Pemimpin Sekte Poligami Dituduh Perkosa Gadis 14 Tahun

Pemimpin sekte poligami asal Utah dihadapkan ke pengadilan dengan tuduhan memerkosa gadis berusia 14 tahun. Gadis yang telah dinikahinya itu merupakan saudara sepupunya

Pemimpin sekte itu adalah Warren Jeffs. Dia pemimpin The Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS).

FLDS merupakan pecahan dari gereja Mormon. Kedua gereja ini pecah karena adanya perbedaan pendapat dalam hal poligami. Karena perbuatan menikahi gadis 14 tahun, Jeffs dikenai tuduhan melakukan pemerkosaan.

Seperti yang dilansir dari AFP, Rabu (26/09/2007), pria berusia 51 tahun ini percaya bahwa dirinya merupakan utusan dari Yesus Kristus. Jeffs ditangkap pada bulan Agustus 2006 lalu. Dia juga merupakan salah satu dari 10 orang yang paling dicari oleh FBI.

Dalam sidang pengadilan, jaksa penuntut menyatakan, Jeffs bersalah atas tuduhan telah mengajak gadis 14 tahun tersebut untuk menikah. Dia juga melakukan hubungan seks dengan saudara sepupunya yang lain, yang masih berusia 19 tahun.

"Jeffs mengaku gadis 14 tahun itu telah mengatakan padanya bahwa dirinya masih terlalu muda untuk menikah," kata jaksa penuntut Brock Belnap.

Jeffs diancam hukuman maksimum seumur hidup di penjara. Namun Jeffs sendiri tidak menunjukkan adanya emosi. Dia akan divonis pada akhir bulan September ini.

Para pengikut Jeffs hanya bisa pasrah pada putusan hakim dalam pengadilan.

Anggota sekte gereja Jeffs tinggal di Utah, Nevada, Arizona, Texas, Colorado, Dakota Selatan dan Canada British Columbia.

Poligami merupakan kepercayaan pada gereja FLDS, tapi bukan merupakan isu utama dalam kasus Jeffs.

Para pengikut Jeffs mengklaim pemimpin mereka dituduh karena kepercayaan FLDS terhadap poligami, yang ditentang oleh gereja Mormon dan melawan hukum Amerika.



~ Salib.net ~


AddThis Social Bookmark Button

Nyaris Kehilanganmu

Elia adalah anak tunggal dari pasangan Maxi Sigar dan Chenni Sigar. Tidak ada yang menyangka sebuah kecelakaan kecil membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan Elia. Hari itu, Kamis tanggal 5 April 2007 jam 11 siang, Elia yang sedang bercanda dengan temannya terjatuh di kamar. Awalnya Elia hanya bermaksud untuk pura-pura terjatuh tapi kemudian kakinya terpeleset. Kepalanya langsung membentur lantai. Benturan itu tidak dihiraukan oleh Elia karena sakit yang ia rasakan tidaklah parah. Elia tidak menyadari bahwa sebenarnya malapetaka sedang menanti. Kejadian itu pun tidak dilaporkannya kepada orang tuanya. Setelah kejadian itu, Elia masih sempat bermain basket dengan temannya.

Keseimbangan Tubuh Elia Mulai Terganggu

Keesokan harinya, Elia kembali bermain basket. "Saya tidak tahu bahwa sebenarnya Elia sedang tidak enak badan. Tapi memang lemparan bola dia out terus. Sewaktu Elia sedang berjalan mengambil bola, dia terjatuh. Tapi Elia tetap melanjutkan permainan. Kemudian saya melihat badan Elia muter dan ia langsung jatuh. Saya pikir tadinya bercanda, tapi ternyata tidak..." cerita William, teman bermain Elia.

Elia pun pingsan. William langsung berteriak minta tolong. Kemudian Elia dibawa ke rumah temannya. Tidak berapa lama kemudian Elia mulai sadar kembali. Selama Elia tidak sadar, bicaranya sudah mulai ngaco. Elia juga sempat muntah di kamar mandi, tapi tanpa disadarinya ia muntah di bak mandi bukannya di lantai. Jalannya pun sudah miring. Teman-teman Elia kemudian mengantarkannya pulang ke rumah seperti tidak terjadi apa-apa.

