Anjing yang Cerdik (Kreativitas)

Suatu kali, seorang nyonya membawa anjing chihuahua kecilnya berjalan-jalan ke daerah dekat hutan. Malangnya karena masih asing dengan lingkungannya, si anjing kecil pun hilang di tengah hutan yang masih banyak dihuni hewan liar tersebut.

Si anjing kecil itupun berjalan kesana kemari kebingungan dan ketakutan. Ketakutannya pun memuncak ketika ia menyadari di atas sebuah pohon ada seekor macan tutul lapar. Namun, meski bertubuh kecil, anjing itu sangat cerdik. Saat itu, ia melihat sebuah tulang di dekatnya. Maka, sambil pura-pura tidak menyadari keberadaan si macan tutul yang kini mengincarnya, ia mengigiti tulang itu. Tepat ketika si macan hendak melompat menyergapnya, si anjing berkata, "Hmm.. enak sekali tulang macan tutul ini, coba saja kalau ada macan lain yang bisa kutangkap."

Mendengar perkataan si anjing, macan tutul pun segera mengurungkan niatnya, lari menjauh sambil berkata, "Wah, hampir saja. Untung aku bisa lari dari anjing kecil buas itu..." Tapi ternyata siasat si anjing diketahui seekor monyet yang mengawasi di pohon lain. Maka, monyet itupun mengadukan muslihat si anjing pada macan tutul bodoh itu. Menyadari ia baru saja dibodohi, macan tutul sangat marah dan segera kembali mendatangi si anjing. Kali ini ia bukan hanya ingin menjadikan anjing sebagai makanan, tapi juga ingin membalas dendam.

Si anjing yang mengetahui ulah si monyet pengadu pun segera mencari akal. Dan beberapa detik sebelum macan tutul siap menyergap. Si anjing kembali pura-pura berbalik tidak melihat sambil berkata, "Ah, di mana monyet itu... katanya ia janji akan membawa macan tutul lain untukku."




~ motivator smartbook ~





AddThis Social Bookmark Button

Perencanaan Keuangan

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Lukas 14:28




Semua orang perlu melakukan perencanaan keuangan bila menginginkan kesehatan keuangan yang baik. Perencanaan tentu saja berbeda dengan pencatatan keuangan. Membukukan pendapatan dan pengeluaran adalah sebuah awal yang baik. Bila Anda sudah melakukannya, berarti Anda siap melakukan perencanaan. Perencanaan meliputi pengeluaran rutin kebutuhan rumah tangga, biaya transportasi, kebutuhan anak, kesehatan, cicilan hutang, persepuluhan, investasi dan tabungan maupun pengeluaran pribadi dan gaya hidup.

Dengan mengetahui jumlah kebutuhan rutin kita selama sebulan, kita bisa menganalisa apakah total angka untuk menutup kebutuhan itu memang sudah berimbang dengan penghasilan kita selama sebulan. Jangan-jangan sebenarnya gaya hidup kita yang sekarang belum layak kita nikmati, alias besar pasak daripada tiang.Kalau sudah begini tak heran bila kita terlilit hutang yang semakin menggunung. Hutang kartu kredit, cicilan barang-barang elektronik, pinjaman modal usaha yang terlalu besar dan seterusnya.

Seperti kata pepatah "Fail to plan is plan to fail." Penting sekali kita membuat rencana yang matang jika kita tidak mau merencanakan kegagalan di masa mendatang - khusunya dalam hal keuangan. Bila kita memang mendapati bahwa pengeluaran kita selama ini terlalu besar (sampai-sampai tidak bisa menabung, berinvestasi atau menyumbang atau menabur), maka mungkin Anda perlu: memnetukan prioritas (pikirkan apa yang paling penting dan mendesak diantara semua kebutuhan itu), downspec (ganti daging dengan tempe alias melakukan penurunan grade bila kita memang ternyata belum mampu menikmatinya), mengendalikan keinginan untuk belanja diluar rencana, mendisiplin diri menabung, serta mulai merencanakan masa depan (apa yang Anda capai 5-10 tahun mendatang). Firman Tuhan mengajarkan kita untuk bijak membuat rencana. Dengan rencana yang baik, kita bisa memaksimalkan potensi hidup dan menjadi pengelola yang bijak atas berkat yang Tuhan percayakan. TMS




Fail to plan is plan to fail



~ spirit motivator ~





AddThis Social Bookmark Button

Menjual Diskon

Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain.
Imamat 25:14




"SALE" atau "Discount" memang diakui mampu mengundang pembeli datang melihat apa yang kita jual. Bagaimanapun juga pembeli yang cerdas tahu membandingkan harga dan memilih harga terendah. Namun apakah benar bahwa kita harus menjual dengan harga semurah-murahnya alias diskon sebesar-besarnya agar barang kita laku terjual? Coba pikirkan bila dengan memberi diskon 20% pada sekotak sabun cuci ukuran 2 kg - apakah hal itu akan membuat toko kita langsung laris? Orang akan tertarik membeli sabun itu, namun coba pikirkan berapa banyak yang akan dibeli seorang ibu rumah tangga berhubung ada diskon itu? Mungkin kalau sebulan biasanya dia membeli sekotak, maka dia akan membeli 2 sampai 3 kotak sebagai stok beberapa bulan ke depan. Tapi jarang sekaliatau hampir mustahil dia membeli 10 - 12 kotak untuk disimpan selama satu tahun.

