayat 23). Sesungguhnya, inilah hidup yang benar-benar berhasil. Tanpa Allah, tak seorang pun menggapai hidup yang berhasil dalam arti sesungguhnya. Ukuran keberhasilan ada pada Allah, bukan pada nilai yang diberikan manusia yang bersifat fana. (EL)


Memetik kegagalan ataupun keberhasilan bukan dasar untuk percaya Kristus

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Memikul Kuk Kristus

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Matius 11:29

Ketika Yesus datang ke dunia ini. Dia menawarkan kepada kita kuk yang enak dan ringan dibanding dengan kuk para pemimpin agama. Mereka telah meletakkan beban berupa hukum-hukum kepada umat beragama waktu itu, yang tidak mungkin dilakukan oleh siapa pun. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. (Matius 23:4). Dalam Kisah 15:10 dikatakan, "Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? "

Allah tahu bahwa kita tidak mampu mencapai standar yang ditetapkannya (Roma 3:23), dan oleh sebab itulah ia mengutus Kristus ke dunia ini. Yesus mampu menaati dengan sempurna apa yang dituntut Hukum Taurat dan bersedia menanggung hukuman mati yang seharusnya dijatuhkan kepad setiap kita. Ketika kita merendahkan diri dan menyadari kebutuhan kita akan pengampunan, Yesus datang menyambut kita. Dia meletakkan kuk-Nya pada kita, memerdekakan kita dari rasa bersalah, dan memberi kuasa-Nyauntuk menjalankan kehidupan yang menyenangkan Dia.

Kuk adalah kayu melengkung yang dipasang di leher kerbau atau lembu untuk menarik bajak atau pedati. Artinya, dengan adanya kuk, hewan itu dapat dipakai untuk kepentingan pemiliknya. Tanpa kuk yang dipasang oleh Kristus tentu saja kita tidak dapat melakukan sesuatu yang menyenangkan Allah. Kita dikendalikan oleh-Nya melalui kuk yang di pasang itu, sehingga kita menjadi umat-Nya yang efektif dan produktif sebagai saksi-Nya di dunia ini. Dia rindu untuk merangkulkan tangan-Nya di bahu kita masing-masing. (EL)


Tanpa kendali Kristus akan membuat jalan hidup kita tersesat

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Tanggung Jawab Siapa?

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya
Yohanes 21:17


Hati Petrus sedih mendengar pertanyaan Tuhan Yesus untuk ketiga kalinya dengan pertanyaan yang sama. Jika kita uraikan, akan ada tiga tahap juga kasih kita kepada sesama. Pertama, kita mengasihi dia, karena dia memberikan apa yang kita perlukan. Kedua, kita mengasihi dia, sekalipun ia tidak mengasihi kita. Dan ketiga, kita mengasihi dia, sekalipun dia telah menghancurkan hidup kita.

Tuhan Yesus telah melakukan kasih tingkat tinggi ketika Ia mengalami penderitaan menjelang penyaliban-Nya. Kasih yang mulia seperti ini juga yang perlu kita miliki. Dalam pemyembahan kita pada Tuhan yang biasa dilakukan oleh kita sewaktu ibadah, perlu senantiasa mengingat betapa kasih Kristus yang mulia yang telah diberikan pada kita sehingga menjadi pendorong bagi kita untuk mengikuti jejak-Nya.

Sangat disayangkan, orang percaya banyak yang belum sampai pada kasih yang mulia. Di saat kita mengalami penderitaan, iblis masuk dalam hidup kita dan menyimpan rasa marah, kecewa, sakit hati, dendam, dan sebagainya. Shingga, kita gagal mencapai kasih yang mulia tersebut. Tubuh dan jiwa kita mengalami goncangan, kita jadi kurang iman, bahkan mungkin mulai kompromi dengan akal kita: "Untuk apa kita mentaati perintah Tuhan? Untuk apa kita menyenangkan hati Tuhan? Toh, Tuhan tidak memberikan kepada kita kekuatan dan kemenangan."