Pada hari Minggu, Elia tidur cukup lama dari jam 12 siang sampai jam 7 malam. Awalnya orang tua Elia mengira itu karena pengaruh obat tidur karena sebelumnya Elia memang minum obat. Pada saat itu Maxi sedang asyik membaca koran di kamar sedangkan Chenni sudah tertidur. Tiba-tiba terdengar suara hentakan yang keras, "bukkkk". Maxi langsung berteriak dan membangunkan Chenni. Mereka berdua langsung melihat keluar.

"Saya lihat Elia sudah jatuh terduduk di lantai, kepalanya di kursi. Keluar darah sedikit dari mulutnya bercampur busa. Saya melihatnya kejang seperti orang yang kedinginan, badannya gemetar. Saya bilang kenapa begini...." ujar Maxi.

Kepanikan langsung tergambar di wajah Maxi dan Chenni. Mereka langsung membopong Elia ke kamar. Mulut Elia kaku, ia tidak dapat berbicara. Matanya melihat ke atas, tangannya terus bergoyang. Kedua orang tua Elia tidak tahu penyakit apa yang telah menimpa Elia. Mereka sangat mengkhawatirkan kondisi Elia.

Maxi langsung mendoakan Elia, meminta pertolongan dari Tuhan. Elia sadar sepuluh menit tapi kemudian setengah jam berikutnya dia tidak sadarkan diri. Frekuensinya terus seperti itu sampai pagi. Dengan setia Maxi dan Chenni menemani Elia. Melihat kondisinya yang tidak membaik dan semakin kritis, pukul empat sore Elia dilarikan ke rumah sakit.

Penanganan Di Rumah Sakit

"Sampai di rumah sakit, Elia terus berteriak. Saya berseru di dalam hati, Tuhan tolong, dalam nama Tuhan Yesus, tidak ada yang mustahil," Chenni berkisah.

Awalnya dokter mendiagnosanya sebagai epilepsi tapi Maxi berkeras karena tidak ada keturunan epilepsi di keluarga mereka. Puji Tuhan, sebelum diberikan obat epilepsi, dokter akhirnya menyarankan supaya Elia di CT-Scan terlebih dahulu. Dari hasil pemeriksaan itulah diketahui telah terjadi pendarahan di kepala Elia, dari mata sampai belakang telinga.

Dokter mencoba mencari tahu penyebab pendarahan di otak Elia. Maxi dan Chenni yang tidak mengetahui peristiwa yang dialami Elia beberapa hari sebelumnya tidak dapat memberikan informasi apapun, apakah Elia pernah jatuh, ditabrak, berkelahi dengan temannya dan lain-lain.

Dokter pun menjelaskan bahwa kondisi yang dialami oleh Elia cukup parah. Elia harus segera dioperasi, kalau terlalu lama otaknya bisa tertekan dan Elia akan lumpuh total. Kalau sudah demikian halnya, Elia dipastikan akan cacat seumur hidupnya.

"Melihat keadaan pasien, dengan hasil CT-scan yang seperti ini, dimana pendarahan cukup besar dan pembengkakannya pun cukup besar, kalau didiamkan saja, luka itu akan semakin meluas. Akibatnya bisa fatal. Pasien bisa jatuh koma dan akhirnya meninggal," komentar Dr. Pudji Sugianto, Sp. S, dokter yang menangani Elia.

Antara Makan Buah Simalakama

Elia sendiri dari kecil memiliki kelainan darah. Dia memiliki pembeku darah yang lambat sehingga Elia harus segera diberi obat plasma darah. Karena kalau tidak segera diantisipasi, Elia akan terus mengeluarkan darah sedangkan Elia sendiri membutuhkan darah. Dokter mengharuskan Elia memakai obat plasma darah yang harganya 12 juta untuk sekali pakai, dan obat itu harus diberikan sebanyak lima kali.

Uang untuk CT-Scan juga mahal, sedangkan kalau dioperasi pasti tidak bisa berharap Elia bisa normal lagi. Kalaupun sembuh dan pada akhirnya pasien mendekati idiot itu sebenarnya kondisi yang diperkirakan cukup bagus untuk kasus semacam Elia. Saat itu dokter spesialis bedah, semua dokter anestesi, hematologi dan semua orang yang berkepentingan dalam penanganan kasus Elia berkumpul dan menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi. Maxi dan Chenni bingung memikirkan biaya yang harus mereka keluarkan untuk pengobatan Elia.

"Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Elia hanya dengan operasi. Biaya yang diperlukan untuk operasi itu cukup besar. Sedangkan para dokter sendiri sudah mengatakan kalau malam ini tidak dioperasi, besok mereka sudah angkat tangan. Dari hasil CT-can, Elia sudah kritis, pendarahannya sudah sampai di otak, dan itu pun kata dokter, operasi pertama di sini, operasi kedua harus ke Singapur," Chenny bersaksi menceritakan kondisi yang mereka alami saat itu.

