Saksi Saksi Jehuwa dan Sepak Terjangnya

Aliran ini berpusat di Bethel,Brooklyn-Newyork dengan tenaga full time sekitar 2000 personil melalui jaringan Watch Tower Bible and Tract Society. Mereka sangat giat menyebarkan ajarannya keseluruh dunia. Organisasi ini mempunyai 4,7 juta anggota aktif, tersebar di 231 negara termasuk Indonesia.

Yang terbanyak pengikutnya bermukim di AS,negeri asalnya yakni hampir satu juta. Jadi masih relevan dan penting membicarakan aliran ini, tanpa buru-buru membubuhkan cap ajaran sesat atasnya. Siapa tahu ada juga berguna yang bisa dipelajari dari aliran ini. Kemunculan aliran ini sedikit banyaknya bermula dari aliran Adventis, sekalipun kalangan Adventis menolak ajaran Saksi Jehuwa. Sejarah aliran ini berkait erat dengan kiprah para tokoh sentralnya yang kemudian menjadi president organisasi Watch Tower seperti C.T Russel.

Menurut tokohnya Russel Kedatangan Kristus dan awal millenium baru terjadi pada tahun 1914, setelah masa panen selama 40 tahun(1874-1914). Berdasarkan Wahyu 7:4-9. Pandangan Russel selanjutnya bahwa diantara masa panen dan kedatangan Kristus itu akan terjadi perang Armagedon yang akan dipanen atau orang yang selamat melintasi perang itu dan memasuki kerajaan 1000 tahun itu hanya 144.000 orang.

Selanjutnya dikembangkan ajaran yang menyatakan tidak adanya neraka sebagai tempat penghukuman kekal bagi orang-orang jahat, sebab setiap orang jahat segera ditiadakan pada saat ia mati.

Disamping ketiga pokok pandangan (yang kemudian menjadi ajaran lembaga Menara Pengawal atau persekutuan Saksi Jehuwa) masih ada beberapa pokok ajaran yg dikemukakan seperti penolakan terhadap pokok-pokok ajaran gereja baku/resmi,misalnya ajarannya untuk menolak Trinitas(ke-Tritunggal-an Allah), kekekalan jiwa, kebangkitan Kristus secara jasmani dan kepribadian tersendiri dari Roh Kudus. Inilah ciri ajaran Saksi Jehuwa.

Charles Taze Russell(C.T.Russell) lahir di Pittsburgh-Pennsylvania (1852-1916) dari keluarga yang berlatar belakang Presbyterian Skotland-Irlandia. Ayahnya adalah seorang pengusaha jaringan toko pakaian. Sejak remaja Russell telah tertarik pada hal-hal keagamaan,terutama menyangkut kedatangan Kristus kedua kali dan akhir zaman. Sejak 1870 ia bergabung dengan kelompok yg bercorak Adventis yang dipimpin Jonas Wendell, lalu beralih ke kelompok Barbour. Kelompok Wendell ini terbentuk tak lama setelah kekecewaan Agung 1844. Semula kelompok ini percaya bahwa Adven kedua itu bakal terjadi tahun 1853-1854. Setelah ternyata tidak terjadi, Wendell meramalkan bahwa peristiwa itu bakal terjadi tahun 1874, tetapi setelah tahun 1874 toh tidak terjadi, lalu Russell meninggalkan kelompok Wendell dan bergabung dengan kelompok Barbour yang mempunyai penerbitan majalah "The Herald of the Morning yang sempat memiliki ribuan pelanggan dan Russell ikut sebagai pengasuhnya.Kelompok Barbour ini memahami bahwa Kristus memang sudah hadir secara rohani atau tak kelihatan sejak 1874, dan baru sepenuhnya menampakkan diri pada bulan April 1878, sambil mengangkat orang-orang yang percaya akan hal itu kesorga. Russell menikah dengan salah seorang murid Bible studynya pada tahun 1879 yg bernama Maria F.Ackley. Maria segera diangkat menjadi pengurus inti Watch tower society. Tetapi pada tahun 1897 mereka bercerai karena perbedaan keyakinan dan karena dakwaan Maria bahwa suaminya punya hubungan gelap dengan wanita lain. Skandal dan perceraiannya kelak menjadi sasaran kritik oleh lawan-lawan Russell.

Rutherford merupakan tokoh yang paling kontroversial. Ia lahir 8 November 1869 di Morgan County-Missouri dalam keluarga petani warga gereja Baptis Sejak masa remaja ia tertarik pada bidang hukum. Karena orangtuanya tidak merestui minatnya itu, ia harus membiayai sendiri studinya di sebuah sekolah hukum dengan bekerja sebagai stenografer. Sejak usia 22 tahun ia menjadi pengacara dan jaksa penuntut umum. Ia tak pernah menjadi hakim penuh, tetapi gelar kehormatan judge ia sandang seumur hidupnya. Dia kemudian terpilih sebagai president kedua setelah Russell dalam Watch Tower Society pada bln Januari 1917. Latar belakang pendidikan dan pengalamannya di bidang hukum, kelak sering membuat lembaga persekutuan menara pengawal (Saksi Jehuwa) ini berurusan dengan masalah yang menyangkut hukum. Cukup sering mereka dinyatakan bersalah sehingga kena hukuman, tetapi tidak jarang pula lewat kasus-kasus hukum itu mereka memelopori perubahan undang-undang di AS,terutama menyangkut kebebasan beragama.

Tanggal 6 April 1917 AS secara resmi melibatkan diri dalam perang dunia I. Rutherford bersama tujuh pemimpin Menara Pengawal lainnya menentang keterlibatan itu dan menolak ikut wajib militer. Mereka juga menolak memberi hormat pada bendera, karena hal itu dianggap kekafiran dan kekejian terhadap Tuhan.(Sampai sekarang hal itu merupakan salahsatu ajaran mereka). Mereka berdelapan disalahkan dan dituduh sebagai mata-mata Jerman. Pada tahun 1920 Rutherford menerbitkan tulisannya,"Million Now Living Never Die".dalam tulisannya ia menyatakan bahwa perang Armagedon akan terjadi thn 1925, dan mereka yg setia kepada Jehuwa dan termasuk pada bilangan 144.000 orang tidak akan mati dan langsung ikut bersama Kristus memerintah dalam kerajaan seribu tahun (Dan terbukti salah - red). Tulisan dan pernyataan ini sempat menarik minat banyak orang,dan dalam waktu singkat pengikutnya bertambah 44% .

Bagi pengikutnya mengartikan bahwa nama Babylon adalah nama julukan untuk Gereja Roma Katolik dan Protestan.
~ Jawaban.com ~

Salah kirim Email

Sepasang suami isteri setengah baya yang sama-sama dari kalangan profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota.

Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali . Mereka akan menempati kembali kamar hotel yang sama dengan ketika mereka berhoneymoon saat menikah 30 tahun yang lalu. Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu dan isterinya baru menyusul keesokan harinya.

Setelah check in di hotel di Bali, sang suami mendapati pesawat komputer yang tersambung ke internet telah terpasang di kamarnya.

Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isterinya di kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta .

Celakanya, ia salah mengetik alamat e-mail isterinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia mengirimkan e-mail tersebut.

Di lain tempat di daerah Cinere Jakarta , seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru saja meninggal. Setibanya di rumah, ia langsung mengecheck e-mail untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa.

Baru saja selesai membaca e-mail yang pertama, ia langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca e-mail tersebut (tak lama kemudian jatuh pingsan juga), yang bunyinya:

To: Isteriku tercinta
Subject: Papah sudah sampai Mah !!!
Date: 18 Mei 2007

Aku tahu pasti kamu kaget tapi seneng dapat kabar dariku. Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa berkirim kabar buat orang-orang tercinta di rumah.

Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok. Nggak sabar deh rasanya nungguin kamu.

Semoga perjalanan kamu kesini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemaren.

Love you Mom,
Papah

PS: Disini lagi panas-panasnya !
Kalau pada mau, anak-anak diajak aja!!





AddThis Social Bookmark Button

Ketidakadilan

Bacaan : Mazmur 9


Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
( Mazmur 9:7-8 )

Ketidak-adilan. Di mana ada tempat yang adil? Bahkan orang yang dekat, mungkin orang tua kita sendiri, pernah bersikap tidak adil. Mungkin, malah lebih sering tidak bersikap tidak adil dan berstandar ganda. Ah, seandainya saja nasehat yang diberikan juga mereka lakukan sendiri! Ah, seandainya saja kita lebih gesit, lebih langsing, lebih pandai, lebih cantik, lebih tampan, lebih banyak uang... Nampaknya justru orang-orang jahat yang licik, yang menjadi musuh, justrulebih berbahagia dan lengkap hidupnya. Betapa bodohnya bersikap benar, adil, jujur, seolah-olah sedang melakukan hal yang sesuai dengan cerita kanak-kanak, berkhayal tentang dunia yang 'bermoral' di mana semuanya 'hidup bahagia selama-lamanya'. Di mana ada dunia yang semacam itu?

Karena dunia nyata ini tidak aman dan tidak adil, pada akhirnya orang dunia belajar untuk melindungi diri sendiri -- kalau perlu memakan orang lain, bahkan teman lama -- untuk mendapatkan keuntungan. Tapi, kita tidak seperti itu, bukan? Kita mau jadi anak-anak TUHAN! Betapa pahitnya dan sedihnya ditipu, diperdaya, dianiaya, dan/atau dimakan teman sendiri. Namun kita tidak membalas, walau dengan hati heran kita melihat hidup orang fasik itu tetap saja tenteram dan penuh kesenangan. Kapan TUHAN membalas? Itulah yang dialami pemazmur. Ia tidak mengingkari sukacita yang timbul ketika melihat bahwa TUHAN tidak tinggal diam, karena Takhta-Nya berdiri untuk menjalankan penghakiman.

Pagi ini, bersama pemazmur kita mengingat bahwa TUHAN kelak menjadi hakim atas segala manusia. Ia menghakimi dunia dengan keadilan, membawa kembali keadilan mutlak yang tidak dapat digoyahkan manusia. Dia menghakimi bangsa-bangsa dengan kebenaran, suatu standar yang kokoh dan absolut, yang benar di segala tempat dan di setiap situasi. Bersama Daud kita melihat bagaimana penghakiman itu mengembalikan semua hak yang dirampas, juga menghukum semua orang fasik pelaku kejahatan. TUHAN tidak pernah mengabaikan jeritan kesakitan orang yang dianiaya, Dia mendengar seruan anak manusia yang berharap kepada-Nya. Pembalasan adalah hak Tuhan, demikian Firman-Nya, yang akan dijalankan-Nya pada waktu-Nya.

Bersukacitalah, karena Tuhan kita tidak tinggal diam, Dialah yang menegakkan keadilan di dunia ciptaan-Nya! Terpujilah TUHAN!

Salam kasih,
Donny


~ Milis-renungan sehari ~




AddThis Social Bookmark Button

Yesus Hanyalah Sebuah Rekayasa?

Ilmu dan iman kerap tak sejalan. Yang satu mengagungkan nalar, yang lain mengandalkan keyakinan. Ilmu identik dengan keniscayaan, seentara iman identik dengan kemustahilan. Mencoba meniscayakan yang mustahil dan menuhankan yang nalar, siapa pun-termasuk ahli-akan dibuat keblinger.

Proses keblingeran inilah yang sedang dialami para teolog, sejarawan, dan arkeolog bercorakkan gnostisisme berkaitan dengan rekayasa gambaran Yesus yang terus menerus diekspos media. Dimulai dengan penemuan-penemuan kontroversial seputar kehidupan Yesus-Injil Tomas yang berkata keselamatan hanya didapat dari usaha mempersembahkan diri, Injil Filipus dan Injil Maria yang berkata Yesus menikah dengan Maria Magdalena, dan Injil Yudas yang menganakemaskan dan membenarkan tindakan Yudas menyerahkan Yesus. Belum lagi lahirnya kelompok Yesus Seminar (1985) yang didirikan oleh Robert Funk dan John Dominic Crossan. Kelompok yang beranggotakan sekitar 300 orang dari berbagai bidang (sejarawan, teolog, arkeolog, penulis, bahkan produser film) ini mencoba merekonstruksi ulang kehidupan Yesus dan kekristenan di masa-masa awal. Menurut Yesus Seminar, Yesus tidak bangkit dari kubur, tidak pernah berjalan di atas air, juga tidak pernah membangkitkan Lazarus dari kematian. Dan akhirnya penemuan menggemparkan tentang makam Talpiot yang diduga sebagai makam Yesus, istri beserta anaknya. Sejak itu bermacam opini spekulatif bermunculan dan beredar di publik. Yesus menikah-lah, punya anaklah, terlibat skandal seks dengan Maria Magdalenalah, macam-macam lagi. Umat pun dibuat bingung.

Meski sudah banyak sanggahan yang coba diajukan untuk menjawab spekulasi penemuan para ilmuwan tersebut, tetapi menurut Benni E. Matindas, semua tidak menyentuh pada poin yang fundamental. Mengaitkan sains dengan iman inilah yang sering jadi masalah, begitu Ioanes Rakhmat, dosen STT Jakarta menyimpulkan.

Dari Mana Sumber Sejarah Yesus?

Apakah Alkitab yang kita percayai ini menyembunyikan sosok Yesus yang sebenarnya? Sangat mudah untuk berkata "Ya". Terlebih dengan banyaknya penemuan yang mengingkari keilahian Yesus. Namun, Benni Matindas secara kritis mengatakan para ahli yang menilai kekristenan dengan memposisikan diri pada sudut pandang (perspektif) zaman sekarang ini, padahal sedang menilai sejarah Kristen di masa lampau sebenarnya sedang mengalami kekeliruan hermeneutis. Padahal-lanjutnya-bicara tentang sejarah penulisan kisah Yesus harus diletakkan pada skala waktu kekristenan awal, yaitu dua abad pertama Masehi. Dan pada masa itu, tidak seorang pun yang punya kepentingan untuk memalsukan kisah Yesus. Bahkan sebaliknya. Membuang Kristus sama dengan melepas beban berat dan bebas dari aniaya. Kalau ternyata memang ada cerita atau skandal berbau tak sedap tentang Yesus saat itu, pastilah siapa pun, termasuk para rasul, akan dengan senang hati meninggalkan imannya yang memang sudah bikin mereka tersiksa itu.

Hal ini diperkuat Pdt. Yusak Tridarmanto, M.Th. "Kalau kita ingin mencari sumber pasti siapa Yesus sebenarnya, tentulah yang paling logis, kita akan mencari dokumen yang paling dekat waktunya dengan masa hidup Yesus. Dan Injil-injil sinoptik yang diakui Alkitab jelas lebih bisa dipercaya dibandingkan injil-injil koptik yang sekarang diributkan," jelas Dekan Fak. Teologi UKDW ini. Injil sinoptik tertua adalah Injil Markus ditulis tahun 60-70M, Injil Lukas dan Matius tahun 75-80M. Sementara Injil Yohanes sekitar tahun 90-95M. Sedangkan injil-injil koptik baru ditulis sekitar tahun 100-an M. Injil Tomas tahun 180 M, Injil Filipus tahun 170 M, Injil Maria tahun 160 M dan Injil Yudas tahun 120 M. Dari segi usia saja, jelas injil-injil sinoptik jauh lebih bisa dipercaya. Dengan kata lain, masih terlalu dini untuk memercayai semua opini ahli seputar gosip murahan tentang pernikahan Yesus dengan Maria yang melahirkan anak, ataupun isu tentang penemuan makam keluarga Yesus.