Kuasa kebangkitan Kristus sanggup membuat kita untuk mengasihi Yesus dengan menggembalakan domba-domba-Nya. Tuhan Yesus menunggu kita menggembalakan mereka yang mengalami penderitaan dan untuk merawat dan membalut lukanya, tidak untuk menelantarkannya. orang sakit tanggung jawab siapa? Tentu siapa pun yang merasa sehat, merekalah yang bertanggung jawab. (EL)


Kasih seorang gembala sanggup menjawab semua kebutuhan umat

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Diperdaya

Semuanya karena banyaknya persundalan si perempuan sundal, yang cantik parasnya dan ahli dalam sihir, yang memperdayakan bangsa-bangsa dengan persundalannya......
Nahum 3:4


Banyak orang hidup dalam dosa bukan karena jahat, namun karena terpedaya. Apa maksudnya? Banyak orang sebetulnya nggak ingin menjadi jahat. Banyak orang bukan berarti memberontak kepada Tuhan. Banayk orang seringkali hanya tidak sadar bahwa dia sudah terseret makin hari makin jauh dari Tuhan. Kadangkala dalam pikirannya, "Lho, tapi kan saya masih ada di gereja." Kadangkala pikirannya, "Lho, setiap manusia kan pasti ada salahnya, setiap manusia kan pasti ada kekurangannya. Kan saya juga nggak sejahat orang lain."

Tapi tanpa dia sadari bahwa makin hari sebetulnya dia makin jauh dari Tuhan. Karena tidak bisa dihindari bahwa salah satu strategi iblis adalah dia menyamar sebagai malaikat terang. Nah persoalannya seringkali, iblisnya licik, kitanya bodoh, iya kan? Iblis ini licik. Dia pandai sekali memperdaya manusia dan seringkali persoalannya, kitanya nggak mengenal kebenaran. Karena Alkitab berkata tegas, "Kalau kamu mengetahui kebenaran, kebenaran itu yang akan memerdekakan kamu."

Dengan lain kata, seringkali kita nggak sadar itu penyamaran iblis. Bahkan, seringkali kita pikir itu adalah bagian dari hiburan kita sementara kita ada di muka bumi. "Ya namanya orang mudalah, pendeta, kalau pacaran kami lakukan hubungan seks, itu kan hiburannya, itu kan semangatnya, itu kan dorongannya." Orang pikir, "Ya namanya seharian kerja, pendeta, jadi kalau pergi ke karaoke, kan hiburannya. Nggak kok, sya nggak ngapa-ngapain. Saya cuma bercanda-bercanda sama wanita-wanita itu. Saya nggak ngapa-ngapain kok, cuma nyanyi-nyanyi saja sama mereka."

Tapi tanpa kita sadari, kita sudah terpedaya makin hari makin jauh. Itu sebabnya, hidup Kristen harus melangkah dalam kebenaran, jangan miring ke kiri maupun miring ke kanan.

Ada banyak orang akhirnya hidup di dalam dosa, hidup di dalam hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Bukan karena jahat, bukan kaena memberontak kepada Tuhan, tapi karena tidak sadar bahwa dia diperdaya oleh iblis. Melangkah makin jauh, makin jauh, makin jauh, sampai akhirnya jauh sekali dari Tuhan. Kalau saja kita mau sadar dan berbalik, maka anugerah Tuhan akan berlaku dalam hidup kita.

Lihat saudara, Alkitab bicara tentang hukuman-hukuman yang menimpa Niniwe ini. Sebetulnya bukan karena Niniwe jahat, hanaya karena Niniwe bodoh, hanya karena Niniwe diperdaya. Semuanya karena apa? Di ayat ke empat dikatakan, "karena banyaknya persundalan si perempuan sundal, yang cantik parasnya dan ahli dalam sihir, yang memperdayakan bangsa-bangsa." Saudaraku yang kekasih dalam Tuhan, kuasa iblis yang sama, kelicikan iblis yang sama akan berlaku di hari-hari ini. Banyak anak-anak muda sebetulnya hatinya mau dekat sama Tuhan, tapi diperdaya. Sehingga akhirnya hidup di dalam drugs, hidup di dalam obat-obatan terlarang, hidup dalam seks bebas.

