Sahabat Karib

Alkisah ada dua orang sahabat karib sebut saja A dan B yang sama-sama hobi main sepak bola. Tidak ada hari tanpa sepak bola dan si A selalu menjadi penjaga gawang yang handal.
Suatu hari keduanya berdiskusi mengenai apakah di surga ada sepak bola atau tidak. Akhirnya mereka berdua sepakat kalau nanti suatu saat ada yang meninggal (mati) dia harus beritahu apakah di surga ada sepak bola atau tidak.

Suatu saat si B mati. Si A sangat sedih teman karibnya mati. Sampai beberapa waktu kemudian si A masih teringat akan sahabat karibnya tersebut.
Pada suatu siang saat sedang duduk sendirian memikirkan si B yang sudah meniggal, tiba-tiba sosok si B datang menemui si A.
Si A sangat senang karena si B mau datang menemuinya. Tanpa tunggu lama lagi si A langsung bertanya "Teman, apakah di surga ada sepak bola?"
Si B menjawab; "ada kabar baik dan buruk, kamu mau dengar yang mana duluan?" Si A kemudian menjawab bahwa dia mau dengar kabar baik lebih dahulu.

OK, jawab si B. Kabar baiknya adalah, di surga ada sepak bola. Tiap hari kami main bola dengan malaikat. Mendengar kabar tersebut si A senang sekali.
Kemudian si A bertanya lagi; "Sekarang apa kabar buruknya?"
Kabar buruknya jawab si B; "Hari Sabtu besok akan ada pertandingan besar di surga, dan kamu yang jadi penjaga gawangnya"
Si A langsung pingsan!

KEHIDUPAN YANG BERKEMENANGAN

oleh : Pdt. Yohan Candawasa, S.Th.




Kejadian 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. (TB-LAI)



Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (TB-LAI)



Sekarang kita kembali memperhatikan dengan teliti Kejadian 50:20. Kata-kata ini ditujukan kepada saudara-saudaranya yang hari itu datang untuk meminta pengampunan kepada Yusuf. Apa yang Yusuf yang maksudkan waktu ia berkata waktu "kamu mereka-rekakan yang jahat" adalah dia mengacu kepada tindakan kakak-kakaknya yang jahat terhadap dirinya. Di mana mereka karena kebencian, karena iri, mempunyai suatu tindakan membuang Yusuf kemudian menjual Yusuf menjadi budak. Dia dihabisi secara kejam masa depannya. Itu yang Yusuf maksudkan "kamu mereka-rekakan yang jahat terhadap ku." Kemudian kalimat berikutnya dia berkata: "tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan." Apa maksudnya? Ini dia jelaskan pada kalimat berikutnya, yaitu dengan maksud memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi artinya di situ, tindakan jahat saudara-saudara Yusuf, telah Allah pakai, Allah olah untuk menghasilkan perkara-perkara yang baik. Perkara yang baik ini bukan menurut selera Yusuf, melainkan untuk memelihara bangsa Israel yang dilanda bencana kelaparan yang hebat di saat itu. Jadi di sini pun, baik di situ adalah pelaksanaan rencana Allah sendiri.

Dari ayat ini, kita mempunyai beberapa hal yang luar biasa penting untuk kita pelajari, kita pahami, kita cermati supaya kemudian bagaimana melihat Tuhan bekerja dalam kehidupan kita. Yang pertama saya ajak Saudara melihat, Yusuf mengatakan "kamu merekakan yang jahat, tetapi Allah mereka-rekanannya untuk kebaikan." Artinya, sekalipun Tuhan mereka-rekakan, mempunyai rencana baik di dalam kehidupan Yusuf, Dia sama sekali tidak mencegah, tidak membebaskan Yusuf dari kejahatan saudara-saudaranya. Dia tidak mencegah waktu Yusuf dilempar ke sumur, Dia tidak membebaskan Yusuf dari perbudakan, Dia juga tidak melepas Yusuf dari penjara. Jadi kita lihat malah yang terjadi kesukaran menjadi tambah besar. Dari hanya ada di dalam sumur, kemudian menjadi budak, dan bahkan berakhir di sebuah penjara.

Saudara-saudara, kita suka sekali pada waktu kita mengalami kepahitan, kita mengalami kesusahan, kita suka bertanya: "Di manakah Tuhan? Kenapa Dia diam saja? Kalau memang Dia mengasihi saya, mengapa Dia membiarkan saya mengalami hal-hal yang pahit ini?" Sebenarnya kalau kita pikir lebih dalam, kenapa orang waktu susah mempunyai pertanyaan-pertanyaan seperti ini? Jawabnya sebetulnya sangat sederhana, yaitu di dalam pikiran mereka - orang-orang yang bertanya seperti ini, ada suatu latar belakang pemikiran Teologia yaitu kalau Tuhan memang mereka-rekakan yang baik dalam kehidupan saya, kalau Tuhan peduli dan mempunyai rencana yang indah di dalam hidup saya, maka Dia tidak seharusnya membiarkan saya hidup seperti ini. Dengan latar belakang inilah, jadi waktu mereka mengalami masalah, mereka mempertanyakan kasih Tuhan, kebaikan Tuhan, rencana Tuhan. Seharusnya kalau Tuhan peduli, Tuhan betul mengasihi, tidak boleh ada yang buruk didalam kehidupan kita, tidak boleh ada yang gelap di dalam kehidupan kita.

