Bagian Tubuh yang Paling Penting

Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting.

Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.

"Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."

Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup".

"Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting." Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"

Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya. "

Akhirnya, aku tahu.
Bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.

Orang akan melupakan apa yang kamu katakan.
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan.
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.
~ gbisudirman2 ~

Kisah Baut Kecil

Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
Filipi 2:3


Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar. Saat melintasi samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas. Hal itu membuat ribuan baut lain terancam lepas pula. Baut-baut kecil lain berteriak menguatkan, "Awas! Berpeganglah erat-erat! Jika kamu lepas kami juga akan lepas!" Teriakan itu didengar oleh lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama. Bahkan seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu baut kecil itu untuk bertahan. Mereka mengingatkan bahwa baut kecil itu sangat penting bagi keselamatan kapal. Jika ia menyerah dan melepaskan pegangannya, seluruh isi kapal akan tenggelam. Dukungan itu membuat baut kecil kembali menemukan arti penting dirinya di antara komponen kapal lainnya. Dengan sekuat tenaga, ia pun berusaha tetap bertahan demi keselamatan seisi kapal.

Sayang, dunia kerja seringkali berkebalikan dengan ilustrasi di atas. Kita malah cenderung girang melihat rekan sekerja "jatuh", bahkan kita akan merasa bangga apabila kita sendiri yang membuat rekan kerja gagal dalam tanggung jawabnya. Jika itu dibiarkan, artinya perpecahan sedang dimulai dan tanpa sadar kita menggali lubang kubur sendiri. Apa yang disebut gaya hidup seorang Kristen seakan tidak berlaku di tempat kerja. Padahal setiap tindakan yang kita lakukan akan selalu disorot oleh Sang Atasan.

Bagaimana sikap kita dengan rekan kerja? Mungkin saat rekan kerja menghadapi masalah, kita menganggap itu risiko yang harus ia hadapi sendiri. Tapi sebagai tim, kegagalan satu orang akan selalu membawa dampak pada keseluruhan. Jadi mengapa kita harus saling menjatuhkan? Bukankah hasilnya tentu jauh lebih baik jika kita saling mendukung dan bekerjasama menghadapi persoalan? Kristus mengajarkan bahwa kita adalah satu tubuh. Jika satu anggota mengalami masalah, yang lainnya harus mendorong dan menguatkannya. Jangan sampai masalah yang dialami rekan kerja malah membuat kita senang. Tapi baiklah kita berseru, "Berpeganglah erat-erat! Tanpa kamu, kami akan tenggelam!"

Kegagalan atau kesuksesan rekan sekerja akan selalu mempengaruhi diri kita juga
~ Spirit ~

Memandang Muka

Tetapi, jika kamu memandang muka, kamu berbuat dosa.
Yakobus 2:9

Seorang wanita gelandangan bernama Clemente baru-baru ini diperkosa beramai-ramai oleh tiga pemuda berandalan di Puerto Rico. Tepatnya pada perayaan malam pergantian tahun 2006. Yang memprihatinkan, meski banyak orang yang melihat kejadian itu, tidak satupun dari antara mereka yang mau menolongnya. Tangis dan jerit Clemente tak juga menyentuh belas kasihan mereka. Justru kejadian itu menjadi tontonan live bagi mereka.

Sikap apatis memang sudah menjadi karakteristik manusia di akhir jaman ini. Alkitab berkata bahwa kasih banyak orang akan menjadi dingin digantikan dengan cinta akan diri sendiri. Selain apatis, tentu saja hal yang membuat mereka urung menolong Clemente adalah karena wanita malang ini tak lebih dari gelandangan saja! Jika saja Clemente adalah wanita dari keluarga terhormat, kaya, atau terkenal, mungkin kisah hidupnya akan berbeda.

Kita sudah terbiasa memandang muka. Memandang seseorang dari warna kulit atau rasnya, kekayaannya, popularitasnya, potensinya atau bahkan dari keyakinan yang dianutnya. Kita akan melihat merek apa yang menempel pada bajunya? Kita akan memperhatikan seperti apa kendaraannya? Kita akan mempersoalkan dimana kawasan tempat tinggalnya? Pemandangan yang sama juga terjadi di gereja Tuhan. Sejujurnya bukankah mereka yang kaya, yang berpotensi, yang memiliki jabatan penting akan lebih diprioritaskan dibandingkan dengan yang lain?

Jangan memandang muka, jika melakukannya maka kita akan berdosa. Mari belajar dari Yesus. Ia peduli dengan pelacur. Ia mau berkunjung kepada preman pemungut cukai macam Zakheus. Ia menyembuhkan pengemis yang lumpuh. Ia mencelikkan Bartimeus, orang pinggiran. Bahkan Ia juga peduli dengan orang gila sekalipun. Sungguh, Yesus tidak memandang muka. Jika Guru kita saja tidak memandang muka, masakan kita sebagai murid masih membeda-bedakan?