Ada banyak suami-suami sebetulnya mau menjadi ayah yang baik, mau menjadi suami yang baik, tetapi hari-hari ini diperdayaoleh roh-roh kegelapan sehingga akhirnya terseret pada hal-hal duniawi. Banyak ibu-ibu sebetulnya mau hidup benar, mau menjadi istri yang baik, menjadi mama yang bertanggung jawab, tapi seringkali terpedaya, terseret oleh dunia ini. Sehingga apa yang terjadi? Justru hidup dalam hal-hal yang jahat, hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Saudaraku yang kekasih dalam Tuhan, pertanyaannya sederhana: Kita kan sudah pergi ke gereja, kita kan sebetulnya sudah mengenal kebenaran, kita kan sudah mengenal Kristus, kenapa seringkali kita mudah diperdaya?

1. Karena seringkali kita menghitung untung dan rugi dalam hidup ini.
Yang membuat manusia gampang diperdaya ialah ketika manusia hitung-hitungan dengan Tuhan. Yang dia pikirkan cuma untung dan rugi. "kalau saya bangunpagi, doa, baca Alkitab, wah... rugi dong saya. Capek kan? Mendingan saya bisa tidur lebih panjang. Atau kan kalau saya bangun, ya ada banyak tugas yang mestu saya kerjakan. Mengapa saya buang waktu percuma dengan berdoa, baca Alkitab? Lalu, belum lagi nanti di hari Minggu, waktu istirahat saya, waktu yang sebetulnya kita bicara rekreasi, sekarang saya mesti lagi pakai untuk kebaktian. Wah... rugi hidup seperti itu."

Saudaraku yang kekasih dalam Tuhan, ada banyak orang kenapa diperdaya? karena menghitung untung dan rugi. "Teman-teman sya bebas bisa buat ini buat itu. Saya orang Kristen nggak boleh buat ini buat itu. Wah... rugi dong." Jadi kita punya hitungan untung dan rugi. Hidup Kristen bukan soal untung dan rugi. Hidup Kristen adalah soal taat kepada firman. Firman Tuhan katakan apa? Taat meskipun keadaan berat, meskipun kadangkala melelahkan, meskipun kadangkala, "Oh, kenapa begini? Masa saya sebagai orang Kristen kok terlambat begini, ini nggak boleh itu nggak boleh?"

Saudaraku yang kekasih dalan Tuhan, justru orang-orang taat akan lihat berkat. Justru orang-orang taat yang akan melihat kemuliaan Tuhan. Justru orang-orang taat yang akan kuat. Justru orang-orang taat yang tidak bisa terseret oleh hal-hal duniawi, tidak bisa diperdaya oleh kegelapan, tetapi berjalan terus dalam kemuliaan Allah. Iman Kristen yang sebenarnya ada iman dalam ketaatan. Apapun yang Tuhan perintahkan, kita lakukan.

2. Karena seringkali kita dipengaruhi oleh orang.
Kita lihat suara orang banyak. Kita lihat keberadaan orang banyak. Kita nggak punya prinsip. Alkitab memang sudah bilang, dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya. Jadi kalau kita ikut cara dunia, kita pun akan dilenyapkan oleh Tuhan. Tetapi Alkitab bilang, orang yang melakukan kehendak Allah, berarti hidup kita adalah hidup yang tidak boleh dibawa arus. Hiudp kita adalah hidup yang tidak ikut-ikutan. Hidup kita adalah hidup yang melawan arus, hidup yang berjalan dalam kebenaran.

3. Karena kita tidak mengerti kebenaran.
Artinya, kalau kita hidup dalam firman Tuhan, kita pelajari firman Tuhan, kita baca Alkitab, kita dengan firman, kita hidup didalamnya, kita praktekkan apa yang kita tahu dari firman, maka kita akan hidup dalam kebenaran. Kebenaran itu akan menolong kita untuk tetap dekat dalam segala sesuatu. Kebenaran itu yang memampukan kita tidak terpedaya oleh apa pun. Kebenaran itu akan membuat kita tetap berjalan dalam jalan-jalan Tuhan.