Para dokter meminta Maxi dan Chenni untuk segera mengambil keputusan karena hasil CT-Scan menunjukkan darah sudah menekan ke otak.

"Dokter hanya memberikan waktu dua jam untuk saya mengambil keputusan, dari jam tujuh sampai jam sembilan malam. Kalau tidak operasi, menurut diagnosa dokter, besok bisa lumpuh total atau bahkan koma total. Saya bersama istri berembuk untuk menghubungi semua hamba Tuhan yang kita kenal untuk membantu mendoakan Elia. Karena saya tahu semakin banyak yang berdoa semakin bagus," ujar Maxi menambahkan kesaksiannya.

Taat Dan Melangkah Dengan Iman

Seorang hamba Tuhan yang datang dari Menado mengatakan Elia tidak usah dioperasi. Mertua Maxi-pun mengkonfirmasikan hal yang sama supaya Elia jangan dioperasi. Karena banyak dukungan dan tidak tahu lagi harus berbuat apa, Maxi dan Chenni hanya bersandar dengan iman kepada Tuhan saja.

Konfirmasi dan dukungan yang mereka terima meyakinkan Maxi dan Chenni untuk membatalkan operasi yang disarankan para dokter. Keputusan ini pun membuat mereka harus menanda-tangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa rumah sakit tidak bertanggung-jawab akan kondisi Elia lagi.

Mukjizat Terjadi

Tiga hari kemudian Chenni merayakan ulang tahunnya di rumah sakit karena ia harus menemani Elia. "Saya mengatakan kepada Elia, hari ini mama ulang tahun. Kalau Elia dengar, coba Elia pegang kencang-kencang tangan mama," ujar Chenni.

Sekonyong-konyong tangan Elia mulai menggenggam tangan Chenni. Baik Chenni maupun Maxi begitu bersukacita karena hal itu menandakan Elia sudah mulai sadar. Kemudian dari sudut mata Elia yang masih setengah tertutup, keluar air mata.

Elia berada di ICU selama 14 hari dan semakin hari perkembangannya semakin baik dan penuh kemajuan. Selama di ruang perawatan, Elia sempat bertanya kapan dia bisa berjalan lagi, tapi dokter mengatakan kalau hal itu hanya dapat Elia mimpikan. Suatu hal yang mustahil untuk Elia dapat berjalan kembali. Tapi Maxi dan Chenni terus berdoa dan pada akhirnya Maxi bermimpi kalau Elia dapat berjalan lagi dan mimpi itu digenapi oleh Tuhan. Dalam beberapa hari Elia bisa berjalan kembali dan memang Tuhan sungguh-sungguh menyatakan mujizat-Nya.



"Suatu bukti kalau Allah itu luar biasa. Kalau kita percaya sungguh-sungguh sama Tuhan, Tuhan tidak pernah mengecewakan kita. Kalau kita ada masalah, jangan lari kepada manusia. Kita pakai lutut, kita berdoa. Kalau Tuhan jawab, pasti itu akan terjadi. Tuhan sanggup...," ujar Maxi dengan sukacita menyaksikan kebesaran Tuhan dalam hidup Elia.

Tidak hanya sampai di situ. Biaya cukup besar yang harus ditanggung Maxi dan Chenni secara ajaib Tuhan bukakan jalan. Mereka mendapatkan keringanan dari rumah sakit dan dapat menyelesaikan pembayarannya dengan cara mencicil. Tuhan selalu punya jalan keluar dan pertolongannya tidak pernah terlambat.

Kesembuhan Sempurna Dari Tuhan

Elia berada di ruang perawatan selama 17 hari dan tidak seperti pasien yang lain, Elia mengalami perkembangan kesehatan yang luar biasa. Benar-benar tidak ada keluhan sedikitpun.

Dari hasil pemeriksaan CT-Scan berikutnya, dokter menemukan perkembangan yang luar biasa dari otak Elia. Memang masih terlihat ada garis yang bengkok, tapi dokter sendiri heran karena kondisi Elia sepertinya fit dan tidak ada rasa sakit sedikitpun. Elia seperti orang yang benar-benar sehat.

