Hati Seorang Ayah

Suatu ketika seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut dengan badannya yang mulai membungkuk. "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut dengan badan Ayah yang kian Hari kian terbungkuk?"

"Sebab aku Laki-laki." Itulah jawab Ayahnya tapi anak wanita itu berguman "Aku tidak mengerti."

Karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung penuh rasa penasaran, Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu Dan menepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah bingung.

Karena penasaran, anak wanita itu bertanya kepada Ibunya "Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut Dan badannya kian Hari kian terbungkuk sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa Ada keluhan Dan rasa sakit?"

"Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga memang akan demikian." hanya itu jawaban sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam anak wanita itu bermimpi, didalam mimpinya itu dia mendengar suara yang sangat lembut dengan kata-kata yang terdengar sangat jelas, ternyata suara itu adalah suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban atas rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh Dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal Dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali IA mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental Baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan Dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu IA ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan Dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras Dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar delalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, Walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai yang penyangga, agar dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki,"

Terbangun anak wanita itu, segera dia berlutut & berdoa bersyukur atas jawaban yang selama ini di tunggu-tunggunya kemudian dihampirinya kamar Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu memeluk Dan mencium Ayahnya. "AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban atas segala ciptaan Tuhan yang begitu agung tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan seorang Ayah........

~ Pustaka Lewi ~




AddThis Social Bookmark Button

Nilai Sebuah Kejujuran

Saat George Washington masih kecil, ia tinggal di Virginia bersama orang tuanya. Ayahnya adalah seorang penggemar tanaman. Ayahnya menanam berbagai pohon, diantara seluruh pohon, ayahnya sangat menyayangi sebuah pohon ceri unggul dari seberang lautan yang sebentar lagi akan berbuah.

Pada suatu hari, George kecil bermain dengan kapak barunya. George dengan gembira bermain dan membelah potongan-potongan kayu dengan mengayunkan kapaknya. Beberapa saat kemudian, tanpa sadar ia mengayunkan kapaknya dan mengenai pohon ceri kecil kesayangan ayahnya. Pohon ceri tersebut terbelah dari atas ke bawah. George kecil sangat terkejut.

Sore hari saat ayahnya kembali, ia terkejut dan sangat marah. "George!!!" teriak ayahnya, "siapa yang menebang pohon ceriku?" George terdiam sesaat, kemudian menjawab, "Aku tidak dapat berbohong ayah, pohon itu terkena kapakku."

Ayah menatap tajam, wajah George pucat pasi. Ayahnya berkata dengan tegas, "Kenapa kau menebang pohon itu?" "Aku sedang bermain dan aku tidak sengaja." jawab George terbata-bata.

"Dan sekarang pohon itu akan mati. Kita tidak akan pernah mendapat buah ceri dari pohon itu. Tetapi yang lebih buruk lagi, kau gagal mengurus pohon itu seperti yang kuharapkan."

Kepala George kecil tertunduk menyesal dan berkata, "Maafkan aku ayah."

Tuan Washington lalu meletakkan tangannya dibahu anaknya, "Pandang aku." katanya, "aku menyesal kehilangan pohon ceriku, tetapi aku senang bahwa kau cukup berani untuk berkata jujur. Aku lebih suka kau berkata jujur dan berani daripada memiliki seluruh kebun ceri yang paling unggul. Jangan lupa akan hal itu anakku."

George Washington tidak pernah lupa, dan sampai akhir hayatnya ia tetap berani dan terhormat.

~ 50 Renungan yang membawa berkat ~



AddThis Social Bookmark Button

Kerendahan Hati

Booker T. Washington, seorang kulit hitam yang menjadi pendidik terkenal di Institute Tukegee merupakan orang yang terkenal karena kerendahan hatinya. Tidak lama setelah ia menjabat sebagai presiden Institute di Alabama, ia berjalan-jalan di pinggir kota. Seorang wanita kulit putih tiba-tiba menghentikannya. Karena tidak mengenal Washington, maka wanita yang kaya ini menawarkan kepada laki-laki kulit hitam itu apakah ia mau mendapatkan uang dengan memotong kayu untuknya. Setelah berpikir bahwa tidak ada urusan yang mendesak, maka profesor Washington tersenyum dan menggulung bajunya dan mulai mengerjakan pekerjaan kasar yang diminta.

Setelah selesai, ia membawa kayu-kayu itu ke dalam rumah dan meletakkannya di dekat perapian. Seorang gadis kecil mengnalinya dan kemudian memberitahu wanita itu. Keesokan harinya, wanita itu dengan perasaan malu datang ke kantor Washington dan meminta maaf.

"Tidak apa-apa bu," jawabnya. "Adakalnya, saya menyukai pekerjaan kasar. Disamping itu, sungguh menyenangkan dapat menolong seorang teman."

Wanita itu dengan hangat menjabat tangan Washington dan memberi pujian atas perilakunya yang rendah hati itu. Beberapa waktu kemudian wanita tadi menyatakan penghormataannya dengan ikut menyumbang beribu-ribu dollar untuk Institute Tukegee.

~ Secangkir Sup bagi jiwa anda # 5 ~



AddThis Social Bookmark Button

Cinta ini milikmu Mama

"Rosa, bangun......sarapanmu udah mama siapin di meja."

Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah berubah. "Mama sayang. ga usah repot-repot ma, aku sudah dewasa." pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah.

Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku......raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca.. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah......niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya "Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih?" Kutatap sudut-sudut Mata mama, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata mama berkata, "Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah bisa kamu lakukan sendiri"

Ya Tuhan, ternyata buat seorang Ibu......bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya.......niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku merenungkan. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya? Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab "Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kamu berikan pada mama. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kamu berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar Mata kamu mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap "Ampunni aku ya Tuhan kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu." Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan..

Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Ah, maafkan kami mama..... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat mama lelah........sanggupkah aku ya Tuhan?

"Rosa, bangun nak.. sarapannya udah mama siapin di meja.. "

Kali ini aku lompat segera......kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat Dan kuucapkan....."Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama." Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.......tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "Aku sayang padamu." Namun begitu, Tuhan menyuruh kita untuk 'menyampaikan' rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai......

Marilah kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita, Ibu.... walau mereka tak pernah meminta, percayalah......kata-kata itu akan membuat mereka sangat bahagia..

"Ya Tuhan, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama Dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, sambutlah dalam keabadianMu... .titip mamaku ya Tuhan.."

Untuk dan oleh semua mama yang mencintai anak-anaknya dan semua anak yang mencintai mamanya, Cinta ini milikmu Mama.
~ Pustaka Lewi ~

Kesaksian dari Pemeran Yesus di film The Passion

THE PASSION OF JIM CAVIEZEL

Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film “The Passion Of Jesus Christ”. Ini Kesaksiannya,…

JIM CAVIEZEL ADALAH SEORANG AKTOR BIASA DENGAN PERAN-PERAN KECIL DALAM FILM-FILM YANG JUGA TIDAK BESAR. PERAN TERBAIK YANG PERNAH DIMILIKINYA (SEBELUM THE PASSION) ADALAH SEBUAH FILM PERANG YANG BERJUDUL “THE THIN RED LINE”. ITUPUN HANYA SALAH SATU PERAN DARI BEGITU BANYAK AKTOR BESAR YANG BERPERAN DALAM FILM KOLOSAL ITU.

Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya.
Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.

“Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah…, Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda."

Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, “Hallo ini, Mel”. Kata suara dari telpon tersebut. “Mel siapa?”, Tanya saya bingung. Saya tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu actor dan sutradara Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya menyanggupinya.

Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film-film lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek alamik, bahasa yang digunakan pada masa itu.

Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah resiko terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai actor di Hollywood.

Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan resiko tersebut. Memang biasanya aktor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai lagi dalam film-film lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis pertunjukan di Hollywood. Sehingga habislah seluruh karir saya dalam dunia perfilman.

Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah jadi bermain dalam film itu, saya katakan padanya. “Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?”

Mel menggeleng setengah terperengah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di “Thin Red Line”.

Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini!

Maka saya pun ikut terjun dalam proyek film tersebut. Dalam persiapan karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, dapatkah saya melakukannya? Keraguan meliputi saya sepanjang waktu. Apa yang seorang Anak Tuhan pikirkan, rasakan, dan lakukan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membingungkan saya, karena begitu banya referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda.

Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua ini.

Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik dalam diri saya.

Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA dan kampus, yang bermimpi menjadi seorang pemain NBA yang besar. Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola basket. Saya sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti hancur seluruh hidup saya.

Saya kemudian mencoba peruntungan dalam casting-casting, sebuah peran sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran munkin menjadi jalan hidup saya. Kemudian saya mendalami seni peran dengan masuk dalam akademi seni peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar casting.

Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu.

Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada bayangan saya.

Di make-up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan tetap berdiri, saya adalah orang satu-satunya di lokasi syuting yang hampir tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yang lain duduk-duduk santai sambil minum kopi. Kostum kasar yang sangat tidak nyaman, menyebabkan gatal-gatal sepanjang hari syuting membuat saya sangat tertekan.

Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin seperti yang dipikul oleh Yesus saat itu. Saat mereka meletakkan salib itu dipundak saya, saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut. Salib itu terlalu berat, tidak mungkin orang biasa memikulnya, namun saya mencobanya dengan sekuat tenaga.

Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. Dan sayapun melolong kesakitan, minta pertolongan. Para kru mengira itu akting yang luar biasa, mereka tidak tahu kalau saya dalam kecelakaan sebenarnya. Saat saya memulai memaki, menyumpah dan hampir pingsan karena tidak tahan dengan sakitnya, maka merekapun terkejut, sadar apa yang sesungguhnya terjadi dan segera memberikan saya perawatan medis.

Sungguh saya merasa seperti setan karena memaki dan menyumpah seperti itu, namun saya hanya manusia biasa yang tidak biasa menahannya. Saat dalam pemulihan dan penyembuhan, Mel datang pada saya. Ia bertanya apakah saya ingin melanjutkan film ini, ia berkata ia sangat mengerti kalau saya menolak untuk melanjutkan film itu.

Saya bekata pada Mel, saya tidak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus seberat dan semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Tuhan Yesus mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau sebagian kecil saja. Mari kita teruskan film ini.

Maka mereka mengganti salib itu dengan ukuran yang lebih kecil dan dengan bahan yang lebih ringan, agar bahu saya tidak terlepas lagi, dan mengulang seluruh adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton lihat didalam film itu merupakan salib yang lebih kecil dari aslinya.

Bagian syuting selanjutnya adalah bagian yang mungkin paling mengerikan, baik bagi penonton dan juga bagi saya, yaitu syuting penyambukan Yesus. Saya gemetar menghadapi adegan itu, Karena cambuk yang digunakan itu sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm.

Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi papan. Saya tersengat, berteriak kesakitan, bergulingan ditanah sambil memaki orang yang mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera mengerubungi saya untuk memberi pertolongan. Tapi bagian paling sulit, bahkan hampir gagal dibuat yaitu pada bagian penyaliban. Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sedingin musim salju, para kru dan figuran harus manggunakan mantel yang sangat tebal untuk menahan dingin. Sementara saya harus telanjang dan tergantung diatas kayu salib, diatas bukit yang tertinggi disitu. Angin dari bukit itu bertiup seperti ribuan pisau menghujam tubuh saya. Saya terkena hypothermia (penyekit kedinginan yang biasa mematikan), seluruh tubuh saya lumpuh tak bisa bergerak, mulut saya gemetar bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting, karena nyawa saya jadi taruhannya.

Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya sungguh depresi. Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya. Dari adegan ke adegan lain semua kru hanya menonton dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak mampu lagi baru mereka menghentikan adegan itu. Ini semua membawa saya pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai manusia. Saya sungguh hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga seringkali saya harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa.
Hanya untuk berdoa, berseru pada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini. Saya tidak bisa, masih tidak bisa membayangkan bagaimana Yesus sendiri melalui semua itu, bagaimana menderitanya Dia.

Dia bukan sekedar mati, tetapi mengalami penderitaan luar biasa yang panjang dan sangat menyakitkan, bagi fisik maupun jiwaNya.

Dan peristiwa terakhir yang merupakan mujizat dalam pembuatan film itu adalah saat saya ada diatas kayu salib. Saat itu tempat syuting mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung diatas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya terjadi seperti yang diceritakan. Saya ketakutan tergantung diatas kayu salib itu, disamping kami ada dibukit yang tinggi, saya adalah objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar.

Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang. Dan sayapun tidak sadarkan diri.

Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah berkumpul disekeliling saya, sambil berteriak-teriak “dia sadar! dia sadar!”.

“Apa yang telah terjadi?” Tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah halilintar telah menghantam saya diatas salib itu, sehingga mereka segera menurunkan saya dari situ. Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh sebuah mujizat kalau saya selamat dari peristiwa itu.

Melihat dan merenungkan semua itu seringkali saya bertanya, “Tuhan, apakah Engkau menginginkan film ini dibuat? Mengapa semua kesulitan ini terjadi, apakah Engkau menginginkan film ini untuk dihentikan”? Namun saya terus berjalan, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Selama itu benar, kita harus terus melangkah. Semuanya itu adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat padaNya, supaya iman kita tetap kuat dalam ujian.

Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting itu memerankan Yesus. Oh… itu sangat luar biasa… mengagumkan… tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah hadirat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada disitu, menjadi sutradara atau merasuki saya memerankan diriNya sendiri.

Itu adalah pengalaman yang tak terkatakan. Semua yang ikut terlibat dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya, tidak ada yang terkecuali. Pemeran salah satu prajurit Roma yang mencambuki saya itu adalah seorang muslim, setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi. Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti. Berkat Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor. Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini.

Saya harap mereka yang menonton The Passion Of Jesus Christ, tidak melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan menjadi kecewa.

Tetap pandang hanya pada Yesus saja, dan jangan lihat yang lain. Sejak banyak bergumul berdoa dalam film itu, berdoa menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam hidup saya. Film itu telah menyentuh dan mengubah hidup saya, saya berharap juga hal yang sama terjadi pada hidup anda. Amin.


(Artikel dikirim oleh Debbie Kusumah)



AddThis Social Bookmark Button

I Love You Mommy

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terkebelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan Dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.

Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja.

Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. Telah berlalu sejak kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria yang mampu. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, Dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar Dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun. Dan kami menyekolahkan nya di asrama putri sekolah perawatan. Tidak Ada lagi yang ingat tentang Eric Dan tidak Ada lagi yang mengingatnya.

Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum Ia berkata, "Tante, Tante kenal mama saya? Saya rindu sekali pada Mommy!"

Setelah berkata demikian Ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya, "Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?"
"Nama saya Eric, Tante."
"Eric? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?"

Saya langsung tersentak Dan bangun. Rasa bersalah, sesal Dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati..., mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric...

