IBU BERMATA SATU

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan diri. Keesokan harinya di sekolah .........

"Ibumu hanya punya satu mata?!?!" Ieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, "Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!" Ibuku tidak menyahut.

Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.

Malam itu ...............

Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya. Ia memandangnya sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi, hatiku tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.

Kemudian aku belajar dengan tekun. Kutinggalkan IBUku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu. Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak. Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.

Kebahagian ini bertambah terus dan terus, ketika.............

Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat mata Ibuku. Kataku, "Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!" Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, "Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !" "KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!"

Ibuku hanya menjawab perlahan, "Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat," dan ia pun berlalu. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega. Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.

Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura.

Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana .. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja. Di sana, kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun.

Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.

"Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan..aku tidak akan pergi ke Singapura lagi ......

Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau....... Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku.

Kau tahu, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, di tempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.

Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, "Itu karena ia mencintaiku" Anakku! Oh, anakku!"

(Artikel dikirim oleh Friza Ayu Octaviani)




AddThis Social Bookmark Button

Ayah, Ibu, ketahuilah, saya juga mencintaimu

Di sebuah kotadi California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.

Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.

"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya. "Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia". "Kau tidak perlu menyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. "Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya."

Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.

Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. "Pelatih", panggilnya. "Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?"

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras dalam beberapa hari ini.

"Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. "Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu." Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.

Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. "Pertandingan yang sangat mengagumkan," katanya kepada Luke. "Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?"

Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata "Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu. Minggu lalu,......Ibuku meninggal." Luke kembali menangis.

Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata "Hari ini,.......hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka.......". Luke kembali menangis terisak-isak.

Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak.....

Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya............Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya........

Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka,membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya...............

=========================================
Hikmah yang dapat kita renungkan dari kisah Luke yang HANYA berusia 7 TAHUN :

Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik untuk membahagiakan ayah & ibu kita. Banyak cara yg bisa kita lakukan utk ayah & ibu, dgn mengisi hari-hari mereka dgn kebahagiaan. Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi & hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur untuk membuat mereka bangga dgn kita. Bukannya melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji, yang membuat mereka malu.

Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaan mereka yang terbesar. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya. Bagaimana dengan Anda ? Berapakah usia Anda saat ini ?

Apakah Anda masih memiliki kesempatan tersebut ? Atau kesempatan itu sudah hilang untuk selamanya.........?
=====================================


(Artikel ini dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women" karangan Karen Kingsbury - kiriman Friza Ayu Octaviani)




AddThis Social Bookmark Button

Akrilamida, Pemicu Kanker Berselimut Gorengan

Anda suka gorengan? Makanan gurih ini jika dikonsumsi terus menerus ternyata berisiko sangat buruk bagi kesehatan. Tak hanya meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh, makanan yang digoreng ternyata juga dapat memicu munculnya kanker. Pasalnya, hasil penelilian yang didanai Dewan Riset Swedia untuk lingkungan dan Ilmu Pertanian beberapa waktu lalu ini menunjukkan bahwa makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang, singkong serta ubi yang mengalami proses digoreng terbukti dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida.

Apakah akrilamida?

Akrilamida adalah senyama kimia yang biasa dipakai di laboratorium dan digunakan sebagai zat untuk menggumpalkan kotoran dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau pada PAM. Di luar negeri, umumnya untuk air minum bagi kebutuhan warga kota dijernihkan dengan proses akrilamida.

Mengapa berbahaya? Akrilamida memicu kanker, kemudian dia merusak syaraf, itu sebabnya akrilamida juga disebut sebagai zat neurotoksik. Akrilamida berpotensi menimbulkan tumor, merusak DNA atau materi genetika juga merusak sistem reproduksi, mengganggu tingkat kesuburan serta dapat mengakibatkan keguguran. Jadi untuk ibu hamil yang terkontaminasi akrilamida bayinya berpotensi lahir cacat (teratogen).

Mengapa bisa terdapat pada makanan?

Dalam jumlah yang sangat sedikit, akrilamida terdapat pada semua makanan yang sehari-hari kita makan, seperti nasi, roti, biskuit, ikan, hingga daging. Namun kandungan akrilamida yang paling tinggi terdapat pada bahan makanan yang tinggi kadar karbohidrat. Akrilamida pada makanan muncul akibat proses pengolahan dengan cara digoreng dan dipanggang. Pengolahan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan senyawa karbohidrat pada bahan makanan tersebut terurai. Nah, sebagian karbohidrat yang terlepas ini kemudian bereaksi dengan asam amino, sebuah senyawa penyusun protein, hingga terbentuklah akrilamida.

Dalam hasil penelitian yang berjudul Analysis of Acrylamide, a Carsinogen Formed in Heated Foodstuffs, Eden Tareke, seorang peneliti dari jurusan kimia lingkungan Universitas Stockholm, Swedia mengungkapkan bahwa bahan pangan yang direbus atau dikukus ternyata hanya mengandung sedikit senyawa akrilamida, sehingga tak berbahaya bagi kesehatan. Sementara itu, makanan yang digoreng atau dipanggang ternyata mengandung senyawa akrilamida yang amat tinggi, yakni 2.500 mikrogram pada suhu penggorengan 190 - 220 derajat celsius. Dengan kandungan sebesar ini Anda patut waspada! Pasalnya hasil uji peneliti mengungkapkan bahwa batas toleransi bagi tubuh orang dewasa adalah 0,5 mikrogram per hari. Sebab dengan kadar sebesar itu saluran pencernaan mampu menyerap dan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin dalam beberapa jam kemudian.





~Jawaban.com ~







AddThis Social Bookmark Button

BISNIS NARKOBA DAN TEORI KIYOSAKI

Oleh : Augustinus Simanjuntak, S.H., M.H.
(dosen Hukum Bisnis di Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra, Surabaya ; kandidat doktor ilmu hukum di Universitas Airlangga—UNAIR, Surabaya ; anggota jemaat Gereja Reformed Injili Indonesia—GRII Andhika, Surabaya {digembalakan oleh : Pdt. Sutjipto Subeno, M.Div.})

Bisnis narkoba benar-benar bertumbuh pesat di kota Metropolis. Satu per satu pabrik narkoba besar berhasil diungkap oleh kepolisian. Mulai dari kasus Hangky Gunawan di Perumahan Graha Famili (Juni 2006) yang mampu memproduksi 88 ribu butir ekstasi (Nopember 2005 hingga Januari 2006), kasus Handoko di Jalan Nginden Intan Timur dan Manyar Tirtoyoso (Juni 2006) dengan barang bukti 6 kg sabu-sabu, dan kasus Setiawan Budi di Taman Internasional I Perumahan Citra Raya (April 2007) yang mampu memproduksi 60 kg sabu-sabu.

Kasus terheboh dan tergolong terbesar yang berhasil diungkap oleh kepolisian di Surabaya ialah kasus pabrik ekstasi Graha Famili jilid II (28 Juli) yang bisa memproduksi 27 ribu butir ekstasi per minggu. Tiga peracik ekstasi berhasil ditangkap dan dijadikan tersangka, yaitu Andi Setiawan, Andreas Hartanto, dan Agus Wigijono.

Belum selesai keprihatinan warga Metropolis atas terbongkarnya pabrik-pabrik ekstasi tersebut, kepolisian kembali mengungkap dua pabrik ekstasi sekaligus, yaitu di perumahan Istana Candi Mas Sidoarjo dan di Kisi Gempol Pasuruan. Lima orang tersangka berhasil ditangkap (Gogong Kusnul Yakin, Yoyok Setio Utomo, Gunawan Triatmoko, Tri Rekso Dindarto, Sumardi Hardjito).

Barang bukti yang berhasil disita berupa puluhan jenis bahan kimia untuk memproduksi sabu-sabu yang siap diolah (Jawa Pos, 2/8).

Kita tentu sangat heran, mengapa bisnis narkoba bertubuh begitu pesat di Surabaya dan sekitarnya? Jawabannya bisa saja beragam. Dari segi hukum, misalnya, maraknya kejahatan narkoba tidak bisa dilepaskan dari ringannya vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terhadap para pelakunya. Dengan kata lain, penegakan hukum belum bisa memberikan efek jera terhadap para pelaku sekaligus belum bisa membuat rasa takut bagi warga yang berpotensi melakukannya.

Menyitir pandangan kriminolog Noach bahwa kejahatan (narkoba) tidak mungkin bisa dihilangkan dari masyarakat. Tindakan yang mungkin bisa dilakukan oleh negara dan masyarakat adalah mengurangi atau membatasinya.

Pemikiran Noach tersebut sejalan dengan pandangan kriminolog Frank Tannembaum yang mengatakan: Crime is eternal - as eternal as society (kejahatan adalah abadi, seabadi masyarakat). Kalau begitu, secara ontologis, apa sebenarnya akar pertumbuhan kejahatan narkoba di Metropolis?

Akibat Kurang Uang ?

Robert T. Kiyosaki dalam bukunya berjudul Rich Dad, Poor Dad membuka tulisannya dengan dua pilihan asumsi dasar yang menjadi landasan pemikirannya, terutama dalam menyikapi akar kejahatan. Ia menulis: Aku punya dua ayah. Ayah yang pertama mengatakan "cinta uang adalah akar kejahatan". Sedangkan ayah yang kedua mengatakan "kurang uang adalah akar kejahatan".