4. Karena seringkali kita tidak jujur dengan diri sendiri.
Kita tahu bahwa sebetulnya kita sudah mulai jauh dari tuhan, tapi tidak mau jujur sama diri kita sendiri. Kita mengerti bahwa ada jalan-jalan kita yang salah, tapi seringkali kita tolak kejujuran itu. Mungkin saudara berkata, "Oh, nggak kok, sya nggak berselingkuh, saya nggak begini kok." Saudarakuyang kekasih dalan Tuhan, mulai hari ini jujur sama diri sendiri. Kalau kita tahu langkah kita sudah mulai jauh dari Tuhan, bertobat. Kalau kita tahu, "Wah, langkah saya mulai ada yang nggak benar nih." Minta ampun sama Tuhan. Tuhan menerima kita apa adanya. Bahkan Alkitab janji, walaupun dosa kita merah seperti kirmizi, asal saja kita mau bertobat, akan dipulihkan putih seperti salju. (GL)


Jangan mudah dipengaruhi orang, kenalilah kebenaran dan jujurlah dengan diri sendiri.

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Tuhan Membiarkan Kejahatan

Akulah yang membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang garang dan tangkas itu, yang melintasi lintang bujur bumi untuk menduduki tempat kediaman, yang bukan kepunyaan mereka.
Habakuk 1:6


Salah satu pertanyaan besar dalam hidup kita hari-hari ini ialah kenapa sebetulnya Tuhan membiarkan kejahatan? Karena kita lihat di sekitar kita sagala sesuatunya sudah mengerikan. Bahkan dunia terorisme, misalnya, sudah sangat mengerikan. orang dibunuh seenaknya saja. Rasanya manusia sekarang sudah nggak punya hati.

Dunia sekarang menjadi tambah jahat. Orang membunuh lalu merasa, "Benar kok saya ini." Bukan hanya itu, kita lihat kejahatan-kejahatan di sekitar kita: orang mau mencuri kalung, misalnya, orangnya dibunuh. Orang mau merampas uang, orangnya ditembak. Kita lihat sekarang kejahatan makin mengerikan. Bukan hanya itu, sms-sms yang kita terima seringkali isinya kejahatan-kejahatan. Orang sekarang menculik anak hanya untuk mendapat uang tebusan. Orang ditelepon, diberitahu bahwa orang sedang sekarat di rumah sakit, minta ditransfer uang, padahal itu nggak benar semuanya.

Kita lihat bahwa kejahatan-kejahatan manusia hari-hari ini sudah sangat menguatirkan. Pertanyaan kita sederhana, "Tuhan, kenapa sebetulnya Tuhan membiarkan kejahatan? Kalau Tuhan itu baik, kenapa Tuhan tidak menghapus saja segala kejahatan? Kenapa nggak Tuhan bunuh saja orang-orang jahat itu? Knapa nggak tuhan habisi saja semuanya itu? Sebetulnya kenapa?"

Saudaraku yang terkasih dalam Tuhan, kadangkala kita lupa, bukan Tuhan yang menciptakan kejahatan. Tetapi manusia yang sebetulnya telah diberi kuasa untuk mengatur alam ini, dan manusia yang membiarkan kejahatan menguasai. Kalau saja manusia mau bertobat, kalau saja manusia mau berbalik, maka Allah akan menghapus segala kejahatan dan menggantikannya dengan damai sejahtera dan sukacita.

Kita lihat betapa kejahatan akan menguasai bumi hari-hari ini. Dan kita lihat dalam kenyataannya: "Pendeta, justru orang mau jujur hari-hari ini sulit. Justru orang kalau hidupnya nggak karu-karuan, kayaknya sukses-sukses saja. Justru orang kalau mau hidup benar itu sulit. Justru orang mau mempertahankan keamanan sulit. Tapi justru terosrisme kok kayaknya merebak mudah sekali dan kayaknya kekuatan senjata apa pun nggak bisa menahannya. Mudah sekali orang menjadi jahat."

Alkitab bilang ada masanya situasi ini terjadi. Kenapa? Yang pertama saya pelajari, Tuhan membiarkan kejahatan:

1. Karena dia menciptakan manusia sebenarnya dengan free-will (kehendak bebas).
Artinya apa? Kalau manusia itu mau jadi jahat, maka Allah tidak bisa berbuat apa-apa karena Tuhan sudah memberikan free-will dalam hidup manusia. Berarti manusia diciptakan Tuhan dengan sebuah tanggung jawab. Allah tidak pernah menciptakan manusia seperti robot, tetapi Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang hidup, yang diberikan kuasa oleh Tuhan, segambar dan serupa dengan Allah. Allah memang mampu melakukan segala perkara, Allah membatasi diri-Nya dengan hukuk yang dibuat-Nya sendiri. Dan salah satu hukum-Nya adalah dia memberikan free-will kepada manusia.