Melalui ucapan Yusuf kita melihat di situ, Yusuf melihat jelas, "engkau mereka-rekakan yang jahat, Tuhan mereka-rekakannya menjadi kebaikan." Artinya, ketika Tuhan merekakan yang baik bagi kita, sama sekali Dia tidak membebaskan kita dari berbagai masalah. Kita mesti pegang baik prinsip ini, karena prinsip ini tidak pandang bulu. Jangan kita berpikir: kalau saya adalah seoorang Kristen yang taat, saya adalah orang Kristen baik, saya orang Kristen yang melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, saya akan mendapat perlakuan yang istimewa dari Tuhan. Saya akan mendapat dispensasi, saya akan dapat perlakuan khusus dari Allah. Ada seorang Kristen yang sudah lama tidak ke gereja. Hari itu pertama kali ke gereja dia minta kesempatan memberikan untuk memberi kesaksian. Kesaksian ini tidak lama setelah peristiwa kerusuhan tahun 1998. Saya kebetulan ada di sana. Dia berkata: "Pada kerusuhan yang baru lalu, saya benar-benar menyaksikan kasih Allah. Itu yang membawa saya kembali ke gereja." Dia adalah pedagang emas. "Ketika penjarahan, saya betul-betul tidak punya kesempatan menyelamatkan emas jualan saya. Jadi saya cuma bisa mengambil sebuah karung, memasukkan semua barang emas saya ke dalam karung, kemudian saya naik ke langit-langit toko, saya taruh karung emas itu di langit-langit kemudian saya melarikan diri. Tidak bawa apapun di kantung." Di dalam dia melarikan diri dia memang selamat, dikatakan sampai malam waktu sudah aman dia kembali ke tokonya. Dia melihat tokonya rusak parah. Dia langsung mengambil kursi untuk kembali lihat ke langit-langit tempat emasnya dia simpan. Dan ternyata emasnya hilang. Dia turun, dia kecewa, dia sedih. Tapi karena tidak rela kehilangan harta begitu banyak dia coba naik lagi ke langit-langit. Memang gelap. Waktu dia periksa dengan teliti, ternyata sangat mengejutkan dia, karung itu pindah tempat. Tidak lagi di tempat asal, memang pindah tetapi utuh isinya. Dia bukan main senangnya, dan dia melihat itulah pemeliharaan Tuhan bagi dirinya. Maka hari itu dia minta, bukan hanya dia ke gereja, dan dia minta bersaksi. Kalimat yang menarik bagi saya didalam mendengar kesaksiannya adalah dia berkata begini: "Saudara-saudara, kalau saya yang sudah begitu lama meninggalkan Tuhan masih dipelihara-Nya secara luar biasa, apalagi saudara-saudara yang serius ikut Tuhan, rajin ke gereja, semangat melayani Dia, Tuhan pasti lebih luar biasa memelihara saudara. Sekian kesaksian saya." Dan dia turun. Kalimat ini agak mengganggu telinga saya. Kalau kita sungguh melayani lebih serius ikut Tuhan, yang dia jarang ke gereja saja dipelihara, maka kita tentu lebih dipelihara lagi.

Mari kita perhatikan: apa yang menyebabkan Yusuf di penjarakan. Apa yang menyebabkan Daniel dilemparkan ke dalam lubang singa. Apa juga yang menyebabkan Yesus harus disalib. Apakah mereka kurang serius mengiringi Tuhan, apakah mereka kurang taat? Jawabnya, justru sebaliknya yang benar. Yusuf masuk penjara karena ketaatan, Daniel masuk lubang singa juga karena cintanya kepada Tuhan, begitu juga Tuhan Yesus karena ketaatan-Nya yang penuh kepada Bapa itu yang membawa Dia ke atas kayu salib. Jadi kita lihat di situ, sama sekali tidak ada dispensasi bahwa kalau Tuhan merencana yang baik, merekakan yang baik dalam hidup kita maka Dia akan membebaskan kita dari berbagai masalah. Dan tidak benar kalau kita tambah taat, maka masalah dalam hidup kita tambah sedikit.

Beberapa tahun lalu saya kehilangan seorang rekan. Dia mengalami kecelakaan lalu lintas, ditabrak dan langsung dia koma dua hari kemudian meninggal dunia. Dia tidak pernah lagi sadar, tidak pernah dia mengucapkan selamat tinggal untuk istri dan anak-anaknya. Kapan dan di mana dia ditabrak? Dia bukan baru pulang dari disco atau night club. Tetapi justru setelah dia selesai mengikuti sebuah kebaktian doa. Dia mendukung sebuah KKR yang akan diselenggarakan, di mana dia menjadi ketua panitia. Dan sehari sebelum dia mengikuti kebaktian doa itu, dia baru pulang dari kota lain di mana dia pergi rapat membicarakan pekerjaan Tuhan. Jadi waktu dia pulang, dia kejar justru karena ingin ikut kebaktian doa. Pulang dari kebaktian doa, menyeberang jalan pulang saat itu dia ditabrak.

Saudara-saudara, jadi betul, tidak ada dispensasi. Kita gampang dan suka tergoda berpikir begini: jika saya dalam ketaatan, jika saya dalam pelayanan kepada Tuhan, maka Tuhan akan melindungi saya lebih hebat lagi. Acap kali begini, kalau saya pergi berkhotbah, tidak kebagian tempat parkir, saya terpaksa parkir ke tempat yang agak jauh dan itu menurut saya daerah yang kurang aman (rawan). Sehingga saya begitu berhentikan mobil, cabut kunci, turun dari pintu, terus berpikir ini mobil akan dicuri orang apa tidak. Saya sangat kuatir. Muncul di dalam hati saya perkataan seperti ini: "Masak sih Tuhan tidak menjaga mobil ini supaya tidak dicuri orang. Aku di sini kan melayani Dia." Betapa kelirunya pikiran ini, dan sekarang saya tidak berani berpikir begitu. Ada banyak misionari yang meninggalkan kenyamanan hidup mereka, negeri mereka sendiri, masuk ke tempat-tempat yang sulit. Dan kita menyaksikan mereka sama sekali tidak mendapat dispensasi. Bahkan injil pun belum keluar dari mulut mereka, mereka sudah dibunuh mati.

Jadi Saudara-saudara, Tuhan merekakan yang baik, tidak sama sekali melepas kita dari berbagai macam kesulitan. Sekali lagi, prinsip ini tidak ada dispensasi, tidak pandang bulu. Ada orang yang berpikir begini: kalau begini pemahamannya apakah itu tidak memperlemah iman kita? Kalau Tuhan mempunyai rencana yang baik dalam hidup kita, Tuhan mereka-rekakan yang baik di atas kehidupan kita, tapi Dia sama sekali tidak melepaskan kita dari berbagai macam masalah, maka apakah itu tidak memperlemah iman kita? Memang kedengarannya begitu dan kita rasa kalau pengajarannya: karena Tuhan mempunyai rekaan yang baik dalam hidup kita, Dia akan membebaskan kita dari segala macam kesulitan. Kalau prinsipnya seperti ini, kelihatannya menyenangkan dan kelihatannya justru mengukuhkan iman kita. Kalau kita percaya Tuhan punya rencana, Tuhan itu merekakan yang baik, dan kita percaya kita mengiring Dia dengan sungguh-sungguh kita akan hidup lancar, nyaman, aman, makmur, apakah ini tidak lebih mengukuhkan iman kita. Dibanding dengan kita berkata: mengiring Tuhan dengan sungguh, Tuhan mempunyai rencana yang baik atas hidup kita, tetap kita harus mengalami berbagai macam kesulitan. Kelihatannya yang pertama tadi lebih nyaman dan lebih menjanjikan sesuatu yang akan menguatkan iman kita. Memang kedengarannya begitu, tetapi pada kenyataannya tidak. Pada kenyataannya pemahaman yang berkata kalau kita melayani Tuhan dan kita percaya Tuhan melakukan ikut bekerja menghasilkan yang baik dalam hidup kita, maka hidup kita akan lancar, nyaman, aman, itu justru akan membuat hidup kita mudah goyah, labil, dan menjadi orang Kristen yang mudah sekali dirontokkan oleh kesulitan. Dan sebaliknya, yang kita pikir itu yang memperlemah iman, itu akan menjadi dasar yang luar biasa kuat waktu kita mengalami hal-hal yang sangat sulit dalam kehidupan kita. Itu justru akan menjadi batu karang yang sangat kokoh yang membuat kita tahan banting.