Selanjutnya, Kiyosaki mengatakan: Aku tidak mungkin mengikuti keduanya sekaligus. Bila aku mengikuti ayah yang satu maka aku melawan ayah yang lainnya. Jadi, aku harus memilih, dan aku memilih ayah yang kedua (kurang uang adalah akar kejahatan).

Implikasinya, kejahatan narkoba di Metropolis muncul dan berkembang akibat faktor ekonomi atau kurangnya uang dari para pelakunya. Oleh karena itu, pemberantasan kejahatan narkoba bisa dilakukan dengan perbaikan ekonomi masyarakat. Menciptakan orang-orang kaya baru merupakan solusi efektif dalam mengatasi kejahatan narkoba. Benarkah demikian?

Titik kelemahan pemikiran Kyosaki terletak pada pemaknaan yang tidak jelas antara "cinta uang" dengan "kurang uang". Kalau dipahami dari segi makna cinta, maka cinta uang adalah suatu keinginan atau hasrat yang mendalam untuk memiliki uang, bahkan rela mengorbankan apa saja untuk meraihnya.

Sayangnya, objek cinta yang seharusnya ditujukan kepada sesama manusia justru ditujukan kepada benda mati (uang). Objek cinta yang salah merupakan suatu penyimpangan dan bisa menjadi akar perilaku menyimpang.

Seperti halnya seseorang yang rela berbuat apa pun demi cinta, demikianlah orang yang cinta uang. Ia rela mempertaruhkan integritas atau harga dirinya demi uang. Ia tidak lagi berpikir bahwa memproduksi dan menjual narkoba bisa merusak masyarakat dan bisa membuatnya masuk penjara. Apalagi omset bisnis narkoba bisa mencapai jutaan hingga milyaran rupiah.

Dengan demikian, sungguh ironis jika seseorang berani berbuat apa saja, termasuk berbisnis narkoba, hanya karena tergila-gila terhadap uang. Nilai hidupnya seolah sudah melekat pada uang, sehingga bagi dia kemiskinan materi merupakan suatu kehinaan. Disadari atau tidak, produsen narkoba seolah sudah menjadi hamba uang untuk melakukan tindak kriminal.

Dalam positioning yang demikian itulah terbukti bahwa cinta uang merupakan akar kejahatan. Pola pikirnya ialah, bagaimana meraih uang banyak dengan cepat tanpa memikirkan bagaimana caranya (cara benar atau tidak). Para penjahat narkoba seolah tidak peduli meskipun ulahnya telah merusak masa depan banyak generasi muda.

Dari sisi konsumen, seorang kecanduan narkoba bisa saja karena iseng, diajak teman, atau karena tekanan hidup di perkotaan. Ketika mereka membutuhkan narkoba, di saat itulah mereka menghamburkan uang untuk membelinya. Para pecandu narkoba tidak memandang usia, strata sosial, dan tingkat ekonomi. Tidak sedikit orang berduit justru terlibat dalam penggunaan narkoba. Dengan kata lain, mereka sebenarnya tidak bisa dikategorikan sebagai orang yang kurang uang.

Di kota ini banyak orang yang kurang uang tetapi tidak berarti mereka menjadi otomatis sebagai penjahat. Kalau kejahatan timbul karena kurang uang maka sebanyak 37,17 juta penduduk miskin Indonesia (data BPS 2007) akan berubah menjadi penjahat. Namun kenyataannya tidak demikian. Justru, sebaliknya, orang yang tak cukup banyak materi bisa lebih banyak belajar tentang makna hidup ketimbang orang yang kaya materi tanpa melalui usaha keras, apalagi jika kekayaannya itu berasal dari kejahatan narkoba.

Manusia tidak seharusnya mau diperbudak oleh uang, akan tetapi uang harus ditempatkan sebagai alat manusia untuk membantu memaknai hidup yang sesungguhnya di dalam kebenaran, keadilan, dan keindahan. Namun demikian, uang juga tidak seharusnya dijadikan sebagai alat untuk menindas orang lain demi tujuan retire young atau pensiun muda (meminjam istilah Kiyosaki).

Alternatif Solusi

Kejahatan narkoba tidak bisa diatasi dengan kecukupan uang yang sifatnya sangat relatif. Justru pola pikir cinta uanglah penyebab banyaknya manusia melakukan kejahatan narkoba, termasuk pula perilaku korupsi di pemerintahan, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya. Uang tanpa cinta tidak akan pernah memuaskan rasa 'cinta uang', akan tetapi mencintai dan dicintai sesama manusia bisa membuat orang puas tanpa harus membelinya dengan uang.

Oleh karena itu, upaya yang perlu dilakukan adalah mengubah pola pikir warga masyarakat tentang hidup. Perlu ditanamkan sejak dini bahwa hidup berhasil itu perlu proses pembelajaran, kerja keras, dan pengorbanan secara benar. Penanaman pola pikir yang benar akan berperan dalam meluruskan potensi penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

Selain itu, tekanan psikis di perkotaan acapkali menjadi pemicu banyaknya warga Metropolis yang terjerumus ke dalam penggunaan narkoba. Semakin banyak warga yang stres maka pasar konsumen narkoba di kota ini semakin luas pula.

Kondisi inilah yang mendorong lahirnya produsen-produsen narkoba baru di tengah masih lemahnya upaya penegakan hukum. Untuk itu, pemerintah dan pihak swasta perlu menciptakan suasana yang bisa mengurangi tingkat stres warga kota.



~ Salib.net ~





AddThis Social Bookmark Button

Artis Pecandu Narkoba

Aku lahir dari sebuah keluarga yang sangat taat pada Kristus. Sejak kecil aku rajin ke gereja dan ibuku selalu menanamkan dasar-dasar iman Kristus kepadaku.

Tahun 1995, pada suatu kesempatan yang luar biasa, aku mengikuti sebuah ajang pemilihan top model di Bandung. Selama proses audisi, aku selalu berdoa pada Tuhan meminta agar aku keluar sebagai pemenangnya. Dan ternyata Tuhan memang baik, Ia menjawab doaku. Aku terpilih menjadi juara pertama. Setelah memenangkan ajang tersebut, kesempatanku untuk masuk ke dunia model semakin besar. Perjalanan karierku sebagai seorang model berjalan dengan sangat lancar. Aku percaya bahwa ini semua berkat pertolongan Tuhan dan aku selalu menyempatkan waktu untuk berdoa kepada Tuhan. Karierku semakin berkembang, banyak job dari Jakarta. Situasi ini membuatku memutuskan untuk tinggal di sana saja.

Meraih Kesuksesan

Ternyata di Jakarta karierku berkembang dengan sangat baik. Bahkan aku mulai memasuki dunia akting sinetron. Dengan berbekal pengalaman di bidang taekwondo yang sejak kecil digeluti, aku berhasil menapaki dunia akting dengan peran pertamaku sebagai peran pembantu utama. Aku pun berhasil mendapatkan peran dalam film layar lebar yang sangat terkenal saat itu, Ca Bau Kan. Disaat teman-temanku harus berjuang keras dalam dunia entertainment ini, jalanku justru sangat mulus. Aku sangat merasakan kemurahan Tuhan yang luar biasa dalam hidupku. Tahun 2002, aku mendapat peran utama dalam sebuah sinetron yang terkenal. Saat itulah aku meraih titik puncak kesuksesanku dan mendapatkan kontrak yang bernilai sangat besar.

Melupakan Tuhan

Namun, kemurahan Tuhan dan kesuksesanku itu justru membuatku semakin menjauh dari Tuhan. Kesibukanku justru membuatku tidak memiliki waktu untuk berdoa dan mendekat padaNya. Aku mulai merasa mampu hidup tanpa Dia. Aku benar-benar membuang Tuhan jauh-jauh dari hidupku. Saat itulah, kuasa kegelapan mulai masuk dalam hidupku. Aku mulai terbawa arus pergaulan yang buruk. Diskotik, minuman keras, bahkan jenis narkoba seperti extacy, ganja, kokain, dan shabu-shabu selalu ada di setiap hari-hariku. Honor dari pekerjaanku itu kuhabiskan untuk berfoya-foya sehingga aku pun terjerumus dalam pergaulan seks bebas.

Tertangkap Polisi

September 2002, aku tertangkap polisi. Ketika baru saja pulang dari syuting sebuah sinetron, aku meminta temanku untuk membelikan sejenis narkoba. Polisi ternyata telah mengincar temanku itu sehingga ia tidak bisa melarikan diri lagi. Setelah ditangkap, atas pengakuannya polisi memintanya untuk menjebakku. Seperti yang telah mereka rencanakan, akhirnya aku pun ditangkap dan harus menjalani masa tahanan selama 8 bulan. Dalam situasi ini kesombongan masih kuat menguasaiku sehingga aku tidak menyadari kesalahan, sebaliknya malah selalu mempersalahkan Tuhan. Sebagai seorang artis yang sudah dikenal, aku sering menerima pujian. Tetapi semuanya berubah menjadi hinaan karena tindakan kriminalku ini. Walaupun aku tahu bahwa narkoba itu tidak baik bagi masa depanku, tetapi keterikatanku dengan obat jahat itu membuatku terus mengkonsumsinya sekalipun berada dalam penjara.