Menjawab Gugatan Seputar Kebangkitan Yesus

Satu lagi yang sering membuat para pengritik iman Kristen tidak puas adalah kebangkitan Yesus. Misteri hilangnya mayat Yesus dalam gua batu yang tertutup rapat mengusik nalar para ahli. Mereka mencoba merekayasa kisah kebangkitan itu dengan membuktikan bahwa semuanya itu tidak benar. Makam Talpiot yang baru ditemukan seakan menguatkan opini mereka. Namun, sungguhkah demikian?

Dalam harian Kompas, 5 April 2007, Ioanes Rakhmat menulis, "Jika sisa-sisa jasad Yesus memang ada di bumi, maka kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga tidak bisa lagi dipahami sebagai kejadian-kejadian sejarah obyektif, melainkan sebagai metafora. Para penulis Perjanjian Baru sendiri pasti memahami keduanya sebagai metafora; jika tidak demikian, mereka adalah orang-orang yang sudah tidak lagi memiliki kemampuan membeda-kan mana realitas, mana fantasi dan de-lusi. Dalam metafora sebuah kejadian hanya ada dalam pengalaman subyektif, bukan dalam realitas obyektif. Yesus bangkit, ya, tetapi bangkit dalam memori dan pengalaman hidup diha-diri dan dibimbing oleh Rohnya. Yesus telah naik ke surga, ya; dalam arti: Ia telah diangkat dalam roh untuk berada di sisi Allah di kawasan rohani surgawi. Kebangkitan dan kenaikan tidak harus membuat jasad Yesus lenyap dari makamnya. Untuk keduanya terjadi, yang dibutuhkan adalah tubuh rohani, bukan tubuh jasmani protoplasmik." Tulisan ini sempat makin menambah polemik tentang kebangkitan Yesus.

Namun ketika Bahana mewawan-carainya, Ioanes menegaskan bahwa pemikiran tentang makam keluarga Yesus itu harus dipisahkan dari iman gereja. Wilayah ilmu pengetahuan dan iman berjalan sendiri-sendiri. Keduanya tidak perlu dipaksakan harus bertemu. "Iman adalah wilayah sendiri yang tidak mau saya utak-utik. Jadi, saya tidak mau mengaitkannya dengan iman Kristen secara langsung," demikian tegas dosen STT Jakarta ini.

Dan di dunia akademis, sah-sah saja para ahli punya pandangan berbeda. Adji Sutama, editor lepas dan penulis banyak buku maupun artikel teologi berujar di dunia akademis, keilahian Yesus-khususnya di kalangan Yesus Sejarah-memang cenderung ditolak sebab kacamata ahli sekarang sudah serba sekular. Proses deteologisasi dan demirakulisasi mau tak mau terjadi dan hasil akhirnya adalah sosok Yesus tanpa makna teologis. Sosok Yesus akan lebih diberi makna sosial politis.

Pandangan yang berbeda sebenarnya sah-sah saja. Namun, ketika sosok Yesus ini mau dipaksakan sebagai sosok normatik karena dianggap lebih otentik, lebih benar, lebih rasional, dan lebih-lebih lainnya, hal ini harus ditolak sebab tidak sesuai dengan sumber teologi yang sehat, yaitu Kitab Suci, tradisi, pengalaman, dan penalaran, serta normanya: Injil Yesus Kristus. Bahkan Adji meluruskan pendapat miring selama ini tentang penemuan makam Talpiot. "Tidak ada ahli yang berpendapat bahwa makam itu makam keluarga Yesus," tuturnya. Ioanes Rakhmat pun mengakui bahwa peluang makam Talpiot itu sungguh-sungguh makam Yesus masih sekitar 51-85%. Artinya masih belum bisa menjadi kesimpulan. Baru spekulasi.

Lagi pula kalau memang Yesus tidak bangkit, mengapa para rasul mau-maunya mati konyol demi membela sesuatu yang tidak terbukti benar? Pak Yusak juga menanyakan hal yang sama. "Ngapain Petrus mau mati disalib terbalik jika dia tidak benar-benar berjumpa dengan sosok Yesus yang sudah bangkit? Bagi saya, munculnya gereja di mana-mana sekalipun dibakar atau ditutup adalah bukti tentang kuatnya pesan kebangkitan Yesus. Misi kebangkitan itulah yang menjadi kuasa kebangkitan gereja di mana-mana," tuturnya panjang lebar.

Mencari Sensasi Murahan

Kalau belum terbukti, mengapa kita lantas gempar? Masalahnya adalah para ilmuwan itu terlalu cepat mempublikasikan hasil penemuan mereka ke publik, seolah ingin menebar sensasi. "Kalau memang mereka ingin berdebat secara ilmiah, harusnya asumsi mentah para ahli itu tidak langsung dilempar ke publik atau diekspos via Discovery Channel, misalkan. Kan bisa lewat debat forum atau jurnal ilmiah. Lha ini di forum ilmiah saja masih diragukan, kok ya langsung dipublikasikan lewat media massa. Apa itu bukan mencari sensasi namanya?" demikian Herlianto menggugat dalam sebuah situs.

Kekecewaan senada juga diutarakan Adji Sutama. Seharusnya ilmuwan lebih berhati-hati melemparkan penemuan yang belum dikaji benar tidaknya. Apalagi ke umat yang notabene kaum awam. "Bagaimanapun, meluruskan benang kusut di lingkup publik jauh lebih sulit ketimbang mengoreksi pendapat ilmuwan di jurnal ilmiah," lanjutnya. Tampaknya penemuan bombastis tentang kehidupan pribadi Yesus yang sebelumnya begitu diyakini beberapa ahli (terutama dari golongan gnostik) justru membuat mereka keblinger sendiri. Yah, sejauh ini yang nampak justru fakta bahwa yang pinter-pinter pun akhirnya juga keblinger jika diperhadapkan pada misteri kehidupan Yesus. Lha, kalau yang pinter saja keblinger, ngapain kita-umat biasa-ikut-ikutan?



Artikel Terkait :





~ Jawaban.com ~





AddThis Social Bookmark Button

Yesus Masih Mati ? Para Pakar Berpendapat...

James Cameron (Produser) dan Simcha Jacobovici (Sutradara dari Toronto), mengklaim dalam film dokumenter mereka "The Jesús Family Tomb" bahwa mereka menemukan kubur dan tulang belulang Yesus dan keluarganya. Di tunjukkan dua kotak tulang (Dalam Foto) yang dipercayai sebagai tulang dari Yesus dan Maria Magdalena, yang disebut-sebut oleh pembuat film ini sebagai istri Yesus dan ibu dari anak yang bernama Judah.

"Temui Yesus", kata Cameron pada pers. "Saya bukan ahli teologia, tetapi ini cukup menantang pemikiran kita," Kata Jacobovici. "Saya katakan, hal ini adalah penemuan arkeologi terbesar abad ini. Dan masih dipercayai sebagai kebenaran," tambahnya.

Jika benar, tentu bukan sekedar sebuah penemuan. Jika benar, hal ini sangat kontradiksi dengan kebenaran Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus bangkit pada hari ketiga dan naik ke surga secara jasmaniah.

Jadi, cerita ini dimulai ketika tahun 1980 ketika seorang pekerja konstruksi di daerah pemukiman Yerusalem di daerah Talpiot menemukan sebuah makam dari abad pertama, sesuatu hal yang tidak biasa di kota itu.