Kalau kita berpikir Tuhan mempunyai rencana baik maka kita akan lancar, justru ini sangat membuat kita rapuh. Mengapa? Karena begitu kita menghadapi persoalan dan memang hidup tidak mungkin melepas kita dari masalah, apa yang terjadi? Paling tidak muncul dua pola pikir. Yang pertama dia akan berpikir: "Pasti saya mempunyai dosa." Kenapa saya tidak lancar, itu pasti salah saya. Kalau Tuhan sudah berkata: "Saya punya rencana baik dan kalau kamu mengiring Saya dengan sungguh-sungguh, semua akan lancar." Kenapa saya tidak lancar, itu pasti saya punya masalah, bukan Tuhan punya masalah. Masalahnya apa? Karena saya kurang iman, saya kurang taat, saya kurang sungguh-sungguh mengiring Dia, makanya Tuhan marah, Tuhan tidak mengangkat persoalan-persoalan hidup saya, Dia membiarkan saya mengalami ini semua. Maka akibat berpikir begini, dia akan berusaha untuk makin sungguh mengikut Tuhan, makin sungguh taat, bagaimana besarkan imannya supaya hidupnya jadi lancar. Kalau tidak lancar juga, maka dia akan mengalami putus asa dan merasakan Tuhan itu begitu sulit dipuaskan hati-Nya. Pola pikir kedua, dia akan menganggap Tuhan berdusta. Kalau dia sudah merasa sungguh-sungguh saya taat, sungguh-sungguh saya taat, saya percaya Tuhan itu baik dan ikut bekerja untuk menghasilkan yang baik dalam hidup saya, tetapi kenyataannya saya punya masalah seperti ini. Maka dia akan berpikir: sebetulnya Tuhan itu pendusta dan tidak peduli dengan kehidupan kita. Orang Kristen seperti ini justru akan sangat kehilangan kekuatan pada saat dia paling membutuhkan Tuhan, justru pada saat itu dia paling kecewa kepada Tuhan.

Kalau saja Yusuf berpikir seperti ini waktu dia jadi budak, waktu dia di penjara: "Katanya kalau taat semuanya jadi serba lancar. Buktinya saya ini sudah taat, mengapa jadi begini, dijual, diperbudak, dipenjara. Mana itu Tuhan, Tuhan macam apa itu." Saudara-saudara, dia akan kecewa. Dan kesedihan golongan ini jauh lebih berat dari orang-orang lain, karena mereka merasa Tuhan tidak memperlakukan diri mereka tidak fair. Dan mereka merasa kita boleh menuntut Tuhan, karena kita sudah taat. Jadi dia akan sangat hati kepada Tuhan. Kita mengatakan orang ini kehilangan kekuatan paling penting di dalam kesusahan, karena pada saat dia membutuhkan Tuhan saat itu dia paling marah kepada Tuhan.

Sekarang kita kembali kepada pemahaman yang benar. Kedengarannya tidak enak, tidak menyenangkan, tetapi itu batu yang kokoh menjadi landasan iman kita, yang membuat kita bahkan pada saat Tuhan tidak kita pahami, iman kita akan berjalan dengan pelita dan terang yang membimbing kita melewati lembah maut.

Di dalam Mazmur 23 di situ ada sembilan pengakuan yang dipusatkan pada karakter dan aktivitas Tuhan. Kalau orang yang percaya Tuhan merekakan yang baik ditambah kita taat maka semua jadi serba lancar, bagaimana dia akan membaca ayat 4: "Kalau Tuhan beserta saya, kenapa saya jalan dalam lembah kekelaman. Kalau benar gada dan tongkat-Mu menghibur aku, kenapa saya hidup susah seperti ini." Justru perhatiannya dia pusatkan kepada persoalan, kesukaran, pada ketakutan. Energinya habis untuk berkonsentrasi pada hal salah. Justru gada Tuhan, tongkat Tuhan, penyertaan Tuhan bukan sumber kekuatan tetapi sumber kekecewaan. Jadi dia katakan kalau ada gada Tuhan kok hidup saya jadi begini, kalau Dia ada menyertai saya kok hidup saya jadi gini. Jadi justru di situlah penyertaan Tuhan yang membuat dia jadi jengkel, saya disertai kok hidup saya jadi begini. Bagaimana dengan pemahaman yang lain yang berkata: "Dia merekakan yang baik, tetapi tidak melepas aku dari berbagai macam penderitaan dan persoalan."
Orang ini akan membaca Mazmur ini persis seperti Daud. Dia akan berkata: "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, tapi saya tidak takut bahaya. Kenapa? Ada Tuhan beserta saya. Gada-Mu dan tongkat-Mulah yang menghibur aku." Hasilnya bukan dia berkata "Tuhan kalau ada gada, ada tongkat, ada penyertaan kok saya jalan di dalam lembah kekelaman." Bukan! Justru "dalam lembah kekelaman seperti ini, ada Tongkat-Mu, ada gada- Mu, ada penyertaan-Mu." Maka kita lihat kuat kuasa Tuhan menggantikan kekuatirannya. Penghiburan Tuhan menggantikan ketakutannya dan iman kepada Tuhan menggantikan kekecewaan. Jadi yang mana kita pilih?

Waktu Daud menulis Mazmur 23 perhatiannya bukan pada sakitnya, pada masalahnya, tapi memperhatikan Tuhan dalam kehidupannya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman yang dia perhatian adalah Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkat-Mu yang menghibur aku. Tuhan beserta, Tuhan berencana tetapi tidak lepaskan saya dari masalah, sehingga waktu masalah terjadi saya dihibur oleh kehadiran-Nya. Bukan terbalik, kalau Dia memang hadir, Dia punya rencana, Dia merekakan yang baik dalam hidup saya kenapa saya sakit, kenapa saya menderita seperti ini. Rontok imannya kalau begitu.