Bebas dan Tertangkap Lagi

Setelah masa 8 bulan tahanan itu selesai, aku kembali mulai merintis karierku di dunia sinetron. Namun kesombongan itu tetap mengendalikan pikiranku. Aku sama sekali tidak tergerak untuk bertobat, justru semakin kecanduan dengan obat-obatan. Akhirnya, aku boleh dikatakan menjadi lebih bodoh dari orang bodoh...karena orang bodoh pun tidak akan masuk ke lubang yang sama. Pukul 12 malam itu, ketika sedang berpesta drugs di sebuah tempat di kota Bekasi, bersama teman-teman pecandu, polisi pun mengetahui aksi kami ini dan kami pun digelandang ke tahanan setempat. Aku harus mendekam lagi selama 7 bulan di penjara Bulak Kapal Bekasi.

Ingat Tuhan?

Dalam penjara, pengalaman memalukan ini membuatku merenungkan kasih Tuhan yang besar dalam hidupku. Di saat aku meninggalkanNya, Ia tidak membiarkanku terjebak terus-menerus dalam jurang dosa, justru berusaha menegurku bahkan sampai 2 kali agar aku berbalik kembali kepada jalanNya. Akupun teringat tulisan dalam Wahyu 3: 9 yang mengatakan "Barangsiapa Kukasihi, ia kuhajar. Sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah." Aku langsung menangis histeris dan menyadari bahwa Tuhan begitu baik bagiku. Walaupun aku telah menjauh dariNya, bahkan seringkali menyalahkanNya, namun Ia tidak pernah meninggalkanku dan tetap mengakuiku sebagai anakNya. Ia ingin agar aku bertobat sebelum semuanya terlambat. "Tuhan, Engkau sangat baik bagiku. Kau tidak membiarkanku tenggelam dalam lumpur dosa. Kau tidak membiarkan narkoba itu merenggut nyawaku dan membawaku ke dalam kematian. Terima kasih untuk kesempatan ini. Aku ingin menjadi hambaMu yang taat dan setia di dalam Engkau..." Saat itu aku benar-benar bertobat. Yang berbeda dalam masa tahananku kali ini ialah, sebelumnya aku ditahan dengan rasa kekuatiran dan kemarahan, namun kali ini aku lebih banyak mengucap syukur dan berusaha untuk menjalani dengan sukacita hari-hari dalam tahanan itu sampai akhirnya, 31 Desember 2005, aku selesai menjalani masa tahananku.

Titik balik kehidupanku

1 Januari 2006, hari yang paling bersejarah untukku karena hari itu aku memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan Tuhan Yesus yang akan terus menuntunku dalam tiap langkahku. "Tuhan, ajar aku melakukan segala yang Kau inginkan untuk aku jalani dalam hidupku ini..." pintaku kepadaNya.

Sebagai jawaban doaku, Ia menempatkanku dalam sebuah komunitas rohani di daerah Kelapa Gading. Dan aku juga kembali memulai karierku di dunia entertainment dengan cara hidupku yang baru dalam Kristus. Aku juga ambil bagian dalam pelayanan untuk menyaksikan betapa besar kasihNya bagiku karena Ia telah menghajar dan menegurku saat aku hampir tenggelam dalam lembah maut demi menyelamatkan hidupku. Lingkungan pergaulanku yang baru ini juga membuatku merasa sangat damai dan tentram. Ada sukacita yang kurasakan dalam hari-hariku, yang tidak pernah kurasakan sebelumnya ketika aku masih hidup dalam kenikmatan dunia. Hal yang membanggakan bagiku ialah, melalui pertobatan dan pemulihanku ini, ayahku yang dulu belum sungguh-sungguh di dalam Tuhan kini mengambil keputusan untuk menjadi orang Kristen sejati.



Sumber Kesaksian :
Billy Glen




~ Jawaban.com ~






AddThis Social Bookmark Button

Kepuasan hanya ada di rasa syukur

Siang itu tadi temanku tiba-tiba nelpon. Makan siang yuk, ajaknya. Oke, jawabku. So she picked me up at the lobby of Jakarta Stock Exchange Building.

Selepas SCBD, kami masih belum ada ide mau makan dimana. Ide ke soto Pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang.

Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Bisa makan di mobil soalnya sampai di sanamasih sepi. Baru ada beberapa mobil. Kami masih bisa milih parkir yang enak. Mungkin karena masih pada jumatan. Begitu parkir, seperti biasa, joki gado-gado sudah menanyakan mau makan apa, minum apa.

Kami pesan dua porsi gado-gado + teh botol. Sambil menunggu pesanan, kami pun ngobrol. So, ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami, kami agak kaget. "Semir om?" tanyanya. Aku lirik sepatuku. Ugh, kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku sendiri lupa. Saking lamanya. Maklum, aku kankaryawan sok sibuk...Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. Tempat yang cukup teduh. Mungkin supaya nyemirnya nyaman.

Pesanan kami pun datang. Kami makan sambil ngobrol. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatu ku. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu. Umur sekitar 20-an. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet,ya jadi pak ogah. Pandangan matanya kosong. Absent minded. Seperti orang sedih. Seperti ada yang dipikirkan. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir (sudah mulai ramai).

Lalu pandangannya kembali kosong. Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Tentang kira2 umur dia berapa, pagi tadi dia mandi apa enggak, kenapa dia jadi penyemir dll. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Dia menyerahkan sepatunya pada ku. Belum lagi dia kubayar, dia bergerak menjauh, menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami.

Mata kami lekat padanya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Menawarkan jasa. Ditolak. Nyengir. Kelihatannya dia memendam kesedihan. Pergi ke mobil satunya. Ditolak lagi. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya.. Menawarkan lagi. Ditolak lagi. Dan setiap kali dia ditolak, sepertinya kami juga merasakan penolakan itu.

Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Tiba-tiba kami tersadar. Konyol ah. Who said life would be fair anyway. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir? Hihihi...

Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi, masih menenteng kotak semirnya di satu tangan, mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Bahkan, selain penolakan,di beberapa mobil, dia juga mendapat pandangan curiga.

Akhirnya dia kembali ke bawah pohon.. Duduk di atas kotak semirnya. Tertunduk lesu...Kami pun selesai makan. Ah, iya. Penyemir tadi belum aku bayar. Kulambai dia. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku. Uang sisa parkir. Lalu kuberikan kepadanya. Soalnya setahu ku jasa nyemir biasanya 2 ribu rupiah.

Dia berkata kalem "Kebanyakan om. Seribu aja".

BOOM. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. It-just-does- not-compute- with-my-logic! Bayangkan, orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya.

Aku masih terbengong-bengong waktu nerima uang seribu rupiah yang dia kembalikan. Se-ri-bu Ru-pi-ah. Bisa buat apa sih sekarang? But, dia merasa cukup dibayar segitu. Pikiranku tiba-tiba melayang. Tiba-tiba aku merasa ngeri. Betapa aku masih sedemikian kerdil. Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gaji ku. Padahal keadaanku sudah sangat jauh lebih baik dari dia.

Tuhan sudah sedemikian baik bagiku, tapi perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu, yang dalam kekurangannya, masih mau memberi, ke aku, yang sudah berkelebihan.

Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga. Siang ini aku seperti diingatkan. Bahwa kejujuran itu langka. Bahwa kepuasan itu adanya di rasa syukur.




~ Salib.net ~





AddThis Social Bookmark Button

Serangan Di Retreat Pemuda GPIB Pelita Hidup

Apa yang saya maksud bukanlah serangan yang dilakukan oleh manusia, tetapi serangan yang dilakukan oleh roh jahat selama retreat Gerakan Pemuda GPIB Pelita Hidup-Depok, tgl 17-19 Agustus 2007 lalu.

Apa yang penulis ingin sampaikan semata untuk menyatakan kebesaran dan kuasa Tuhan Yesus yang telah dilakukan dan disaksikan oleh kita semua peserta retreat.

Inilah kesaksian kami:

Hari jumat, tgl 17 agustus lalu, anggota Gerakan Pemuda (GP) GPIB Pelita Hidup meluncur dengan menggunakan minibus menuju Villa Rasamala,Desa Cikeas, Sentul Bogor (bukan Cikeas daerah SBY).Pukul 15.00 kami tiba di lokasi. Villa ini terbuat dari kayu dengan luas keseluruhan bangunan dan tanah 8 hektar. Dikelilingi pohon yang banyak dan terdapat danau buatan , membuat kami merasa nyaman dan kagum..Kami sempat bergurau “wah kalo mau punya rumah kayak gini sih musti korupsi dulu”…Namun villa nyaman dan asri ini hanyalah sebatas fisik, tapi ternyata penuh kuasa jahat.

Saya pribadi ketika didalam villa mulai melihat keganjilan. Saya pernah mengikuti seminar dan ibadah pelepasan roh jahat. Saya melihat patung hewan, tanduk binatang yang banyak terpajang di tiap ruang bukanlah hanya sebuah seni.Tapi saya coba menepis pikiran itu.