Karena itu, kenapa Tuhan membiarkan kejahatan? itu sebagai konsep kebijakan dari free-will yang diberikan kepada manusia. Artinya, kalau manusia mau jadi jahat, maka Allah harus membiarkan kejahatan itu. Tuhan bisa saja tidak memciptakan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, tetapi sebagai bentuk konsekuensi bahwa Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah, berarti Allah harus membiarkan free-willdalam hidup manusia.

2. Agar manusia menyadari betapa manusia itu harus bertobat.
Kejahatan itu awalnya manis. Karena itu selalu saya bilang iblis itu ahli membungkus yang jahat dengan segala yang kelihatan baik. Perzinahan itu kan jahat, perselingkuhan itu kan jahat, tetapi awalnya kelihatan baik.

itu sebabnya kejahatan demi kejahatan terjadi Tuhan biarkan sehingga manusia berpikir, Iya ya, makin saya jauh dari Tuhan, makin hidup saya nggak karu-karuan. Saya harus bertobat, karena kalau tidak, saya akan lebih jahat lagi."

3. Karena belum waktunya Tuhan menghukum iblis.
Kadang kita bilang, "Aduh, kenapa kok kejahatan terus menerus? Tuhan kenapa sih nggak bertindak? Tuhan kenapa sih nggak langsung menghukum iblis?" Ada masanya waktu penghukuman bagi iblis itu. Karena itu, selama ada waktu hari-hari ini, iblis akan coba segala kekuatannya, segala upayanya untuk menyerang dan menghancurkan orang percaya.

Tetapi saudaraku yang kekasih dalam Tuhan, jangan salah, Tuhan yang membiarkan kejahatan adalah Tuhan juga yang memberikan Roh Kudus kepada kita supaya kita tetap kuat.

4. Karena memang kejahatan akan tetap ada selama manusia memilih kejahatan.
Artinya, selama manusia masih memilih untuk hidup jahat, maka kejahatan tetap ada. Di depan kita ada pilihan. Yosua berkata, "Pilih, kepada siapa engkau beribadah!" Tapi drngan tegas Yosua berkata, "Aku dan seisi keluargaku akan melayani Tuhan." Saudaraku yang kekasih dalam Tuhan, di sekitar kita ada kejahatan. Tapi pilih yang benar, maka kita akan melihat kehidupan. (GL)


Roh Kudus diberikan sebagai penolong kita agar kita kuat di dalam masa-masa yang jahat

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Seperti Embun

Maka sisa-sisa Yakub akan ada di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun dari pada TUHAN .....
Mikha 5:6


Ada banyak pandangan dalam Alkitabtentang kita sebagai orang percaya. Mungkin gereja biasa berkata bahwa kita adalah 'mempelai' Kristus, kita adalah 'surat' Kristus, kita adalah 'saksi' Kristus, kita adalah 'bangunan" Kristus. Tetapi, Alkitab juga berkata bahwa kita ini seperti 'embun.' Apa sih artinya kita seperti embun? bicara tentang embun, maka sya pelajari :

1. Bicara tentang kesegaran dan kesejukan.
Ketika sepanjang malam saudara tertidur, mungkin ditengah panasnya suasana, lalu pagi-pagi saudara bangun, ada embun didepan rumah saudara. Maka yang timbul dalam hati saudara: "Betapa sejuknya, betapa segarnya kehidupan ini." Memang dikota-kota tertentu manusia sudah terlampau sibuk, manusia sudah tidak memikirkan tentang embun bahkan sudah tidak ada embun karena sudah terlalu banyak bangunan apartemen atau bangunan-bangunan lain dan pohon-pohon sudah ditebang semua.

Tetapi ditengah-tengah daerah yang asri sifatnya, dimana bangunan-bangunan belum terlampau banyak, maka papi-pagi rasanya enak sekali kita bangun lebih pagi. Ketika hari mulai ada terang sedikit, lalu kita melihat embun - segar, sejuk. Nah, Tuhan mau kehadiran kita itu membawa sejuk, membawa segar. Suami capek dari kantor, waktu dia pulang, dia lihat istrinya segar, sejuk. Begitu juga istri ketika ia lelah seharian di rumah, suaminya pulang, yang dia lihat segar, sejuk. Anak-anak seharian di luar sekolah, capek, banyak tugas, sampai rumah dia ketemu mama dan papa segar dan sejuk.

