Minggu ke-2, Hari 12 RELA BERKORBAN

Suatu hari, satu kebon binatang mengadakan lomba balap anjing jarak pendek (100 M) yang diikuti oleh anjing ras dan anjing kampung. Rangkaian penyisihan menghasilkan 5 finalis, 4 finalis merupakan anjing ras yang pernah mengikuti kursus di AKABA (Akademi Balap Anjing), finalis ke lima adalah anjing kampung yang tidak mempunyai pengalaman. Anjing kampung bertekad meraih medali emas demi cintanya kepada sang pelatih. Di atas kertas, dia sulit memenangkan pertandingan, tetapi sang pelatih memotivasinya untuk fokus di lintasan dan destiny-nya ialah sentuh garis finis secepatnya! Dia sempat mengeluh, "Bos, gimana bisa jadi juara, busyeeet.... Musuh besar-besar!" Sang pelatih berkata, "Kita lihat nanti!"

Singkat cerita, kelima anjing bersiap di lintasan. Ketika juri menghitung mundur, 3... 2... 1, sebelum sampai Go..., pelatih membisikan ke telingga anjing kampung, "Tuh lihat, di belakangmu ada Pak Hutasoit dan Pak Hutabarat!" Detik itu juga, dia lari terbirit-birit, adrenalinnya mencuat, dia berlari melebihi kapasitasnya. Hadirin pun berdiri dan memberikan penghormatan karena anjing kampung meraih medali emas. Ketika wartawan mewawancarainya, "Apa yang menyebabkan kamu lari sedemikian kencang ? Apa ada strategi khusus ?" Dia pun menjawab, "Strategi apa... Om! Kalau gua gak lari kencang, gua bisa dicincang sama Om Hutasoit dan Om Hutabarat!"

Kerelaan berkorban anjing kampung untuk mendapatkan lecutan dari pelatih (intimidasi dari Pak Hutasoit dan Pak Hutabarat) justru memunculkan kekuatan luar biasa sehingga dia bisa menjadi juara. Kadang-kadang, anak Tuhan perlu distimulasi dengan kondisi terburuk sehingga, tidak ada cara lain, dia harus rela berkorban dan mengikuti apa yang Tuhan suruh!

Ayat Renungan : Yohanes 3:16, Yohanes 15:13, Matius 16:24

M1 MENERIMA
Mari mengasihi Tuhan dan berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Apa yang Allah lakukan untuk membuktikan kasih-Nya kepada manusia (Yoh 3:16) ?

2. Apa yang Tuhan ingin kita lakukan untuk membuktikan kasih kita kepada-Nya (Yoh 15:13) ?

3. Sebutkan 3 hal yang Tuhan inginkan bagi kita sebagai murid-Nya, yang merupakan bentuk pengorbanan kita kepada-Nya ? Coba uraikan dengan kalimat Anda sendiri !
a. .............................................................................................................. Mat 16:24a
b. .............................................................................................................. Mat 16:24b
c. .............................................................................................................. Mat 16:24c

PENGAJARAN

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal.......... (Yoh 3:16). Sesungguhnya... Allah telah mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa kita di kayu salib karena cinta-Nya kepada kita.

Setiap darah yang Yesus curahkan di muka bumi adalah bukti pengorbanan Tuhan Yesus bagi kita. Tuhan tidak meminta kita untuk sampai mengucurkan darah, tetapi kerelaan hati kita untuk berkorban akan membuktikan cinta kita kepada Yesus. Kerelaan hati untuk menyangkal diri dan memikul salib akan membuktikan cinta kita kepada Yesus.

Apakah kita masih melakukan kehendak kita di atas kehendak Tuhan ? Apakah kita sudah membiarkan Tuhan yang berdaulat dalam hidup kita ? Apakah kita masih hidup dalam berbagai hal yang duniawi ? Apakah kita sudah memprioritaskan Yesus di atas segala hal ?

Marilah kita kesampingkan kesenangan-kesenangan atau kehidupan-kehidupan lama kita, dan kita bertekad untuk berubah dan senantiasa melakukan kehendak Tuhan agar nama Tuhan dimuliakan dalam hidup kita ! Komitmen dan apa yang kita lakukan tersebut merupakan bukti bahwa kita mengasihi Yesus.

M3 MELAKUKAN
Tuliskan hal-hal pa yang Tuhan ingatkan mengenai kesenagan-kesenagan Anda/kehidupan-kehidupan lama yang tidak berkenan bagi Tuhan, yang masih Anda lakukan sampai saat ini! Bertobatlah dan tinggalkan semua itu! Komitmen Anda untuk meninggalkan hal-hal tersebut merupakan wujud kasih Anda kepada Tuhan.

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah akan Anda ceritakan berkat-berkat yang Anda terima dari saat teduh hari ini ?