Kita diciptakan dalam kesamaan, mengapa kita memandangnya dalam keberbedaan?
~ Spirit ~



AddThis Social Bookmark Button


Kasih Karunia Memampukan Kita Untuk Merefleksikan Kristus

Pada suatu sore, sekelompok anak muda dari Jakarta memutuskan pergi ke Bandung, menggunakan 'kijang inova' milik seorang teman. karena ingin segera kembali ke Jakarta setelah berbelanja, maka sopir menginjak gas sampai batas maksimum melewati jalan tol Jakarta - Padalarang - Bandung, 2 jam kemudian, mereka tiba di Bandung untuk berbelanja dan segera kembali ke Jakarta. Karena heran dengan kepulangan mereka yang begitu cepat, temen-teman yang tertinggal di Jakarta bertanya, "Hei, gendut, apa yang kamu lakukan ?" kebetulan yang menyetir perutnya gendut. Dengan tersenyum ia membalas, "Injak gas sampai haabbbbiiiiiiiis." diiringi derai tawa teman-temannya. Hal yang sama bisa terjadi pada kita, jika kita mengandalkan kasih karunia Allahuntuk mencerminkan Kristus. Kita seharusnya seperti cermin yang merefleksikan Kristus dimanapun kita berada. Paulus berkata, "Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang duanugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." (I korintus 15:10). Mengapa paulus sanggup mencerminkan Kristus ? Karena kasih karunia. Sebab :
1. Aku ada sebagaimana aku ada sekarang.
Kasih karunia Allah memampukan kita untuk mencerminkan dan merefleksikan Kristus di waktu sekarang dan bukannya yang nanti. Banyak kali kita memikirkan hari esok atau masa yang akan datang, sehingga lupa melakukan apa yang seharusnya kita lakukan hari ini.
2. Kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.
Seringkali kita menyia-nyiakan kasih karunia Allah karena berdebat dengan tuhan. Kita berkata bahwa kita tidak memiliki potensi untuk mencerminkan Dia, padahal kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepada kita sangat melimpah, hanya kita yang menyia-nyiakannya.
3. Aku bekerja lebih keras.
Andaikan kasih karunia Allah adalah mobil, maka Paulus menginjak gasnya sampai habis, sehingga ia mencapai tujuan yang ditentukan Allah bagi dirinya. Jika kita mengetahui apa yang direncanakan Tuhan atas kita, maka kita dapat menggenapinya melalui kasih karunia.
4. Kasih karunia yang menyertai aku.
Tidah ada yang lebih mulia jikalau kita menyadari keberadaan Tuhan yang selalu menyertai kita. Kasih karunia bagi orang Kristen adalah seperti mobil yang digunakan untuk pergi ke mana saja setiap saat. Apakah kita mau atau tidak mau untuk menggunakansumber yang tidak terbatas ini.
Sudahkan Anda menjalani hidup yang demikian? Mengapa tidak memulainya sekarang.
~ Abbalove Ministry ~


AddThis Social Bookmark Button

Kunci Sukses Gereja di China

Oleh: Grace Suryani


Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indo?!
Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar. Punya iman yang bisa mengoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya ngga punya band. Kita cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja. Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Ngga ada yang punya kemampuan MC yang wah … yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Ngga ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang 'awam'. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.

Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari mazmur,hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa ngerti dengan jelas.

Apa sih yang mereka khotbahkan?!

Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! NGGA.

Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama. PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. PI. Mereka juga bicara soal kasih Tuhan , soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada PI. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan ?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!

Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka 'beda' dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China …

Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya ngga percaya Tuhan . Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis … menurut kita itu ngga happy end … tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 org itu) percaya Tuhan! Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan . 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis … dia menyesal kenapa ngga dari dulu percaya Tuhan !

Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya 'akhirnya happy ending' penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia ngga. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah. Akhirnya … MATI. Ngga happy end kan?! Itu kan menurut kita … menurut Tuhan itu happy END!

Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (ngga disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There's A God).

Guys, can u see the difference?!

Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! itu bedanya dengan kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa bukan bisnis lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan ..

Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa-jiwadan JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru … boro-boro mikir mobil, punya sepeda aje udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang laen juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.

Ngga heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana Tuhan ngga mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan?!

Guys, saya ngga bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu. tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal PI?!?! 1 bulan 1 kali … itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan ngga ada yang bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat.

Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia ngga bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti HATI TUHAN!

Saya sih ngga heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhantertuju! JIWA-JIWA . Itu hati Tuhan.

Di Indo kita ribut soal transformasi … tapi masalahnya itu ngga akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya … saya saya saya dan saya. selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya … non sense. Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil gereja, doktrin gereja, sound system gereja … pernah ngga sih kita berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati saya, berkati anjing saya!

guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. pikirkan orang laen! Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu, jangan cuman dirimu!

Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir … kapan yah, kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Ngga saling berantem. Ngga saling tuding-tuding, "Sesat loe! Gereja gue paling bener, paling sah." Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik … kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan … bukan cuman karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya …

Saya rindu, itu sudah terjadi sebelon Tuhan Yesus datang kembali …

~ GP Ministry ~




AddThis Social Bookmark Button

Mata Kadang Salah Memandang

Boy adalah seorang cowok yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan. Sejak ia menjadi buta... ia merasa terasing dari lingkungannya. Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya

Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya. Girl sangat sayang dan perhatian pada Boy. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yang berarti. Ia sungguh-sungguh mencintai Boy dengan tulus

Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl

B: Girl... mengapa kamu begitu menyayangiku?