Itu yang Alkitab bilang: Kita ini seperti embun. Makanya Alkitab bilang, "Berbahagialah mereka yang membawa damai karena akan di sebut sebagai anak-anak Allah." Karena itu kita harus menyadari: "Saya ini embun. Saya harus membawa kesegaran dan kesejukan lewat perkataan, sikap, dan perbuatan saya."

2. Embun itu membawa kehidupan.
Di samping embun itu segar, sejuk, dia juga membawa butir-butir air. Sehingga apa yang terjadi? Oksigen dan air yang ada diatas dedaunan ini, ketika panas menyerap, maka dia akan turun mengalir sehingga membasahi daerah sekitarnya sehingga mendatangkan kehidupan.

Hidup Kristen juga harus membawa kehidupan. Ketika orang di sekitar saudara mulai putus asa karena situasi ekonomi; ketika orang mulai putus asa karena situasi-situasi yang terjadi, ancaman-ancaman peristiwa yang terjadi, tapi kita memberikan kehidupan, kita memberikan dorongan, kita memberi semagat orang-orang di sekitar kita.

3. Selalu membawa suasana syukur.
Di pagi hari ketika kita melihat embun, sulit untuk kita bersungut-sungut karena suasananya begitu indah. Yang ada kita cuma bersyukur, "Iya ya, Tuhan menciptakan begitu indah, ada kicau burung, ada embun yang sejuk di waktu pagi, ada suasana yang manis dan indah." Semua mendatangkan suasana syukur. Begitupun hidup kita, suami saudara seharusnya bersyukur punya istri seperti saudara; lau istri saudara seharusnya bersyukur punya suami seperti saudara.

Tapi kadangkala suami-suami menyesal, "Kenapa menikah dengan dia, kenapa saya menikah dengan istri seperti itu?" Sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, kalau kita seperti embun, apa yang terjadi? Suasana syukur akan terjadi. Kadangkala kita bukan embun tetapi kita jadi asap. Kalau asap bikin perih mata, asap bikin panik suasana, bikin sesak nafas. Banyak suami-suami atau istri-istri tidak menjadi embun, tapi jadi asap.

4. Embun selalu stabil.
Artinya apa? Setiapm pagi dia selalu hadir. Begitupun hidup kekristenan kita, biarlah kita stabil. Setiap hari minggu kita ke gereja. Ada tantangan, ada masalah, tiap pagi kita bangun dan berdoa. Tiap pagi kita tetap tersenyum terhadap suami, istri, anak-anak, dan orang di sekitar kita. Biarlah kita jadi orang yang stabil. Orang maki kita, orang mau fitnah kita, kita tetap stabil, jadi berkat, bawa damai, karena kita dipanggil sebagai embun dari Tuhan.

Bagaimana kita bisa tetap jadi embunnya Tuhan?

Pertama, Jika kita mau sungguh-sungguh bertobat.
Artinya, "Tuhan, saya nggak mau hidup dengan cara hidup saya yang lama. Saya mau bertobat, saya mau jadikan Yesus yang paling utama dalam hidup sya." Maka dituntun-Nya kita sebagai embun yang membawa kesejukan dan kesegaran.

Kedua, jika kita mau tatat dan dengar-dengaran.
Artinya, kita bukan cuma bertobat lalu selesai, tapi jika kita bertobat, kita mau dengar firman, kita mau taat pada perintah Tuhan dan kita akan melihat bagaimana dituntun oleh Tuhan, bagaimana kuasa Tuhanakan terus menyertai kita, bagaimana pengalaman-pengalaman yang indah akan kita raih bersama Tuhan.

Ketiga, jika kita mau dekat senantiasa dengan Tuhan.
MakanyaDaud berkata, "Hanya dekat Tuhan saja jiwaku tenang." Kalau kita sendiri dekat dengan Tuhan, kita tenang. Maka, kita juga bisa memberikan ketenangan buat orang lain.