Diskon tidak harus berupa potongan harga terhadap harga normal. Diskon bisa kita berikan dalam bentuk lain yang sama-sama menguntungkan bagi penjual maupun pembeli. Saat ini sudah banyak orang menerapkan diskon semacam ini. Bila Anda jeli mencermati diskon semacam ini bisa berupa "kupon diskon pembelian berikutnya" (biasanya salon atau klinik terapi melakukannya). Kupon diskon bisa digunakan selama periode tertentu. Ada juga diskon berupa "Beli produk A dapat voucher Rp... bila membeli produk B", "Gratis Service Stahun", dan seterusnya. intinya, kita bisa memberikan diskon sekaligus membuat pelanggan loyal atau membeli lebih banyak dari kita.

Namun, sekali lagi jangan hanya berfokus pada keuntungan kita semata. bisnis yang baik adalah yang menjualsesuatu yang memang berguna bagi si pembelinya. Tujuannya bukanlah untuk menguras kantong si pembeli. (Bila ini yang kita lakukan maka kita tak ubahnya seperti seorang bandar narkoba.) Firman Tuhan mengajarkan kepada kita strategi bisnis yang baik yakni hubungan mutualisme - pembeli untung kita pun untung. Memberi diskon dengan strategi yang baik, tidak hanya akan meningkatkan keuntungan kita namun juga memberi kepuasan kepada pelanggan kita. TMS




Berilah diskon yang sama-sama menguntungkan



~ spririt motivator ~





AddThis Social Bookmark Button

Tunutan Kualitas

Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
Daniel 6:4




Dalam bukunya "The Extreme Future: The Top Trend that will Reshape the World in the Next 20 Years", James Canton memberikan prediksi apa yang akan terjadi selama 20 tahun ke depan terhitung sejak 2007. Prediksi yang banyak didengarkan oleh perusahaan-perusahaan ternama dunia dan banyak pemerintah di dunia ini antara lain tentang perubahan iklim, dunia tanpa minyak bumi, cloning, kemajuan IPTEK yang luar biasa dan seterusnya. Prediksi yang menarik tentang dunia bisnis salah satunya adalah terjadi nya rebutan pekerja berkualitas. Di masa mendatang makin banyak tenaga kerja berkualitas dan perusahaan saling berlomba merekrut mereka.

Jaman terus berubah, sebagai tenaga kerja, adalah hal yang janggal bila kita tidak berubah dan menambah kualitas diri padahal kebutuhan usaha menuntuk kualitas yang terus berkembang. Persaingan bukan lagi menjadi hal yang tabu. Jangan kaget bila begitu banyak senior justru digeser oleh yuniornya yang lebih mampu berkembang. Banyak tenaga kerja produk masa lalu merasa bangga ketika hanya dengan ijasah SMU atau bahkan tanpa ijasah sama sekali, mereka bisa menduduki posisi penting di perusahaan. Namun, hati-hati jika dia terus merasa bahwa pengalaman adlah segalanya, karena begitu banyak tenaga muda yang masih miskin pengalaman ternyata lebih potensial, produktif dan memberi keuntungan bagi perusahaan. Begitu pula dengan orang yang hanya mengandalkan ijasah kesarjanaan tinggi, tetapi miskin wawasan dan pengembangan diri.

Intinya, semua orang bergerak maju. Tenaga kerja Indonesia masih termasuk golongan tenaga kerja mahal dan produktivitas rendah. Jangan biarkan ini terus terjadi. Kita harus berubah! Bila kita tidak berubah, kita akan tereliminasi. Apalagi sebagai tenaga kerja Kristen yang seharusnya memberi pengaruh. Jangan hanya puas bermodalkan kejujuran dan loyalitas. Tuntutan peningkatan kualitas itu meliputi semua aspek, disamping integritas dan moralitas, kecakapan, keahlian, ide, serta berbagai kemampuan teknis lainnya juga. Kalau orang awam saja bisa, apalagi seharusnya orang percaya. TMS




Kebutuhan tenaga kerja menuntut peningkatan kualitas



~ spirit motivator ~





AddThis Social Bookmark Button

Naluri Bisnis

Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
Mazmur 16:7




Pernahkah Anda mengamati bahwa pebisnis atau profesional sukses biasanya memiliki naluri bisnis yang tajam? Skill, knowledge, pengalaman, dan kerja keras memang perlu, tapi yang tak kalah penting adalah naluri bisnis yang tajam khususnya pada saat hendak mengambil keputusan-keputusan yang penting. Ironisnya, kita tidak pernah dilatih untuk melibatkan naluri dalam mengambil keputusan, sebaliknya yang selalu ditonjolkan adalah logika, penalaran, dan pengetahuan.

Donalp Trump diakui sebagai pebisnis sukses dengan naluri biasnis yang sangat tajam. Beberapa keputusan yang dia ambil kadang kala terlihat kontroversial, cenderung nekat dan berisiko, bahkan bertentangan dengan pendapat banyak orang. Meski demikian dia lebih suka menuruti nalurinya yang dianggap sebagai "penasihat bisnis terbaik". Akibatnya, banyak keputusan menuai kesuksesan yang luar biasa.