G: hmmm... entahlah... aku tidak pernah tau alasan mengapa aku begitu menyayangimu... yang aku tahu... aku benar-benar tulus menyayangimu

B: (tersenyum)

B: tapi... aku kan buta... apa yang bisa aku perbuat untukmu? apa yang bisa aku berikan buatmu?

G: Boy... aku tidak mengharap apapun darimu... buatku... kamu bisa ceria setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup... aku senang ketika kau merasa senang

B: (terharu) belum pernah ada orang yang begitu menyayangi aku yang buta seperti ini

G: (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)

B: Girl... kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi... aku pasti akan menikahimu... karena hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus menyayangiku

G: benarkah..?

B: iya... aku janji... kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu

G: (terharu) terima kasih Boy... aku sangat menyayangimu

B: (tersenyum) ya... aku tahu itu... aku juga sangat menyayangimu Girl

Singkat cerita...

Boy melakukan operasi cangkok mata dan berhasil... ia bisa melihat lagi. Ia pun sabar dan ingin segera menemui Girl

Maka pergilah ia mencari Girl... sampai berhasil menemukannya

Namun... alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa ternyata Girl adalah seorang gadis buta...
Ia tidak bisa menerimanya...
Ia pun menolak Girl...
Ia lupa akan semua janjinya...

G: Boy... bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku?

B: ummm... (bimbang), ya memang aku pernah berkata begitu... tapi tidak dengan keadaanmu yang seperti ini

G: Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri? bukankah kau bilang hanya aku satu-satunya orang yang menyayangimu?

B: eeeerr... maaf Girl... tapi aku tidak bisa menikah dengan gadis buta... maaf...

Boy pun pergi meninggalkan Girl...

Girl yang kecewa dan merasa dikhianati... memilih untuk bunuh diri

Saat ia ditemukan meninggal... ada sepucuk surat disakunya

"Dear Boy...
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan padamu... tidak banyak yg bisa aku lakukan untukmu...
Namun... aku sungguh-sungguh tulus menyayangimu...
Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu... bisa membawakan terang dan keceriaan dalam hidupmu kembali"

~Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata... melainkan juga dengan hati kita... Mata itu bisa menipu... namun hati tidak... kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia~

Challenge Or Chance?

Apa yang membedakan seorang pemenang dengan seorang pecundang? Ketika dua belas pengintai dikirim Musa untuk mengintai Tanah Perjanjian (Bilangan 13), mereka kembali dengan laporan yang berbeda. Sepuluh orang menyampaikan berita negatif dengan mengatakan bahwa negeri tersebut penuh dengan raksasa pemangsa manusia. Mereka merasa diri mereka seperti belalang yang tidak berdaya. Hanya Yosua dan Kaleb yang menyampaikan berita positif bahwa bersama Tuhan mereka bisa mengalahkan penduduk asli dan merebut Tanah Perjanjian.

Kedua belas pengintai melihat negeri yang sama. Mereka semua mengakui kesuburan Tanah Perjanjian, mereka sama-sama melihat penduduk asli negeri tersebut, tetapi mereka menyampaikan kabar yang sama sekali berbeda.

Seorang pemenang selalu melihat adanya kesempatan dalam setiap tantangan. Seorang pecundang selalu melihat masalah atau tantangan dalam setiap kesempatan.

“You don’t see what you actually see, but you see what you wanna see. If you’re a winner, you always see chances because that’s all you wanna see.”

Anda tidak melihat yang sebenarnya terlihat oleh mata jasmani Anda, tetapi Anda melihat apa yang ingin Anda lihat. Jika Anda seorang pemenang, Anda akan selalu melihat kesempatan demi kesempatan karena memang itulah yang Anda ingin lihat. Sebaliknya, jika Anda seorang pecundang, maka yang selalu Anda lihat adalah kendala, penghalang, tantangan dan alasan.

Seorang leader pernah berkata, “Kalau Anda ingin maju, jangan pernah punya alasan. Kalau Anda punya segudang alasan Anda tidak akan pernah maju.”

Ada lima D yang perlu dimiliki untuk mengubah tantangan menjadi kesempatan.

D - Desire (Keinginan)
Apakah Anda punya keinginan untuk mengalami kemajuan? Apakah Anda cukup puas dengan keadaan Anda selama ini? Alkitab mengajarkan untuk mengucap syukur dalam segala keadaan, tetapi Alkitab juga mengajarkan untuk meminta apa yang kita inginkan dari Tuhan (Yohanes 16:24). Sebelum Tuhan Yesus menyembuhkan Bartimeus yang buta, Ia bertanya “Apa yang kamu inginkan supaya Aku perbuat bagimu?” Apakah Anda punya keinginan?