Ketika malam dan acara sudah mulai berjalan, mulai terjadi hal aneh yaitu beberapa temen2 saya melihat penampakan. Dan berbeda tiap orang. Saat pukul 22.00, kami putuskan untuk berdoa secara bersama seluruh panitia dengan mengusir dalam nama Tuhan Yesus. Lalu kami mulai tidur.Namun entah kenapa sebagian besar temen2 tidak bisa tidur.

Oh iya vila itu hanya ada 3 kamar. Jadi sisanya banyak tidur bersama dengan kasur tambahan di ruang tamu yang besar. Kegelisahan terjadi, bahkan ada temen saya yang merasa tengkuk kepalanya berat. Ada yang merasa dingin di sebagian tubuhnya. Kami kembali berdoa dengan suara keras. Ada yang membaca alkitab. Ada yang bernanyi ‘Dalam Nama Yesus’…Jam menunjukkan pukul sekitar 12 malam..

Sekitar pukul 02.00, Tiba2, seorang temen kami, melihat jelas banyak roh muncul di balik kaca dan menatap dia. Dia lalu menangis dan merasa diserang roh. Kami kaget. Beberapa teman segera menunpangkan tangannya dan berdoa sambil berseru mengusir roh itu ‘Dalam Nama Tuhan Yesus engkau roh pergi dari tubuh ini !!”..namun menifestasi terjadi juga ke tubuh temen2 yang lain..Ada yang menjerit tidak bisa nafas..Ada yang tergeletak karena perutnya terasa berat..

Suasana malam menjadi riuh, semua keluar kamar.Ada yang bingung.Ada yang menangis. Ada yang langsung berdoa. Berkali-kali kami ajak temen2 untuk segera berdoa minta kuasa Tuhan Yesus mengusir roh jahat yang menyerang temen2 yang lain. Penumpangan tangan terus dilakukan oleh pemuda lain ke tubuh yang diserang roh. Nama Yesus terus kami panggil sambil mengusir roh jahat.

Pkl. 03.30, Tuhan tunjukkan kuasanya dengan mengusir roh jahat yang menyerang temen2 kami..Kami lalu mulai tenang. Kami membaca alkitab dan bernyanyi memuji Tuhan..Kami mulai coba tidur .

Keesokan harinya, hari jumat, kami mulai tenang sambil berkata bahwa villa ini telah dipagari oleh malaikat Tuhan. Kami jalani aktivitas dengan gembira. Bapak Pdt. Raprap,Sth, dari GPIB Petra memimpin kami dalam berbagai sessi. Kami juga menyampaikan ke beliau hal semalam. Terbersit oleh saya ingin retreat ini diakhir saja, karena teringat firman Tuhan yang mengatakan kalau kita mengusir roh jahat, dia bisa kembali dalam kekuatan 7 kali lebih kuat (Matius 12). Namun hal ini urung saya katakan karena berbagai pertimbangan.

Kegiatan berlangsung hingga malam. Dan pkl. 22.00, ada refleksi di pimpin oleh Bp.Pdt.Raprap,Sth. (Pendeta Jemaat GPIB Petra, Ciluar)

Saya dan dua orang pemuda bertugas sebagai tim doa yang mencegah agar tidak ada serangan saat temen2 sedang duduk merenung di refleksi. Saat saya dan 2 orang temen berdoa, kami merasakan hadirat Tuhan dan malaikatnya menjaga villa kami. Benar, saat jam tidur, semua pemuda tidur lelap. Tidak ada yang gelisah, tidak ada yang kepanasan..semua bangun pukul 06.30 !! Juga ibu2 tim masak pun ikut kesiangan..

Hari ke-3, atau hari minggu, kami juga jalani aktivitas dengan gembira. Dan pkl 16.30 kami dengan gembira naik minibus sewaan untuk kembali ke depok. Teman2 yang bawa mobil pribadi telah jalan duluan. Minibus mengambil arah ke Ciluar, menuju GPIB Petra, karena kacamata Bp.Pdt.Raprap tertinggal sekalian memberi persembahan kasih yang terlupakan diberikan, karena beliau pulang minggu pagi saat kami masih terlelap.

Belum 10 menit meninggalkan villa, temen kami, AR, kembali menangis dengan ketakutan. Saya hampiri, dan dia bilang roh jahat itu mengikuti kita dan dia bisa melihat mereka ada di bis.Suasana mulai tegang. Dan dia akhirnyanya merasa kepala berat. Tidak lama, rekan yang lain, inisial WM, tiba2 menjerit tercekik….kembali semua akhirnya berseru memanggil Tuhan Yesus..Dan tiba2 seorang temen, CR, ambruk tak sadarkan diri.. Suasana di bis mulai rame bercampur tangis dan serua doa .Apalagi kendaraan berada di jalan raya yang tidak lebar. Banyak orang melihat heran atas suasana di mobil..

Saya, beberapa temen mengusir roh jahat dengan menumpangkan tangan sambil berseru menyebut ‘Kuasa Yesus Hancurkan roh jahat’..Ketua Pemuda kami, terlihat berdoa dan sesekali menelpon ke majelis dan orang tua memberi kabar bahwa kami diserang roh jahat…

Jadi didalam bis itu, ada 3 temen kami yang cukup berat serangannya. Besoknya teman kami yang tak sadar selama hampir 3 jama bersaksi bahwa roh nya di ditarik oleh roh jahat kembali ke villa tersebut…bahkan diberi tahu bahwa mereka, roh jahat, siap menyerang karena kami dianggap menggangu ketenangan mereka dengan membuat ibadah...

Serangan juga mulai dirasakan beberapa temen2 dengan kondisi tubuh mulai berat, atau pundak terasa panas..Jadi sambil berdoa untuk ke-3 temen kami, yang lain juga berdoa dan berseru agar tidak diserang juga…Saya pun juga berdoa karena saya yakin roh jahat itu juga pasti ingin menyerang saya..

Bis mulai memasuki jalan raya bogor. Arah ke GPIB Petra salah jalur. Akhirnya kami memutuskan kearah GPIB Zebaoth, Bogor yang terdekat…

Jam 18.an kami tiba di gereja, saat itu sedang ada ibadah sore. Saya dan sebagian temen2 turun dulu sambil menjelaskan ke orang kami butuh pendeta dan tempat untuk mengusir roh jahat..Karena Pdt. Sedang di atas mimbar, kami di bawa ke ruang pertemuan…

Saya sempat berkata “Hai iblis, ini rumah Tuhan..kamu harus pergi”…saat membawa seorang temen kami yang masih kesakitan diserang masuk ke halaman GPIB Zebaoth..Saya pikir dengan masuk pekarangan saja iblis takut..Ternyata salah!!! Serangan iblis juga semakin hebat walau itu di gereja sekalipun..Iblis tidak lihat gereja..Iblis cuma takut dengan Kuasa Darah Tuhan Yesus !!!...

Diruang pertemuan, kami baringkan temen kami yang masih belum sadar..Sementara yang 2 orang lainnya kami dudukkan di kursi..Kondisi masih belum berubah..Malah makin menjadi-jadi..Kadang pulih tapi diserang lagi..

Kami berseru terus “Dalam Nama Tuhan Yesus Enyahlah kau iblis!!!!””

Sementara ada temen2 kami yang duduk terus sambil berdoa dan menangis…

Beberapa jemaat GPIB Zebaoth yang kebetulan melihat, mencoba dukung kami dengan ikut menumpangkan tangan dan berseru…

Serangan juga mulai dirasakan temen2 yang lain..Temen2 saya yang mulai merasakan akan serang , dengan suara nyaring berseru mengusir ‘Dalam Nama Tuhan Yesus..’ .kadang dengan bahasa sehari-hari. ’Elu iblis elu ga bisa kalahin gue..gue milik Tuhan Yesus..pergi elu !!!

Saya pun juga berdoa agar Tuhan Yesus menjaga saya..Saya dan temen2 mulai lelah..Kami kadang frustasi karena belum melihat hasil doa…Hampir semua mulai menangis..Semua mulai berteriak dengan suara yang frustasi…Iman mulai dicampur ketakutan dan kekhawatirkan..

Benar kata Firman Tuhan, serangan ke-2 ini sangat besar dan banyak. Teman kami, AR, yang kadang pulih, mengatakan dia melihat roh jahat dari Villa Rasamala bergabung dengan roh jahat yang ada di lingkungan gereja zebaoth..

Dia bilang “Kak mereka banyak..aku ngeliat kak…mereka ada di sudut ruang ini..mereka siap menyerang..” saya tanya apakah mereka yang di villa ?? "Bukan kak, ini uda juga ada dari lingkungan sekitar zebaoth !!!

( ini kesaksian, bukan bermaksud menyudutkan lingkungan)

Kami semakin keras berdoa dan berseru “TUHAN TOLONG KAMI !! ..BERIKAN KAMI KUASA MENGUSIR ROH JAHAT”

Kabar kami kembali diserang sudah sampai kegereja kami..Kebetulan sedang ada Pembinaan Calon Majelis periode 2007-2012..Menurut cerita, suasana di depok mulai panik, khususnya orang tua..bahkan Bp.Pdt.Kaihatu yang sedang membawakan materi pembinaan langsung menelpon Jaringan Doa Nasional untuk berhenti mengadakan kegiatan untuk berdoa mendukung pengusiran serangan yang sedang dialami kami…

Ditengah doa dan seru yang masih dan terus kami lakukan , seorang teman berkata “Kak..TUHAN YESUS Telah datang..Saya ngeliat kak..malaikatNya sedang bermain harpa !!!!..Roh jahat itu uda diangkat !!!”