"Setelah aku berpikir dari apa yang aku alami, aku yakin kalau Tuhan itu memang benar ada. Karena aku bisa sembuh itu bukan karena dokter. Aku percaya hanya Tuhan yang bisa membuat pendarahan di otakku hilang, apalagi tanpa perlu operasi pembersihan di otakku. Jadi aku percaya kalau Tuhan itu ada. Karena hanya DIA yang bisa menyembuhkanku. Tuhan Yesus itu memang dahsyat," Elia menutup kesaksian hidupnya dengan penuh ucapan syukur. (Kisah ini telah ditayangkan 10 September 2007 dalam acara Solusi di SCTV).

Sumber Kesaksian :
Elia Sigar










Related Video :





~ Jawaban.com ~




AddThis Social Bookmark Button

DIMANA TANGGUNG JAWABMU?


MANUSIA TIDAK MEMILIKI APA YANG MEREKA PUNYA,

HANYALAH PENGELOLA.



“Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi upah.” (Filipi 1:22)

“Dimanakah tanggung jawabmu? Setelah Yesus memerdekakan kita dari hukuman kekal, apa yang akan kita lakukan?” Pertanyaan ini seharusnya muncul dalam hati setiap orang percaya. Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang teman lama. Dengan wajah sedikit tak percaya, saya memandang wajahnya. “Kamu merokok ya?”, saya bertanya dengan wajah heran. Dia hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ia menyodorkan kartu namanya yang mencantumkan alamat dan tempat tinggalnya sekarang.

Setelah peristiwa itu berlalu, saya duduk terpaku dan merenung, “Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Teman saya itu, dulu begitu radikal dalam bersaksi dan memberitakan Firman Tuhan. Mengapa setelah 5 tahun tidak bertemu, dia kembali kepada kehidupan yang lama?”

Sementara merenungkan kejadian di atas, saya teringat beberapa pelayan Tuhan yang luar biasa, yang telah dipakai Tuhan untuk memberkati ribuan orang, namun mereka ‘jatuh’ juga. Saya bertanya kepada diri sendiri, “Mengapa mereka ‘jatuh’? Apakah Tuhan tidak adil terhadap mereka?” atau “Dimanakah Tuhan ketika mereka ‘jatuh’? Apakah Tuhan tidak dapat menolong mereka?”

Semua pertanyaan ini membuat saya mengambil suatu kesimpulan, bahwa tidak ada seorangpun dapat disebut ‘raksasa rohani’. Setiap orang yang sudah dimerdekakan dan mengalami kelahiran baru, serta dilepaskan dari setiap keterikatan, harus bertanggungjawab terhadap kehidupan baru yang Tuhan berikan. Kita harus bertanggungjawab atas kemerdekaan yang Tuhan berikan kepada kita. Jikalau kita tidak berjaga-jaga, kita bisa jatuh dan terikat kembali pada kehidupan lama yang menjajah kemerdekaan kita yang sesungguhnya.

Dalam salah satu bukunya, John Maxwell mengatakan, “Bila kita sudah mencapai puncak prestasi dari apa yang menjadi tujuan kita, maka grafik pertumbuhan kita biasanya mulai menurun. Penyebab menurunnya grafik tersebut adalah kepuasan diri.”

Raja Daud adalah contoh klasik tentang seorang yang luar biasa dihadapan Tuhan, tetapi jatuh juga dalam dosa. Kemenangan demi kemenangan yang diraihnya telah membuatnya lengah, sehingga pada suatu saat dimana dia seharusnya maju berperang, dia malah bersantai dan berjalan-jalan di atas sotoh istananya. Kelalaiannya telah membuahkan perzinahan dengan Batsyeba dan berlanjut pada pembunuhan Uria, suami Batsyeba ( 2 Samuel 11 ).

Seorang teman saya pernah ikut berperang di Ambon, dan ia bercerita bahwa saat yang paling mencekam di dalam hidupnya adalah ketika masa gencatan senjata. Saat dimana keadaan seolah-olah aman. “Kita tidak tahu kapan akan diserang oleh musuh. Sebab, sewaktu-waktu serangan dilancarkan secara sporadis,” katanya. Hal yang sama terjadi juga dengan orang Kristen. Jika kita tidak waspada, maka kita akan diserang oleh si jahat sehingga kehidupan kita tidak menghasilkan buah yang baik.

Setelah kemerdekaan diperoleh suatu bangsa, bangsa itu tentunya membutuhkan suatu pemerintahan yang baik apabila mereka tidak ingin kembali dijajah oleh musuh lama mereka. Sebuah pemerintahan yang kuat akan mampu menanggulangi segala bahaya laten apapun.