Sore itu saya memarkir Mobil biru kami di samping sebuah gubuk, Dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"

"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu." akhirnya aku menceritakannya juga dengan terisak-isak...

Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik Dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya Dan Eric.. Eric...

Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut Dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan Mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.

Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya Ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya...

Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu... Air Mata saya mengalir dengan derasnya. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya Dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang dibelakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap gulita sekali.
Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata Ia seorang wanita yang sudah tua. Kembali saya tersentak kaget manakala Ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau. Siapakah anda Nyonya ?

Dengan memberanikan diri, sayapun bertanya, "Ibu, apakah ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"

Ia menjawab, " Apakah Nyonya Ibunya ?"
"Tahukah anda, 10 tahun yang lalu sejak nyonya meninggalkannya disini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ' Mommy..... Mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin Dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan pernah meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap Hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu.. "

Saya pun membaca tulisan di kertas itu...

"Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric karena Eric tidak seperti Angelica ? Biarlah Eric yang pergi saja, tapi berjanjilah Mommy kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye....."

Saya tak kuasa menahan air Mata ketika membaca surat itu. " Bu, tolong katakan...... katakan dimana ia sekarang ? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang ! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Saya memohon tolong katakan..! "

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

"Nyonya, maafkan saya semua sudah terlambat ! Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah dipanggil pulang. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa Ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila engkau datang, engkau akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana.... Ia hanya berharap dapat melihat anda dari belakang gubuk ini... Meskipun badai dan hujan deras silih berganti, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu engkau disana. Semoga Tuhan menganpuni dan melembutkan hati anda "

Saya kemudian jatuh pingsan dan tidak ingat apa yang terjadi kemudian.

Ditulis oleh Christine Wili sebagaimana cerita aslinya yang terjadi di Irlandia Utara.



John 3 : 16

" For God so loved the world, that He gave His only begotten Son that whosoever believeth in Him should not perish, but have everlasting life "

" Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal "
~ Pustaka Lewi ~

Berdoa Untuk Orang-Orang Mati ?

Dalam setiap sistem kepercayaan, kecuali dalam Alkitab, doktrin "Api Penyucian Dosa" (purgatory) dan doa-doa untuk orang mati selalu ada.

Di Bangsa Kasdim, Mesir dan Yunani pengajaran ini cukup dikenal. Agama Budha juga mengenal api penyucian. Banyak orang Budha China harus membayar untuk melepaskan sebuah jiwa dari api penyucian. Dalam agama Zoroaster, satu jiwa harus melewati 12 tahap penyucian sebelum masuk ke surga.

Konsep pemberian uang bagi mereka yang meninggal berasal dari jaman purbakala. Rupanya ini cukup berpengaruh terhadap orang Israel, karena itu diingatkan untuk tidak memberi persembahan bagi keperluan "Orang Mati" (Ulangan 26:14).

Gagasan mengenai api penyucian dumulai sekitar tahun 600, ketika Pus Gregorius Agung menyatakan ada sebuah tempat untuk penyucian jiwa-jiwa sebelum masuk ke surga. Pernyataan ini baru dijadikan dogma ketika diadakan Konsili Florence pada tahun 1459.

Gagasan mengenai api penyucian dan memberi uang untuk doa-doa menolong orang mati yang berada di dalam api penyucian itu bukan pelajaran Kristus dan Para Rasul.

Martin Luther mulai melawan penjualan surat penghapusan siksa (Lat. Indulgensia) dan itulah asal mulanya pergerakan pembaharuan Gereja (Reformasi). Maka sekarang tidak dikatakan lagi kepada orang-orang bahwa uang bisa diberi untuk pembebasan jiwa-jiwa yang tersiksa dalam api penyucian.

Pengkhotbah 9:5-6 mengatakan, "Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang mati tidak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap. Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi dibawah matahari."

Dari ayat-ayat diatas jelaslah bahwa berdoa untuk orang-orang mati tidak berguna karena tidak ada hubungan lagi dengan mereka.

Ada orang-orang yang suka pergi ke kuburan untuk berdoa bagi orang mati. Itupun tidak berguna karena tidak ada apa-apa lagi di dalam kuburan itu. "Debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya" (Pengkhotbah 12:7). Semua jiwa dan roh ada dalam pemeliharaan Allah. mereka yang telah tinggalkan tubuh mereka menunggu waktu kebangkitan. Allah-lah yang menentukan nasibnya pada akhirnya (2 Kor 5:9-10; Wahyu 20:11-16).

Ada sebagian orang yang minta petunjuk kepada orang-orang mati. Menurut Firman Tuhan hap itupun merupakan dosa besar karena mereka berhubungan dengan roh-roh jahat (Yes 8:19; Ul 18:11).

~ Abbalove ministries ~




AddThis Social Bookmark Button

Connecting to Heaven & Earth Messenger

Sign in...

TUHAN :
Kamu memanggilKu ?


AKU :
Memanggilmu?
Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN :
Ini TUHAN.
Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk
.

AKU :
Nggak tau ya.
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali.
Aktivitas memberimu kesibukan.
Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu,

dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup.
Jalani saja.
Analisalah yang membuatnya jadi rumit.


AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.


TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.


AKU :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.


TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.


AKU :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?


TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.


AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.


AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...


TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.


AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.


AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU :
Apa yang menarik dari manusia?


TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?".
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?"


AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.


AKU :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?


TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU :
Pertanyaan terakhir, Tuhan.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.


TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU :
Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.



.........TUHAN has signed out


(Artikel ini dikirim oleh Friza Ayu Octaviani)




AddThis Social Bookmark Button

† ANAK TUHAN KEBAL SANTET †

Di bumi Indonesia yang sudah maju dalam peradaban dan di era digital ini rupanya kedoyanan beberapa masyarakat masih melahap habis hal-hal yang berbau klenik sesajen dan kinerja setan.Tidak peduli di kantor yang sudah melakukan ekspor import atau di kalangan kelas atas sekalipun setan masih ingin berkiprah menawarkan solusi membantai pihak lawan! Mau dikata apa orang yang cupet pikiran dan jahat dalam prilakunya akan menginput data dan mendownload semua file-filenya iblis untuk dipergunakan menghancurkan pihak lawan dan mengirim virus yang mematikan.

Mereka bukan orang-orang bodoh lulusan Sekolah Dasar atau menengah melainkan berpredikat Sarjana atau master di bidangnya, wajah cantik tutur kata manis namun tingkah laku busuk, lihatlah saat-saat kematian orang yang melakukannya santet terhadap pihak lawan akan membusuk di neraka seiring dengan kejahatannya, mbok iyo nyadar bahwa hidup ini cuma satu kali, bertobatlah! Jangan belajar main api kalau tidak mau terbakar nanti sebab sampai kapanpun tumbal setan akan selalu menuntut tidak pernah ada yang gratis dan nyawa taruhannya. Orang yang pernah melakukannya akan terus di kejar sampai keturunan ke tujuh kecuali orang tersebut bertobat dan meminta pengampunan kepada Tuhan sendiri.

Iblis menawarkan pinjaman tanpa agunan, proses cepat tidak bertele-tele dan langsung bisa dirasakan dan dinikmati untuk keperluan apa saja namun bukan saja bunganya selangit melebihi rentenir manapun di dunia ini tetapi juga meminta tumbal sebagai bonus yang harus dibayarkan dan tumbalnya adalah taruhan nyawanya sendiri atau keturunannya. Anak Tuhan yang defisit rohaninya akan berada di posisi tidak aman dan akan segera tereliminasi sementara mereka yang memiliki deposit rohani tentu saja melaju ke babak final gelanggang pertandingan dan menang. Mari kita simak nuansa dunia roh sebagai sumber malapetaka dan sekaligus sumber berkat besar!