"Dalam hitungan detik saat bertemu Mark Burnett, pencipta The Apprentice, saya tahu bahwa dia 100% meyakinkan, baik secara individu maupun sebagai profesional. Naluri saya membuat saya menyukai dan mempercayai Mark, sehingga saya ingin berbisnis dengannya. Namun, saya juga pernah bertemu dengan orang-orang yang langsung tidak sya sukai meski saya sendiri tidak tahu apa alasannya. Saya tidak bermaksud menghakimi, tapi sya belajar untuk mendengarkan dan mempercayai naluri saya." kata Trump.

Sebagai orang Kristen, percayakah Anda bahwa kadang kala Tuhan membimbing dan menuntun naluri kita? Tuhan kerapkali berbicara kepada kita melalui naluri kita. Memang untuk mempercayai naluri kita dibutuhkan keberanian, sebab ada kalanya hal itu bertolak belakang dengan pendapat umum. Namun, cobalah untuk terus belajar menggunakan naluri kita. Singkatnya, percayailah apa kata perasaan Anda, tapi tetaplah terbuka terhadap cara dan pemikiran baru sehingga logika dan naluri Anda akan terus berkembang. Kwik




Kadang kala Tuhan membimbing dan menuntun melalui naluri kita



~ spriti motivator ~




AddThis Social Bookmark Button

Kenangan Indah

True Story from Lifewise-Magazine-Connie Lounsbury ________________________________________________________

Natal sudah diambang pintu, Yesus datang kedunia memberi kita kenangan agar kita sepertinya memiliki bunga mawar yg semerbak dibulan Desember, wangi…wangi………
________________________________________________________


Aku masih mengingatnya, ketika itu pagi yang dingin dibulan Januari 1950, saat itu aku baru berumur 8 tahun. Aku dan kakak-kakak ku menghangatkan badan didekat tungku sementara ibu sedang memasak untuk makan pagi kami. Sayup-sayup kami mendengar suara diloteng seperti bunyi kelereng-kelereng menggelinding melintasi lantai, mendengar suara itu, ayah segera naik keatas untuk memeriksa, tiba-tiba ayah berteriak “Kebakaran !”

Kami tinggal jauh dipinggiran kota Orrock, Minnesota, belum ada jaringan telpon, sehingga kami tidak bisa minta bantuan, rumah dan sebagian isinya habis terbakar, hanya foto-foto keluarga, mesin jahit, barang-barang milik pribadi dan pakaian dibadan saja yang terselamatkan.

Ayah tidak bekerja sebagai buruh pabrik dimusim dingin, dan kami tidak memiliki uang maupun asuransi kebakaran untuk menggantikan segala kehilangan dalam kebakaran itu.

Setelah beberapa hari kami menumpang dirumah sanak-saudara, ayah meminjam uang untuk menyewa rumah petani disekitar itu. Sedangkan ibu mengatur rumah dengan kursi, meja, tempat tidur serta peralatan dapur yang disumbangkan para saudara dan sahabat.

Tak banyak yang kami miliki sebelum kebakaran itu, walaupun demikian kami tidak pernah merasa miskin. Sekarang saya harus memakai pakaian yang kedodoran pemberian belas kasihan sesama, sambil memandang sebuah meja yang sudah mengelupas, kursi-kursi yang tidak serasi, handuk-handuk bekas dan spatula yang tangkainya sudah patah.

Saya terharu sehingga tidak kuat lagi menahan tangis airmata. Sungguh kami menjadi orang miskin yang tidak layak mendapatkan yang lebih baik. Namun kami selalu bersyukur dan mengucap terimakasih kepada orang-orang yg sudah memberi kami barang-barang bekas tersebut, saat-saat itu memang sangat sulit dan menyedihkan buat kami dalam menjalani hidup ini....

Dalam keadaan ekonomi yang masih morat-marit itu, tiba-tiba ada seorang tetangga datang membawa hadiah. Ia menyerahkan satu set sarung bantal, selimut tebal serta seperey yang bermotif sulaman bunga mawar yang sungguh indah kepada ibu. Kami semua tertegun dan kagum, kami hampir tidak percaya bahwa ia memberikan kepada kami sulaman-sulaman indah cemerlang yg berwarna merah jambon tersebut.

Orang-orang lain memberikan apa yang sudah tidak mereka inginkan lagi, tetapi tetangga ini justru memberikan barang-barang terbaik yang ia miliki untuk kami !

Kami belum lama tinggal dilingkungan itu sebelum kebakaran, sesudahnya kami segera pindah dan kehilangan kontak dengan para tetangga. Sekarang sudah hampir 58 tahun berlalu, kami tidak ingat lagi siapa yang memberi hadiah tersebut, tetapi kami masih tetap mengingat perasaan memiliki harga diri yang diberikannya kepada kami. Kami selalu berusaha berbuat baik, karena semua ini juga mengingatkan kami kepada seseorang mau memberi kami hadiah yang begitu indah dan berharga.

Itulah salah satu kenangan yang terindah dalam hidupku dan kerapkali menjadi contoh hal yang membimbing tindakan ku.

Mereka memberikan sesuatu yang terbaik dari apa yang mereka miliki.