Waktu Yusuf mengatakan "Engkau merekakan yang jahat, tetapi Tuhan merekakan yang baik." Tuhan tidak lepaskan Yusuf dibuang di sumur, dijual, diperbudak, dipenjara. Dia tidak lepas dari begitu banyak kesengsaraan. Kita perlu memperhatikan antara proses dan penggenapan rekaan Tuhan yang baik dalam kehidupan Yusuf. Pada awal kehidupan Yusuf waktu dia masih di rumah ayahnya, Tuhan jauh sebelumnya sudah memberitahu dua kali melalui mimpi. Pertama melalui berkas-berkas gandum yang semua merunduk kepada dia dan kedua melalui benda-benda langit. Tuhan sudah mengkomunikasikan kepada Yusuf bahwa dia akan menjadi orang yang sangat penting. Itu rencana Tuhan bagi Yusuf. Tapi kita harus sangat teliti memperhatikan, walaupun Tuhan memberitahukan rencananya kepada Yusuf, tetapi Tuhan tidak memberitahukan proses bagaimana Dia akan menggenapi. Tidak dalam mimpi-mimpi Yusuf, Tuhan datang kemudian menjelaskan kepada Yusuf: "Yusuf kamu akan menjadi orang sangat penting. Proses pencapainya marilah sekarang Aku jelaskan detail planning atas hidupmu. Jadi engkau akan begini, suatu hari nanti oleh ayahmu disuruh menengok kakak-kakakmu ke padang domba. Ketika kamu pergi, kakak-kakakmu akan mengambil kesempatan untuk membunuh kamu, melemparkan kamu ke sumur. Tetapi jangan kuatir. Kamu akan dijual jadi budak, akan mampir sebentar di rumah Potifar, di sana engkau akan difitnah dan kamu akan dipenjarakan. Tapi jangan juga kuatir, justru di penjara itu engkau akan diperkenalkan dengan dua orang pejabat tinggi istana, melalui mereka kamu akan diperkenalkan kepada Firaun. Nanti Firaun akan Kuberi mimpi, kamu jelaskan dan lewat proses ini kamu akan mencapai rencana-Ku jadi orang penting."

Kalau ada penjelasan seperti ini, apakah Yusuf waktu masuk penjara apakah dia takut, apa dia kuatir, apa dia susah? Waktu dia dijual oleh kakaknya, waktu dibuang ke sumur dia sudah berpikir: "Oh... ya... memang Tuhan sudah berkata begini." Waktu dia jadi budak, dia difitnah, dia dimasukkan penjara dia tidak akan susah hati, karena dia tahu the whole plan Tuhan. Dia tidak akan bergumul mana itu Tuhan, katanya akan menjadikan saya orang nomor satu, buktinya malah masuk penjara. Dia tidak bakal punya pergumulan seperti itu.

Roma 8:28, Rasul Paulus memberitahukan kepada kita lewat ayat ini bahwa Allah mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Kebaikan ini berkenaan dengan seluruh rencana Allah atas kehidupan orang percaya. Itu bisa mulai ayat 29 sampai dengan 31. Kemudian Paulus melanjutkan bagaimana prosesnya Tuhan mendatangkan kebaikan itu. Yaitu dengan Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu. Sekalipun kelihatannya prosesnya dijelaskan, tetapi tidak ada detail di situ. Dan di dalam Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu, kita mungkin kehilangan orang yang kita kasihi, mungkin kita akan tertabrak, cacat, buta seumur hidup. Mungkin di dalam segala sesuatu di situ berarti penyakit kanker yang akan kita idap, mungkin kebangkrutan, mungkin pengkhianatan suami atau istri kita. Segala sesuatu di dalam itu apa? Tuhan tidak pernah detail menjelaskan kepada kita. Dia cuma berkata, "Aku akan mendatangkan hal yang baik." Apa itu? Dijelaskan di ayat 29-31. Proses bagaimana?Pokoknya Tuhan turut bekerja di dalam segala sesuatu. Segala sesuatu itu apa? Tuhan tidak jelaskan.

Rencana baik Tuhan dalam hidup kita dan cara Dia mencapai bisa dibagi dua bagian. Pertama, Tuhan jelaskan, Dia mau kita mengerti, Dia mau kita paham akan rencana-Nya. Kedua, khusus proses pencapaiannya Dia tidak jelaskan apa-apa kepada kita. Dia tidak memberikan detail rencana-Nya, cara-Nya. Tidak ada penjelasan! Tuhan tutup, Tuhan tidak membolehkan kita memahami. Kalau begitu apa yang Tuhan minta? Iman. Prosesnya bagaimana? Di dalam segala sesuatu. Yang penting dalam segala sesuatu Tuhan bekerja apa yang Tuhan mau. Yang paling disayangkan adalah waktu kesulitan, kesususahan, kepahitan yang luar biasa terjadi di dalam hidup kita, kita suka mempertanyakan bagian yang justru Tuhan tidak buka, bagian detail yang Tuhan sembunyikan.

Yang Tuhan minta adalah kita mengatasinya dengan iman. Justru kita paling suka bertanya: "Kenapa ini terjadi?", "Kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi?" Justru pada waktu itulah membawa kegoncangan yang luar biasa pada iman kita.

Seorang wanita Kristen suaminya baru berumur 39 waktu meninggal dunia, hanya karena dokter salah diagnosa padahal dia kena usus buntu sehingga pendarahan sehingga meninggal dunia. Wanita ini hamil 7 bulan dan ada seorang anak 2 tahun. Wanita ini tidak bisa menerima kenyataan suaminya mati. Bahkan waktu upacara penguburan dia tidak membolehkan suaminya dikubur, dia berkata: "tiga hari kemudian suamiku akan bangkit." Tiga hari kemudian tidak bangkit. Akhirnya bagaimanapun suaminya dikubur. Kedua orang suami istri ini mengasihi Tuhan dengan memberikan hidup mereka untuk melayani Tuhan. Mereka bekerja di lembaga bantuan hukum, yang tahu bobroknya hukum di Indonesia dan mereka mempunyai tekad untuk berjuang sebagai anak Tuhan untuk memberikan terang walaupun hanya sebuah lilin kecil.