SEKILAS DUNIA ROH
Di planet bumi ini ada dua dunia yang berbeda yang saling mempengaruhi, yakni dunia rohani dan dunia jasmani. Dunia jasmani adalah dunia yang kasad mata, yang dapat dirasakan dan diraba, yang memiliki keterbatasan ruang dan waktu. Sebaliknya dunia rohani (alam roh), melebihi kenyataan dunia ini karena sifatnya kekal dan tidak pernah tergantung pada ruang dan waktu,serta kita tidak dapat merabanya dengan panca indera. Alkitab mengakui bahwa dunia rohani sangat memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan sehari-hari secara fisik. Dalam dunia roh terkadang terjadi peperangan, diskusi atau percakapan dan dakwaan yang berakibat dalam kehidupan jasmaniah manusia. Alkitab mencatat perbincangan antara Allah dan setan, dimana setan menuduh Allah "kkn” dengan Ayub (Ayub 1:6-12).

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap Tuhan dan diantara mereka datanglah juga iblis. Maka bertanyalah Tuhan kepada iblis: "Dari mana engkau?” Lalu jawab iblis kepada Tuhan: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi." Lalu bertanyalah Tuhan kepada iblis: "Apakah engkau memperhatikan hambaKu Ayub? Sebab tiada seorangpun dibumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Lalu jawab iblis kepada Tuhan: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya?Apa yang dikerjakannya telah Kau berkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah dinegri itu. Tetapi ulurkanlah tanganMu dan jamahlah segala yang dipunyainya,ia pasti mengutuki engkau dihadapanMu." Maka firman Tuhan kepada iblis: "Nah, segala yang dipunyaimya ada dalam kuasamu;hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah iblis dari hadapan Tuhan.

Dari bacaan diatas, dapat kita mengerti bahwa alam roh adalah tempat tinggal Allah pencipta langit dan bumi, orang percaya menamakannya Sorga, yang alamatnya adalah jalan Sorga kekal, Kelurahan Sukacita, nomor kelimpahan, RT keberkatan, RW kesuksesan, kode posnya Yohanes 3:16. Sedangkan iblis mahluk yang bergentayangan itu, beralamat dineraka yang kekal,nomor penderitaan, RT malapetaka, RW kecelakaan, Kelurahan penyakitan, kode posnya Wahyu 20:10. Dalam bacaan tersebut iblis bisa mampir ketetangganya, Sorga, dan melakukan perbincangan dengan Allah yang dilakukan dialam roh. Ternyata perbincangan tersebut akan mempengaruhi kondisi ekonomi, kesehatan, tingkat sosial dan perasaan Ayub.

Nampak seolah-olah perbincangan dalam dunia roh tersebut merupakan rencana yang kejam dan tidak mempunyai perasaan.Sesudah perbincangan tersebut keadaan Ayub “droop shoot", hancur berantakan. Semua keadaan neraka turun menjadi milik Ayub, yakni malapetaka, penyakitan, penderitaan dan terbuang. Allah tidak pernah membiarkan iblis menjamah anak-anak Tuhan tanpa seizin Dia. Kalaupun itu terjadi Allah pasti punya alasan, dan Dia akan memberikan kekuatan yang kemudian menjadikan anak Tuhan tampil sebagai pemenang.

Contoh kedua ada didalam 2 Samuel28:1-25, disaat raja Saul meminta pertolongan medium (pemanggil arwah) dan peramal untuk memanggil roh Samuel. Terlepas dari kontroversi apakah sungguh-sungguh roh Samuel yang datang tetapi kenyataan dilapangan membuktikan bahwa dunia spiritual itu memang mempengaruhi kehidupan jasmaniah kita. Dalam kitab Yudas terdapat rekaman perdebatan antara malaikat Mikhael dan iblis "….tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!" (Yudas 1:9). Dalam kisah Rasul 16:13-18 kuasa kegelapan dapat mengubah ekonomi susah menjadi konglomerat (ay 16), dan kuasa itu mengganggu Paulus sehingga harus dihardiknya. Hal itu dilakukan beberapa hari lamanya,tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." seketika itu juga keluarlah roh itu (ay 18). Iblis dapat menyobek-nyobek baju dari 7 anak imam Skewa yang mencoba mengusir dan menyumpahi setan sehingga mereka lari dengan telanjang!

Dalam pelayananNya, Yesus seringkali menjumpai orang yang kerasukan setan. Kisah di Gadara terdapat dua orang yang kerasukan setan (Matius 8:28-34). Iblis sanggup memasuki tubuh seseorang bersama-sama sahabat-sahabatnya yang jumlahnya ribuan orang. Dalam kisah orang kemasukan setan di Gadara tersebut, Yesus mengijinkan iblis transfer ke babi-babi, Yesus mengabulkan permintaan mereka, tapi bukan berarti Tuhan kompromi dengan iblis. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun bebas dari tepi jurang kedalam danau dan mati lemas didalamnya (Markus 5:13). Jadi kuasa yang berada di alam roh dapat intervensi kedalam kehidupan setiap orang, untuk itu berdoalah supaya kuasa kegelapan tidak berintervensi kedalam kehidupan kita!

MENELANJANGI SANTET
Dapat dipastikan bahwa santet adalah salah satu produk dari kuasa setan. Ilmu gelap ini lahir dari peradaban dinamisme dan animisme yang kuat, suatu ilmu yang mematikan dan melibas banyak korban! Sekalipun nampaknya ilmu tradisional, tetapi pada abad komputer ini, ilmu santet masih eksis dengan segala motivasinya, yang intinya adalah bertujuan membunuh setiap pihak yang menjadi lawan mereka (klien dari kuasa kegelapan-red). Disamping hal tersebut diatas, ilmu ini juga dapat dipakai untuk menguasai pola pikir orang lain, mengendalikannya dan membuat orang-orang disekitarnya tunduk. Apabila seseorang yang memiliki ilmu santet adalah seorang pemimpin maka dapat dipastikan semua anak buahnya akan ABS (asal bapak senang), tunduk mati tanpa kompromi. Sekalipun pemimpin salah, ia tetap dibela dan dibenarkan.

Ilmu ini memiliki tingkatan dari yang terendah sampai yang tertinggi. Dari tingkatan terendah, ilmu ini berawal dari rasa kebencian yang mendalam, kemudian iblis dan setan yang menanamkan benih kebencian tersebut akan membakar gelora kebencian sampai benih itu membuahkan hasilnya, yaitu tertanamnya akar kepahitan dan dendam kesumat didalam jiwanya. Pada tingkat ini sebenarnya kita telah "menyantet" orang yang kita benci tersebut, karena berdasarkan kebencian dan dendam kesumat itu, biasanya kita akan memberikan sikap atau respon-respon yang negatif terhadapnya, sehingga dia atau mereka akan merasakan akibat-akibat buruk dari sikap kita tersebut. Hatinya tidak tenang,gelisah, susah dan serba salah, tidak jarang diantara mereka menjadi sakit dan menderita karena kebencian serta dendam kesumat kita. Taraf ini dapat berlanjut dengan timbulnya segala keinginan untuk mencelakakan orang yang kita anggap sebagai musuh atau lawan kita tadi dengan memanfaatkan segala cara yang ada; penganiayaan fisik, terror, intimidasi, sampai kepada tindakan yang melibatkan kuasa kegelapan didalamnya entah itu tenun, santet, guna-guna atau apapun bentuknya asal musuh kita dapat kita celakakan. Namun jangan salah sangka, pihak yang akan menerima akibat yang terburuk adalah orang yang memiliki kebencian dan dendam kesumat itu sendiri. Sudah terlalu banyak kesaksian yang menyatakan bahwa seseorang mengidap penyakit paru-paru, kanker, jantung, darah tinggi dan penyakit-penyakit kakap lainnya karena rasa benci dan dendam yang mereka pendam begitu lama.