D - Decision (Keputusan)
Salah satu kesulitan yang sering dihadapi banyak orang adalah masalah pengambilan keputusan. Sesungguhnya, banyak orang yang tidak berani mengambil keputusan karena tidak bersedia memikul tanggung jawab atau akibat yang mungkin timbul akibat keputusan yang diambilnya. Mereka yang maju adalah mereka yang berani mengambil keputusan, mengambil langkah awal dan keluar dari zona kenyamanan. Ketika Petrus menyatakan keinginannya untuk berjalan di atas air kepada Yesus, maka ia harus mengambil keputusan untuk mengayunkan langkah pertamanya di atas air ketika Yesus mengundangnya. Setiap keputusan selalu ada resiko, tetapi keberanian menghadapi resiko tersebut yang membuat seseorang menjadi lebih dewasa.

D - Drive (Dorongan)
Keputusan yang telah kita ambil harus diikuti dengan langkah-langkah realisasi. Jika tidak ada, tidak lebih dari sekedar berjalan di tempat. Apakah Anda sudah menetapkan langkah-langkah yang harus diambil sesuai dengan keputusan Anda? Apakah setiap hari Anda melangkah ke arah yang sudah Anda putuskan sebelumnya? Apakah setiap kegiatan Anda sudah sejalan dengan cita-cita, keinginan, atau mimpi Anda?

D - Determination (Tekad)
Setelah kita melangkah, biasanya akan timbul tantangan. Akan ada arus yang melawan arah perjalanan kita. Saat-saat seperti itu dibutuhkan tekad yang bulat untuk tetap berjalan. Mereka yang berhasil adalah mereka yang memiliki tekad baja untuk tetap melangkah sekalipun ada badai yang menghadang. Ibrani 10:36 mengatakan bahwa kita “... memerlukan ketekunan....” Tekad yang kuat akan menolong kita untuk tetap tekun.

D - Discipline (Disiplin)
Selanjutnya, diperlukan disiplin untuk tetap melakukan hal-hal tertentu sekalipun daging kita menolaknya. Sebuah definisi yang bagus tentang disiplin adalah melakukan sesuatu yang perlu pada saat kita tidak ingin melakukannya. Seorang pengusaha terkenal mengatakan bahwa salah satu kunci sukses dalam usahanya adalah disiplin.


Pengarang : J. Williams


~ air hidup ~




AddThis Social Bookmark Button

Sabar dan Bodoh

Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu. Suatu hari, dua orang menghadap hakim tersebut. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka yang sebenarnya sangat sepele.

Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7. Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis hukuman cambuk 10x bagi orang yang menjawab benar. Spontan si terhukum protes.

Sang hakim menjawab, "Kamu bodoh, mau-maunya berdebat dengan orang orang bodoh yang tidak tahu kalau 3x7 adalah 21!"
Kalau ada orang berbeda pendapat dengan kita, katakan pada diri sendiri bahwa dia belum mengerti, lalu bersabarlah. Karena kesabaran artinya membantu dia mengerti dan menyerahkan dia kepada Tuhan

Yang bisa saya ambil dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, artinya kita sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.

Berlaku benar adalah sebuah pilihan. Meskipun kita tidak bisa dengan mudah mengubah perasaan kita mengenai masalah yang kita hadapi, kita masih tetap bebas untuk memilih tindakan yang benar.


~ air hidup ~




AddThis Social Bookmark Button

Simon Kirene

Ada cerita menarik di balik penyaliban Yesus. Kisah ini dicatat oleh Matius, Markus, dan Lukas. Ketika itu Yesus diharuskan berjalan sambil memikul salibNya sendiri menuju bukit Golgota. Tetapi karena sudah disiksa sebelumnya, Ia tidak kuat lagi memikul salib tersebut. Oleh karena itu, seorang yang bernama Simon dari Kirene, dipaksa untuk memikul salib Yesus (Matius 27:32).

Jadi, Simon dari Kirene mengikut Yesus karena terpaksa. Jelas bukan merupakan hal yang enak, tetapi ia tidak punya pilihan lain. Menolak memikul salib untuk mengikut Yesus bisa berarti kehilangan nyawa bagi Simon. Tidak dapat dibayangkan bagaimana perasaan Simon Kirene ketika ia berjalan dengan susah payah, memikul salib dan mengikut Yesus.

Tetapi cerita tersebut tidak berakhir di situ. Banyak peneliti sejarah Alkitab percaya bahwa Simon dari Kirene termasuk satu dari sedikit orang yang tetap berada di dekat Yesus pada saat Ia disalibkan. Sementara semua murid lainnya melarikan diri (Matius 26:56), Simon dari Kirene mendapatkan hak istimewa untuk mendampingi Yesus sampai kematianNya. Ia melihat keajaiban yang terjadi menjelang kematian Yesus. Ia mendengar tujuh perkataan terakhir yang diucapkan Yesus. Ia melihat bagaimana banyak orang yang pulang dan menyesal sambil memukul-mukul diri setelah melihat kematian Yesus di kayu salib (Lukas 23:48).