Ketika kita dimerdekakan Yesus dari hukuman kekal, maka sekarang kita berada dalam pemerintahan-Nya. Kebebasan yang Yesus berikan tidak dimaksudkan untuk mengejar kepuasan diri, melainkan untuk bertanggung jawab dalam pemerintahan-Nya, dengan menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan. Rasul Paulus berkata, “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Filipi 1:22)

Mengapa kita harus berbuah? Berbuah adalah bentuk pertanggungjawaban kita terhadap kemerdekaan yang kita terima dari Tuhan. Dalam hal apa sajakah kita perlu berbuah?

1. BUAH KARAKTER
Semakin dewasa seseorang di dalam Kristus, karakternya akan semakin berkembang baik dan dewasa. Karakter adalah sebuah kualiatas kehidupan. Kharisma dapat membuat seseorang menuju puncak, namun hanya karakter yang dapat mempertahankannya. Karakter awal yang perlu dimiliki dan dilatih adalah kesetiaan. Dengan kesetiaan semua bidang karakter lainnya bisa kita miliki.

2. BUAH JIWA
Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik. Pohon mangga menghasilkan buah mangga. Pohon duren menghasilkan buah duren. Kita sebagai murid Kristus seharunya menghasilkan murid Kristus lainnya. “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu” (Matius 28:19-20).

3. BUAH PELAYANAN
Potensi dan talenta yang Tuhan telah tanam dan berikan dalam hidup kita sangat luar biasa. Kita perlu memaksimalkan dan memberdayakan segenap potensi kita dalam lingkungan keluarga, komunitas supaya nama Tuhan semakin dimuliakan dan banyak orang semakin mengenalNya. Apakah Anda merasa sudah memaksimalkan potensi Anda?

Mari kita isi kemerdekaan yang kita terima ini dengan menghasilkan buah yang baik dan berkenan. Jangan sampai karya Yesus yang memerdekakan kita menjadi sia-sia



~ CMN ~



AddThis Social Bookmark Button

BANGUN RUMAH ANDA

Ada seorang tukang kayu yang telah tua akan pensiun dari pekerjaannya. Beliau berkata kepada majikannya mengenai rencananya untuk berhenti dari pekerjaan membangun rumah dan akan menikmati hari tua bersama dengan istrinya. Dia akan kehilangan penghasilan karena dia mengundurkan diri. Dan dengan berat hati, akhirnya sang majikan merelakan kepergian tukang kayu ini. Sang majikan sedih karena dia kehilangan pekerja yang terbaik dan bertanya apakah tukang kayu mau membangun satu rumah untuk terakhir kalinya. Tukang kayu ini berkata “Ya”, tetapi untuk kali ini tukang kayu tidak serius untuk melakukan pekerjaannya. Tukang kayu ini menggunakan keahlian yang buruk dan bahan material yang rendah. Dan ini merupakan langkah yang malang untuk akhir kariernya.

Ketika tukang kayu telah menyelesaikan pekerjaannya dan quality kontrol melakukan inspeksi, sang majikan menyerahkan kunci pintu kepada tukang kayu ini. “ini adalah rumahmu,” katanya. “Pemberian saya kepada anda.”

Betapa kagetnya! Betapa malunya! Jika dia mengetahui bahwa ia sedang membangun rumahnya sendiri, dia akan melakukannya dengan cara yang berbeda. Sekarang dia harus menerima untuk tinggal di rumah yang dibangun oleh dirinya dengan tidak baik.

Ilustrasi di atas merupakan sebuah contoh buat kehidupan kita sebagai seorang pria. Banyak pria yang suka membangun kehidupannya dengan cara yang salah bahkan dikatakan suka membangun kehidupannya dengan “asal-asalan”. Akibatnya ketika seorang pria sampai kepada akhir dari masa pengabdiannya, banyak mereka yang tidak dapat menikmati dengan sukacita, banyak mereka yang menangis dan menyesal melihat hasil yang mereka terima tidak sebanding yang mereka harapkan. Mengapa mereka menyesal dan menangis ???

Karena mereka tidak pernah setia melakukan apa yang telah dipercayakan kepada mereka dan mereka tidak bertanggung jawab dengan kapasitas yang ada dalam hidup mereka.

Coba anda berpikir seandainya anda adalah tukang kayu tersebut diatas, pikirkan bahwa yang akan dibangun adalah rumah anda. Setiap hari anda pasti akan mengerjakan pekerjaan ini dengan sangat bijak dan hati-hati. Mengapa? karena hal ini merupakan salah satu kehidupan yang kita bangun dan akan kita hidupi dengan penuh keindahan dan kebanggaan.