Otorisasi benda kuno Israel menemukan 10 kotak tulang disana, dan menyimpannya di gudang. Sejumlah nama tertulis di kotak-kotak itu, antara lain: Yesus, anak Yusuf; Maria; Mariamene e Mara; Matius; Judah, anak Yesus; dan Jose. Nama-nama itu kecuali Mariamene sangat biasa digunakan pada jaman itu. Hingga tahun 1996, BBC membuat film yang memperkirakan bahwa kuburan itu merupakan kuburan Yesus. Berdasarkan hal ini Cameron dan Jocobovici mengangkat film dokumenternya.

Apa kata para pakar tentang hal ini, mari simak reportase dari Bahana :

Pdt. Dr. Paul Hidayat
Dosen STT Cipanas dan Direktur Persekutuan Pembaca Alkitab (PPA)

Sebagai orang Kristen, kita tidak perlu takut pada studi-studi historis yang mempertanyakan keilahian Yesus. Sifat iman Kristen memang meliputi sifat historis, tapi tidak didasarkan hanya pada fakta historis. Sifat iman Kristen itu bersumber dari relasi pribadi dengan Allah. Kalau ada kajian ilmu yang bertolak belakang dengan Alkitab meski mereka mengatakan itu ilmiah, tetap tidak bisa kita benarkan karena selalu ada asumsi-asumsi tertentu terhadap paradigma yang dipakai. Kalau dulu masa Yesus hidup, orang tidak mengutak-atik sisi kemanusiaan Yesus, tapi lebih pada keilahian-Nya. Tapi sekarang, justru yang tren adalah mengutak-atik sisi kemanusiaan-Nya.


--------------------------------------------------------------------------------

Prof. Dr. Tom Jacobs, SJ
Ahli Kitab Suci, Dosen Purnatugas di FTW, Universitas Sanata Dharma

Bagi saya, penemuan dan usaha-usaha ahli untuk merekonstruksi ulang kehidupan Yesus lewat penemuan injil-injil koptik tidak membuktikan apa-apa. Itu semua interpretasi. Sedangkan Alkitab bukanlah interpretasi, tapi lahir dari kumpulan kesaksian. Tujuan mereka adalah sekularisasi, menganggap bahwa apa yang gereja yakini selama ini tentang Yesus adalah sebuah barang yang sudah usang. Pertanyaannya, penemuan-penemuan itu sudah ada bertahun-tahun lalu, aliran-aliran gnostik sudah ada bahkan sejak gereja mula-mula, tapi kenapa justru sekarang buku-buku seperti itu yang laku keras? Jelas masalahnya bukan pada penulis atau pengarang, tapi lebih pada pembaca sendiri. Mengapa kita tertarik pada hal-hal yang mempertanyakan kehidupan Yesus? Harusnya kita lebih banyak membahas tentang Alkitab karena toh tren buku-buku seperti itu akan habis 2 tahun ke depan. Sementara Alkitab selalu ada sepanjang zaman.


--------------------------------------------------------------------------------

Pdt. Nathanael Wattileo, D. min
Pakar PL, dosen ITKR, dan Pembantu Rektor STT Doulos

Kecenderungan orang-orang zaman sekarang adalah mengandalkan akal budi dan bukan mendalami Tuhan dalam hidupnya. Dan ini sesuai sekali dengan aliran gnostik (aliran yang mengakui sosok Yesus yang ditulis dalam Injil-injil koptik seperti Injil Yudas, Injil Maria, Injil Tomas dan Injil Filipus). Orang gnostik ini kaum yang terpelajar. Mungkin karena itulah, mereka mencermati Yesus bukan dari hati melainkan pikiran. Jadi, akal budi dijadikan tolok ukurnya. Mereka menuhankan rasionalitas. Padahal percaya Yesus lebih pada faktor iman, dan ada banyak segi iman yang kadang kala tidak bisa dirasionalkan.


--------------------------------------------------------------------------------

Pdt. Yohanes Adrie Hartopo, Ph.d
Rektor STT Amanat Agung.

Sepanjang sejarah, tokoh seperti Yesus ini tidak pernah ada. Itulah mengapa orang-orang terus mencari fakta tentang kehidupan-Nya. Titik kontroversinya adalah karena orang percaya meyakini Yesus adalah Allah yang menjelma sebagai manusia. Kelompok yang menentang tentu akan berusaha mencari tahu dan mengungkapkan siapa Yesus sebenarnya. Sayangnya, mereka hanya menggunakan metode ilmiah dan penemuan-penemuan yang ada sekarang ini untuk mengungkap ketokohan Yesus. Namun, mereka menutup mata terhadap acuan penting tentang hidup Yesus, yaitu Alkitab itu sendiri.Andai benar isu Yesus menikah dengan Maria, punya anak dan kubur mereka ditemukan seperti yang didengungkan lewat penemuan makam Yesus, toh semua itu masih perlu dibuktikan lebih lanjut. Terlalu dini untuk mengklaim seperti itu. Saya pribadi tidak percaya itu kubur Yesus Kristus, karena zaman itu nama Yesus, Maria dan Yusuf adalah nama-nama yang lazim.

Itulah perbedaan iman dan ilmu pengetahuan. Iman percaya meski tidak melihat, dan ilmu pengetahuan sekalipun sudah bisa dilihat masih harus dibuktikan, itupun masih belum dapat dipercayai sepenuhnya. Jadi, Anda menggunakan metode yang mana, iman atau ilmu pengetahuan untuk mempercayai Yesus? Hati-hati dengan pilihan Anda.


Artikel terkait :


~ Jawaban.com ~



AddThis Social Bookmark Button






Obat Bagi Si Pemalas

Setiap tahun jutaan penduduk dunia meninggal di akibatkan oleh virus dan bakteri. Bahkan akhir-akhir ini semakin banyak penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang tidak ada obatnya. Dan banyak ilmuwan yang terus berusaha menemukan obatnya.

Tetapi ada satu penyakit yang sangat berbahaya, yang dapat membunuh ‘milyaran potensi dan berkat' yang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia. Penyakit ini sangat mudah menular, tidak memerlukan kontak fisik atau transfusi darah untuk menularkannya, tidak dipengaruhi oleh iklim atau geografis dan bisa menimbulkan banyak masalah.

Nama penyakit ini adalah: NATO = No Action Talk Only.

Orang yang mengidap virus mematikan ini disebut : Pemalas.
Amsal 26:13-16
Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!" Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya. Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya. Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana.

BAGAIMANA MENANG TERHADAP KEMALASAN :

1. Melihat MANFAAT bukannya RESIKO

Amsal 26:13
Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!"

Di dalam Amsal 30:30 dikatakan, singa adalah binatang yang terkuat. Memang singa seringkali ditemukan di hutan , padang , atau kebun tetapi tidak pernah ditemukan di jalan raya apalagi di gang.

Kesempatan bagi seekor singa untuk benar-benar berkeliaran di jalan-jalan di sebuah kota di Israel sama kecilnya dengan seekor zebra yang berjalan di depan rumah anda. Kejadian seperti itu tidak biasa terjadi.

Setiap kali mau bertindak , si pemalas akan langsung melihat resiko yang dihadapi bukannya manfaat dari apa yang akan dikerjakannya. Pikiran seorang pemalas terbiasa untuk melihat alasan negatif yang dibesar-besarkan. Seringkali ia membuat pembenaran untuk dirinya sendiri padahal sesungguhnya ia malas bertindak.