Keempat, jika kita mau untuk selalu belajar.
Arinya, kalaupun kita gagal, ada hal-hal yang belum kita mengerti, kita belajar terus di bawah kaki Tuhan. Dan orang yang terus mau belajar dekat dengan Tuhan, dia akan terus diperbaharui dari hari ke hari. (GL)


"Siapa kita" sangat menentukan pandangan orang tentang siapa Kristus


~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button


Doa Yang Berkuasa

Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
Yakobus 5:15


Pengertian paling umum dan populer tentang doa ialah bahwa kita meminta sesuatu kepada Allah dan mengharapkan Dia memberi atau mengabulkan permintaan kita jika kita sudah cukup memiliki iman. Bila doa kita belum dikabulkan, sering kita beralasan belum cukup iman. Dan lebih parahnya lagi kita merasa sudah memiliki cukup iman dan memaksa Allah mengabulkan doa kita. Sering anak-anak Tuhan mengambil langkah keliru dengan menambahkan puasa terhadap doa itu. Mereka pikir doa ditambah puasa akan lebih hebat lagi kuasanya.

Namun, saya mau katakan bahwa jika saudara "mendesak" Allah, itu sama halnya saudara menurunkan derajat Allah. Saudara menjadikan Allah kacung saudara. Ingat, doa dan puasa tidak bisa merubah keputusan Allah. Saudara tidak bisa berlindung dibalik rengekan saudara untuk mendapatkan belas kasihan Allah. Allah menjawab doa-doa umat-Nya yang berdoa oleh karena ia ingin menunjukan kemahakuasaan-Nya.

Allah ingin kita berdoa untuk menyamakan pikiran kita dengan pikiran-Nya. Bukan apa yang menurut kita, tapi apa yang menurut Allah. Kita tidak mahatahu. Karena itu jangan pernah kecewa jika doa kita belum dijawab Tuhan. Doa yang kita panjatkan bukanlah sebuah hal yang sia-sia. Bahkan sebelum kita berdoa pun, Allah sudah tahu apa yang diingini hati kita.

Memang adalah kehendak Allah untuk kita yang sakit bisa disembuhkan. Namun, jika yang sakit sudah berdoa dan bahkan didukung dalam doa tapi akhirnya mati juga, itu tidak berarti meniadakan kehendak Allah agar kita sembuh. Seringkali jawaban Allah itu bertentangan dengan apa yang kita anggap terbaik. Doa yang berkuasa adalah doa dimana kita sering datang kepada-Nya dengan penuh penyembahan dan menyerah kepada segala kehendak dan keputusan-Nya (Lukas 22:42). (JH)


Hanya dengan kepercayaan sederhana bahwa Allah dapat dan mau melakukan yang tepat bagi kita

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Iman vs Takut

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
II Tomotius 1:7


Takut merupakan kebalikan dari iman. Takut bisa melumpuhkan kita tapi iman bisa memelihara kita. Takut bisa memberikan ruang gerak bagi keadaan untuk menguasai kita, merampas sukacita kita, dan mendorong kita ke dalam keadaan tertekan dan kalah. Sebagai orang Kristen yang sudah dilahirkan kembali, kita masih bisa mengalami depresi selama kita mengatakan rasa takut itu. Ayat di atas jelas bahwa Allah tidak pernah memberikan kita roh ketakutan.

Yesus berkata, "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan" (Yohanes 10:10). Rasa takut bisa menjadi seperti pencuri. Jika saudara membiarkannya bercokol dalam hati saudara, maka segala keadaan buruk yang saudara alami akan mencuri, membunuh, dan membinasakan saudara. Tapi Yesus - gambaran iman kita - bisa memberikan hidup yang berkelimpahan.

Setiap kali saudara mengalami masalah dalam hidup ini, kita perlu datang kepada Yesus yang adalah Imam Besar kita. "Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya" (Ibrani 4:15-16).