Seorang umur 21 tahun, minggu berikutnya akan diwisuda, nilai skripsinya A, dia adalah seorang guru sekolah minggu yang sangat berapi-api. Orang tuanya waktu dia meninggal mengatakan: "Anak inilah yang membawa kehidupan rohani di dalam rumah kami." Dia kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri yang sangat terkenal di Jakarta. Waktu banjir dia ditemukan di luar mobilnya tergeletak meninggal dunia dan hanya diangkat ke pinggir jalan begitu saja begitu saja. Keluarganya bertanya: "Kalau Tuhan betul mencintai, kenapa membiarkan anak yang begitu baik? Mana Tuhan, kenapa Tuhan diam saja? Bagaimana anak ini bisa mengalami kesulitan tanpa ada orang yang menolongnya? Kenapa ini bisa terjadi kalau Tuhan bisa mencegah? Kalau bisa menghasilkan apa yang baik"

Tuhan bisa saja pakai cara lain yang tidak mengenaskan. Kenapa Tuhan tidak membawa kita langsung, ke sasaran apa yang baik itu? Kita mempertanyakan semua ini kepada Tuhan. Kita suka berpikir, "Apa Tuhan tidak salah, kalau Dia bekerja di dalam segala sesuatu untuk mencapai kebaikan?" Mengapa bukan sebaliknya yang menghasilkan kebaikan? Kalau si suami yang sakit itu Tuhan memberi kesehatan dan panjang umur. Kalau dia boleh hidup lebih lama, bukankah dia bisa melayani lebih lama, berbuah lebih banyak, anak-anaknya tidak perlu jadi yatim. Bukankah itu yang baik? Saudara-saudara, proses ini membuat kita bertanya apa yang bisa mendatangkan kebaikan dengan kondisi seperti ini? Anak yang umur 21 tadi, kalau Tuhan memberi dia umur panjang, dia lulus, dia dapat menjadi terang Tuhan, dia lebih berbuah bagi Tuhan, apa bukan itu justru yang baik? Bukan dengan mengambil dia pada usia 21, sehingga orang tua, teman-teman, gereja kehilangan.

Bagaimana kita bisa mengatakan menghasilkan yang baik? Mestinya sebaliknya, dia ditolong Tuhan, dia dicegah Tuhan dari mara bahaya. Itu yang mengasilkan yang baik. Saudara-saudara, kita minta Tuhan memberi penjelasan. Kita ingat, dalam Tuhan merekakan yang baik, apa yang baik itu Dia buka kepada kita, Dia mau kita paham, tetapi proses mencapai itu Dia cuma berkata bahwa Dia bekerja dalam segala sesuatu. Bagaimana itu menghasilkan kebaikan, kita tidak perlu tahu. Justru pada waktu proses itu sedang terjadi, kita hancur karena kita bertanya, hal-hal yang sebetulnya Tuhan tidak akan jelaskan. Tuhan juga tidak akan minta maaf.

Seandainya si istri di dalam tidurnya bermimpi, Tuhan menjelaskan: "Hai istri jangan susah hatimu. Sekalipun engkau kehilangan suami yang kelihatan begitu baik, tetapi beberapa bulan lagi dia akan korupsi, main perempuan, itu sebabnya Aku menjemputnya lebih awal supaya nama baiknya tetap terpelihara dan hatimu tidak dilukainya." Kalau ada penjelasan seperti ini apakah istri akan berat melepaskan suaminya? Persoalannya adalah Tuhan tidak akan menjelaskan dan minta maaf. Tuhan tidak akan memberikan rincian rencana-Nya.

Tuhan memberitahu Yusuf lewat mimpi, tetapi di mana, kapan, bagaimana proses akan terjadi, Tuhan tidak pernah cerita kepada Yusuf. Kalau semua sudah dijelaskan, tidak perlu iman! Karena kita tahu keseluruhan prosesnya. Dia cuma kita minta memilih: apa yang Kujelaskan, kamu imani itu, untuk menjalani proses-proses yang tidak Aku bukakan. Atau pilihan kedua, yang tidak Tuhan buka akan merontokkan iman kita terhadap Tuhan bukakan. Kita ingin kita menjalani lembah kekelaman, atau lembah kekelaman itu justru membuat kita tidak lagi percaya bahwa Tuhan dapat menghasilkan yang baik.

Saya merasa harus membacakan Ibrani 11:36-40: "Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung. Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan. "Tuhan mereka-rekakan kebaikan" dengan maksud memelihara bangsa yang besar. Kebaikan Tuhan di sini bukan berarti menurut selera kita. Walaupun Yusuf menjadi Perdana Mentri, baiknya bukan untuk Yusuf sendiri, tetapi untuk memelihara bangsa yang besar sebagai pemenuhan rencana Allah. Yang baik menurut Tuhan, bukan menurut kita.

Terakhir, kita punya dua pilihan. Yang pertama, kita akan memilih bahwa kalau Tuhan merekakan yang baik, saya taat kepada Dia, hidup saya jadi lancar. Atau kedua, Tuhan merekakan yang baik, sekalipun saya taat kepada Dia, Dia tidak akan melepaskan dari berbagai masalah. Pilihan kedua yang benar. Saat yang paling pahit, mungkin penjara, penyakit, mampukah kita punya iman yang untuk menjalani lembah kekelaman. Atau lembah kekelaman ini membuat kita hancur, tidak lagi percaya Tuhan menghasilkan yang baik.

Profil Pdt. Yohan Candawasa:
Pdt. Yohan Candawasa, S.Th. dilahirkan pada tanggal 11 Maret 1960. Selulus SMA, beliau melanjutkan studi di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang, sebagai jawaban atas panggilan Tuhan baginya.
Beliau mendalami studi Biblika dan Eklesiologi yang kemudian dituangkan dalam skripsinya. Kerinduannya untuk membina jemaat Tuhan dinyatakan selama pelayanan di Gereja Kristen Abdiel Elyon, Surabaya (1985-1987) dan juga Gereja Kristen Immanuel Bandung (1988-1996). Selama pelayanan tersebut, beliau berkesempatan mengunjungi RRC dalam rangka perjalanan misi. Dalam kunjungan tersebut, beliau memperoleh beban pelayanan dari Tuhan untuk menggumuli penginjilan di RRC.
Beliau menikah dengan Stephanie, dan telah dikaruniai seorang putra bernama Yeiel Candawasa.
Tahun 1996-1997 beliau melayani sebagai Gembala Sidang di Mimbar Reformed Injili di Taipei. Kemudia tahun 1998-1999 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII)-Granada Jakarta.
Mulai tahun 2000 beliau melayani di CCM (Care for China Ministry). Beliau juga menjadi dosen di Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili Indonesia (STTRII), Jakarta.