Pesan Moral :

Natal sudah diambang pintu, itu menandakan bahwa Kristus sudah datang..
Hadiah apa yang dapat kita berikan kepada-Nya ?
Barang-barang berharga yang kita miliki kah atau barang-barang bekas ?




(Artikel ini dikirim oleh Bapak Eddy TG)






AddThis Social Bookmark Button

Seragam

Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
Efesus 6:14




Seragam menunjukkan identitas. Contoh sederhanam kita dengan mudah membedakan antara siswa SMP dan SMA melalui seragamnya. Seragam itu penting. Beberapa waktu lalu, Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) dengan ide kreatifnya, akan memberikan seragam khusus bagi para koruptor. Asumsinya, seragam itu sebagai identitas dan sanksi sosial bagi koruptor tersebut. Ide yang dianggap aneh itu menuai protes sekaligus dukungan dari banyak pihak. Tetapi yang jelas, sekali lagi, seragam hendak menunjukkan identitas seseorang.

Bagaimana dengan Kekristenan? Kekristenan juga punya seragam. Paulus menulis surat kepada jemaat di Efesus. Oleh Paulus, jemaat Efesus diminta untuk memperlengkapi diri dengan seragam khusu. Seragam apa? Seragam yang menunjukkan identitas sebagai anak Tuhan. Seragam yang mengacaukan kuasa kegelapan. Seragam yang membuat kuasa gelap lari tunggang langgang. Seragam yang hanya dimiliki oleh mereka yang bersedia hidup di dalam Tuhan. Seragam apa yang dimaksud? Paulus menyebutnya secara detail. Ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera, perisai iman, ketopong keselamatan dan pedang roh serta doa yang tiada putusnya. Semuanya ini disebut sebagai perlengkapan rohani.

Nah, dalam menjalani kehidupan ini, perlengkapan rohani mutlak dikenakan oleh anak-anak Tuhan. Mengapa? Karena, ketika seragam itu diabaikan, iblis begitu gampang mengacaukan hidup kita. Banyak orang Kristen jatuh begitu dalam karena tidak mengenakan pedang roh - Firman Tuhan dalam kesehariannya. Akibatnya, ia gampang menyerah pada keadaan sukar. Orang itu tidak mampu menghadapi berbagai kesulitn yang mendera. Begitu mudah takluk pada keadaan itu. Padahal, ia sebenarnya sudah diberi kemampuan untuk bertahan, bahkan mengalahkannya. Karena itu, kenakan selalu seragam ilahi, selengkap senjata yang telah diberikan-Nya. Zega



Seragam menunjukkan identitas Anda



~ spirit motivator ~





AddThis Social Bookmark Button

Dress For Success!

sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
I Tesalonika 4:12





Biasanya, kesopanan menjadi prioritas kesekian dalam dunia kerja. Banyak orang berpikir bahwa untuk meraih sukses, yang penting adalah skill, pengalaman, hebat, pintar, pandai bicara, multi talent, dan sebagainya. Kesopanan termasuk salah satu faktor yang kerap kali diabaikan di dunia kerja. Padahal kesopanan justru hal yang penting dan bisa mendongkrak kesuksesan kita.

John Malloy, penulis buku laris Dress for Success, telah meniliti sejumlah perilaku eksekutif dan karyawan di dunia kerja yang hasilnya adalah 30% dari pencari pekerjaan yang ditolak untuk kedudukan penting disebabkan oleh karena kurangnya sikap sopan santun. Fakta ini yang cukup mengherankan karena selama ini kita menganggap tidak ada hubungannya antara kesopanan dan dunia kerja, namun nyatanya kesopanan merupakan salah satu syarat untuk menjadi pribadi yang menarik sehingga akhirnya membawa kita ke puncak sukses.

Hampir sebagian besar wanita atau pria yang sukses dalam bisnis maupun karir selalu memiliki sikap yang menyenangkan dalam bergaul, sopan, ramah, dan bisa menempatkan diri. Selalu ramah dan tersenyum ketika berkomunikasi dengan orang lain, mengucapkan terima kasih ketika ditolong, memiliki body language yang menarik saat berinteraksi, dan sebagainya. Jika kita memiliki sikap sopan, maka itu akan memberikan kesan yang kuat bahwa kita memiliki kepribadian yang baik dan menarik.

Saya yakin semua ingin dilayani oleh CSO yang sopan, pramuniaga yang sopan, salesman yang sopan, dan sebagainya. Sebaliknya kita akan merasa tidak nyaman, atau bahkan "tersinggung dalam hati" jika kita mendapat pelayanan yang jauh dari kata sopan. Dari hal itu kita tahu bahwa setiap orang ingin diperlakukan secara sopan. Lakukan seperti kita ingin diperlakukan. Bersikap sopan tidak ada ruginya, bahkan kita akan menjadi pribadi yang menarik sehingga hal itu dengan sendirinya akan mendatangkan keuntungan secara positif kepada kita. Berlakulah sopan! Dress up for your success! Kwik




Bersikap sopan akan memunculkan kepribadian yang menarik dalam diri kita



~ spirit motivator ~





AddThis Social Bookmark Button

Tanah Terkutuk

Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu
Kejadian 3:17




Secara teologis tanah berbicara tentang kehidupan. Mengapa? Kita hiodup di atas tanah, kita bergerak dan beraktivitas juga di atas tanah. Makanan yang kita makan juga ditumbuhkan dari tanah. Tanpa tanah tidak ada kehidupan. Itulah sebabnya tidak berlebihan jakalau tanah adalah kehidupan.