Saya berkata “Puji TUHAN !!”

Sementara itu seorang teman kami yang berdoa di sebuah bangku diberi penglihatan seolah dia sedang berdiri memaku Yesus di salib..dia menangis..lalu kebetulan seorang pelayan PA (sekolah minggu) mendengar dia menangis..dia berkata, “Akuilah dosa karena kadang kita tak tulus melayani DIA’’..

Saya percaya Roh Tuhan yang berkata melalui pelayan tsb.

Lalu teman kami itu menangis dan mangajak kami semua menangisi dosa dengan sungguh2…Kami menangis semua..Ruangan pertemuan itu dipenuhi isak tangis ..Bahkan kami berpelukan… Dan setelah itu… KUASA TUHAN BEKERJA..SEMUA YAANG DISERANG DIPULIHKAN…BAHKAN ROH TEMAN KAMI TELAH KEMBALI…HALELUYAA…!!! IBLIS TELAH DIKALAHKAN…

Pkl. 21 kurang..suasana mulai tenang..tapi kami masih menangis..campur aduk..antara penyesalan dosa dan sukacita karena TUHAN YESUS tidak tinggalkan kami saat berperang melawan kuasa kegelapan….

Kami baca kitab mazmur dan menyanyi sambil menunggu mobil jemaat yang menjemput kami..

Pkl. 22 kurang kami kembali ke depok dengan kendaraan pribadi jemaat dan orang tua menuju secretariat GPIB Pelita Hidup Depok..

Disana sudah menunggu hamper semua majelis dan seluruh orang tua dan jemaat..Mereka sudah berkumpul dari jam 19.30 dan ikut berdoa mendukung kami berperang..

Saya melihat suasana penyambutan seperti kisah alkitab penantian 10 mempelai..Saat kami tiba pkl. 23 kurang , pecahlah isak tangis semua…

Kami, pemuda, memeluk orang tua masing2 dan minta maaf…Semua yang hadir ikut menangis..

Lalu kami di beri minum makan dan setelah itu diajak berdoa oleh Pendeta kami…Ibadah pelepasan dilakukan bersama semua majelis jemaat…

Apa yang saya tulis ini bukanlah untuk menunjukkan betapa kami, Pemuda GPIB Pelita Hidup, sanggup melawan kuasa gelap..bukan..!! Ini karena KUASA TUHAN YESUS !!

Kami telah di ijinkan mengalami hal ini oleh Tuhan agar kami semua kembali hidup kudus..Rajin dan aktif nya di kegiatan gereja belum tentu menunjukkan kita sudah melayani DIA dengan benar..Tuhan tau kedalaman hati kita melayani DIA.

Pemuda sepakat dan komitmen untuk hidup kudus.Hidup menjaga mulut, pikiran dan sikap agar tidak melukai hati Tuhan. Kami menyebutnya Inilah sessi refleksi yang langsung Tuhan berikan..Sebab kami sadar, jika kami tidak kudus , Kuasa Tuhan akan lamban bekerja..!!!

Penulis ingin sampaikan, bahwa kesaksian ini adalah bukti TUHAN YESUS TIDAK MENINGGALKAN UMATNYA YANG BERSERU MEMANGGIL DIA !! DIA MEMBERI KUASA KEPADA KITA SEMUA UNTUK MENGUSIR SETAN…KALAU BUKAN KARENA DIA , KITA TIDAK AKAN MENANG…

IBLIS TELAH DIKALAHKAN OLEH DARAHNYA DI KAYU SALIB… SEBAB MUSUH KITA BUKANLAH PEMERINTAH DI BUMI TAPI PENGHULU, ROH-ROH PENGUASA DI UDARA ..

Saat saya menulis ini pun, saya merasa ada rasa gangguan..namun saya berkata “Dalam nama Tuhan Yesus saya patahkan dan tengking roh jahat yang coba ganggu kesaksian ini..” sebab iblis memang tidak ingin semua orang tau kesaksian akan KUASA TUHAN YESUS …

Semoga ini menjadi berkat dan membuat kita menjaga hidup berkenan di mata TUHAN YESUS. AMIN.

====================
- erik sebastian-
Pengurus Gerakan Pemuda GPIB Pelita Hidup –Depok



~ Salib.net ~





AddThis Social Bookmark Button

Temuan Fosil Goncang Teori Evolusi

Penemuan dua fosil tengkorak manusia purba di Kenya telah menggoyahkan teori evolusi yang diakui secara luas. Penemuan itu menyatakan dua spesies manusia purba ternyata hidup berdampingan di satu tempat selama hampir setengah juta tahun.

Teori evolusi sebelumnya menyatakan, hominid Homo habilis telah berevolusi menjadi Homo erectus sebelum berevolusi lagi menjadi Homo sapiens seperti kita ini. Tapi fosil di Kenya tak menyatakan demikian.

Seperti dipaparkan di jurnal Nature edisi akhir pekan lalu, sebuah tim internasional telah menggali dua fosil hominid dari Turkana di Kenya. Keduanya adalah pecahan tulang rahang atas dan sebuah tengkorak utuh.

Tulang rahang adalah milik Homo habilis berdasarkan karakter giginya. Usianya sekitar 1,44 juta tahun. Adapun tulang tengkorak adalah milik Homo erectus yang diperkirakan berasal dari masa 1,55 juta tahun silam.

Berdasarkan usia fosil tersebut, para penemunya menyimpulkan, keduanya pernah hidup berdampingan di tempat di mana mereka tergali. Susan Anton, profesor antropologi di Universitas New York dan anggota tim itu mengatakan, "Adanya eksistensi dua spesies mengindikasikan bahwa mereka adalah sister species, berbeda dengan pandangan bahwa homo habilus adalah ibu bagi homo erectus."

Ahli geologi dari Universitas Nasional Australia, Ian MacDougall, yang ikut menggali di Formasi Koobi Fora di Kenya itu mengatakan, pekerjaan mereka telah dihujani begitu banyak pertanyaan. "Itu mengindikasikan bahwa dua spesies hidup di area yang sama tapi mesti memiliki relung ekologi yang berbeda," katanya.

MacDougall mengatakan, kedua spesies tak bersaing serius meskipun salah satunya barangkali lebih mendominasi dan akhirnya menyapu spesies yang kurang adaptif. Dia menilai sejarah mungkin harus ditulis ulang. "Saya tidak berpikir bahwa itu membuat model linier dari Homo erectus ke homo sapiens menjadi dipertanyakan, tapi siapa yang tahu apa yang terjadi besok?"

Colin Groves, profesor antropologi biologi dari Universitas Nasional Australia sudah lama mengatakan bahwa model evolusi linier itu jauh dari sederhana. Dia pun menyambut hasil studi itu. "Ide bahwa evolusi manusia adalah sebuah tangga berjenjang, saya pikir tidak mungkin dipertahankan lagi," katanya.

Namun masih ada perdebatan. Para peneliti mengatakan bahwa itu mengindikasikan bahwa homo erectus dan homo habilis adalah keturunan spesies yang lain. Namun ahli lain berpendapat bahwa penelitian itu hanya menunjukkan bahwa leluhur bisa bertahan hidup selama waktu yang panjang bersama dengan keturunannya.(bbcnews/tempo)



~ Salib.net ~





AddThis Social Bookmark Button

Si Pencabut Nyawa

Nama saya Edhie Sapto. Pekerjaan saya dahulu adalah pembunuh bayaran. Orang bilang saya adalah pembunuh berdarah dingin. Membunuh bagi saya adalah tindakan yang biasa saja, saya tidak mempunyai rasa takut. Selain membunuh saya mempunyai usaha lain yaitu usaha ganja yang saya ambil dari Aceh.



Kejahatan Edhie Sapto dimulai sejak ia kanak-kanak.

Sejak SD saya sudah lepas dari keluarga, saya kost di Yogya. Karena di lingkungan saya orang-orangnya ‘semacam itu' akhirnya saya mulai belajar merokok, mulai belajar mengisap ganja. Saya juga mulai disuruh-suruh oleh mereka. Dengan cara seperti itu saya sudah terdidik oleh mereka.

Penjara tidak berarti apa-apa bagi Edhie.

Saya masuk penjara sudah tujuh kali. Ada beberapa kali saya terlibat kasus pembunuhan, sedang yang lainnya adalah kasus penganiayaan. Saya bisa bebas karena saya ‘main uang'.

Saya dulu berpikir kalau saya melakukan tindak kejahatan jangan tanggung-tanggung. Kalau saya mencuri mungkin saya tidak pernah akan ditakuti atau disegani oleh orang, tapi kalau saya membunuh maka orang akan tahu siapa saya, mereka akan takut pada saya.




Edhie Sapto juga tidak mengenal arti pertemanan.

Tahun 1983 saya mempunyai masalah dengan teman. Dia menjual barang saya, kemudian waktu saya meminta bagian saya, dia tidak memberikannya. Saya waktu itu sudah berpikir, jika hak saya tidak diberi maka orang itu akan saya ‘habisi'.