"For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth; to the Jew first, and also to the Greek."
(Romans 1:16; King James Version)


(Artikel ini didapat dari Milis Komunitas Kristen yang diposting oleh Bp. Denny Teguh Sutandio - red)




AddThis Social Bookmark Button

HATI HATI PADA SIASAT IBLIS SEPERTINYA SEDERHANA

Suatu ketika para setan berkumpul mengadakan kongres setan se dunia. Pada pidato pembukaannya, sang pemimpin berkata: "Kita nggak mungkin menjauhkan umat Kristiani dari gereja. Kita tidak bisa mencegah mereka membaca Alkitab dan mengetahui kebenarannya. Kita bahkan tidak bisa mencegah mereka berhubungan dengan Sang Penyelamat. Sekali mereka memperoleh kontak dengan Jesus, maka kekuasaan kita akan hancur."" Biarkan saja mereka ke gereja. Begitu mereka selesai makan malam,curilah waktunya, sehingga mereka tidak punya waktu untuk membangun hubungan dengan Jesus Kristus." "Inilah yang harus kalian lakukan," kata setan. "Jauhkan mereka dari Sang Penyelamat, dan konsentrasilah kejaringan-jaringan vital yang mengatur hidup mereka sepanjang hari ."
"Apa yang harus kami lakukan ?" teriak setan-setan yang hadir.

"Buat mereka sibuk untuk hal-hal yang sepele dalam hidup mereka dan dapat mempengaruhi jalan pikiran mereka," jawab Sang Pemimpin. "Perbanyak waktu luang mereka dan sibukkan. Usahakan ibu-ibu rumah tangga bekerja lebih lama dan suaminya juga bekerja 6 - 7 hari seminggu, 10 - 12 jam sehari, sehingga mereka tidak sempat bersosialisasi. Buat mereka tidak punya waktu luang buat anak. Begitu keluarga mereka terpecah, maka kesibukan menjadi tempat pelarian."

"Arahkan jalan pikiran mereka sehingga tidak mendengar hati nurani lagi. Usahakan mereka memutar kaset atau mendengarkan radio pada saat mengemudi. Jaga agar TV, VCD Player, CD dan komputer tetap diputar terus menerus dirumah mereka dan usahakan tidak terdengar lagu-lagu rohani di setiap toko maupun restoran yang ada di dunia. Ini akan mempengaruhi pikiran mereka dan memutuskan hubungan denganKristus."

"Isi ruang tamu mereka dengan majalah dan suratkabar. Penuhi pikiran mereka dengan berita selama 24 jam. Pasang billboard / iklan disepanjang jalan, agar terbaca pada saat berkendaraan. Banjiri kotak suratnya dengan katalog barang, promosi barang, undian dansegala macam penawaran barang gratisan dengan janji-janji palsu."

"Percantik semua model yang muncul di majalah - majalah dan TV, sehingga para suami merasa kecantikan lahiriah lebih penting dan merasa kecewadengan penampilan istri sendiri."

" Buat para istri kelelahan, sehingga tidak ada waktu romantis dengan suaminya. Jika mereka tidak bisa saling memberikan kasih sayang sebagai suami istri seperti layaknya, maka mereka akan berpaling ke orang lain alias selingkuh. Ini akan mempercepat keluarga tersebut berantakan."

"Buat mereka sakit kepala juga. Berikan kepada mereka Sinterklas, agar para orang tua tidak memahami &tidak sempat menerangkan arti Natal yang sebenarnya kepada anak-anaknya. Berikan mereka telur Paskah, sehingga mereka bingung & tidak pernah berbicara tentang arti sebenarnya dari kuasa penebusan dari darah Kristus atas dosa dan maut. Bahkan saat rekreasi, biarkan mereka bertingkah berlebihan & terjadi konflik-konflik, sehingga begitu mereka pulang dari rekreasi, maka badan & pikiran mereka akan kecapaian. "

"Jangan Biarkan mereka pergi ke alam bebas yang bisa membuat mereka kagum atas ciptaan Tuhan. Usahakan mereka tetap sibuk dan kirim mereka ke taman bermain, tempat berolahraga, mal, konser musik dan bioskop."

"Pokoknya bikin mereka sibuk, sibuk, sibuk terus terutama sibuk mencari & mengumpulkan uang, buat mereka terus kuatir akan hari depannya, supaya mereka menjadi sakit & melakukan ber-macam2 dosa dengan bebas & kreatif!"

"Biarkan saja mereka menghadiri kebaktian atau persekutuan doa, tapi libatkan mereka dalam gossip dan basa basi, jangan sampai pikirannya terfokus kepada Allah & hatinya terbuka untuk dibentuk ulang & menjadi berubah, tapi buat mereka menjadi orang yang munafik, pura-pura rohani & sehingga mereka hanya bermain-main, cuek & tidak sadar apalagi takut sekalipun sedang berada di hadapan Allah saat itu. "

"Paling baik lagi, bila mereka " diakali " agar merasa tidak puas & kecewa oleh orang-orang gereja sendiri, sehingga dengan penuh kesadaran tidak mau datang lagi ke gereja."

"Kacaukan tujuan hidup mereka dengan harta benda yang menyebabkan mereka tidak punya waktu utk bersandar, berharap & meneladani kehidupan dari Jesus. Ini akan membuat mereka bekerja dengan kekuatan sendiri mengorbankan kesehatan mereka dan keluarga hanya untuk harga benda atau materi."

"Biarkan harta itu dibawanya kekuburan atau menjadi biang keributan diantara anak-anaknya nanti."

"Ini pasti berhasil.... .. ! "
"Ini pasti berhasil.... .! "

HATI HATI BUSY (sibuk) berarti :
Being Under Satan's Yoke [ berada di bawah kuk yang dipasang setan ]

Walaupun ini adalah sebuah rencana sederhana. Nampaknya setan-setan ini telah berhasil melaksanakan tugas mereka, sehingga banyak umat Kristiani di dunia ini terlihat begitu sibuk pontang panting kesana ke mari, sehingga hanya mempunyai waktu sedikit saja dengan Tuhan dan keluarga!!!! ...

Bahkan dibuat sampai tidak punya waktu untuk menceritakan tentang kuasa Tuhan yang telah menyelamatkan & merubah hidup mereka kepada orang lain. Apakah setan telah sukses dengan rencananya kepada Anda juga ? Don't let this happen.

Semoga hikmat dari Tuhan kita Yesus Kristus menyertaimu saat ini

~ milis ~




AddThis Social Bookmark Button

The Truth about His name "Jesus" (Kebenaran akan nama Yesus)

Apakah anda tahu tentang fakta-fakta ini? Saya yakin anda belum mengetahuinya sampai saat ini. Kematian adalah pasti, namun Alkitab menuliskan tentang kematian Yang tidak dapat ditentukan kapan waktunya tiba.