Setiap tindakan kita pasti mengandung resiko. Resiko yang akan kita hadapi, ada kalanya sebuah fakta tetapi kadang hanya merupakan sesuatu yang dilebih-lebihkankan. Contohnya saja:

- Pelajar yang bolos karena hari itu ada ujian dan ia berpikir bahwa ia tidak sanggup melewatinya.
- Karyawan yang tidak berani menerima tugas baru karena orang sebelumnya, yang menerima tugas itu stress berat dan masuk rumah sakit.
- Pelayan Tuhan yang selalu melihat tuntutan dari sebuah pelayanan bukannya manfaat dari ibadah.
Mulailah belajar untuk berfokus kepada manfaatnya.

2. Malas BERGERAK

Amsal 26:14
Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.

Pintu hanya akan bergerak di engselnya. Hal ini menunjukkan bahwa si pemalas tidak mau keluar dari zone nyamannya. Banyak orang berpikir bahwa mereka akan mulai bergerak kalau sudah ada motivasi. Mereka menunggu ‘si motivasi' untuk datang.

Ada hal yang harus Anda pahami dan semoga itu adalah berita baik untuk Anda. Motivasi tidak akan datang menyambar Anda seperti petir. Tidak akan ada orang yang bisa memberikan atau memaksakan hal itu kepada Anda. Yakinilah satu hal, semua pemikiran tentang motivasi itu adalah perangkap.

Jadi mulai sekarang, lupakanlah motivasi .... Lakukan saja. Lakukanlah apa yang Anda ingin kerjakan, lakukanlah tanpa motivasi dan lihatlah apa yang akan terjadi. Setelah Anda melakukannya, itulah saatnya motivasi muncul dan motivasi itu akan mempermudah Anda untuk terus melakukannya.

Harvard Jerome berkata, "Anda akan lebih mudah bertindak sebelum merasakan sesuatu dibanding merasakan sesuatu untuk bertindak."

Ketika Anda menerima tugas baru, pekerjaan baru, pelayanan baru dan Anda merasa berat untuk memulainya, ambillah langkah-langkah berikut ini:

- Mulailah bergerak.......ambil langkah pertama.
- lakukanlah walau itu terasa berat. Itu seperti kereta api yang baru mulai bergerak.
- Kemudian Anda akan menyadari bahwa si motivasi akhirnya mengikuti Anda.
- Setelah mulai berjalan, Anda akan seperti kereta api yang sudah berjalan. Anda akan sulit untuk berhenti.
Kunci untuk mengatasi kemalasan bergerak adalah dengan mulai lakukan sesuatu.

3. Malas MENGEMBANGKAN

Amsal 26:15
Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya.

Berdasarkan terjemahan Alkitab NKJV: si pemalas enggan memanggang hasil buruannya. Jadi si pemalas sudah mendapat buruannya tetapi malas untuk memanggangnya. Ia malas mengelola berkat yang telah diterima.

Tahukah Anda, bagian tersulit dari sebuah pekerjaan justru adalah bagian akhirnya (finishing touched). Seperti membangun sebuah rumah, untuk membangun pondasi, tembok, pintu dll adalah jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan bagian mendempul, mengecat, kontrol semua fungsi peralatan rumah dll.

4. Mempunyai mental : SUDAH SELESAI

Amsal 26:16
Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana.

Orang yang menganggap dirinya sudah cukup pandai atau berprestasi akan membuat seseorang malas untuk terus berkembang. Sebaliknya orang bijak semakin hari akan semakin melihat dirinya penuh kekurangan dan perlu untuk ditingkatkan.

Kalau Anda adalah orang terbaik di ‘kelas/komunitasmu', maka Anda harus cepat-cepat mencari level yang lebih tinggi dan Anda akan menyadari bahwa Anda harus terus belajar karena masih banyak orang yang sebaik Anda bahkan lebih baik lagi.

Selamat memiliki hidup yang berkualitas.




~ Jawaban.com ~



AddThis Social Bookmark Button

Unique Building

Banguna - bangunan unik dari berbagai belahan dunia


















AddThis Social Bookmark Button

Situs Satanic Memperkenalkan Anda Pada Kegelapan

Hati-hati ketika browsing internet, terutama ketika anda bertemu dengan situs satanic dan mengenal ritual kegelapan. Kegelapan pasti meminta nyawa anda... Seperti kisah Yudha ini...




~ Jawaban.com ~




AddThis Social Bookmark Button

FUNGSI SEORANG BAPA

Kita telah melihat, betapa pentingnya bapa bagi sebuah keluarga dan masyarakat. Ketiadaan bapa adalah kutuk bagi keluarga dan masyarakat. Banyak keluarga dan masyarakat hancur karena kehilangan fungsi dari seorang bapa. Pembapaan tidak berbicara jenis kelamin (Gender). Pembapaan berbicara tentang fungsi yang dilakukan oleh seseorang, baik itu pria maupun wanita.

Ada 4 fungsi bapa :

1. Keintiman
Keintiman adalah kedekatan dari sebuah hubungan. Kedatangan Yesus ke dalam dunia, bukan hanya untuk menyelamatkan orang berdosa tetapi juga untuk memperkenalkan Allah sebagai Bapa bagi kita yang percaya. "Tetapi semua orang yang menerimaNya, diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah", yaitu mereka yang percaya dalam namaNya" (Yohanes 1:12). Jadi bangunlah keintiman dengan istri dan anak-anak kita. Berilah mereka waktu. Berilah mereka waktu. Berdoalah bersama. Waktu dan Doa yang kita berikan bagi keluarga menghasilkan keintiman. Dimana ada keintiman, disitu ada bapa.

2. Nilai-nilai
Tanamkan dan ajarkanlah nilai-nilai kebenaran pada keluarga kita. Ulangan 6:7-9 mengajarkan bahwa nilai harus ditanamkan berulang-ulang, baik ketika berbaring, ketika duduk, dan berjalan. Ajarkan dan latih mereka untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai kebenaran Alkitab. Bawalah mereka mengalaminya. Bapa adalah orang yang menanamkan nilai (kebenaran) pada anak-anaknya. Contoh : Ketika saya mengajarkan anak saya untuk memberi salam, saya harus mengajarkannya berulang-ulang. Karena Alkitab berkata: "Hendaklah kamu saling mendahului dalam memberi hormat" (Roma 12:10). Dan saya melakukannya kepada orang lain didepan anak saya. Sehingga anak saya melihat nilai itu.

3. Disiplin
Seorang bapa adalah seorang yang mendisiplin anaknya. Disiplin dilakukan karena melanggar nilai-nilai yang telah diajarkan. Ketika disiplin diberikan, sangat tidak mengenakan. Tetapi membawa kemerdekaan dan berkat dalam hidup kita. Disiplin kita lakukan karena kita mengasihi anak tersebut. Disiplin adalah fungsi seorang bapa.

4. Kasih tak bersyarat
Kasih tak bersyarat adalah menerima seseorang dengan segala keberadaannya. Seperti Allah menerima kita walalupun kita masih sering menyakitiNya. Bapa di sorga tetap menerima dan mengasihi kita. Demikian juga kita dengan pasangan dan anak kita.

Ketika ke empat fungsi ini berjalan, maka Bapa hadir dalam keluarga, gereja dan masyarakat.