Waktu saya bertemu dengannya di Lampung, saya tanya pada teman saya itu tentang keadaannya. Saya juga tanya apakah ada ‘barang' yang akan masuk. Teman saya ini mengatakan, "Iya, ada barang yang akan masuk". Saya minta malam itu untuk bertemu dengannya sebelum dia mengambil ‘barang'. Saya berjanji bertemu dia jam delapan malam. Saya sendiri sudah merencanakan untuk membunuh dia. Saya pikir orang seperti ini tidak bisa dibiarkan, dia harus ‘dihabisi'.

Rekan Edhie tidak pernah menduga tentang malam itu.

Waktu malam dia datang. Dari jarak kira-kira sepuluh meter saya tanya pada dia, "Kamu sudah siap?". Waktu dia mengatakan ‘ya', saya langsung mengarahkan pistol dan menembaknya. Saya lalu memastikan tembakan saya dengan mengeksekusinya dari dekat.

Kembali Edhie harus berurusan dengan hukum.

Saya pikir saya bisa mengurus hukuman saya seperti yang biasa saya lakukan. Waktu itu saya minta tolong pada teman-teman untuk mengurus karena saya punya rumah, punya kendaraan yang bisa dijual. Ternyata waktu naik banding, mereka menjual rumah, menjual kendaraan saya tetapi mereka tidak mengurus saya. Uang saya habis dipakai judi oleh mereka. Waktu banding saya turun, hukuman saya malah naik menjadi sembilan tahun. Saya memang sudah putus asa saat itu. Tidak ada jalan lain ke mana saya akan meminta pertolongan.

Saya memang orang yang kadangkala merasa kesepian. Teman-teman saya sering menghindar karena saya orang yang keras. Saya orang yang tidak banyak bicara, yang bicara biasanya adalah tangan saya. Itulah sebabnya teman-teman menjauhi saya. Dan waktu saya kesepian saya kadang pergi ke ibadah gereja di dalam penjara.




Dalam satu ibadah Tuhan menjamah hati Edhie.

Tapi di saat saya putus asa, saya teringat satu ayat Firman Tuhan. Di sana dikatakan Yesus mengundang pada setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepadaNya untuk mendapatkan kelegaan. Hamba Tuhan mengatakan bahwa siapa saja datang pada Tuhan maka Dia akan tolong.

Waktu malamnya saya membaca Alkitab di sel penjara, saya menemukan bahwa ternyata ada seorang pribadi yang amat peduli pada saya. Walau orang tua, keluarga, teman-teman tidak peduli pada saya ternyata tetap ada pribadi yang peduli dan setia pada saya. Saya merasakan bahwa saya adalah manusia yang berdosa, saya membutuhkan pengampunan, saya merasakan bahwa Tuhan itu mengasihi saya.

Saya orangnya tidak suka menangis. Dipukul polisi, dipukul petugas sekalipun saya tidak pernah menangis. Tapi waktu malam itu saya menangis. Saya merasakan betapa Tuhan mengasihi saya. Hati saya hancur. Itulah yang membuat saya tidak bisa menyangkali Tuhan lagi. Saya harus menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya.

Edhie mengundang Tuhan masuk dalam hatinya.

Waktu itulah saya merasakan sukacita, saya merasakan damai sejahtera. Saya merasakan keyakinan bahwa jika saya bebas dari penjara, saya tidak perlu takut. Sekalipun ditembak penembak misterius saya tetap mempunyai jaminan keselamatan.

Edhie Sapto bebas pada 24 Agustus 1984 setelah menerima putusan kasasi. Ia menerima hukuman satu tahun dan enam bulan ditambah remisi 3 bulan karena telah menjadi seorang narapidana teladan. Setelah keluar dari penjara Edhie aktif dalam pelayanan ke berbagai daerah.

Rekan Edhie selama di penjara, Robby Pical terheran-heran dengan perubahan yang dialami Eddie, mantan pembunuh berdarah dingin yang dikenal dingin dan sadis.

Kami berdua sama-sama masuk dalam penjara Cipinang. Bapak Edhie Sapto adalah salah seorang penjahat berat dimana saya ditahan di seberang sel dia. Saya mengenal Edhie Sapto sebagai orang yang sadis, bertemperamen tinggi. Dia bisa membunuh setiap orang yang ‘mendekati' dia. Dia tidak pernah bisa didekati selama di penjara. Tapi ketika saya berjumpa kembali dengannya pada tahun 1984, saya melihat ada perubahan total dalam dirinya. Saya sampai bingung, "Kenapa Edhie Sapto bisa berubah begini? Edhie, kok kamu sekarang bisa lembut? Kok kamu sekarang bisa tersenyum? Dulu kamu tidak bisa tersenyum, dulu kamu tidak bisa mengedipkan mata pada orang lain?"

Edhie Sapto lalu berkata pada saya, "Hanya ada satu yang bisa mengubah saya yaitu waktu saya berjumpa dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus yang merubah karakter saya, Dia yang merangkul saya. Tuhan Yesus yang menjamah saya dan kini saya hidup baru bersama dengan Tuhan Yesus."





Edhie kini adalah seorang hamba Tuhan.

Orang mungkin tidak pernah mengenal saya. Orang mungkin hanya mengetahui saya dari luarnya saja. Mereka tidak tahu hati saya, seburuk apa hati saya, tetapi Tuhanlah yang menyelidiki hati. Saya boleh dijamah oleh tangan kasihNya, hidup saya boleh diubahkan, bahkan saya boleh diselamatkan. Saya hanya berfikir dengan apa saya bisa membalas kebaikan Tuhan, kecuali saya harus mengabdikan diri saya pada Tuhan. (Kisah ini telah ditayangkan 4 Januari 2004 dalam acara Solusi di SCTV).



Sumber Kesaksian :
Edhie Sapto















~ Jawaban.com ~





AddThis Social Bookmark Button

Permaisuri Lucifer

Terbukanya Celah Kegelapan

Pada suatu hari, seorang paranormal, datang berkunjung ke rumah Pak Bambang Prasetyo, ayah Lala. Paranormal yang adalah tetangga Lala itu mengatakan bahwa ada sesuatu yang khusus pada Lala, kesaktian supranatural dari Kakek Lala akan turun kepada Lala, anak ke-2 dari 2 bersaudara itu. "Ketika Paranormal itu meminta Lala untuk berpuasa, saya pikir itu bukanlah sesuatu yang berbahaya buat anak saya," ujar Pak Bambang, yang sebelum menikah dengan Ibu Annie memeluk agama Islam. Lala pun mulai berpuasa. Ia menerima anjuran itu. Sang paranormal berkata bahwa ilmu yang Lala miliki bisa digunakan untuk kebaikan dan menolong banyak orang. Salah satunya menyembuhkan orang sakit. Meskipun masih ragu, namun Lala menurutinya. Paranormal itu menasihatkan Lala untuk hidup jujur, jangan curang dan berbuat tidak benar, sehingga Lala semakin tertarik. Bahkan ia menyampaikan pesan Kakek Lala supaya Lala rajin belajar. Lala juga percaya bahwa itu benar.

Kejadian Supranatural

Satu hari setelah berpuasa dan mengikuti ritual yang disarankan, Lala bisa melihat dan berbicara dengan arwah yang sudah mati. Arwah-arwah itu berwujud manusia dan sering mendatangi Lala sambil menitipkan pesan untuk keluarga yang mereka tinggalkan. Salah satu arwah berpesan kepada anak-anaknya supaya mereka segera berkunjung ke kuburannya. Kemudian Lala menyampaikannya.

Suatu ketika, Lala menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk memindahkan barang apa pun tanpa menyentuhnya. Cukup dengan berkonsentrasi maka barang tersebut akan bergerak ke mana pun Lala kehendaki. Bahkan orang sakit dapat Lala sembuhkan.

Memasuki tahun 2001, Lala bertemu dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kali Jaga. Ia bisa pindah ke satu tempat ke tempat lain, muncul pada saat orang lain tidak melihatnya. Setiap kali mengisi bensin di sebuah pom bensin, kasirnya selalu berkata bahwa Lala sudah membayarnya. Padahal Lala tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Kejadian-kejadian itu membuat Lala semakin disanjung oleh teman-temannya. Namun teman-teman Lala yang beragama Kristen tidak menunjukkan kekaguman kepada Lala, sehingga Lala merasakan suatu kejanggalan.