Banyak peneliti Alkitab yang percaya bahwa Simon terus berada di situ dan kemudian mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Keinginan tahunya membawa Simon untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan JuruselamatNya. Ia ikut terlibat dalam persekutuan orang percaya. Ia ikut menikmati kebangkitan Yesus dari kematianNya yang kemudian disusul dengan pencurahan Roh Kudus. Ia hadir pada saat Roh Kudus dicurahkan dan murid-murid penuh dengan Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Salah satu di antara bahasa lain itu adalah bahasa orang Kirene (Kisah Rasul 2:10). Kemungkinan besar, Simon Kirene juga mengalami pencurahan Roh Kudus saat itu.

Lama setelah itu, kedua anak Simon Kirene, yaitu Aleksander dan Rufus, menjadi orang-orang yang dikenal aktif dalam gereja mula-mula (Markus 15:21). Tidak hanya itu, Rasul Paulus bahkan menyebutkan Rufus sebagai orang pilihan Tuhan. Bahkan, isteri Simon Kirene dianggap sebagai ibu oleh Paulus (Roma 16:13).

Ketika Simon dipaksa untuk memikul salib dan mengikut Yesus, mungkin saat itu ia tidak mengerti. Mungkin ia hanya menurut karena tidak mampu melawan. Tetapi bertahun-tahun kemudian, keluarganya dikenal sebagai orang-orang pilihan Tuhan.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah mengalami saat-saat dimana Anda diharuskan memikul salib dan terus mengikut Dia? Mungkin - sama seperti Simon Kirene - bukan karena kesalahan Anda tetapi Andalah yang harus memikul akibatnya. Kalau saat ini Anda sedang mengalami hal tersebut, ingatlah bahwa tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan orang percaya. Semua hal tidak enak yang sedang Anda alami saat ini mungkin adalah salib yang harus Anda pikul yang akan menghasilkan perkara yang indah.



Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah - Roma 8:28


Penulis : J. Williams


~ air hidup ~




AddThis Social Bookmark Button

Kumpulan Lagu Rohani



MP3




Kumpulan Lagu-lagu Ruhani dalam format MP3 yang akan terus di update. Anda dapat mendownload lagu-lagu tersebut dengan mengklik judul lagunya

Player
Jet Audio V.7.0.5 - Sebuah digital player yang dihadirkan oleh "Cowon" ini mempunyai fitur yang cukup lengkap. Mulai dari fitur yang bersifat standar yaitu Pemutar CD, MP3, Video dengan berbagai macam ekstensi, Recording bahkan sampai dengan Rip CD, Convert audio & video, burning CD, Internet Radio dan lain-lain. Pasti Anda tak akan menyesal dengan kehadiran Jet Audio V.7.0.5 ini.

Nikita – Album Kubrikan Syukurku
1. Kubrikan Syukurku

Untuk koleksi lagu rohani yang lainnya / selengkapnya silakan kunjungi Daniel Gospel Music
atau click gambar dibawah ini

Selamat menikmati & God Bless You



AddThis Social Bookmark Button

Kesombongan

Daniel 4:1-37


Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. - Amsal 16:18


Ketika petinju Muhammad Ali sedang berada di puncak ketenarannya, ia berpergian dengan naik sebuah pesawat. Ketika hendak take-off, seorang pramugari mengingatkannya untuk mengenakan sabuk pengaman. Muh. Ali menjadi dengan lantang dan sombongnya menjawab, “Superman tidak perlu sabuk pengaman.” Dengan cepat sang pramugari menjawab, “Superman juga tak perlu naik pesawat terbang.” Lalu Muh. Ali segera memasang sabuk pengaman.

Begitu mudah bagi seseorang yang memiliki kelebihan untuk terperangkap dalam kesombongan, khususnya ketika dia merasa lebih tinggi dari orang lain. Pada saat yang sama, ia akan merasa minder dan rendah diri ketika berhadapan dengan seseorang yang memiliki level lebih tinggi dari dirinya. Inilah yang dalam bahasa psikologi disebut dengan distorsi self-image.

Bagaimana cara pandang yang benar, supaya kita tidak terjebak dalam kesombongan tapi juga tidak terjebak dengan perasaan rendah diri? Lihatlah diri kita sebagaimana Tuhan melihat kita. Tuhan melihat kita sebagai ciptaan yang berharga, maka hargailah diri kita. Demikian juga tanpa Tuhan kita bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa, itu sebabnya kita tidak boleh sombong dan bermegah diri.

Kesombongan adalah awal kehancuran! Menara Babel berakhir dengan kekacauan pada saat muncul kesombongan. Nebukadnezar direndahkan begitu rupa akibat sombong dan bermegah diri. Marilah kita jaga hati agar tidak terjebak dalam kesombongan. Ketika perusahaan kita berkembang pesat. Ketika jabatan kita mendapat promosi. Ketika prestasi kita menjadi perbincangan banyak orang. Ketika seseorang menyampaikan kekagumannya kepada kita. Hendaklah kita hati-hati dan tidak buru-buru menganggap diri kita Superman! Jangan biarkan semua hal tersebut membuat kita sombong, sebab saat kita sombong kita sedang menuju ke dalam kehancuran.

Tidak ada orang sombong yang bisa bertahan lama.