~ CMN ~




AddThis Social Bookmark Button

Larasati Episode 30



Episode lainnya :
Larasati Episode Perdana
Larasati Episode 2
Larasati Episode 3
Larasati Episode 4
Larasati Episode 5
Larasati Episode 6
Larasati Episode 7
Larasati Episode 8
Larasati Episode 9
Larasati Episode 10
Larasati Episode 11
Larasati Episode 12
Larasati Episode 13
Larasati Episode 14
Larasati Episode 15
Larasati Episode 16
Larasati Episode 17
Larasati Episode 18
Larasati Episode 19
Larasati Episode 20
Larasati Episode 21
Larasati Episode 22
Larasati Episode 23
Larasati Episode 24
Larasati Episode 25
Larasati Episode 26
Larasati Episode 27
Larasati Episode 28
Larasati Episode 29


AddThis Social Bookmark Button

Suamiku Digondol Wewe Gombel

Kesaksian Oleh: Maria Magdalena (Pemilik Toko Mas Regent Citraland Semarang)

Sebelum mengenal Kristus, saya dahulu adalah seorang pemuja berhala baik di rumah maupun di rumah-rumah ibadat kira-kira selama 35 tahun. Dalam kurun waktu yang lama itu, saya telah membangun sekolah Budha di Ampel – Solo dan rumah-rumah ibadah di desa-desa. Saya sendiri sekolah Budha di Taiwan, Bangkok dan Amerika. Namun selama 35 tahun itu saya belum pernah merasakan yang namanya hidup tenteram, masalah demi masalah silih berganti datang dalam keluarga besar kami. Karena saya anak yang paling besar maka semua masalah saya ikut menanggung.

Karena begitu banyak masalah menimpa kami, akhirnya saya, ibu dan adik-adik menjadi bingung, lalu saya mencari orang pinter / suhu dari luar negeri. Dan oleh suhu itu dikatakan bahwa kuburan ayah saya yang sudah meninggal 35 tahun yang lalu harus dibongkar. Katanya kalau tidak dibongkar maka serumah bisa banyak yang meninggal. (Adik saya 10 orang, waktu itu adik saya sudah 3 orang yang meninggal. Paling kecil adik laki-laki umur 12 tahun, kedua umur 31 tahun dan terakhir adik saya umur 32 tahun mati karena bunuh diri). Lantas saya bilang kepada ibu namun ibu tidak mengijinkan kalau kuburan ayah dibongkar. Lagi kata orang pinter itu, nanti anak perempuan yang nomor dua paling berat akhirnya sakit dan mati, habis itu berantakan. Ternyata anak nomor dua itu adalah saya.

Dan ketika ibu saya meninggal pada tahun 1992 akhirnya kuburan ayah jadi dibongkar dan tulang-tulangnya diambil, dibakar sekalian ibu saya. Ternyata omongan suhu itu bohong. Dia mengatakan kalau kuburan ayah sudah dibongkar hidup keluarga kami jadi bahagia. Nyatanya setelah itu saya malah jatuh secara ekonomi, setelah itu suamiko digondol oleh "we-we gombel" (perempuan yang saya perkenalkan kepada suamiku tapi saya sendiri tidak menduga kalau akhirnya dia merebut suamiku. Ternyata dia main dukun). Padahal sebelumnya keluarga saya bahagia sekali, kami hidup berkeluarga sudah selama 30 tahun dan tidak pernah suamiku menyeleweng, tapi sesudah itu dia malah bisa menyeleweng dan setengah tahun kemudian anak laki-laki yang paling saya cintai pergi dengan membawa uang saya sampai habis.

Setelah suami dan anak meninggalkan saya, saya mengalami kepahitan hidup yang luar biasa dan saya tidak bisa terima semua itu.

Hingga suatu waktu pada bulan Juni 1997 saya dinyatakan dokter bahwa saya punya penyakit kanker paru-paru sudah stadium 4 dan dokter mengatakan hidup saya paling lama tinggal setengah tahun. Mendengar itu saya langsung tidak terima lalu saya berusaha mencari orang pinter lewat Guamya (ramalan lihat nasib) dan di situ tertulis bahwa nasib dan hidup saya berakhir tahun 1997. Sampai saya bilang mau bayar berapa pun asal disiswaki (ditolak). Suhu itu mengatakan, bahwa tidak sanggup karena setan-setan memang mau kamu mati. Kamu sudah diikat tangan dan kakimu.

Pada waktu itu saya mendengar ada ada suhu perempuan dari Jakarta yang datang. Karena saya tidak menerima ramalan nasib saya, suatu malam meskipun sakit saya berusaha menemui dia. Begitu melihat kartu, dia mengatakan "Aduh gelap sekali. Tetapi kalau ada kemujizatan yang luar biasa kamu baru bisa ditolong." Mendengar dua suhu mengatakan begitu saya bingung.

Sesampainya di rumah badan saya kaku semua (kram) sampai saya merangkak-rangkak tidak bisa bangun. Mendengar saya begitu, lantas adik saya dari Hongkong menelepon pembantu sypaya mengirim obat kepada saya, obat itu obat spesial penawar racun. Biasanya di minum 3 sendok saja, karena saya bingung saya langsung glek…glek… habis setengah botol. Setelah minum obat itu saya dapat bergerak-gerak. Setelah itu saya diajak berobat ke Singapura, pikir adik-adik saya siapa tahu dokter di Semarang salah mendiagnosa. Ternyata dokter di Singapura bilang lebih gawat, dia bilang "Aduh bu… sudah terlambat begini, sudah stadium empat dan limpa ke bawah juga sudah kena, lha bagaimana ini ?". Dia pun menyatakan tidak sanggup.

Sebetulnya saya merasakan sakit itu sudah lama cuma saya tidak tahu. Suatu waktu pada akhir tahun 1996 tiba-tiba saya tidak dapat jalan lalu dipijat-pijat sehingga akhirnya bisa jalan. Dan mulai bulan Januari 1997 saya sudah sering muntah. Waktu saya periksa, yang dilihat maag-nya, dikira maag saya kena tapi ternyata maag saya tidak apa-apa. Bulan April-Mei saya mulai batuk dan dokter mengatakan tidak apa-apa katanya paru-parunya bagus. Hingga bulan juni saya di ronsen, tahu-tahu kelihatan fleknya sudah besar-besar dan pinggir-pinggir kanan kiri seperti mercon yang jumlahnya puluhan. Dokter mengatakan tidak sanggup.

Waktu dokter di Singapura juga mengatakan tidak sanggup namun dia mengatakan akan mencoba untuk mengobatinya. Kata dokter : saya akan coba obati. Ini ada obat baru, harganya memang mahal dan kemungkinan berhasil 40% tetapi kalau ada kemujizatan tidak tahu. Saya akan coba suntikkan tapi sakit sekali dan kalau sudah disuntikkan, ibu 1 minggu tidak bisa makan, badan rasanya sakit seperti diiris-iris. Lantas ibu muntah-muntah dan mesti disuntik darah putih, belum lagi dikemoterapi.

Benar juga kata dokter, waktu dicoba disuntikkan lewat tangan sakitnya bukan main, sampai 10 kali dicoba disuntikkan namun tidak bisa masuk sampai saya berteriak-teriak, akhirnya disuntikkan lewat pelipis saya dan reaksinya pun sama seperti yang dikatakan dokter tadi.

Ketika hendak pulang dari Singapura, di Airport saya bertemu dengan famili suami. Saya lalu saya panggil-panggil dia dengan suara yang sudah hilang namun dia diam saja hanya memandang dan tidak tahunya dia sudah tidak mengenali saya lagi sampai saya menulis nama saya. Lantas dia terkejut : "Lho kamu kok seperti drakula" (memang waktu itu muka saya jadi hitam dan bungkuk) lalu saya cerita semua masalah saya. Dia bilang : "Kamu bagaimana to, suamimu hilang, anak pergi dengan membaha uangmu sampai habis. Coba sekarang kamu mau tidak, hidup di dalam Tuhan ?" (padahal dia dulu juga penyembah berhala). Saya menjawab : "Walah… orang Kristen itu fanatik dan senangnya bujuk-bujuk orang".; Tapi dia sungguh mengasihi saya luar biasa. Waktu di Airport saya muntah-muntah dia menolong dan kaki saya dipijit-pijit sambil dia cerita tentang Tuhan Yesus.