Buatlah kajian Pribadi tentang ini.. Sangatlah menarik.. Bacalah sampai selesai. Dalam Galatia 6:7, Alkitab mengatakan: "Jangan sesat! Allah tidak Membiarkan diri-Nya dipermainkan। Karena apa yang ditabur orang, itu Juga yang akan dituainya"

Inilah fakta atas beberapa orang yang telah mengolok-olok Tuhan.
JOHN LENNON (Penyanyi kelompok the Beatles)
Beberapa tahun yang lalu, saat wawancara dengan sebuah majalah Amerika, John Lennon berkata: "Kekristenan akan berakhir, Dan akan Menghilang। Saya yakin hal itu tidak dapat diragukan lagi। Yesus sih Lumayan, tapi tujuan-tujuanNya terlalu sederhana. Hari ini kami (the Beatles) lebih terkenal dari Dia." (1966) John Lennon setelah mengatakan bahwa the Beatles lebih terkenal dari Yesus Kristus, dibunuh oleh penggemarnya dengan 6 kali tembakan.
TANCREDO NEVES (Presiden Brasil)
Selama masa kampanye kepresidenannya, dia berkata bahwa jika Ia mendapatkan 500,000 suara pemilih dari partainya, maka Tuhan pun Tidak akan bisa menyingkirkan dia dari posisi kepresidenannya. Tancredo Neves memang berhasil mendapatkan suaranya, namun dia jatuh Sakit sehari sebelum pelantikannya sebagai presiden, dan kemudian meninggal.
CAZUZA (komposer Brasil penganut bi-sexual, penyanyi and penulis puisi)
Selama show-nya di Canecio ( Rio de Janeiro ), ketika IA sedang Menghisap rokok, dia menghembuskan beberapa ASAP rokoknya ke udara dan berkata "Tuhan, ini (ASAP rokok) untuk-Mu." Dia meninggal dalam keadaan yg sangat mengerikan karena AIDS pada Usia 32 tahun.
Orang yang membuat TITANIC
Setelah pembangunan kapal Titanic, seorang reporter bertanya Seberapa amankah kapal Titanic tersebut dengan nada mengejek dia menjawab: "Tuhan pun tidak akan bias Menenggelamkannya" Hasilnya saya rasa anda semua tahu apa yang terjadi dengan Titanic.
MARILYN MONROE (Aktris)
Dia dikunjungi oleh Billy Graham pada saat sebuah pertunjukan show. Billy Graham berkata bahwa Roh Tuhan telah mengutusnya untuk memberitakan Injil kepada Marilyn Monroe. Setelah mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Billy Graham, Dia berkata "Saya tidak perlu Yesus-mu." Seminggu kemudian Marilyn Monroe ditemukan tewas di apartemennya.
BON SCOTT (Penyanyi)
Mantan vokalis AC/DC. Dalam salah satu lagu yg dinyanyikannya tahun 1979 berbunyi : "Jangan hentikan saya, saya akan terus turun, turun ke jalan neraka." Pada tgl 19 Februari 1980, Bon Scoot ditemukan tewas karena tersedak Oleh muntahnya sendiri.
CAMPINAS (tahun 2005)
Di Campinas, Brasil, sekelompok sahabat yang mabuk pergi untuk Menjemput seorang temannya. Pada saat ibu anak tersebut mengantar anaknya ke mobil, dia sangat kuatir dengan kemabukan teman-temannya, sambil memegang tangan anaknya yang duduk di mobil dia berkata : "Anakku, pergilah bersama dengan Tuhan, Dan kiranya Dia melindungimu." Anaknya menjawab : "Ya jika Tuhan mau duduk di bagasi, sebab di dalam Sini sudah penuh." Beberapa jam kemudian, ada berita/informasi yang mengabarkan bahwa Anak-anak muda tersebut mengalami sebuah kecelakaan yang fatal, dan Semuanya tewas. Mobilnya bahkan tidak dapat dikenali lagi Jenisnya, namun anehnya bagasi mobil tersebut utuh. Polisi berkata bahwa tidak mungkin bagasi mobil tersebut bisa utuh. Yang lebih mengejutkan mereka, di dalam bagasi tersebut ada 1 peti telur, namun tidak ada satu pun yang pecah.
CHRISRTINE HEWITT (Jurnalis Jamaica & penghibur)
Berkata bahwa Alkitab (Firman Tuhan) adalah buku terburuk yang pernah ditulis Juni 2006, dia ditemukan tewas terbakar di motornya dan tak dapat dikenali lagi.
Banyak orang-orang penting yang lupa bahwa tidak ada nama lain yang pada-Nya diberikan kuasa penuh selain nama Yesus. Banyak yang telah mati, namun hanya Yesus yang mati dan bangkit kembali, dan Dia tetap hidup selamanya.

~ Milis Pustaka Lewi ~



AddThis Social Bookmark Button


HATI - HATI BUAT YANG DOYAN KWAMIA (RAMAL NASIB) !