Allah dengan hikmatnya yang luar biasa tahu bahwa akar pahit dan kebencian dapat menimbulkan penyakit yang tidak dapat diobati maka dalam Alkitab Allah menaburkan nasehat-nasehat yang selalu mengingatkan kepada kita, orang percaya,agar tidak terjebak dalam dosa santet ini, yakni kebencian dan akar pahit! Penulis Ibrani mengatakan: "Jagalah supaya jangan seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah,agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang" (Ibrani 12:15). Kebencian dan iri hati membahayakan kehidupan orang beriman, Paulus mengetahuinya dan menasehatkan kepada jemaatnya: "….tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah,supaya jangan kamu saling membinasakan" (Galatia 5:15). Petrus yang menyaksikan bagaimana gurunya, Yesus Kristus, hidup tanpa penyakit, memberikan rahasianya "….karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah" (1 Petrus 2:1). Tidak pernah sekalipun Yesus menderita sakit hal ini disebabkan Ia memiliki jiwa yang sungguh-sungguh bersih dari berbagai macam kejahatan dan akar pahit!

Jadi ilmu santet dalam tingkatan dasar ini tidak perlu kursus atau susah-susah mendapatkannya, sebab iblis melalui kelicikannya, dapat dengan mudah memasukkan roh kebencian kepada semua orang, termusuk juga kepada orang percaya. Mungkin kita, orang percaya, tidak mengerti apa yang disebut santet. Santet ini dalam arti manifestasinya adalah kebencian, bagaikan sebuah wabah yang dapat menjangkiti anak-anak Tuhan! Sekali iblis melihat perseteruan diantara anak-anak Tuhan, maka ia mulai memasang strateginya dengan memasukkan roh kebencian lengkap dengan bumbu-bumbu tambahannya, sehingga gampang memecah belah dan akhirnya membinasakan mereka.

Yesus mengajarkan kepada setiap orang percaya untuk bersikap benar dalam ibadah, : "…. tinggalkanlah persembahanmu didepan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali dengan mempersenbahkan persembahanmu itu" (Matius 5:24). Seharusnya anak-anak Tuhan dapat dikatakan tidak layak beribadah atau mengikuti perjamuan apabila hidup dalam kebemcian. Yesus mengatakan mereka harus berdamai terlebih dahulu sebab berdamai, saling mengampuni dan memaafkan, maka hati seseorang akan terbebas dari berbagai macam akar pahit yang menimbulkan penyakit. Petruspun menekankan agar kita saling mengasihi karena kasih menutupi banyak sekali dosa,"….Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain,sebab kasih menutupi banyak sekali dosa". Dengan mengasihi orang lain maka seseorang bersih dan tidak ada alasan untuk roh kebencian masuk dan bertahta dalam kehidupannya!

Apabila seseorang sungguh-sungguh tenggelam dalam kebencian yang berlarut-larut maka ia akan menciptakan image (sugesti terpola) kebencian itu terus-menerus kepada orang yang dituju, ini bukan hanya membahayakan seteru atau (pihak lawan). Apabila orang lain juga memiliki sikap kebencian maka terjadi peperangan roh dalam dua orang yang berpola pikir sama! "Perang spirit kebencian” jenis ini juga dapat dikatakan santet! Yang rugi bukan saja pihak lawan tetapi juga diri sendiri, apalagi bila pihak lawan tidak menaruh dendam dan ia sudah mengampuni maka kebencian itu akan berbalik dan sangat membahayakan! Yohanes mangajarkan agar setiap orang percaya memiliki jiwa yang bersih ”….saudaraku yang kekasih, aku berdoa,semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja" (3 Yohanes 1:2).

Iblis dan setan sangat tidak berkeberatan untuk dimintai pertolongan membantai pihak lawan. Bahkan ia membujuk dan menawarkan diri tanpa imbalan tetapi makan korban sebab untuk urusan mencuri, membunuh dan membinasakan (Yohanes 10:10a) setan sangat profesional. Setan tidak pernah terjun sendiri dalam bentuk aslinya, tetapi ia memakai alat-alat yang menarik manusia, sehingga manusia tertipu. Sebab iblis dapat menyamar sebagai malaikat terang (2Korintus 11:1). Cara kerja iblis meniru cara keja Tuhan, sebagai contoh Tuhan memiliki nabi, rasul, dan hamba-hamba Tuhan; iblis juga memiliki dukun-dukun, pemanggil arwah atau orang menyebutnya medium, dan peramal-peramal (1 Samuel 28:7) dan lain-lain. Didunia modern sekarang ini muncul paranormal, ahli kwamia, ahli perbintangan yang menganggap dirinya memiliki ilmu yang gaib, mengerti dunia roh, dan mampu meramal kehidupan masa depan suatu bangsa atau orang lain, tetapi mereka gagal dan tidak memiliki kemampuan untuk meramal nasib diri sendiri! Dari manakah ilmu mereka, dari Firman Tuhan-kah atau dari dunia kegelapan. Orang dapat mengambil kesimpulan secara pasti, sebab hanya ada dua dunia yang berbeda sekaligus bertentangan yakni dunia terang yang berasal dari Allah dan dunia kegelapan yang berasal dari setan!

Tingkatan kedua dari ilmu santet ini adalah minta pertolongan dari pihak luar yakni alat-alat setan tersebut untuk menyalurkan kebencian yang tertanam kepada orang lain yang menjadi seteru. Tindakan ini biasa menyiksa secara fisik dan kemudian membunuh lawan. Dukun –dukun yang dimintai jasanya ini tidak sembarangan dalam membunuh lawan. Biasanya mereka melihat siapa orang yang akan dituju apakah mereka memiliki kekuatan supranatural (rohani) atau tidak. Jika orang yang dituju tidak memilikinya maka dengan mudah akan dibantainya. Tetapi kalau orang yang dituju memiliki kekuatan supranatural (rohani) maka mereka akan adu kekuatan karena didunia kuasa kegelapan pun terjadi perang sesuai tingkatannya. Hal ini diungkapkan Alkitab dalam Lukas 11:14-22, ketika Yesus mengusir setan dari Baalzebul artinya penghulunya, pimpinannya. Paulus menyebutkan beberapa tingkatan kuasa setan dalam Efesus 6:12, karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan
pemerintah-pemerintah, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat diudara. Dalam membunuh lawan biasanya dukun atau orang pintar atau sejenisnya memakai kekuatan gaib, (kuasa setan) dengan benda-benda seperti jarum, beling, silet, ular, kadal, gunting, paku, sampai benda-benda besar seperti kuali, wajan dan lain-lain. Bila benda-benda ini masuk pada tubuh orang yang disantet, orang yang bersangkutan akan sangat menderita dan bisa mencapai kematian, menurut selera yang menyantet