Sampai di rumah (Semarang) saya masih tidak bisa bangun karena muntah-muntah dan dia setiap hari datang ke rumah saya. Waktu ke rumah dia terkejut karena melihat rumah saya patungnya 150 buah sampai seperti Kelenteng, dan baunya tidak karuan sampai dia merinding seperti ada setannya. Walau begitu dia datang terus sambil terus menginjili saya. Setelah di rumah 2 minggu badan saya sudah mulai enam maka ketika saya diajak ke Gereja saya mau dan di Gereja saya didoakan oleh bapak Pendeta, saya bisa menangis sesenggukan tetapi saya masih belum puas. Malamnya jam 24:00 WIB saya masih sembahyang pakai hio dan jam 02:00 juga.

Pada suatu pari jam 06:00 ada orang telepon, dia bilang kepada saya : "Cik… gimana ini, suamiku sakit, mau ke Rumah Sakit saja tidak punya uang. Bagaimana Cik, aku bingung". Mungkin dia mau pinjam uang atau bagaimana, saya tidak tahu. Lantas saya bilang : "Lis, Lis… kamu kok nangis sama aku. Aku saja mau mati, sekarang saja aku di rumah sendirian, suamiku pergi, anakku yang tinggal serumah tahu kalau aku muntah-muntah darah saja nggak mau nengok. Sekarang suamimu bagaimana ya saya nggak tahu. Kamu tahu nggak Lis, aku kena kanker dan dokter bilang umurku tinggal setengah tahun, sudah tidak ada harapan. Aku pasti mati !"

Mendengar itu dia bilang : "Aduk cik, kamu mau nggak saya perkenalkan dengan seorang hamba Tuhan ? Dia dipakai Tuhan secara luar biasa, namanya ibu Elisabet. Kalau mau sungguh cik, pasti kamu dijamah". Saya langsung tergerak dan saya berdoa : "Tuhan Yesus kalau ini memang rencanaMu, kalau betul Engkau mau menolong saya, saya akan sembuh dan ada mujizat Allah". Waktu itu saya sudah telepon ibu Elisabet, dia bilang tidak bisa karena sedang ditunggu tamu 10 orang dari luar kota. Saya berdoa : "Tuhan kalau ada mujizat sekrang pertemukan saya dengan ibu Elisabet". Eh tahunya Lisa telepon bilang : "Cik, puji Tuhan ! Ibu Elisabet mau menemui kamu, sekarang tunggu aku mau jemput kamu".

Sesampai di sana Ibu Elisabet cuma bilang begini : "Tacik tahu, Tuhan Yesus itu siapa ?" Saya bilang "tidak tahu" . "Tuhan Yesus itu 2000 tahun yang lalu disalib untuk menebus dosa-dosa Tacik. Dosa Tacik itu banyak, sekarang sudah ditebus Tuhan Yesus. Kamu mau seperti Tuhan Yesus ? mengasihi, mengampuni. Kamu sudah diampuni Tuhan Yesus, sekarang kamu mau tidak mengampuni suamimu, perempuan yang merebut suamimu dan anakmu yang meninggalkan dan mengkhianatimu ? Dan kalau kamu mau mengampuni mereka, kamu diampuni Tuhan Yesus." Waktu itu saya bilang mau, lalu saya didoakan dan ditumpangi tangan dan saya bisa seperti kesetrum, padahal dulu waktu saya didoakan di Gereja saya tidak bisa begitu. Saya langsung jatuh pingsan setelah saya sadar saya menangis sambil memegang rok Ibu Elisabet dan beliau bilang : "Tacik pasti sembuh".

Berhubung Ibu Elisabet sudah tidak ada waktu, saya pulang dan besoknya saya diminta untuk datang lagi dan dilayani setiap hari. Suatu saat Ibu Elisabet menanyakan : "Cik, katanya rumahnya ada patungnya 100 lebih ? Kalau Tacik sudah terima Yesus, patung-patung itu harus dibersihkan dari rumah. Tuhan Yesus tidak mau campur dengan barang-barang seperti itu." Saya bilang "ya." Sekarang Tacik saya doakan dulu, saya lepaskan, siapa tahu banyak kuasa gelapnya. Waktu saya didoakan kepala saya pusing dan setelah Ibu Elisabet pulang saya masuk kamar lalu ingin muntah dan begitu masuk dikamar mandi saya seperti ditendang sampai saya terpental jauh, dan muntah-muntah sampai banyak, keluarnya hitam mungkin itu karena kuasa kegelapan. Kan dulu setiap diberi apa saja saya makan, maksudnya biar cepat sembuh.

Saya masih sering kontrol ke Singapura dan waktu saya akan pulang saya ketemu lagi dengan Bapak Pendeta waktu saya didoakan di Gereja. Beliau juga lupa-lupa ingat dan beliau bilang : "Kamu jangan takut karena kamu sudah dalam Tuhan. Paru-parumu sudah diganti oleh Tuhan Yesus karena Tuhan Yesus punya banyak spare-parts di gudang. Makanya kamu asuransikan jiwamu". Lha saya malah tanya : "Asuransikan dengan siapa, Pak?". "Dengan Tuhan Yesus malah tidak usah bayar". Sepulang dari Singapura oleh Ibu Elisabet saya disuruh baptis. Saya pikir, orang saya kenal Tuhan Yesus baru 10-15 hari kok sudah dibaptis.

Lagi pula semua adik-adik belum di dalam Tuhan. Lha nanti kalau saya dibaptis lantas saya diasingkan bagaimana ? Tapi Ibu Elisabet bilang : "Jangan takut, Tuhan Yesus itu Bapa yang mengasihi dan kami semua ini saudaramu. Kalau kamu sudah dibaptis berarti kamu sudah dimaterai dengan Tuhan Yesus, Setan tidak berani mengganggu kamu". Lalu saya berpikir dan saya mau. Ketika hendak dibaptis saya cerita kepada adik-adik saya dan mereka bilang : "Sudah Cik, kamu ikut Tuhan Yesus saja dan cepat dibaptis dari pada kamu mati". Rupanya adik-adik saya takut semua kalau saya mati".

Usai dibaptis saya tidak pulang ke rumah tapi saya langsung ikut retret di Tawangmangu ikut KKR bersama Ibu Agnes Maria. Di situ saya benar-benar merasakan urapan Allah bekerja atas diri saya. Saya menangis sampai 3 jam, badan saya menggigil sekali dan saya merasakan kuasa Tuhan mengalir dalam tubuh saya ketika semua hamba Tuhan berdoa buat saya. Sepulang dari KKR, besoknya saya kembali ke Singapura untuk ketiga kalinya, saya membayangkan dan takut disuntik. Begitu mau disuntik saya minta waktu berdoa lebih dulu dan suster-suster juga mau menunggu. Saya berdoa (karena saya sudah diajari berdoa oleh Ibu Elisabet bila mau disuntik ) : "Tuhan Yesus, bukan obat-obatan yang masuk melainkan bilur-bilurMUlah. Tuhan pakailah dokter-dokter untuk menyembuhkan saya. Kalau Tuhan benar-benar mau menolong, umur saya tinggal setengah tahun biarlah itu saya terima, yang penting saya sudah mengenal Engkau. Dan kalau Engkau memberi umur panjang kepada saya, berilah saya hidup yang penuh sukacita dan saya mau menjadi saksiMu dan melayani Engkau. "