Ada sebuah statement berbunyi “Hidup adalah proyek dalam kehidupan anda sendiri.” Bagaimana kita menjelaskan dengan detail ? Hidupmu hari ini merupakan hasil dari sikap dan pilihan di masa lalu. Hidupmu di kemudian hari merupakan hasil dari sikap dan pilihan yang dibuat di hari ini. – buat perhitungan hari ini.


~ CMN ~




AddThis Social Bookmark Button

Sidney Mohede : Promosi Datangnya Dari Tuhan

Sidney punya prinsip memberi yang terbaik dan Tuhan sendiri akan membuka jalan-jalan-Nya. Istilah yang kerap dipakaiya, promosi adalah datangnya dari Tuhan. Ia juga tidak pernah setuju tentang pendapat banyak orang yang mengatakan bekerja selayaknya sesuai honor atau gaji yang diterima saja.

"Saya pernah dengar begini, kalau saya dapat gaji lima juta, saya baru akan bekerja keras. Kenapa nggak berpikir, saya akan beri yang terbaik bagi pekerjaan saya, soal penghasilan pasti mengikuti. Saya percaya dengan firman Tuhan, bila kita setia dengan perkara kecil Tuhan akan mempercayakan perkara besar," tuturnya bijak.

Bulan Mei, 1995 Sidney datang ke Indonesia dari Amerika. Ia ke Jakarta tanpa kenal satu orang pun dengan tujuan yang menurut manusia pada umumnya. "tidak jelas". Pokoknya melayani Tuhan, begitu tekadnya.

"Saya tidak punya saudara di Jakarta, semua ada di Menado. Jadi, saya benar-benar merasa asing. Namun saya percaya Tuhan pasti buka jalan. Dua hari di Jakarta, teman saya orang Indonesia yang tinggal di Amerika menikah di JHCC. Saya datang dan menyanyi. Di sanalah saya kenal musisi Erwin Badudu, Franky Sihombing, Amos Cahyadi, dan Sari Simorangkir" kisahnya takjub.

Satu persatu jalan di buka Tuhan untuk Sidney. Melalui acara HUT RI ke 50 dengan "tema Jakarta Bersyukur" di Istora Senayan, masyarakat Kristen melihat dan mendengar suara emas ‘penyanyi rohani' baru bernama Sidney Mohede. Lalu disusul konser GMB pertama di Pecenongan, Jakarta yang dipenuhi dengan anak muda. Ia pun lalu ikut gabung dengan VOG. Semakin hari semakin bertambah-tambahlah teman dan pelayanan Sidney.

Melayani Tuhan dengan sungguh membuat Sidney berusaha terus menerus memberi yang terbaik dan bersikap profesional, sebagai ungkapan hormat pada Tuhan. Ia datang dan menyanyi tanpa pilih-pilih tempat. "Saya masih ingat pulang pelayanan menerima amplop berisi uang sejumlah Rp. 7.500, Rp.14.000 dan pernah juga amplop kosong bertuliskan, terimakasih atas pelayanannya.

Buat saya nggak masalah. Saya pun tidak bersungut-sungut karena hal seperti itu. Urusan saya, memberi yang terbaik. Tuhan pastilah yang memberkati dengan caranya. Percayalah satu persatu Tuhan sediakan bagi kita. Saya bersyukur banget untuk banyak hal yang Ia kerjakan bagi saya sendiri maupun komunitas saya," jelasnya mantap. Kini tentu saja Sidney tak perlu berdesak desakan dalam bis kota, Tuhan telah memberinya dua mobil yang mengantarnya pelayanan.

Sidney memang patut bersyukur, lagu-lagu yang ditulis dalam bahasa Inggris banyak dinyanyikan di gereja gereja di luar negeri. Bukan saja gereja Indonesia di luar negeri tapi juga gereja ‘bule' asli. Album GMB edisi bahasa Inggris segera dipasarkan lewat Koorong Book Store di Australia. Lalu kalau tak ada aral melintang di penghujung tahun ini, ia akan melempar album solo ke dua bertajuk Better Days kerjasama dengan Harvest Music. Konon, nilai kontraknya lumayan bagus.