Saat manusia jatuh ke dalam dosa, salah satu konsekuensi mengerikan yang harus ditanggung manusia adalah menjadi terkutuk (Kejadian 3:17). Jika sebelumnya tanah bisa menghasilkan makanan dengan mudah, sekarang manusia harus bersusah payahdlam mencari rejeki dari tanah, bahkan semak duri dan rumput durilah yang akan dihasilkannya. Tahukah Anda bahwa seperti itulah keadaan orang yang hidup di bawah kutuk? Dia harus bersusah payah secara luar biasa barulah ia mendapatkan nafkah atau rejeki. Kadangkala untuk mendapatkan sedikit uang, ia harus berpeluh dan berjerih payah secara luar biasa.

Bagaimana dengan hidup Anda? Jika kita merasa bahwa selama ini kita harus berpeluh secara luar biasa hanya untuk menuai "semak duri", barangkali hal itu merupakan indikasi bahwa kita hidup id bawah kutuk. Ingat, tidak ada yang lebih mengerikan dibandingkan memiliki "tanah yang terkutuk", sebab apapun yang kita kerjakan tidak akan pernah membawa hasil.

Kabar baiknya, di dalam Yesus kita akan dibebaskan dari tanah yang terkutuk. Bukan secara kebetulan kalau Yesus dimahkotai duri saat di salib. Hal itu menjelaskan bahwa semak duri yang adalah gambaran kutuk telah dia angkat dari hidup kita dan Dia tanggung di atas kayu salib. Di dalam Kristus tidak ada lagi tanah yang terkutuk, yang ada hanyalah tanah yang diberkati, sehingga apa yang dikatakan pemazmur terjadi dalam hidup kita. "Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhsil." Kwik




Kematian Yesus di atas kayu salib mengubah tanah yang terkutuk menjadi tnah yang diberkati



~ spirit motivator ~





AddThis Social Bookmark Button

Visualisasi

Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
Markus 11:24




Tahukah Anda bahwa memvisualisasikan kesuksesan di dalam pikiran adalah cara yang sangat efektif untuk meraih kesuksesan? Menciptakan gambaran kesuksesan di benak pikiran kita secara terus menerus akan memotivasi diri kita untuk dapat mencapaikesusksesan seperti yang kita harapkan. Ada bukti yang sangat kuat bahwa kita akan memiliki performa maksimal dalam pekerjaan jika kita memprogram pikiran kita secara maksimal juga. Kita harus bisa melihat hasil akhir dari apa yang kita inginkan di dalam mental atau pikiran kita, sebelum kita melakukannya secara nyata. Itulah yang membuat latihan visualisasi menjadikan kita sangat efektif saat kita mulai bertindak secara nyata.

Jack Niklaus adalah salah satu legenda golf. Tahukah Anda bahwa rahasia suksesnya adalah selalu menggambarkan bola golf yang masuk lobang ke dalam pikirannya? Moses Malone, bintang NBA yang memiliki tembakan yang sangat akurat juga memiliki kebiasaan yang sama, dia selalu membayangkan bola yang dilemparkannya selalu masuk jaring. Dr. Maxwell Maltz dalam bukunya yang berjudul Psychocybernetics menulis penelitian ilmiah tentang "latihan mental" yang sering digunakan oleh para atlet. Dari penelitian itu bisa disimpulkan bahwa para pemain bola basket yang sering memvisualisasikan permainan basket dalam pikiran memiliki keunggulan dibandingkan mereka yang berlatih dengan cara biasa.

Visualisasi adalah cara yang tidak hanya digunakan para atlet. jika kita mau melatih dan melakukannya, maka hasilnya juga akan sangat efektif. Jika setiap hari kita menyetel dan memprogram otak kita seperti pemenang, maka kita akan menjadi pemenang kehidupan. Gambarkan secara mental kehidupan macam apa yang Anda inginkan. Latihlah hal itu setiap saat hingga kita menjadi terbiasa saat melakukan secara nyata. Yesus juga mengajarkan tentang hal ini, "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." Kwik




Kita harus bisa melihat hasil akhir di dalam mental kita, sebelum kita mendapatkannya secara nyata



~ spirit motivator ~





AddThis Social Bookmark Button

Pemberi

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
Amsal 11:24




Barangkali Anda bertanya-tanya, mengapa topik memberi kerap dibahas? Ada dua alasan. Yang pertama, karena pada dasarnya setiap orang itu egois, censerung kikir, dan lebih bahagia menreima daripada memberi. Yang kedua, karena memberi adalah kunci untuk menerima. Memberi adalah kunci untuk mengalami kelimpahan dari Tuhan! Ada tiga macam orang tentang hal ini.

1. Si pengambil, orang yang hanya menerima dan tidak pernah memberi.
Bukan apa yang bisa diberikan, tapi apa yang bisa didapatkan. Tidak fokus kepada orang lain, tapi fokus pada diri sendiri. Cirinya, egois, pelit, tidak peduli dengan orang lain. Orang-orang ini seperti benalu yang hanya mengambil, tapi tidak pernah memberi.