Pengakuan Harun Jusuf, Mantan Tukang Kwamia
Harun Jusuf, mantan tukang mantan tukang kwamia yang namanya pernah sangat ngetop di kalangan etnis Tionghoa ini, berpenampilan sederhana. Ditemani Acu, istrinya, Harun Yusuf menjawab serta membuka semua rahasia kwamia secara blak-blakan. Iapun mengaku sedang menyiapkan sebuah tulisan untuk diterbitkan menjadi sebuah buku mengenai perjalanan hidupnya dari Tukang Kwamia menjadi Anak Tuhan Yesus.
TANYA: Bapak sangat dikenal sebagai tukang kwamia di kalangan etnis Tionghoa. Apa yang Bapak lakukan setiap kali pasien datang?
JAWAB: Begini. Tak semua pasien yang datang diterima. Tetapi, harus saya uji dulu.
Maksudnya ialah saya tanyakan tanggal lahirnya lengkap dengan jam kelahirannya.
Lalu di daftar, tunggu, antri dan jam berapa bisa diterima.
TANYA: Maksud Bapak?
JAWAB: Dari tanggal lahirnya, kita harus bikin Pek Jie. Pek Jie ialah sebuah daftar di mana kita dapat menghitung dengan mengutak atik angka berdasarkan tanggal lahir sehingga menghasilkan sebuah angka. Jam, tanggal, bulan, tahun kelahiran diterjemahkan dalam dua huruf. Angka ini disebut Bintang ("Xing"). Nah, dari sinilah nasib manusia berjalan sesuai dengan apa yang sudah ditentukan oleh Pek Jie.
TANYA: Dan, ternyata memang tepat?
JAWAB: Saya jamin 90% tepat, karena memang sudah diuji. Jadi, saya menerima pasien tak sembarangan. Jika menurut perhitungan berdasarkan masa lalunya, kapan menikahnya, kapan punya anaknya, sudah 90 % tepat barulah saya jadikan pasien. Tetapi, kalau kurang dari segitu tak mau saya jadikan pasien. Bisa saja saya katakan bahwa tanggal lahir yang diberikan kepada saya itu salah tanggalnya, karena orang tuanya memang salah mencatatnya.
TANYA: Benarkah seseorang yang datang minta dikwamia, rohnya sudah dikuasai terlebih dulu ?
JAWAB: Ya, benar. Rohnya sudah berada di dalam cengkeraman roh yang saya pelihara. Sejak itu roh pasien harus tunduk pada roh saya apapun yang saya perintahkan. Misalnya saya ramalkan bahwa orang itu akan bercerai, maka rohnya tunduk 100% dan dia pasti akan bercerai! Padahal sebenarnya belum tentu ia akan bercerai. Roh kamilah yang justru menakdirkan, merencanakan semuanya itu. Ini, yang saya pikir paling tepat. Makanya, tukang kwamia yang makin jitu, makin berbahaya, berarti yang dipeliharanya makin hebat. Bekingnya makin hebat.
TANYA: Kalau begitu, kutukan itu datangnya justru dari si tukang kwamia kepada si pasien?
JAWAB: Ya, betul, secara tak sadar, ya! Saya dipakai oleh roh yang ada dalam diri saya untuk mengutuk manusia atau pasien yang datang! Dengan begitu setiap pasien berada dalam cengkraman kami. Melalui mulut kami, tukang kwamia keluar kutukan-kutukan yang harus dijalankan secara tak sadar oleh si roh pasien itu. Misalnya, jika dikutuk bahwa tahun depan ia akan disikat orang perusahaannya, biar bagaimana hati-hatipun perusahaannya pasti akan disikat orang lain. Mengapa? Karena rohnya sudah sepenuhnya tunduk kepada roh kami si tukang kwamia!
TANYA: Bagaimana pandangan Bapak jika ada orang Kristen yang masih datang untuk dikwamia atau diramalkan kehidupannya?
JAWAB: Orang Kristen yang pergi ke tukang kwamia? Oh, banyak. Banyak sekali. Dulu, sebelum saya bertobat, sudah bukan rahasia lagi jika diantara sekian banyak pasien saya, banyak yang beragama Kristen. Cuma, setelah saya bertobat, saya ingin memberitahukan kepada mereka untuk menghentikan hal tersebut. Sebab, jika masih tetap percaya atau pergi ke tukang kwamia, nasib mereka sudah tak ada ditangan Tuhan lagi. Ia harus tunduk atau menuruti kepada ramalan-ramalan yang dia pegang. Setelah saya bertobat, saya membaca Firman Tuhan dalam Roma 6 : 16 . Kepada siapa kita taat, kita menjadi hambanya. Nah, jika orang Kristen masih pergi dan percaya kepada tukang kwamia, ia menjadi hamba dari roh tukang kwamia. Menjadi hamba roh tukang kwamia, pasti ada imbalan atau tumbal yang harus dibayar. Ingin diramal baik, sudah tentu tak gratis. Jadi, harus ada bayarannya dan bayarannya mahal yaitu nyawa salah seorang keluarga kita. Seperti yang dulu pernah saya alami. Dua orang anak saya meninggal dunia.
TANYA: Jadi, tumbal adalah suatu keharusan jika kita meminta sesuatu kepada tukang kwamia?
JAWAB: Di dunia mana ada yang gratis, kecuali ASI, air susu ibu yangkita minum. Kita pinjam uang kepada bank. Tak mungkin bank memberi secara gratis. Kita harus membayar bunganya, bukan? Kita pinjam uang sama teman. Namanya hutang, bukan? Kecuali dari orangtua kita. Dialam roh juga begitu. Harus ada harga yang harus dibayar. Karena itu,jika memperoleh hasil, maka hasil itu harus jelas, apakah dari Tuhan atau bukan. Jika dari Tuhan, maka Ia akan memberi tanpa imbalan. Gratis! Misalnya Ia menciptakan matahari. Orang jahatpun bisa menikmati sinar matahari. Begitu pula dengan air. Air, Tuhan berikan secara gratis. Kalau kita harus membeli air, itu karena kita harus membayar ongkos pembuatan air. Airnya kan gratis.
TANYA: Menurut orang Tionghoa yang kokoh memegang tradisi lamanya, peranan Shio sangat penting dalam perjalanan hidupnya. Bagaimana sebenarnya hal itu?
JAWAB: Karena tradisi yang turun-temurun, watak manusia sudah tak berfungsi sebagai watak manusia yang sebenarnya. Sifat dan watak manusia sudah seperti berubah menjadi sifat dan watak binatang. Hal ini terjadi karena sejak zaman dulu, orang Timur sudah ditaklukan oleh gambaran hewan dalam Shio-shio itu. Mau tahu artinya Shio? Shio artinya persis atau sama dengan! Siapa yang bisa mengutuki anak kita, kalau bukan orang tuanya? Melalui shio itu akhirnya kuasa jahat itu, memakai mulut orangtua supaya mengutuki anaknya!
TANYA: Jadi, kalau begitu tak ada shio yang baik?
JAWAB: Mana ada ! Nasib binatang mana ada yang bagus. Kelinci artinya playboy. Rumah tangga bakal hancur. Naga, artinya kesombongan. Ular artinya licik. Tikus merusak, kerbau bodoh, macan sadis atau buas, kuda diperbudak atau ditunggangi orang. Kambing, kebangetan atau "awban" atau berjiwa pemberontak, monyet nakal. Apa saja berani dia coba. Ayam jadi santapan orang banyak, anjing tak bisa membedakan. Jika dipelihara perampok, dia akan membela perampok atau majikannya saat melawan polisi. Tak mungkin dia membela polisi saat itu, bukan? Babi? Huh! Dia kan binatang jorok. Selalu kembali ke tempat yang kotor dan nasibnya selalu berakhir ditempat pembantaian.
TANYA: Kalau dengan horoskop?
JAWAB: Nah, di dunia Barat, dikutuki melalui horoskop yang mengambil sifat-sifat binatang. Manusia sudah berada dalam perangkap iblis dan iblis sudah berkeliaran di dunia ini dan mempengaruhi manusia agar jiwanya tidak seperti manusia melainkan berjiwa dan bersifat seperti binatang. Ajaran manusia membunuh, merampok, memperkosa. Kita lihat anak membunuh orang tuanya, ayah memperkosa anaknya, jiwanya sudah seperti binatang.
~ Milis - Pustaka Lewi ~


AddThis Social Bookmark Button