"Secara nominal, berkatnya luar biasa,"aku Sidney. Satu lagi berita gembira yang tentu ditunggu banyak orang yaitu konser tunggal Sidney, rencananya akan digelar September tahun ini."Kita melakukan pekerjaan kita sebaik mungkin, Pasti Tuhan akan selalu buka jalan untuk kita. Pokoknya saya percaya, promosi dari Tuhan," ujar Sidney yang sewaktu kelas 3 SD meraih juara ke 3 lomba nyanyi se-DKI.

Hari-hari di depan Sidney nampaknya makin indah, makin baik seperti judul album terbarunya, Better Days...



~ Jawaban.com ~




AddThis Social Bookmark Button

Asuransi Serba Guna

Pada suatu hari, 7 orang petani di pedalaman pulau Timor bersiap-siap dengan beberapa ekor anjing pemburunya untuk menangkap monyet-monyet yang mencuri tanaman mereka. Di antara monyet yang diburu itu, ada seekor induk monyet bersama anaknya yang masih kecil. Para petani berpikir bahwa mereka akan dengan mudah menangkap anak monyet tersebut, karena ia tidak akan mampu melompat selincah monyet dewasa. Namun harapan mereka sia-sia, karena anak monyet memegang erat-erat bulu dada induknya, sehinga setiap kali induknya dengan lincah melompat dari satu pohon ke atas pohon yang lainnya, anak monyetpun bersama induknya. Akhirnya anak monyet pun terluput dari petani yang memburunya.

Apa hubungannya dengan orang Kristen? Jika hati seorang Kristen melekat kepada Tuhan, maka ia pun akan luput dari serangan iblis. Daud menulis, "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa... Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku,"(Maz 91:1, 14-16). Jika anak monyet terselamatkan dari ancaman petani, bagaimana dengan kita? Ada beberapa keuntungan / jaminan yang tersedia bagi kita, antara lain:

>> Jaminan keluputan dari bahaya
>> Jaminan perlindungan
>> Jaminan jawaban doa
>> Jaminan penyertaan Tuhan dalam kesesakan
>> Jaminan untuk menerima kemuliaan
>> Jaminan umur panjang
>> Jaminan keselamatan.

Cuma 2 syarat yang kita butuhkan untuk mengalami ke-7 jaminan di atas, yakni:
1. Hati kita melekat kepada Tuhan.
2. Bila kita berseru kepada Tuhan.

Semua jaminan ini dimulai dari satu hal saja, yaitu kita memutuskan untuk duduk dalam lindungan Tuhan Yang Mahakuasa.



~ abbalove ~





AddThis Social Bookmark Button

Titanic-II "Explorer of the Seas - Nassau"

Mudah-mudahan kapal ini tidak mengalami musibah seperti saudara tuanya-Titanic.
















"Tampak & Belakang"

Ruang Nahkoda




Fasilitas Dek Atas

























































Fasilitas Dek Bagian Dalam








































































AddThis Social Bookmark Button

Indonesia, Atlantis Masa Depan

Empat abad sebelum Masehi Plato berkisah tentang sebuah peradaban yang hilang. Atlantis mempersiapkan serangan besar terhadap Athena. Namun, sebelum rencana terlaksana, banjir dan gempa yang kejam membaringkan benua itu dalam tidur abadi jauh di dasar Samudera Atlantik. satu hal patut diyakini, kekuatan alam mampu memusnahkan peradaban semua bangsa, tanpa terkecuali Atlantis. Kekhawatiran yang nyaris serupa kini juga merambati dunia modern. Fenomena pulau tenggelam, meski tak sedahsyat kisah terkuburnya Atlantis, semakin nyata di depan mata. Mencairnya gunung-gunung es di kutub akibat pemanasan global diprediksi akan menimbulkan bencana yang sama. Indonesia pun berpotensi mengalami nasib serupa dengan Atlantis.

Ancaman kepulauan Zamrud Khatulistiwa ini ditenggelamkan oleh oleh air laut sudah mulai terlihat saat ini. Menurut Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan, Syamsul Maarif, rata-rata setiap tahun kepulauan di Indonesia kehilangan 5 cm daratannya didesak air laut. Namun, dia tidak yakin fenomena raibnya pulau-pulau kecil Indonesia karena kenaikan air laut akibat pemanasan global.

"Dulu diidentifikasi kita memiliki 17. 504 pulau. Kemarin hasil perhitungan kembali kok menjadi 17. 480, berarti ada 24 pulau yang hilang. Saya tidak berani memastikan hilangnya 24 pulau itu karena salah pendataan atau karena dampak pemanasan global," katanya.