2. Si Pedagang, orang yang menerima dan kemudian baru memberi.
Tentu tipe Pedagang ini lebih baik daripada si Pengambil. Meski demikian, i Pedagang inibukan yang terbaik soal memberi. Dia bersedia memberi, tapi motivasi utama mereka bukan untuk menolong orang lain. Orang-orang ini melihat hubungan sebagai suatu pertukaran. Dulu pernah diberi, maka supaya "impas" dia harus memberi. Prinsipnya, tidak mau merugikan, tapi juga jangan dirugikan.

3. Si Investor, orang yang memberi, kemudian menerima
Yang dilakukan hanyalah memberi, memberi dan memberi. jika kemudian dia menerima sesuatu dari apa yang telah dia tabur, dia tidak menganggap hal itu sebagai pertukaran. Ia menganggap bahwa hal itu hanyalah akibat dari tindakannya dalam memberi. Inilah prinsip yang benar dalam memberi.

Beberapa hari yang lalu saya menerima SMS dari seorang sahabat yang telah mencari topik memberi di dalam Alkitab. Ternyata ada 168 ayat tentang memberi dan 84 ayat tentang menerima. Pesannya adalah, memberi ditekankan daripada menerima. Tuhan ingin kita menjadi pemberi! Kwik




Tangan di atas selalu lebih mulia daripada tangan di bawah, Jadilah pemberi!



~ spirit motivator ~





AddThis Social Bookmark Button

Coba Dulu!

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
Matius 14:28




Dulu saat bekerja di bagian pembelian, saya pernah mengalami delay pengiriman bahan baku. Padahal bagian produksi sudah sangat mendesak sementar stok sudah habis. Saya hampir-hampir putus asa dengan situasi itu karena segala cara nampaknya sudah dicoba namun tetap gagal. Barang tetap akan datang terlambat. Akhirnya, muncul sebuah ide yang terdengar lucu dan mustahil yakni meminjam bahan tersebut dari perusahaan competitor yang mengerjakan order yang sama dengan perusahaan kami. Lebih anehnya lagi, setelah saya coba menelepon, mereka ternyata bersedia meminjami stok bahan tanpa imbalan apapun. Sungguh hal yang aneh tapi nyata - namun seandainya saya tidak mencoba menelepon, masalah tidak terpecahkan.

Sebelum Anda buru-buru berkata bahwa sesuatu itu mustahil dilakukan, tidak ada salahnya coba dulu! Petrus adalah seorang murid yang terbilang paling berani mencoba. Inisiatifnya sangat tinggi dan keberaniannya juga terbialang nekad. Menyeret Yesus ke samping untuk menegor-Nya (Mat. 16:22), keluar dari perahu untuk mencoba berjalan di atas air (Mat. 14:28), memeotong telinga hamba Imam Besar untuk membela Yesus (Yoh. 18:10), dan seterusnya. Petrus banyak mengalami peristiwa-peristiwa luar biasa karena dia seorang yang berani mencoba. Namun Petrus juga banyak mengalami kegagalan, juga karena dia berani mencoba.

Seorang yang berani mencoba bukan berarti harus mengabaikan resiko kegagalan. Mencoba melompat dari atas bangunan pencakar langit tanpa pengaman apapun jelas merupakan suatu kebodohan. Namun berani mencoba berinovasi adalah persoalan lain. Orang yang berani mencoba jelas lebih kaya pengalaman. Orang yang berani mencoba setidaknya punya lebih banyak kesempatan untuk berhasil. Diantara sekian banyak murid Yesus, hanya Petrus yangpernah berjalan di atas air. Hari ini sebelum kita menganggap sesuatu itu mustahil untuk dilakukan, ada baiknya mencoba dulu. Lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak pernah mencoba sama sekali. TMS




Beranilah mencoba, siapa tahu berhasil!



~ spirit motivator ~





AddThis Social Bookmark Button

Mudah Bagi Tuhan

Para Kasdim itu menjawab raja: "Tidak ada seorangpun di muka bumi yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja! Dan tidak pernah seorang raja, bagaimanapun agungnya dan besar kuasanya, telah meminta hal sedemikian dari seorang berilmu atau seorang ahli jampi atau seorang Kasdim.
Daniel 2:10




Jika kita hidup di tahun 1900-an dan bos berkata, "Kirim surat ini dalam waktu sedetik sampai ke luar negeri!" Kita langsung menganggapnya sudah gila atau barangkali sedang mencari-cari alasan untuk memecat kita. Namun, di tahun 1965, kita baru menyadari ternyata perintah itu sama sekali bukan hal yang mustahil, karena sudah ada e-mail yang memungkin hal itu. Yang nampak mustahil.

Kita tahu tuntutan kerja kini semakin tinggi, bahkan seringkali terasa mustahil. Untuk melamar di sebuah perusahaan, dituntut pengalaman, penguasaan beberapa bahasa secara aktif, penampilan menarik atau tinggi bdan tertentu. Tuntutan kualitas produk juga sama sulitnya. Customer minta harga serendah-rendahnya, kualitas sebaik-baiknya, leadtime sesingkat-singkatnya, dan garansi selama mungkin. Bos minta tugas-tugas rutin kita diselesaikan tepat waktu, ide-ide baru hasil rapat kemarin segera direalisasikan, semua complain ditanggapi 1x24 jam, target pemasaran tercapai, sementara tenaga kerja tidak perlu ditambah, dan kalau bisa tidak perlu harus lembur. What??! Rasanya semua itu terasa tak mungkin.