~ Spirit ~




AddThis Social Bookmark Button


Bell's Palsy (Facial Palsy)

Bagi pengendara sepeda motor, atau yang gemar duduk di dekat jendela selama dalam perjalanan di dalam mobil sehingga tertiup angin, anda harus berhati-hati. Sebab angin dingin yang terkena wajah terus menerus dan dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan stroke wajah atau yang biasa disebut sebagai Bell’s Palsy (Facial Palsy).Bell’s Palsy (Facial Palsy) adalah kelainan di mana syaraf wajah (dikenal dengan sebutan Syaraf Ke-7 atau Cranial Nerve, yaitu syaraf yang mengontrol pergerakan wajah. Posisinya berada sekitar 1 jari di depan telinga kiri / kanan Anda) tidak berfungsi dengan baik / kaku / paralize. Akibatnya salah satu bagian wajah seperti tertarik / mencong.. Penyakit ini biasa terjadi di kota atau negara bersuhu dingin. Selain itu, kelainan ini dapat menyerang pada orang-orang yang :

1. Terlalu lama berada di dalam ruang ber-AC.

2. Terkena semburan AC / kipas angin langsung ke wajah.

3. Mengendarai motor tanpa helm yang menutup wajah dengan rapat.

4. Mandi air dingin di malam hari.

Penyebab Bell’s Palsy, yakni angin yang masuk ke dalam tengkorak atau foramen stilo mastoideum. Angin dingin ini membuat syaraf di sekitar wajah sembab lalu membesar. Pembengkakan syaraf nomor tujuh atau nervous fascialis ini mengakibatkan pasokan darah ke syaraf tersebut terhenti. Hal itu menyebabkan kematian sel sehingga fungsi menghantar impuls atau rangsangnya terganggu. Akibatnya, perintah otak untuk menggerakkan otot-otot wajah tidak dapat diteruskan.

Bell’s Palsy diambil dari nama Sir Charles Bell, dokter dari abad 19 yang pertama menggambarkan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada syaraf wajah. Meski namanya unik, penyakit ini akan mengganggu secara estetika ataupun fungsi pada wajah. Artinya muka yang terlihat cantik dan bagus di depan kaca itu tidak terjadi dengan sendirinya. Karena, bila salah satu saja syarafnya minta istirahat, maka proporsi wajah menjadi tidak seimbang. Jika tidak ditangani maka akan terjadi kecacatan dengan muka penyok.

Jika Anda terkena Bell’s Palsy, segeralah berobat ke Rumah Sakit. Maksimal 2 hari setelah Anda mengalami kelainan itu. Jika tidak, syaraf yang kaku dapat mengganggu otak yang menyebabkan penderita lumpuh. Selain itu , wajah yang kaku akan semakin sulit dikembalikan ke bentuk asalnya.

Pengobatan yang disarankan dokter adalah fisiotherapy, di mana wajah penderita akan dikompres dengan lampu sinar dan diberi kejutan listrik di sekitar wajah. Namun Anda bisa juga menggunakan alternatif pengobatan lain, seperti akupuntur. Jangan mencampur pengobatan fisioterapi dan akupuntur di waktu bersamaan

Waktu pengobatan cukup lama. Baik fisioterapi maupun akupuntur bisa 2-3 bulan baru sembuh, bahkan ada penderita yang hingga tahunan diobati tidak sembuh2. Semua itu tergantung dari ketelatenan kita dalam berobat. Jika ingin cepat sembuh, begitu mengalami kelainan, segera ke rumah sakit. Dan selama berobat, rutinlah mengikuti sesi pengobatan.

PENCEGAHAN

Seperti disarankan oleh Dokter Syaraf agar Bell’s Palsy tidak mengenai anda, cara-cara yang bisa ditempuh adalah :

1. Jika berkendaraan motor, gunakan helm penutup wajah full untuk mencegah angin mengenai wajah.

2. Jika tidur menggunakan kipas angin, jangan biarkan kipas angin menerpa wajah langsung. Arahkan kipas angin itu ke arah lain. Jika kipas angin terpasang di langit-langit, jangan tidur tepat di bawahnya. Dan selalu gunakan kecepatan rendah saat pengoperasian kipas.

3. Kalau sering lembur hingga malam, jangan mandi air dingin di malam hari. Selain tidak bagus untuk jantung, juga tidak baik untuk kulit dan syaraf.

4. Bagi penggemar naik gunung, gunakan penutup wajah / masker dan pelindung mata. Suhu rendah, angin kencang, dan tekanan atmosfir yang rendah berpotensi tinggi menyebabkan Anda menderita Bell’s Palsy.

5. Setelah berolah raga berat, JANGAN LANGSUNG mandi atau mencuci wajah dengan air dingin..

6. Saat menjalankan pengobatan, jangan membiarkan wajah terkena angin langsung. Tutupi wajah dengan kain atau penutup. Takut dibilang “orang aneh”? Pertimbangkan dengan biaya yang Anda keluarkan untuk pengobatan.

Sebagai catatan :

1. Wanita hamil berpotensi 3X lebih mudah terkena Bell’s Palsy daripada wanita yang tidak hamil.

2. Penderita diabetes, perokok, dan pengguna obat-obatan sejenis steroid berpotensi 4X lebih mudah terserang Bell’s Palsy daripada orang lain.