Alkitab memberitahukan kita agar kita mempergunakan waktu yang ada (Kolose 4:5). Jadi, jangan sia-siakan waktu saudara dengan hidup di dalam kekalahan. Jadikan setiap "hari ini" harinya Tuhan dimana saudara bisa bersukacita di dalam kemenangan-Nya. Tidak perlu takut lagi, tapi berimanlah! (JH)


Yesus sudah meminum cawan berisi ketakutan kita dan menggantikannya dengan salib iman

~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Anggaplah Sebuah Kebahagiaan

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
Yakobus 1:2



Alkitab berkata bahwa sukacita dari Tuhan adalah sebuah kekuatan. Yakobus memahami hal ini dengan menuliskan ayat di atas bahwa suatu kebahagiaan atau suatu sukacita jika kita jatuh ke dalam berbagai pencobaan. Mengapa? bukan karena pencobaan itu mendatangkan kekuatan, tetapi sukacita itu yang mendatangkan kekuatan. Memang sepertinya tidak mungkin waktu kita mengalami pencobaan kita bisa bersukacita. Kebahagiaan dan kesedihan memang tidak bisa dikendalikan oleh emosi kita. Semua bisa terjadi karena terdorong oleh keadaan yang timbul seperti kehilangan seseorang yang kita cintai, kehilangan pekerjaan, terkena sakit penyakitm perceraian, dan sebagainya.

Namun, kita harus memilih untuk hidup dan berjalan di dalam Firman Allah. Keadaan kita bisa dikendalikan oleh Firman Allah. Firman Allah mengatakan agar kita bersukacita, itu sudah cukup. Yang perlu kita lakukan adalah memperbesar sukacita itu. Harus kita kobarkan api sukacita itu agar bertambah besar. Bagaimana caranya ? Dengan menumbuhkan pemahaman kita akan Yesus dan menerima segala karya-Nya yang telah dilakukan bagi kita dengan iman.

Kemudian Yesus berkata, "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yohanes 8:31-32). Jelas sekali, semakin kita mengetahui kebenaran semakin kita dimerdekakan atau dibebaskan. Bebas dari apa? Dari kekhawatiran, rasa takut, dan ketidakpercayaan.

Setiap pencobaan datang, jangan main perasaan. Perasaan bisa menyesatkan kita. Mainkanlah iman saudara! Iman menganggap suatu kebahagiaan atau sukacita pada waktu kita mengalami pencobaan. Dengan iman, Allah akan merubah ratapan kita menjadi tarian (Mazmur 30:12). (JH)

Sukacita dapat membangun kembali reruntuhan hidup kita


~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button

Berlindung Di Dalam Darah

Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Wahyu 12:11


Iblis adalah pendakwa kita siang dan malam. Kita dapat mematahkan segala dakwaannya melalui darah Anak Domba, yakni darah Yesus. Ketika kita berdoa, kita harus mendasarkan doa-doa kita pada darah Yesus. Karena, darah Yesus yang telah membayar harganya. Setiap kebutuhan kita telah dibayar lunas oleh darah Yesus. Setiap kasus yang kita hadapi bisa kita menangi di hadapan Hakim, Allah Bapa, melalui darah Yesus.

Kita tidak bisa melawan iblis berdasarkan siapa kita atau berdasarkan apa yang kita miliki. Semuanya itu tidak berarti di hadapan iblis. Manusia tidak bisa berlindung di dalam ketidaktahuan atau di dalam rasa tidak bersalah mereka. Sekalipun seseorang belum pernah mendengar Yesus, bukan alasan bebas dari dakwaan iblis. Karena itu, iman kepada darah Yesus melepaskan kesaksian bahwa kita menang atas iblis.

"Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan" (Mazmur 107:2). Ini yang harus dilakukan oleh semua orang percaya. Kita harus mengatakan atau menyerukan kemenangan melalui darah Yesus. Di dalam masa-masa yang bertambah jahat ini, kita harus menyerukan perlindungan darah Yesus bagi seisi rumah kita. Orang tua - orang tua perlu membalurkan darah Yesus pada pintu-pintu hati mereka sambil mengklaim keselamatan dan perlindungan atas seluruh keluarga.

Pada waktu bangun pagi, seruka perlindungan darah Yesus atas diri sendiri, keluarga dan segala harta milik kita. Sebelum tidur, serukan hal yang sama pula. Contohnya: "Dalam nama Yesus, aku meminta pembelaan darah Yesus atas masalah yang kuhadapi ini." "Aku naungi rumah tanggaku denga Darah Yesus sehingga terlindungi semua yang ada di dalamnya, baik orang maupun segala harta milikku." (JH)


Kemenangan lewat Darah Yesus harus menjadi perkataan kesaksian kita setiap hari



~ Jamahan KuasaNya ~



AddThis Social Bookmark Button