Sama seperti itulah kira-kira yang dialami orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim di istana Nebukadnezar. Seharusnya raja menceritakan dulu mimpinya, barulah artinya akan diberitahukan. Namun raja bersikeras tidak mau menceritakan mimpinya, rupanya beliau takut dikibulin oleh bawahannya yang sok sakti itu. Tetapi Daniel, seorang yang diurapi Tuhan tampil dan menceritakan sekaligus memberitahukan arti mimpi itu. Jadi, sebagai anak Tuhankita tidak perlu buru-buru frustasi menghadapi perkara-perkara yang mustahil. Dia memberi kekuatan melampaui apa yang sanggup kita pikirkan. Bekerjalah dengan lebih cerdas, berdoalah dengan lebih keras, dan kita akan melihat apa yang nampaknya sulit dan msutahil bagi dunia, itu mungkin bagi kita orang-orang percaya. TMS




Tuhan memampukan kita melakukan perkara-perkara mustahil


~ spirit motivator ~





AddThis Social Bookmark Button

Rasul di Tempat Kerja

Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
Lukas 5:9




"Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak." apostolos, yang berarti utusan Allah. Dari pemikiran ini kita sepakat bahwa kita semua adalah utusan-utusan Allah. Pertanyaannya, apakah kita "rasul-rasul di tempat kerja" yang melakukan banyak tanda dan mujizat, seperti yang dilakukan oleh rasul-rasul pada gereja mula-mula.

Kita seringkali berpikir bahwa mujizat hanya terjadi di gereja atau dalam penyelenggaraan KKR saja. Padahal kita harus tahu bahwa mujizat bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan oleh siapa saja. Itu artinya bahwa ditempat kerja kita bisa menghadirkan tanda-tanda ajaib dan mujizat Allah. Miskinnya mujizat Allah di tempat kerja membuat dunia kerja yang seharusnya menjadi ladang penginjilan tidak lagi menjadi efektif.

Bagaimana Yesus menjangkau dan memenangkan nelayan-nelayan sederhana macam Ptrus, Andreas, Yohanes dan sebagainya? Bukan dengan khotbah, bukan dengan pengajaran, bukan juga dengan metode penginjilan tertentu, tapi dengan menunjukkan mujizat di tempat kerja! Ketika para nelayan itu pulang di tangan kososng setelah semalaman menebarkan jala, Yesus memerintahkan mereka untuk menebarkan jala kembali dan akhirnya mereka mendapatkan ikan dalam jumlah yang sangat fantastis. Lalu apa reaksi para nelayan itu? Mereka bertobat dan menjadi murid Kristus!

Kata kunci untuk menghadirkan mujizat Allah di tempat kerja adalah noting is possible, tidak ada sesuatu yang mustahil! Bagi Allah dan bagi kita orang percaya, segala sesuatu adalah mungkin. Di tempat kerja kita bisa menjadi "rasul-rasul" Kristus untuk menghadirkan mujizat untuk kemuliaan Tuhan! Kwik




Kita adalah rasul-rasul Kristus di tempat kerja untuk menghadirkan mujizat Allah



~ spirit motivator ~




AddThis Social Bookmark Button


Taklukkan Gunung Anda!

Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."
Yosua 14:12



Kilimanjaro adalah salah satu gunung yang sulit ditaklukkan, bahkan orang-orang menyebut Kilimanjaro sebagai "gunung yang tidak terdaki." Gunung yang memiliki tinggi kurang lebih 5.500 meter tersebut memeiliki medan yang sangat sulit untuk didaki, udara di puncak sangat dingin dan sangat membekukan, selain itu juga memeilki cuaca yang sering berubah-ubah secara tiba-tiba. Dari cuaca yang cukup baik hingga tiba-tiba terjadi hujan es.

Bagi pendaki dengan fisik normal dan terlatih saja susah, apalagi bagi pendaki yang tidak utuh secara fisik. Meski demikian, sejarah telah mencatat bahwa seorang wanita tuna netra asal Korea yang bernama Soo Yung berhasil menaklukkannya. Demikian juga seorang pendaki tanpa kaki dari Selandia Baru yang bernama Tony Christiansen juga berhasil mengatasi "gunung yang tidak terdaki" tersebut. Nothing is ever impossible! Tidak ada yang tidak mungkin!

Kuncinya terletak pada kegigihan, kekuatan tekad, dan semangat yang tak kenal menyerah. Selama kita memiliki mentalitas seperti itu, tidak akan pernah ada gunung yang tidak bisa kita daki, tidak ada rintangan yang tidak dapat kita lewati, dan tidak ada maslah yang tidak dapat kita selesaikan. Kadangkala yang membuat gunung tidak bisa kita daki bukanlah tingginya gunung itu, tapi rendahnya tekad dan semangat kita. Yang membuat suatu masalah kelihatannya mustahil untuk diatasi bukanlah maslah itu sendiri, tapi keyakinan kita yang negatiflah yang membuatnya. Jiwa yang kerdil, mentalitas yang negatif dan sikap pesimis, itulah yang membuat impian kita sepertinya susah untuk diwujudkan.