Dalam kitab bilangan 22 menjelaskan ilmu santet yang dimiliki Bileam. Raja Moab (Balak) sangat ketakutan menghadapi bangsa Israel sehingga ia harus minta bantuan Bileam untuk menyantet (mengeluarkan kata-kata kutuk) kepada bangsa pilihan Allah, dengan imbalan harta yang banyak. Tetapi Bileam menolak,karena ia tahu siapa pribadi yang berada dibalik bangsa Israel, kekuatannya tidak terkalahkan! Tetapi bujuk rayu harta dan kekayaan, Bileam pergi juga untuk menyantet Israel. Tetapi Allah tidak mengizinkan, Allah harus menghalanginya dengan malaikatNya sehingga keledai itu dapat berbicara,(disepanjang sejarah dunia keledai hanya dapat berbicara dalam Alkitab, aneh tapi nyata) ...Ketika itu Tuhan membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu,sampai engkau memukul aku tiga kali?" jawab Bileam kepada keledai itu: ’Karena engkau mempermainkan aku; seandainya ada pedang ditanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang." Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: "Bukankah aku ini keledai yang kau tunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?” jawabnya : "Tidak." Kemudian Tuhan menyingkapkan mata Bileam; dilihatnya malaikat Tuhan dengan pedang terhunus ditangaNya berdiri dijalan, lalu berlututlah ia dan sujud (Bilangan 22:28-31). Sekalipun kejadian ini begitu dahsyat bagi Bileam, tetapi ia memiliki minat untuk mengutuk dan menyantet Israel, namun Allah tidak mengizinkannya dan mengubah santet dan kutuk itu menjadi berkat! Allah sanggup mengubah kutuk itu menjadi berkat. Lidah Bileam dibelokkan oleh Tuhan ….Lalu Bileam mengucapkan sanjaknya, katanya: "Dari Aram aku disuruh datang oleh Balak, raja Moab, dari gunung-gunung sebelah timur: Datanglah, katanya, kutuklah bagiku Yakub, dan datanglah, kutukan Israel. Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah?Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk Tuhan? Sebab dari puncak gunung- gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung diantara bangsa-bangsa kafir. Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang membilang bondongan-bondongan Israel? Sekiranya aku mati seperti matinya orang-orang jujur dan sekiranya ajalku seperti ajal mereka!" Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: "Apakah yang kau lakukan kepadaku ini?Untuk menyerapah musuhkulah aku menjemput engkau,tetapi sebaliknya engkau memberkati mereka." (Bilangan 23:6-11) .Jika Allah tidak mengizinkan kuasa iblis menjamah anak-anak Tuhan (ingat kasus Ayub), dengan cara apapun juga tidak akan dapat terlaksana. Bileam raja kutuk dan santet ini memiliki keinginan untuk memperoleh upah yang berupa harta yang banyak untuk mengutuki Israel tetapi Allah tidak membiarkan, hal ini terjadi berulang kali! (Baca ayat-ayat selanjutnya)

Dalam, hal santet menyantet membutuhkan waktu dan tenaga, tetapi nampaknya terjadi keganjilan yang besar dalam peristiwa santet menyantet di Banyuwangi ini, sebab santet bukan saja perang dunia spiritual saja tetapi perang fisik yakni orang ad yang datang yakni pembunuh bayaran (ninja) dan membunuh dukun-dukun santet.

Ilmu santet yang ketiga adalah santet menguasai pola pikir orang lain. Orang yang memiliki ilmu santet tingkat tinggi ini berusaha keras memperlengkapi dirinya dengan berbagai macam kuasa-kuasa kegelapan, jimat-jimat dan ajian-ajian dengan tirakat atau puasa berhari-hari. Bisa tidak menjamah makanan dan minuman, tidak tidur, beredam dilaut (kungkum-bhs jawa) mempersembahkan tumbal, mengucapkan rapal-rapal yakni mantra (ayat-ayat dari dukun), memohon kepada iblis supaya menurunkan kuasa kepadanya untuk dapat mempengaruhi orang lain, siapapun dan bagaimanapun! Bila orang ini sudah mendapatkannya maka dengan mudah dapat mempengaruhi pikiran orang lain. Membuat orang lain gampang tertunduk, dengan pengaruh yang dimilikinya. Semakin besar daya yang dimilikinya maka semakin besar pula jumlah orang yang dapat dikuaasainya! Tetapi ini tidak hanya berlaku bagi para pemimpin dunia, tetapi bagi mereka yang melakukan kejahatan. Terkadang dipasar, mall atau dimanapun, seseorang sok akrab, bisa berlagak kenal dengan sepatah kata, kalung, gelang, jam, dompet dalam waktu singkat bisa lenyap. Seakan-akan tunduk tanpa kompromi menyerahkan dengan sukarela. Sesudah itu teriak, nggak rela….nggak rela….!!", baru merasakan akibatnya. Ini salah satu jenis santet yang dapat mempengaruhi pola pikir orang lain sehingga siapapun baik yang dikenal maupun tidak bisa gampang menurutinya, tanpa perlawanan. Untuk itulah anak-anak Tuhan sebelum bepergian harus berdoa supaya niat jahat kuasa manapun dipatahkan dan dijauhkan!

IMUNISASI SANTET
Anak kecil yang diimunisasi polio akan kebal terhadap polio. Demikian juga anak-anak Tuhan harus diimunisasi santet supaya kebal santet. Imunisasi santet ini tidak perlu pergi ke dukun santet dan minta serumnya. Anak Tuhan harus memperlengkapi diri dengan Firman Allah! Hal ini bisa terjadi, sebab Firman Tuhan memiliki kuasa yang sangat dahsyat yang tidak akan pernah ditembus oleh kuasa apapun juga. Paulus menegaskan bahwa Injil adalah kekuatan Allah"….sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang Yunani sebab didalamnya nyata kebenaran Allah,yang bertolak kepada iman dan memimpin kepada iman,seperti ada tertulis: ”Orang benar akan hidup oleh iman." (Roma 1:16-17).

Bila seseorang tinggal di dalam Yesus berarti Tuhan menjadi satu dengan Dia. Istilah Immanuel dalam bahasa jawa memiliki arti "manunggaling kawula gusti", artinya menjadi satunya Allah dan manusia. Jadi setiap orang percaya kepada Yesus sudah memiliki kemampuan dan kekuatan yang tidak dapat ditembus kuasa setan manapun termasuk santet. Yesus adalah Firman yang hidup (Yohanes 1;14) Bila seseorang hidup dalam Firman berarti ia hidup dalam kuasa Allah. Matius menegaskan kepada kita…..Yesus mendekati mereka dan berkata:"Kepadaku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi" (Matius 28:18). Bila Firman itu dimiliki anak-anak Tuhan maka Firman itu membersihkan jiwa, Yohanes 15:3….."Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu.” Orang yang memiliki hati yang bersih tidak dapat dimasuki oleh kuasa setan.