Tamu Misterius Datang Ke Dalam Kamar

Suatu hari, sepulangnya Lala dari kampus, ia melihat seorang laki-laki berwajah tampan sedang duduk di atas tempat tidurnya. Mukanya telihat halus dan licin. Lala hendak memarahinya karena ia lancang masuk ke dalam kamar, namun mulut Lala tidak dapat mengeluarkan suara. Laki-laki itu menatap Lala dengan tatapan tajam lalu berkata, "Kamu adalah pilihanku, dan kamu akan kujadikan permaisuri. Akan kuberikan semua fasilitas yang kamu butuhkan, rumah, uang, mobil dan harta yang melimpah, sehingga kamu tidak merepotkan orang tuamu lagi." Lala sempat terbuai dengan tawaran itu. "Jika kamu menjadi permaisuriku maka kita berdua akan membuat Bandung berdarah," ucap laki-laki itu lagi. Lala mulai ketakutan dan sadar bahwa laki-laki ini bukan manusia. Mulutnya yang sempat terkunci tiba-tiba bisa berbicara kembali. "Saya tidak mau," jawab Lala. Wajah laki-laki misterius itu berubah menjadi tidak bersahabat, seperti penuh dengan amarah. Dalam sekejap mata tiba-tiba ia menghilang dari kamar Lala. Dan seiring kepergiannya, terasa guncangan hebat dalam kamar Lala sehingga membuat seisi kamarnya berantakan. Bahkan orang tua Lala yang sedang berada di lantai atas ikut merasakan guncangan tersebut. Perasaan Lala mulai tidak karuan. Ia mulai merasa khawatir dan bertanya dalam hati, apa yang sekiranya akan terjadi dalam hidupnya setelah kejadian ini.

Teror Akibat Dendam Amarah Lucifer

Lima hari berlalu dari kejadian itu, ternyata belum terjadi apa-apa dalam kehidupan Lala. Ia pergi ke kampus seperti biasanya. Ketika pulang kuliah, ia melihat keadaan di dalam mobilnya berantakan. Tiba-tiba saat ia hendak masuk ke dalam mobil, pintu mobil Lala tertutup sendiri dan terbanting keras sehingga menjepit tangan Lala. Lala menjerit kesakitan namun tidak ada satu orang pun yang mendengarnya. Setelah cukup lama menahan sakit, barulah pintu itu terbuka kembali dan Lala dilarikan oleh satpam kampusnya ke rumah sakit Bandung.

Keesokan harinya, di saat Lala sedang jalan-jalan dengan teman-temannya, sesuatu yang keras seperti memukul kepalanya. Teman-teman Lala tidak melihat apa-apa, bahkan menganggap Lala hanya bergurau. Sampai tiba-tiba wajah Lala lebam dan terluka dengan sendirinya. Hanya Lala sendiri yang merasakan pukulan-pukulan itu. Seperti ada roh halus yang sedang menghajarnya.

Di dalam kelas, ketika Lala sedang mengikuti pelajaran salah satu mata kuliahnya, tiba-tiba tubuh Lala terlihat seperti ada yang menarik, dan kursi yang Lala duduki melayang ke atas udara. Seisi kelas merinding ketakutan dan bingung dibuatnya. Teman-teman Lala mulai panik melihat kejadian itu. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, mulai di hari selanjutnya mereka mengadakan doa bersama sebelum kuliah dimulai. "Kehidupan saya tidak tenang karena ‘mereka' selalu mengganggu saya," ujar Lala.

Gangguan belum berakhir. Sewaktu makan, Lala tidak bisa memasukkan makanan yang ada di sendok ke dalam mulutnya. Ketika ia mencoba dengan garpu, garpu itu melesak ke dalam mulutnya dan menusuk ke lidah. Teman-temannya berusaha membantu Lala menarik garpu itu, namun tidak berhasil. Darah mulai mengalir dari dalam mulut Lala. Akibat dari kejadian itu Lala tidak bisa makan selama satu minggu, badannya mulai terlihat kurus sehingga ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus.

Sesampainya di rumah sakit, jarum infus yang hendak dimasukkan ke pembuluh darah Lala sulit untuk dimasukkan. Dokter yang bertugas semakin dibuat heran ketika muncul tanda seperti simbol ‘X' berwarna merah di dahi Lala. Simbol itu seperti luka yang kering. Bahkan beberapa waktu kemudian muncul tulisan ‘SATAN' di tubuh Lala. "Saya dipermalukan sekali oleh Lucifer," ujar Lala.

Teror demi teror terus berdatangan. Semakin hari semakin aneh dan mengerikan. Tiba pada puncaknya ketika Lala sedang masuk ke dalam kamar mandi, ia menghilang seketika. Teman-temannya sempat terbelalak ketika mereka melihat kamar mandi dalam keadaan kosong. Karena sebelumnya mereka sempat melihat dengan jelas Lala masuk ke dalam situ. Akhirnya disebarkan berita kalau Lala hilang. Seorang petugas polisi menemukan Lala sedang berdiri di pinggir jalan. Kejadian itu terulang kembali pada hari berikutnya. Lala menghilang dan ia tiba-tiba sudah berada di pegunungan Ciwidey.

Suatu hari Lala melihat sosok iblis keluar masuk dalam tubuhnya. Perlahan penglihatannya mulai memudar dan semua yang dilihat Lala seperti buram. Pada akhirnya Lala tidak dapat melihat sama sekali. Semua serba gelap. Beberapa menit kemudian sebuah tangan yang besar terasa seperti mencekik leher Lala. Dan Lala menjadi bisu seketika itu juga. Di saat yang bersamaan, kaki Lala juga lumpuh. Kejadian itu terjadi pada bulan April 2002. Tidak sampai di situ saja. Iblis juga menyumbat pikiran Lala sehingga Lala menjadi amnesia dan tidak mengenali satu orang pun yang ada di dekatnya. Stres yang hebat mulai Lala alami. Ia merasa tidak memiliki pengharapan. Nilai-nilainya hancur dan teman-temannya satu per satu mulai pergi menjauhi dirinya.

Pencobaan Bunuh Diri

Lima hari sudah Lala lewati dalam keadaan buta, bisu, lumpuh dan tidak mengenali suara-suara yang ia dengar. Pilihan yang terlintas dalam pikiran Lala hanya ada 2; menyerahkan diri kepada iblis atau bunuh diri. Karena sudah tidak kuat menahan penderitaan tersebut, Lala memutuskan untuk bunuh diri. Ia mencoba meraba-raba seisi kamarnya untuk mencari barang yang tajam supaya dapat menikam lehernya sendiri dan menghabisi nyawanya. Tetapi niat itu batal ketika seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menggenggam tangan Lala. Orang itu menuliskan sesuatu di atas tangan Lala, "Ini mama." Dan lagi ia menuliskan sebuah kalimat, "Segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Yesus sayang sama Lala." Hingga akhirnya Lala menemukan pilihan yang ke-3, yaitu menerima Yesus.

Mujizat Kesembuhan Terjadi Saat Pelepasan

Sementara itu, selain kedua orang tua Lala, ada banyak orang berdoa untuk Lala. Karyawan Maranatha di bagian pembukuan juga ikut berpuasa untuk Lala, bahkan mereka berdoa selama berjam-jam. Mereka berdoa agar Tuhan segera menolong dan mengasihani Lala. "Saya melihat suatu keindahan yang Tuhan perlihatkan. Rumah kami menjadi rumah doa," ucap Pak Bambang dengan wajah berseri-seri ketika memberikan kesaksian. Kebahagiaan terpancar dari mimik wajahnya yang tenang ketika ia mengingat kembali kejadian itu. Akhirnya mujizat kesembuhan terjadi. Doa orang benar besar kuasanya. Lala bisa mendengar dan berbicara lagi, meskipun ia belum bisa melihat.

Lala mulai ikut bernyanyi memuji dan menyembah Tuhan bersama teman-temannya. Dan secara ajaib perlahan-lahan warna hitam yang menutupi penglihatannya mulai berubah menjadi warna-warni. Lala bisa melihat kembali. "Saya mulai mengamati bahwa pujian dan penyembahan ada kuasa. Tuhan bertahta di atas puji-pujian," ujar Lala.

Kejadian Aneh Muncul Kembali

Beberapa hari kemudian, ketika sedang berada di dalam mobil bersama kedua orang tua dan pamannya, Lala tiba-tiba menghilang. Kejadian itu membuat mereka menjadi ngeri dan panik, karena Lala tidak lagi berada bersama mereka. Sedangkan Lala sendiri tiba-tiba sudah berada di dalam sebuah rumah besar yang aneh. Beberapa anak muda menyapa kehadiran Lala. Lala tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Kuasa iblis seperti sedang menguasainya. Lalu datang seseorang memasuki ruangan, seorang laki-laki yang dahulu pernah berada di dalam kamar Lala. "Mungkin kamu lupa sama saya, tapi hari ini kamu akan saya jadikan permaisuriku," ucap laki-laki itu. Dalam keadaan tidak berdaya, iblis membawa Lala ke pelaminannya. Anak-anak muda yang berada di dalam ruangan tersebut membaca sebuah mantera sambil mengiringi perjalanan Lala.

Lala dibawa oleh laki-laki itu dan diposisikan di sebelah dia sambil dirangkulnya. Semua orang yang ada di depan Lala memakai baju hitam, dan mereka terlihat sedang memakan daging mentah. Darah segar muncrat dari mulut mereka - mengotori lantai ruangan. Mulut mereka berlumuran darah. Lalu setelah itu anak-anak muda yang berada di dalam ruangan saling berhubungan seks.

Laki-laki misterius yang membawa Lala mulai berusaha menjamah tubuh Lala. Kemudian Lala melihat wajahnya berubah menjadi panjang. Tiba-tiba terbesit dalam pikiran Lala sebuah ajakan untuk menyebut nama Yesus. Lala pun berusaha berkata dalam hati, "Yesus tolong saya, walau saya lupa tentang Kau tapi saya tahu Kau mau menolong saya, Yesus tolong saya."