Apakah Anda sedang mendaki ke puncak sukses? Yakinlah bahwa segala sesuatunya adalah mungkin. Persiapkanlah diri Anda dengan mentalitas positif, kegigihan yang luar biasa, tekad yang besar, dan asntusias yang selalu menyala-nyala. Ini adalah modal utama untuk membuat hal yang sepertinya tidak mungkin menjadi mungkin. Kwik




Yang membuat gunung tidak bisa di daki bukanlah tingginya gunung itu, tapi rendahnya semangat kita



~ spirit motivasi ~


AddThis Social Bookmark Button

Miracle

Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
Lukas 5 : 3, 5, 7




Sudah sepanjang malam, Simon dan nelayan-nelayan yang lain menebarkan jala kian kemari, namun hasilnya nihil. Saat mereka bertemu dengan Yesus yang memerintahkan mereka untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala di sana, akhirnya mereka mendapatkan ikan dlam jumlah yang besar. Dari kisah tersebut, mari kita belajar bagaimana caranya mengalami mujizat Tuhan dan mengubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

1. Menyediakan perahu untuk Tuhan (Lukas 5:3)
Bayangkan perasaan Simon pada saat mereka pulang dengan tangan kosong. Marah, jengkel, kecewa, sedih dan sebagainya. Dalam situasi seperti itu Yesus, sosok yang belum mereka kenal, justru minta untuk menumpang di perahu Simon. Bagaimana seandainya kita yang jadi Simon? Barangkali kita akan marah dan tidak mengijinkan Yesus memakai perahu kita. Tidak demikian halnya dengan Simon, dia mengijinkan Yesus memakai perahunya untuk mengajar orang banyak. Bagaimana seandainya Simon menolak permintaan Tuhan? Mereka tidak akan mengalami mujizat!

Bagi Simon, perahu adalah pekerjaan sekaligus kehidupannya. Dengan kata lain, jika kita ingin menghadirkan mujizat Tuhan, maka kita harus mengijinkan Dia memakai pekerjaan maupun hidup kita. Apakah kita mengundang campur tangan Tuhan di dalam pekerjaan kita? Apakah kita selalu mengawali pekerjaan kita dengan doa dan minta Dia menolong kita dalam pekerjaan kita?

Setiap hari kami selalu menyediakan waktu 15 menit sebelum aktivitas kerja di mulai untuk berdoa dan mendengarkan Firman Tuhan. Kami mengundang penyertaan Tuhan dalam seluruh pekerjaan kami. Saya merasakan bahwa tidak ada cara lain yang lebih efektif dibandingkan dengan menghadirkan Tuhan di dlam pekerjaan kami. Kami banyak mengalami mujizat saat menghadirkan Dia. Bagaimana dengan Anda?

2. Memiliki ketaatan kepada perintah Tuhan (Lukas 5:5)
Profesi saya penulis dan pemimpin sebuah bisnis. Jelas bukan seorang dokter. Jika saya melihat Anda sakit dan saya memberikan resep kepada Anda, apakah Anda percaya dengan resep yang saya tulis tersebut dan menukarkannya dengan obat? Tentu saja tidak! Itu juga yang dialami oleh Simon dan nelayan yang lain saat Yesus menyuruh bertolak ke tempat yang lebih dalam. Kalau Yesus seorang nelayan juga, barangkali lumrah kalau Simontaat kepada perintah-Nya, tapi bukanlah Yesus tukang kayu? Terlebih lagi, bukankah sudah sepanjang malam mereka menebarkan jala dan tidak mendapatkan apa-apa? Yang luar biasa, Simon taat kepada-Nya. Itu yang membuat mujizat terjadi!

Jika ingin mengubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin, kita harus taat kepada perintah Tuhan. Kadangkala perintah Tuhan cukup "ganjil" untuk dilakukan. Tuhan memerintahkan Ishak untuk menabur di masa kekeringan hebat. bukankah itu perintah yang bertolak belakang dengan prinsip agrobisnis? Meski demikian Ishak menuai berlipat-lipat kali ganda sehingga dia menjadi sangat kaya (Kejadian 26). Tuhan kadangkala memerintahkan kita untuk memberi, di saat keuangan kita mepet. Dia memerintahkan agar kita mengampuni dan memberkati pesaing atau relasi bisnis yang jelas-jelas merugikan kita. Lakukanlah perintah tuhan dengan taat dan alami mujizat-Nya!

3. Diberkati untuk menjadi berkat (Lukas 5:7)
Mujizat dan berkat yang diterima Simon, tidak hanya untuk dirinya sendiri. Dia memanggil nelayan-nelayan yang lainuntuk berbagi tangkapan tersebut. Message-nya, kita harus belajar untuk tidak egois, sebaliknya kita harus berbagi hidup dengan orang lain. Ingat bahwa tujuan tuhan memberkati kita adalah agar kita menjadi berkat bagi yang lain. Berkat tidak bisa kita simpan untuk diri kita sendiri, itu hanya akan membuat hidup kita jadi busuk. Alirkan berkat itu kepada yang lain, maka hidup kita akan semakin diberkati. Siapkan diri Anda untuk mengalami mujizat, mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin! Kwik





AddThis Social Bookmark Button