Dalam kebudayaan Tionghoa, mereka percaya tulisan-tulisan tertentu sanggup menolak bala (kutuk, malapetaka dan setan),biasanya tulisan ini di pasang di depan pintu rumah supaya bila setan melihat maka tidak berani masuk,tulisan itu biasanya berbunyi demikian:

Chiang Tze Ya,ada disini
Gunung Thai San,ada disini


Menurut kebudayaan animisme semua benda mempunyai majikan, tuan atau malaikat dan yang menentukan jabatan malaikat-malaikat tersebut adalah Chiang Tze Ya, perdana menteri kerajaan Cho Wen Wang dan Chou Wu Wang. Kalau Chiang Tze Ya ditaruh depan rumah maka tidak ada kuasa setan manapun juga yang berani memasukinya, sebab panglima itu dianggap dewa yang mampu menolak kutuk dan setan. Jenis kedua adalah nama sebuah gunung Thai San berada di Tiongkok Utara, terkenal suci dan tidak ada roh-roh sehingga iblis tidak berani melakukan yang jahat-jahat. Mereka percaya kalau setan dapat membaca huruf-huruf Cina tersebut akan pergi. Bagaimana kalau setannya buta huruf Cina, sebab setannya adalah setan Jawa, yang hanya bisa membaca huruf Jawa, ia akan tetap bisa masuk! Dalam kebudayaan yang animisme saja orang percaya adanya panglima yang dilestarikan sampai abad ini untuk menolak kutuk dan ada tempat nama gunung suci yang tidak mampu dijangkau oleh kuasa setan.

Chiang Tze Ya adalah panglima yang sudah mati dan tidak memiliki kekuatan apapun juga tetapi Yesus adalah Allah yang hidup dan kuasaNya tidak pernah berubah dari dahulu sekarang dan selamanya, Ayub 23:13”….Tetapi Ia tidak pernah berubah. ” Penulis kitab Ibrani memastikan bahwa Yesus Kristus tetap sama,baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8). Bila Yesus menjadi panglima hidup kita, maka tidak akan ada kuasa manapun yang barani menjamah hidup kita. Yesus telah mengalahkan kuasa manapun juga, Ia sudah mengalahkan iblis dan Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kedalam Kerajaan AnakNya yang kekasih (Kolose 1:13). Kuasa setan, kutuk dan santet tidak untuk dijadikan sahabat tetapi oposisi yang harus dihancurkan.Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari daripadamu! (Yakobus 4:7). Bila setiap orang sudah diimunisasi santet maka akan kebal santet, imunisasi itu adalah tenggelam dan hidup dalam Firman Allah yang hidup!

MENANG ATAS SANTET
Kebudayaan yang paling banyak dikuasai setan adalah Mesir, pepatah yang mengatakan bila ada 10 aliran kuasa kegelapan, diantaranya ada di Mesir. Di zaman perjanjian lama, ketika Musa mempertontonkan Kuasa Allah melalui tongkat ular menjadi ular dalam Keluaran 4:3-4 Firman Tuhan berkata: ”lemparkanlah itu ketanah." Dan ketika dilemparkannya ketanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya. Tetapi Firman Tuhan berkata kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya"; Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat ditangannya. Inilah demonstrasi kusa Allah yang pertama didemonstrasikan selain penciptaan langit dan bumi! Berbekal dari kuasa dan mujizat inilah Musa dan Harun mendemonstrasikan kuasa Allah didepan Raja Mesir itu tetapi iblis tidak mau kalah dan mencoba mengalahkan kuasa Allah tersebut. Firaun mentertawakan kuasa Allah dan membandingkan dengan permainan iblis, ….masing-masing mereka melemparkan tongkatnya, dan tongkat-tongkat itu menjadi ular; tetapi tongkat Harun menelan tongkat-tongkat mereka (Keluaran 7:12). Tidak ada satu kuasa setan manapun diatas bumi atau dimanapun, sanggup mengalahkan kuasa Allah dan kuasa itu telah diberikan kepada kita. Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada didalam kamu, lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia (1 yohanes 4:4). Allah bukan saja menjanjikan kemenangan kepada kita tetapi lebih dari pemenang(Roma 8:37).

Bahkan Ia juga memperlengkapi kita dengan perlengkapan senjata Allah…."Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis; karena perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat diudara. Sebab itu ambillah seluruh perlangkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itudan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.Jadi berdirilah tegap, berikatpanggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman,sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari sijahat,dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu Firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. "(Efesus 6:11-18). Dengan senjata-senjata itulah maka semua ilmu kegelapan tidak akan mampu bertahan dihadapan hadirat Allah!

Semua kuasa dan penguasa di udara yakni kuasa setan yang berada diteritorial Indonesia ini seharusnya tidak dapat mengendalikan pemerintahan Indonesia jika saja para pemerintahan yang ada tahu bahwa semua kutuk, malapetaka dan ilmu-ilmu dari perdukunan dan kuasa-kuasa yang pernah dipakai dimasa silam,harus dipatahkan dan dihancurkan terlebih dahulu baru memulai pemerintahan yang baru! Bila kuasa setan masih diijinkan beroperasi di bumi Indonesia tercinta maka kutuk itu tetap akan membayangi setiap pemerintahan dan rakyatlah yang menderita. Allah janjikan kemenangan dan memperlengkapi kita dengan kuasanya.

Tulisan ini Diambil Dan Disadur Dari:HolySpirit Ministry
Ditulis Oleh HambaNya:Timotius B.Sarono M.th . .
~ Pustaka Lewi ~

Yuanita Christiani Tuhan Tidak Tinggal Diam

Kejadian pahit pernah menghampiri Yuanita Christiani (22). Beberapa hari sebelum syuting, kontrak yang sudah disepakati tiba-tiba diputus sepihak. Tapi, Nita tak menyerah.

Nita, panggilan akrab anak kedua dari tiga bersaudara ini duduk di sofa krem berukuran besar. Siang itu, ia terlihat begitu segar. Kulit putihnya tampak kontras dengan sack dress ungu yang membalut tubuh semampainya. Rambut pendek berponi yang menutupi seluruh dahinya, membuat si pemilik wajah oriental itu terkesan aktif dan dinamis.

SELEB CURHAT DAN ESPRESSO

Satu public figure. Satu orang awam. Dari barisan bangku penonton, tepat di baris pertama duduk pelatih. Menatap tajam kedua anak binaannya yang tengah pentas di panggung. Juri tak kalah seriusnya memperhatikan gerakan demi gerakan. Program apakah yang dimaksud? Seleb Dance. Bersama Panji, rekannya yang kocak, keduanya memandu acara Seleb Curhat-membahas keseharian peserta Seleb Dance di ANTV. Sesekali ia tertawa lepas, mengulas gaya lucu nan unik para public figure di sela-sela latihan maupun saat tampil. Tak jarang rasa mellownya pun tertangkap kamera tatkala keduanya membahas peristiwa yang mengharu biru di antara penari, seleb dan pelatih. Gaya kenesnya dalam membawakan Seleb Curhat terlihat pas dengan sosok model iklan shampo ini.

Lain Seleb Curhat lain pula gayanya sebagai pemandu acara infotainment, Espresso. Memandu acara tersebut, pembawa acara Quiz Liga Italy ini tampil ceriwis dalam memaparkan tiap berita rekan artis sesamanya, tapi tetap tampil cantik. Banyak bekerja dengan stasiun tivi tersebut, Nita menganggapnya sebagai keluarga. “Karena sudah dekat, mereka sudah aku anggap sebagai keluarga. Yang nggak mungkin aku lupa saat crew mem-buat pesta kejutan di hari ulang tahunku,” ulas perempuan yang sempat merasa nggak pede jadi bintang iklan. Sebagai pemandu acara tari ia dituntut bisa menari, bukan hanya sekadar tahu. “Aku kan orangnya kaku. Gak bisa nari. Biar lebih luwes membawakan acara ini, aku diberi waktu untuk kursus. Mulai dari salsa, dangdut, chaca, dan R&B, sekarang aku su-dah lumayan menguasai. Sekarang jadi kepingin mahir lagi,” ucapnya sambil tersenyum. Niat alih profesi ya?!