Akhirnya ketika mata Lala berkedip, ia sudah berada di tempat lain lagi. Terlihat banyak angkot-angkot lewat. Lala sedang berada di pinggir jalan. Ia tidak tahu mau pulang ke mana. Walaupun dalam keadaan bingung, namun Lala bersukacita. Ia meneriakkan nama Yesus sehingga orang-orang memperhatikannya.

Lala masih tidak tahu harus pulang ke mana. Ia kembali berseru kepada Yesus. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Lala mendengar suara Tuhan yang lembut, "Anak-Ku, orang tuamu sekarang ada di Gereja Sidang Jemaat Allah, di Jalan Sudirman. Ketahuilah Aku senantiasa menyertai kamu."

Tuhan Yesus Mendatangi Lala

Setibanya di gereja itu, Lala bertemu kembali dengan pamannya. Mereka naik ke atas gedung gereja dan melihat kedua orang tua Lala sedang berdoa. Ibu Annie Prasetyo, ibu Lala, segera memeluk Lala sambil mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Yesus.

Lalu mereka semua turun ke bawah. Saat itu Lala merasa sudah sangat putus asa, dan berkata kepada ibunya bahwa ia mau mati saja. Ibu Annie mencoba menenangkan Lala. Dalam keadaan letih yang luar biasa tiba-tiba Lala melihat Yesus hadir di hadapannya. Mata Lala menatap lurus ke suatu titik. Orang-orang di sekeliling Lala mulai menengking-nengking, karena mereka berpikir Lala kembali didatangi oleh roh jahat. Namun Lala tetap tenang. Yesus mendekati Lala dan berkata, "Anak-Ku, Aku mengasihi engkau." Dia lalu membuka tangan-Nya dan mengajak Lala untuk berdoa, "Bapa Kami yang di sorga..." Lala mengikutinya dan semua orang menangis.

Tak lama kemudian perut Lala dipelintir oleh iblis dan dipukul. Lala menjerit kesakitan. Tangan kiri Lala tetap dipegang oleh Tuhan. Suasana menjadi gaduh, namun Lala sempat mendengar suara Yesus, "Percayakah Kau kepadaku?" Lala menjawab, "Saya mau percaya asalkan saya sembuh dulu!" Hingga akhirnya Lala tidak sadarkan diri. Lau ia dibawa ke ruang doa. Peristiwa yang menggemparkan terjadi. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, keluar suara lemah dari mulut Lala, "Ya Yesus, Engkau Anak Allah Yang Maha Tinggi. Engkau adalah Mesias yang sudah mengalahkan saya 2000 tahun yang lalu. Ampuni kami Tuhan." Setelah terbatuk keras, Lala mulai sadar. Tuhan Yesus kembali bertanya kepada Lala pertanyaan yang sama, dan Lala segera menjawabnya, "Saya percaya Tuhan!" Tangan Tuhan menjamah wajah Lala dan seketika itu ingatan Lala mulai pulih. Ia dapat mengenali semua orang yang ada di ruangan tersebut. "Maukah Engkau memikul salib bersama-Ku?" tanya Yesus lagi. "Ya, saya mau!" jawab Lala dengan tegas. "Sampai maranatha," ucap Yesus sebelum Ia pergi berlalu.

Kehidupan Lala dipulihkan dan diubah menjadi baru. Pak Bambang dan Ibu Annie kini mulai terlibat aktif dalam pelayanan. Mereka percaya, bahwa segala sesuatu terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan. (Kisah ini telah ditayangkan 13 Agustus 2007 dalam acara Solusi di SCTV Episode 87).

Sumber Kesaksian :
Melanie Prasetyo








Berikut video streaming kesaksian Lala






~ Jawaban.com ~






AddThis Social Bookmark Button

SEORANG PEJUANG NURANI HUKUM



Kisah Prof. Dr. J.E. Sahetapy: Kesederhanaan, kejujuran dan keteladanannya membuat apa yang dikatakannya menjadi lebih bernilai dan berbobot serta rasa kebenarannya menjadi sangat nyata. Beliau lahir di Saparua, Maluku, 6 Juni 1932. Ayahnya seorang guru dan ibunya seorang guru juga.

Tapi ketika masih kecil, Sahetapy sudah harus menghadapi masalah pelik. Kedua orang tua yang dicintainya harus berpisah. Pasalnya, ayahnya suka main judi, ibunya minta cerai akibat tidak tahan menanggung beban. Kemudian sang ibu, Nona C.A. Tomasowa, menikah lagi dengan W.A. Lokollo setelah berpisah ± 12 tahun dengan suaminya. Namun demikian, Sahetapy kecil selalu rajin belajar. Ia memulai pendidikan formalnya di sekolah dasar yang didirikan ibunya sendiri yakni Particuliere Saparuasche School. Dari ibunya yang sekaligus gurunya itulah Sahetapy banyak belajar nasionalisme dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Tapi akibat meletusnya perang pada tahun 1942, sekolahnya sempat terputus menjelang akhir kelulusannya. Empat tahun berikutnya, 1947, barulah ia kembali ke sekolah sampai lulus Sekolah Dasar. Lalu ia pun masuk SM dengan kurikulum 4 tahun. Menjelang lulus, peristiwa RMS (Republik Maluku Selatan) meledak. Akhirnya Sahetapy pindah ke Surabaya, bergabung dengan kakaknya, A.J. Tuhusula-Sahetapy. Di kota Pahlawan itulah ia menamatkan SMA.

Setamat SMA, sebenarnya ia tertarik masuk Akademi Dinas Luar Negeri (ADLN). Namun ibunya tidak sependapat. Selain itu, ada pula yang menawarinya masuk sekolah pendeta, tapi ibu pun tidak setuju. Akhirnya, ia masuk Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada di Surabaya (yang kemudian menjadi Fakultas Hukum Universitas Airlangga).

Semasa kuliah, Sahetapy termasuk mahasiswa yang cerdas. Ia juga menguasai bahasa Belanda. Tak heran bila kemudian ia dipercaya menjadi asisten dosen untuk matakuliah hukum perdata di fakultasnya. Kepercayaan dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga ketika itu Profesor Gondo-wardoyo, tidak hanya sampai di situ. Bahkan begitu Sahetapy lulus kuliah, ia ditawari kuliah di Amerika Serikat. Kesempatan itu tidak disia-siakannya. Ia pun menyelesaikan studinya di AS dalam dua tahun dan segera balik ke Indonesia.

Suami Lestari Rahayu ini dikenal sangat kritis. Baik semasa berprofesi dosen dan birokrat maupun saat menjadi anggota legislatif. Kritik-kritiknya tajam dan keras. Ia pun dikenal sebagai seorang yang sungguh bersahaja dalam hidup sehari-harinya. Ia tinggal di sebuah rumah di kompleks perumahan dosen Universitas Airlangga, Jalan Darmahusada III. Rumah itu sendiri jauh dari kesan mewah. Perabotannya biasa saja. Misalnya, sofa di ruang tamunya bukanlah dari jenis sofa berharga ratusan ribu rupiah. Sehari-hari, untuk mendukung kegiatannya, ia mengendarai mobil Kijang.

Kesederhanaan ini tidak berubah saat ia menjadi anggota DPR dari PDIP pada zaman reformasi yang masih kental praktek korupsi ini. Saat beberapa rekannya, setelah menjadi anggota DPR, tiba-tiba menjadi mewah dengan mobil-mobil mewah. Sahetapy justru masih kerap jalan kaki dari tempat tinggalnya, sekitar satu setengah kilometer dari Gedung DPR.

Ia berharap semoga para politisi bermoral dan santun meskipun dalam jumlah kecil dewasa ini, tetap terpanggil akan gejolak hati nuraninya. Semua hendaknya benar-benar sadar, "The things that will destroy us are: politics without principle, pleasure without conscience, wealth without work, knowledge without character, business without morality, science without humanity, and worship without sacrifice". Tidaklah berkelebihan kalau dikatakan lagi bahwa politik tanpa moral atau etika akan menjerumuskan bangsa ini.





~ Jawaban.com ~






AddThis Social Bookmark Button

Kisah Anne

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman-teman dan sahabat-sahabat, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki-laki dan perempuan.Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki-laki. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki-lakinya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tersebut), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki-lakinya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian.

Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan.

Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.

Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata-kata di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne),mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.

Sungguh tidak ada kata-kata yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka..

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.....

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan.

Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya...

=============

Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.

2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain.

3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak-anak kita melakukan hal-hal terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga".

Ada 4 kemungkinan respon dari pihak-pihak yang telah membaca kisah ini.

PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini.

KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.

KETIGA, tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara pandang tentang hidupnya.

KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang tentang hidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya sendiri dengan cara memberikan makna bagi kehidupan orang lain.

Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar "Hidup" menjadi "Hidup Yang Lebih Bermakna". Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran Anda di dunia ini.

Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, jadikanlah kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi Orang-orang yang Anda cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/Istri, Anak-anak Anda, dan seterusnya)





(Kisah ini dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women" karangan Karen Kingsbury. Artikel dikirim oleh ELIDASARI)









AddThis Social Bookmark Button