3. Rata-rata 40.000 orang Amerika setiap tahun menderita Bell’s Palsy.

4. Terakhir, ini adalah catatan beberapa orang terkenal yang pernah menderita Bell’s Palsy. Beberapa di antaranya sembuh total, namun tidak sedikit yang tidak sembuh sehingga hingga kini, wajah mereka masih tampak mencong akibat penyakit itu.


(Artikel dikirim oleh Evi Yuliastuti)




AddThis Social Bookmark Button

YANG TERBAIK AKAN DATANG!

Seorang Wanita Yang Suaminya Pengangguran Membagikan Kisah Penantiannya…

Saya ingin berbagi satu cerita yang indah dengan Anda. Saya bertemu Yane Pe Benito ketika saya memberi khotbah di perusahaannya. Yane adalah seorang wanita yang menyenangkan yang memiliki kisah yang mengagumkan untuk diceritakan, saya memutuskan untuk menceritakannya pada dunia.

Dua tahun lalu, suami Yane, Beni, tanpa peringatan, kehilangan pekerjaannya. Hal ini menyebabkan rasa sakit dua kali lipat karena pekerjaannya sebenarnya sangat menjanjikan. Selama 6 tahun, Beni sangat menikmati pekerjaannya di sebuah perusahaan distribusi multinasional untuk produk perawatan kulit. Namun karena perubahan struktur organisasi yang terjadi dalam perusahaan tersebut (yang sering terjadi di banyak perusahaan belakangan ini), ia di-PHK.

Yane memutuskan untuk memberitahu berita menyedihkan itu pada kedua anaknya yang masih kecil, Gabriel (6 tahun) dan Marga (4 tahun). Ia memilih dengan hati-hati kata-kata yang akan dipakai untuk menjelaskan hal tersebut. "Anak-anak, kita harus menjaga lebih baik barang-barang kita…dan tidak memboroskan uang kita karena…ayah tidak punya pekerjaan lagi."

Gabriel kecil berkata, "Maksud ibu, ayah dipecat?" Yane terkejut mendengar kata-kata yang kasar tersebut. "Di mana kamu belajar tentang kata itu?!" Puteranya menjawab tanpa berbelit-belit, "Dari Peter Parker – Spiderman."

Tapi ya, PHK hanya merupakan kata yang lebih baik dari "Keluar, kami tidak lagi membutuhkanmu di sini." Kehilangan pekerjaan adalah selalu menyakitkan, sekalipun jika dibarengi dengan "pesangon". Di satu sisi Yane bersyukur atas "rejeki nomplok" itu, tapi di sisi lain Yane kuatir, menebak-nebak berapa lama keluarga mereka akan hidup dengan bergantung pada pesangon itu.

Beberapa bulan pertama semua berjalan baik; Beni menerima rata-rata dua panggilan interview setiap minggu. Namun beberapa bulan menjadi setahun – dan terus berlanjut, panggilan interview semakin sedikit dan jarang.

Selama hampir dua tahun suaminya menganggur, Yane melalui kegelisahannya sendiri. Sebagai seorang ibu dari dua anak usia sekolah, ia melihat tabungan mereka yang semakin menipis. (Sebagai ukuran, ia pindah dari pekerjaan yang sudah ditekuninya selama 8 tahun, ke pekerjaan yang lebih tinggi bayarannya.)

Tapi di samping dana yang semakin berkurang, ia juga kuatir akan harga diri Beni. Bukan karena Beni tidak mencoba; namun kelihatannya memang tidak banyak kesempatan kerja bagi pria berumur dengan latar belakang dan pengalaman seperti yang dimiliki Beni. Sebenarnya ada dua pekerjaan yang ia terima, tapi keduanya hanya bertahan sebentar. Sebut saja sebuah konflik kepribadian atau ketidak-cocokan, tapi Beni tidak dapat melihat dirinya bekerja lama di sana. Dengan marah, Beni akan keluar lagi.

Dan pernikahan mereka pun mengalami kesulitan, karena sekarang Yanelah yang memberi penghasilan bagi keluarga. "Akankah ego suami saya bertahan selama ini?" ia terus dan terus bertanya pada dirinya sendiri. Semakin waktu berlalu, ia semakin dan semakin kuatir akan Beni.

Yane mulai bertanya pada Tuhan, "Tuhan, saya tidak mengerti apa lagi yang Engkau sedang ajarkan pada kami! Bagaimana lagi kami harus berdoa? Apa lagi yang harus kami doakan?"

Itulah saat ketika Yane menyadari bahwa doa mereka harus lebih spesifik.

Maka ia mengumpulkan kedua anaknya dan berkata, "Mari berdoa bagi ayah, agar ia dapat menemukan suatu pekerjaan yang baik dengan seorang atasan yang baik – seseorang yang seperti atasannya di perusahaan yang dulu."

Dan itu menjadi doa spesifik keluarga tersebut. "Tuhan, tolong ayah untuk mendapatkan seorang atasan yang baik seperti atasannya dulu, dalam nama Yesus."