Selesai berdoa saya sungguh merasakan keajaiban Tuhan, begitu disuntik jarum itu dapat masuk padahal biasanya sampai 5-6 kali dan yang aneh lagi biasanya setelah disuntik saya muntah-muntah sampai satu minggu sekarang saya tidak muntah-muntah dan langsung bisa makan, sudah tak perlu disuntik darah putih lagi. Ketika dokter bilang : "Bu, coba sekarang di CT Scan. Setelah discan dokter sampai terkejut karena kanker yang dulu sebesar 10 Cm itu sekarang tinggal separuh." Dan dokternya sampai memberi selamat dan merangkul saya. Mendengar itu saya turun langsung menangis sambil bersujud menyembah Yesus sampai dokter bingung lalu saya cerita kalau saya berterima kasih kepada Tuhan yang sudah menyembuhkan saya dan sekarang saya berusaha untuk setia ke Gereja, di mana pun ada KKR saya ikut. Dan saya sudah memaafkan anak saya meski harusnya dia yang meminta maaf kepada saya tetapi dalam Tuhan tidak harus begitu bahkan saya minta maaf kepada dia, kepada suami pun saya sudah maafkan, kalau dulu saya masih tetap berusaha supaya suami kembali, tetapi sekarang saya hanya berdoa, kalau Tuhan benar-benar sudah sadarkan suami saya, saya pun mau menerima dia kembali tapi kalau belum sadar dan tidak mau hidup dalam Tuhan buat apa ? Bisnis dan keuangan saya pun dijamah oleh Tuhan .

Sebelumnya saya diminta balik untuk kontrol ke Singapura namun saya tidak mau malahan saya daftar ikut tur ke Israel. Kata teman saya kalau saya ke Israel saya harus naik ke Gunung Sinai karena di Gunung Sinai ada mujizat. Pernah orang naik dengan bawa infus dan tabung oksigen, baru keluar dari Rumah sakit, turun dari situ tabungnya dibuang dan bisa langsung sembuh. Karena cerita itu saya pun ingin. Tiba di sana pukul 24:00 dan tidak tahunya saya muntah-muntah, saya bingung padahal jam 1:00 akan naik ke Gunung Sinai. Ada orang yang sarankan supaya saya tidak usah naik, Bapak Gembala sendiri juga takut kalau nanti saya mati di perjalanan, bagaimana nanti omongan orang karena saya dulu orang klenteng sekarang kenal Tuhan baru 3 bulan malah mati di jalan. Tapi saya sudah bertekad, apapun yang terjadi saya harus naik ke Gunung Sinai, mati juga biar. Dan sebelum itu saya minum wedang jahe dulu supaya tubuh saya hangat.

Dengan digandeng oleh Ibu Gembala saya naik sambil berdoa dan memuji Tuhan terus. Gunung Sinai tingginya kira-kira 650 trap. Dari kaki gunung naik 300 trap saya naik onta, lalu selebihnya saya jalan sambil merangkak karena jalannya berbatuan. Padahal kalau dilihat pada siang hari pasti ngeri karena ternyata kanan kiri itu jurang. Sampai di atas saya tersungkur dan menangis dengan penuh syukur memuji Tuhan, sampai 5 jam baru turun ke bawah.

Pulang dari Israel saya sudah terlambat 2 bulan untuk kontrol ke Singapura, lalu saya periksa ke sana dan dokter kaget luar biasa karena kanker saya sudah hilang sama sekali. Saya betul-betul merasakan keajaiban Tuhan dan saya bersyukur telah mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Sekarang untuk membalas kasih Tuhan saya melayani pekerjaan Tuhan dan bersaksi bagi Tuhan





AddThis Social Bookmark Button

Larasati Episode 29



Episode lainnya :
Larasati Episode Perdana
Larasati Episode 2
Larasati Episode 3
Larasati Episode 4
Larasati Episode 5
Larasati Episode 6
Larasati Episode 7
Larasati Episode 8
Larasati Episode 9
Larasati Episode 10
Larasati Episode 11
Larasati Episode 12
Larasati Episode 13
Larasati Episode 14
Larasati Episode 15
Larasati Episode 16
Larasati Episode 17
Larasati Episode 18
Larasati Episode 19
Larasati Episode 20
Larasati Episode 21
Larasati Episode 22
Larasati Episode 23
Larasati Episode 24
Larasati Episode 25
Larasati Episode 26
Larasati Episode 27
Larasati Episode 28



AddThis Social Bookmark Button

Larasati Episode 28



Episode lainnya :
Larasati Episode Perdana
Larasati Episode 2
Larasati Episode 3
Larasati Episode 4
Larasati Episode 5
Larasati Episode 6
Larasati Episode 7
Larasati Episode 8
Larasati Episode 9
Larasati Episode 10
Larasati Episode 11
Larasati Episode 12
Larasati Episode 13
Larasati Episode 14
Larasati Episode 15
Larasati Episode 16
Larasati Episode 17
Larasati Episode 18
Larasati Episode 19
Larasati Episode 20
Larasati Episode 21
Larasati Episode 22
Larasati Episode 23
Larasati Episode 24
Larasati Episode 25
Larasati Episode 26
Larasati Episode 27



AddThis Social Bookmark Button

Larasati Episode 27



Episode lainnya :
Larasati Episode Perdana
Larasati Episode 2
Larasati Episode 3
Larasati Episode 4
Larasati Episode 5
Larasati Episode 6
Larasati Episode 7
Larasati Episode 8
Larasati Episode 9
Larasati Episode 10
Larasati Episode 11
Larasati Episode 12
Larasati Episode 13
Larasati Episode 14
Larasati Episode 15
Larasati Episode 16
Larasati Episode 17
Larasati Episode 18
Larasati Episode 19
Larasati Episode 20
Larasati Episode 21
Larasati Episode 22
Larasati Episode 23
Larasati Episode 24
Larasati Episode 25
Larasati Episode 26



AddThis Social Bookmark Button

Larasati Episode 26



Episode lainnya :
Larasati Episode Perdana
Larasati Episode 2
Larasati Episode 3
Larasati Episode 4
Larasati Episode 5
Larasati Episode 6
Larasati Episode 7
Larasati Episode 8
Larasati Episode 9
Larasati Episode 10
Larasati Episode 11
Larasati Episode 12
Larasati Episode 13
Larasati Episode 14
Larasati Episode 15
Larasati Episode 16
Larasati Episode 17
Larasati Episode 18
Larasati Episode 19
Larasati Episode 20
Larasati Episode 21
Larasati Episode 22
Larasati Episode 23
Larasati Episode 24
Larasati Episode 25



AddThis Social Bookmark Button

Larasati Episode 25



Episode lainnya :
Larasati Episode Perdana
Larasati Episode 2
Larasati Episode 3
Larasati Episode 4
Larasati Episode 5
Larasati Episode 6
Larasati Episode 7
Larasati Episode 8
Larasati Episode 9
Larasati Episode 10
Larasati Episode 11
Larasati Episode 12
Larasati Episode 13
Larasati Episode 14
Larasati Episode 15
Larasati Episode 16
Larasati Episode 17
Larasati Episode 18
Larasati Episode 19
Larasati Episode 20
Larasati Episode 21
Larasati Episode 22
Larasati Episode 23
Larasati Episode 24



AddThis Social Bookmark Button

Larasati Episode 24



Episode lainnya :
Larasati Episode Perdana
Larasati Episode 2
Larasati Episode 3
Larasati Episode 4
Larasati Episode 5
Larasati Episode 6
Larasati Episode 7
Larasati Episode 8
Larasati Episode 9
Larasati Episode 10
Larasati Episode 11
Larasati Episode 12
Larasati Episode 13
Larasati Episode 14
Larasati Episode 15
Larasati Episode 16
Larasati Episode 17
Larasati Episode 18
Larasati Episode 19
Larasati Episode 20
Larasati Episode 21
Larasati Episode 22
Larasati Episode 23



AddThis Social Bookmark Button