Kedua acara tersebut cukup ampuh mengorbitkan namanya di bidang presenter. Mengapa? Pasalnya ini adalah tahun kelima ia wara-wiri di dunia hiburan. Sebelumnya D’Trex dan Berbagi Suami sempat memasang wajahnya. Menelisik jauh ke belakang, berbagai iklan mulai dari shampo, sabun sampai mie instant telah ia bin-tangi. “Aku percaya Tuhan punya waktu untuk masing-masing anak-Nya. Dan sekarang bagianku.”

Tak takabur dengan berkat Tuhan saat ini, ia juga menyadari persaingan itu tak terhindarkan. Bukan saja ketika namanya melangit. Dari pengalamannya, kapan pun ia dapat tersingkir. “Tiap hari banyak muncul yang lebih cantik. Pernah satu kali ketika sudah deal untuk suatu acara, tiba-tiba aku tersingkir karena ada model baru,” ujarnya tanpa bisa lupa kekesalannya saat itu. Hal inilah yang mempersiapkan dirinya untuk lebih berlapang dada. “Kecewa? Pasti! Tapi setelah berpikir tenang, aku melihatnya itu bukan rezeki aku. Akhirnya aku tetap bisa bersyukur,” jelas juara satu Yamaha Electone Festival Tingkat DKI Jakarta semasa sekolah.

BERPENGHASILAN, LEGALITAS HIDUP BEBAS

Memulai karier sebagai bintang iklan ketika masih berseragam putih abu-abu secara otomatis ia punya penghasilan sendiri. Tapi justru karena punya uang sendirilah yang mengantarkannya pada satu kesedihan tertinggi. Dirinya terpuruk dan kosong. Mahasiswa London School ini menyebutnya sebagai masa transisi perpindahan usia. “Satu masa di mana aku harus berperang melawan egoku. Apa-lagi sifat dasarku keras. Apa yang mau aku lakukan pasti aku lakukan. Aku pikir punya duit sendiri jadi lengkaplah kesombonganku.”

Merasa mampu hidup mandiri dan bertindak semaunya, jadi pilihannya. Kemandirian yang tidak tepat membuat Nita jauh dari keluarga. Apa yang dilarang itulah yang dilakukan. Bahkan jauh dari Tuhan. “Saat itu aku menjadi orang yang nggak mau dinasehatin. Tidak perlu ke gereja. Hubungan dengan Tuhan aku sepelekan. Parahnya nggak butuh Tuhan. Nggak ada yang lebih penting selain senang-senang!” kenangnya. Selama masih hidup masalah akan selalu ada. Saat merasa masalah yang ia alami tak sanggup lagi dibendungnya, maka timbullah pemberontakan. “Masalah demi masalah datang, diperparah aku tipe penyimpan. Apa-apa aku simpan sendiri. Dan itulah puncaknya,” paparnya tanpa mau berbagi lebih rinci tentang persoalannya.

DIMERDEKAKAN FIRMAN

Usai sibuk dengan kepentingan diri sendiri. Ia kelelahan juga. Kini tinggalah ia yang tak tahu harus apa. Dalam kegamangan seorang teman mengatakan, kalau kamu mau berserah pada Tuhan, berserah total jangan setengah-setengah. Dasar Nita, ia tak langsung bisa percaya. Ia memilih menyendiri untuk mencari tahu apa sesungguhnya yang ia butuhkan.

Kesepian. Kosong. Hampir saja mengantarkannya bunuh diri. Belum sempat hal itu terjadi, ia meraih Alkitab. Buku tentang Allah, pribadi yang selama ini tak terlalu ia gubris. “Aku sangat bingung dan kacau banget. Aku buka Alkitab dan langsung terlihat dari 1 Korintus 10, yang mengatakan pencobaan-pencobaan yang aku alami pencobaan biasa dan sebenarnya aku sanggup melewatinya,” jelasnya tanpa lupa mengakui ia lupa ayat berapa. Nita tak memilih kitab apa yang akan dibacanya. 1 Korintus 10 : 13 terbuka dihadapannya. Selesai membaca ia sungguh dikuatkan. “Itulah titik balik dalam hidupku. Tahu dan sadar sepenuhnya Tuhan tidak tinggal diam. Dia merangkul aku,” ceritanya dengan mata berair. Air dikelopak matanya tak terbendungkan.

Meski kerap ia menumpahkan egonya pada keluarga, pertalian darah tetap tak terpisahkan. Kasih yang kuat itu tetap ada. “Padahal aku anak yang kurang ajar pada keluarga. Tapi mereka tetap sayang dan peduli.” Kesadarannya tak hanya manis dalam ucapan. Ia membuktikannya. “Perubahan dan kembalinya aku juga karena keluarga. Karenanya dengan kejadian itu aku jadi lebih kuat dan makin sayang keluarga,” kisah perempuan yang selalu beribadah tiap minggu bersama keluarga di GBI IKM Honda.

Kecuali di atas, yang sangat dirasakan talent iklan salah satu bank ini adalah selalu ingat ia Anak Tuhan. “Nggak bisa lupa kalau aku anak Tuhan. Ini membuat aku selalu bersyukur dalam segala hal. Termasuk ketika aku sedang nggak ada pekerjaan aku tetap bisa bersyukur,” cerita perempuan yang saban malam bersaat teduh ini. Kalau sekarang nggak pernah sepi job lagi kan?!

HIDUP ADALAH PELAYANAN

Kendati hidupnya pernah kacau, Nita yang ramah ini sempat aktif pelayanan, sebagai pemain keyboard. “Selama SMP aku main musik di gereja. Untuk sekarang ini belum bisa bagi waktu. Jadi vakum dulu.” Vakum pelayanan di gereja bukan lantas berhenti berbakti pada Tuhan. Hidupnya sekarang ini juga merupakan sebuah pelayanan yang Tuhan percayakan. “Hidup aku termasuk kegiatan sehari-hari yang aku jalani ini adalah bagian dari pelayanan.”

Misalnya, ia mencontohkan, ketika diundang sebagai bintang tamu ia akan menyaksikan perjalanan dan kisah hidupnya. “Dengan begitu aku bisa memberkati orang,” imbuhnya singkat.Masih tentang berbakti, presenter cantik ini tak alpa untuk memberikan persepuluhan. Bukan untuk sombong-sombongan tapi ia ingin bersaksi bahwa tak selamanya artis lupa Tuhan. “Aku selalu terapkan persepuluhan. Atau pun ucapan syukur lewat adikku yang setiap bulan rutin mengunjungi panti asuhan bersama komselnya,” cerita Nita.

Bila sedang menjalani profesinya maka inilah yang dilakukannya, berdoa. Menurutnya hal itu sederhana saja, tapi ia melakukannya dengan sepenuh hati. Bukan hanya berdoa seorang diri, dipastikan ia selalu mengajak crew satu produksi untuk berdoa sebelum syuting. Penikmat jus buatan sang mama tiap pagi ini mengaku hidup adalah pelayanan. Jadi tak selalu harus dari mimbar untuk mengartikan pelayanan. Selama kita hidup itu pula yang kelak akan kita persembahkan pada Tuhan. Demi hal ini Nita tak main-main. Pemikiran serupa juga pernah terucap dari sang bunda. “Mama pernah bilang, mata mama cuma dua. Mama nggak tahu kamu ngapain aja. Tapi mata Tuhan ada di mana-mana. Ia tahu apa pun yang kamu lakukan,” tiru Nita. “Jadi prinsipnya takut Tuhan saja!” kata Nita.
~ bahana ~