Berbeda dari Syamsul Maarif, Emil Salim, sangat yakin hilangnya pulau-pulau kecil di Indonesia karena tenggelam sebagai dampak pemanasan global. Bahkan, menurut begawan pelestarian lingkungan ini, Pulau Vanuatu, Kirlyfatsu, dan Kepulauan Marshal di Samudera Pasifik kini sudah tenggelam akibat kenaikan air laut itu. "Kalau ini berlanjut, maka pulau di Indonesia yang hilang pada tahun 2030 nanti bisa mencapai 2.000 pulau dari 12.000 pulau yang ada sekarang," kata mantan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup zaman Orde Baru ini.

"Kita kan mengandalkan produksi padi. Padahal, irigasi air berubah karena musim juga berubah, sehingga keteraturan menanam padi juga ikut berubah. Curah hujan berkurang, air menjadi langka. Produksi pangan dan kelangkaan air karena kemarau. Lahir penyakit-penyakit baru. Dan yang terpukul adalah rakyat miskin di negara berkembang," ujarnya.

Sejalan dengan pemikiran Emil Salim, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara, Nur Hidayati, menyatakan musim kering yang panjang dan jumlah curah hujan yang besar dalam waktu singkat akan semakin sering dirasakan masyarakat akibat pemanasan global. Dia memprediksi jika akumulasi gas Co2 di atmosfer terus bertambah akibat intensitas pembuangan gas berbahaya sisa industri tidak dikurangi, maka sepuluh tahun kedepan suhu bumi akan meninggkat rata-rata 2° Celsius.

Kemarau panjang dan iklim yang tidak menentu membuat petani semakin menderita. Kehidupan mereka kian merosot. Kini tanah dan air menjadi sering tidak bersahabat. Padahal mereka mengandalkan hidup pada tanah dan air. Di ujung lain, nelayan yang mengandalkan hidup dari kemurahan laut pun kini dibenturkan pada kenyataan pahit: sering tidak kuasa menduga ombak lautan. Para nelayan tradisional seperti di Kampung Uewajo, Morowali, Sulawesi Tengah, sering tidak bisa melaut karena ombak besar kerap datang tanpa diduga.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Tengah Dr Ir Hasanuddin Atjo MP mengatakan perlu penelitian dan analisis untuk mengetahui secara pasti pengaruh pemanasan global terhadap nelayan. Pengaruh pemanasan global jelas ada, namun saat ini belum terlalu terlihat dampak yang cukup signifikan terhadap kehidupan nelayan.

Menurut Panel Antar-Pemerintah mengenai Perubahan Iklim (IPCC), pemanasan global saat ini "sepenuhnya tidak berasal dari sebab-sebab alam". Mereka menegaskan, manusia bertanggung jawab atas kerusakan siklus iklim ini.

Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, pemerintah sudah berusaha mengurangi pencemaran udara dengan menjalankan rencana nasional pengurangan pembuangan emisi berbahaya ke udara. Namun hasil pelaksanaan rencana nasional itu baru bisa dirasakan sepuluh tahun mendatang.

Rachmat Witoelar juga membantah tudingan pihaknya tidak tegas mengatasi masalah pencemaran lingkungan. "Di bagian mananya? Kami telah menindak banyak pabrik yang melanggar (dan membawa) ke pengadilan. Lantas apa lagi? Cuma itu yang bisa dilakukan. Saya menolak kalau KLH dikatakan tidak tegas dalam mengatasi pencemaran lingkungan."

Tentu kita tidak ingin legenda Atlantis menjadi kisah nyata bagi Indonesia. Dibutuhkan kesadaran bersama untuk mencegah ancaman itu. Pemerintah pun harus bertindak tegas. "Yang terpenting ketegasan pemerintah. Kalau pemerintah tidak berani, tamat riwayat Indonesia," kata Emil Salim.


~ Jawaban.com ~





AddThis Social Bookmark Button

BATU DAN BISIKAN

Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan
anak-anak itu yang tampak melintas. Aah..., ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

Cittt.... ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu dilemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya seorang anak yang paling dekat, dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

"Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baru semacam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores." Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf. "Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa." Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. "Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti...."

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Itu disana ada kakakku. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.."

Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. "Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku."

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, diangkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. "Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatanmu." Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu,
melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat "Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."

*********************************************************************

Renungan :
Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?

Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita. Tuhan akan selalu berbisik dalam jiwa dan berkata lewat kalbu kita



~ Milis - gbisudirman2 ~




AddThis Social Bookmark Button