Suatu hari, sekitar setahun lalu dari hari ini, Yane pulang dari kerja dan melihat kedua anak dan suaminya sedang berdempetan sambil membungkuk. "Ada apa ini?" tanyanya.

Ia mendengar anak-anaknya berbisik dengan gembiranya, "Tunjukkan pada ibu sekarang!"

Beni menyodorkan sebuah amplop coklat padanya.

Yane pikir itu adalah sesuatu dari sekolah anak-anak.

Tapi bukan. Dengan perlahan ia menarik keluar secarik kertas dari amplop itu, ia membaca nama perusahaan…kemudian jabatan suaminya…dan gajinya… Sampai di sini, ia mengangguk puas.

Namun ketika ia sampai ke bagian bawah kertas tersebut, ia kaget setengah mati. Karena ada sebuah tanda tangan. Tanda tangan milik atasan favorit Beni!

Diiringi tatapan heran anak-anaknya, Yane mulai menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan. Ia sangat sulit untuk mempercayai ini!

Seperti seorang anak, ia melompat-lompat kesenangan, dan disambut gembira oleh kedua anaknya yang ikut melompat dan tertawa bersamanya.

Gabriel bertanya pada ibunya, "Ibu, mengapa engkau menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan?"

Yane melihat kesempatan bagus untuk menjelaskan, "Ibu menangis karena ibu begitu bahagia. Ingatkah bagaimana kamu berdoa untuk seorang atasan yang baik bagi ayah? Lihatlah nama ini," ia menunjuk kertas yang masih ia pegang. "Kita hanya meminta seorang atasan yang seperti atasan ayah yang dulu. Tapi, Tuhan memberi ayah seorang atasan yang persis sama! Ia menjawab doa-doa kita!"

Saat itulah Gabriel mulai menangis.
"Mengapa kamu menangis?" tanya Yane.
"Karena aku juga sangat bahagia," kata anak laki kecil itu, dan seluruh keluarga saling berpelukan.

Ketika Yane menceritakan kisah ini, saya tahu saya harus berbagi cerita ini dengan Anda.

Karena semua kita melalui banyak kesulitan dan kehilangan.
Kita kehilangan pekerjaan kita, kita kehilangan orang-orang yang kita kasihi, kita kehilangan uang kita, kita kehilangan sahabat-sahabat kita… Dan seringkali, kita menanti dan menanti agar rasa sakit ini hilang, agar rasa kehilangan ini menjadi sembuh. Kadang-kadang, kita menanti selama waktu yang panjang. (Yane dan Beni harus menunggu selama dua tahun.)

Namun pada akhirnya, saya percaya kalau Tuhan telah menyiapkan berkat terbaik bagi Anda.
Berimanlah. Percaya. Yang terbaik akan datang!

Sahabatmu,
Bo Sanchez

~ elia stories ~



AddThis Social Bookmark Button


Garam

Seorang koki sedang mepersiapkan perjamuan istimewa untuk pesta pernikahan Raja. Bahan makanan dan bumbu-bumbu telah tersedia untuk diramu berdasarkan resep khusus. Wah, ternyata ada bumbu penting yang ketinggalan. GARAM!

Sang koki kebingungan, sebab tanpa garan tidak akan pernah ada perjamuan yang istimewa yang akan menyenangkan hati Raja. Koki segera mengambil sebotol garam, kemudian dibukanya tutup botol tersebut hendak dikeluarkan garamnya. Tiba-tiba garam dalam botol berteriak, "Jangan!!" Koki heran dan bertanya, "Kenapa?? Jangan takut, aku akan menjadikan engkau hidangan yang menyenangkan hati Raja pada hari pernikahannya."

Garam-garam itupun berteriak dan menjawab dengan berbagai jawaban. "Jangan, nanti kami tidak dapat berkumpul lagi bersama teman-teman dalam botol yang sangat indah ini."

"Jangan, nanti kami larut dalam masakan, dan kami kehilangan bentuk dan warna kami, lalu orang-orang tidak dapat mengagumi kami lagi sebagai garam yang putih bersih."

"Jangan, nanti kami menderita kepanasan ketika sedang diproses menjadi masakan."

"Jangan......." Demikian banyak butir garam memberi alasan. Akhirnya cuma sedikit garam yang bersedia diramu menjadi masakan istimewa sang koki.

Pesta pernikahan Raja tiba. Perjamuan istimewa diadakan bagi Sang Raja pada hari pernikahannya. Wah, perjamuan yang sangat luar biasa, hidangan yang disajikan sungguh nikmat. Raja sangat senang.

Garam-garam yang menyediakan dirinya untuk dipakai oleh koki, masuk kedalam tubuh Sang Raja dan tinggal bersastu di sana selamanya. Garam-garam lainnya yang menolak dan tinggal dalam botol, kemudian dibuang karena sudah tidak berguna lagi.

Untuk menjadi satu dengan kehidupan Kristus, kita harus bersedia membayar harga dengan menukar hidup kita.

~ Kingdom Inspirational ~


AddThis Social Bookmark Button