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

Warga Kerajaan Yang Bebas Dari Kebohongan

Hosea 10:9-15

I. PENDAHULUAN

Dalam Hosea 10:9-15, ada dua kata penting yang harus kita perhatikan yaitu curang dan bohong. Dunia dimana kita hidup hari-hari ini adalah dunia yang dipenuhi dengan kecurangan dan kebohongan. Kita hidup ditengah masyarakat yang menganggap kebohongan sebagai dosa kecil. Kebohongan-kebohongan kecil seringkali lebih bisa diterima dibandingkan dosa-dosa lainnya, seperti perzinahan. Orang yang berzinah, sepertinya tidak bisa diampuni. Tetapi orang yang berbohong masih bisa diampuni. Bahkan seringkali gereja bisa mentolerir kebohongan-kebohongan kecil. Padahal kekristenan mengajarkan bahwa tidak ada bohong besar atau bohong kecil. Alkitabpun dengan tegas mengatakan bahwa semua kebohongan adalah dosa. Karena itu Tuhan sangat serius terhadap hal itu.

Dalam Wahyu 21:27, dikatakan bahwa di hadapan Tuhan segala bentuk dusta termasuk sesuatu yang najis. Bukan hanya melakukan hubungan seks sebelum nikah, berzinah, berselingkuh ataupun korupsi saja yang dikatakan najis, bahkan dalam Wahyu 22:14-15, dijelaskan bahwa setiap orang yang sudah bertobat, tetapi kembali kepada dosa-dosanya dapat dikategorikan sebagai anjing.

Seringkali kita tidak menyadari bahwa kitapun sering melakukan hal itu. Sebagai contoh: Kita sudah mengakui dosa dan bertobat, tetapi masih melakukan dosa itu lagi. Itulah yang dimaksud dengan menjilat muntahnya lagi. Orang percaya yang sudah bertobat kembali ke dosanya bisa dikatakan sebagai ”anjing”. Sama halnya dengan orang yang mencintai dusta dan melakukannya. Alkitab berkata tegas untuk hal tersebut. Dibagian lain dari Alkitab dikatakan bahwa setiap orang yang berkata dusta adalah anak-anak iblis. Ini adalah kebenaran Firman Allah. Jika kita sudah benar-benar bertobat, maka kita tidak bisa berbohong. Di dalam hati setiap kita pasti selalu ada suara yang mengatakan kepada kita untuk tidak berbohong karena kita adalah anak Allah.

Seseorang yang berani berbohong, maka dia akan berani berbuat apa saja. Karena awal dari dosa adalah kebohongan. Awalnya berani berbohong, selanjutnya akan berani berzinah, menipu, korupsi dan bermain-main dalam pelayanan. Untuk itu, kita harus berhati-hati terhadap orang yang suka berbohong.



II. DEFINISI KEBOHONGAN

Kebohongan adalah perkataan/sikap hidup yang berusaha menyembunyikan kebenaran dengan cara memutar balikkan kebenaran untuk maksud-maksud tertentu, baik menutupi kesalahan, mencari kebenaran atau kebanggaan diri sendiri.



III. JENIS-JENIS KEBOHONGAN

1. Kebohongan karena terjepit.
Setiap kebohongan tetaplah suatu kebohongan walaupun dengan alasan-alasan karena terjepit, atau daripada ribut/dimarahi oleh suami/istri, atau dengan alasan berbohong akan membawa kedamaian. Kebohongan adalah hikmat dari Setan.

2. Kebohongan dengan tujuan.
Seseorang melakukan kebohongan dengan tujuan yang kelihatannya baik.

3. Kebohongan yang menyembunyikan.
Seseorang yang berbohong dengan cara tidak mengatakan apa yang diketahuinya secara utuh tetapi justru menyimpannya.

4. Kebohongan sebagian.
Seseorang yang berbohong sebagian, dapat mengurangi dan dapat melebih-lebihkan. Setengah dari kebohongan adalah setengah dari kebenaran.

5. Kebohongan sifat.
Ini adalah yang paling berbahaya karena kebohongan sudah menjadi sifat/kebiasaan.




IV. PENYEBAB-PENYEBAB KEBOHONGAN

1. Karena takut.

Ketakutan seringkali membuat orang merasa terjepit sehingga ia akan mulai berbohong.

2. Karena kuatir.
Setan sangat senang memberikan rasa kuatir kepada manusia agar berbohong.

3. Merasa tidak ada jalan lain.
Selamat karena bohong, jauh lebih berbahaya daripada tertekan karena kebenaran.

4. Karena tidak mengerti bahwa hal itu adalah dosa.
Hal tersebut seringkali terjadi disebabkan karena tidak tahu, atau bahkan tidak mau tahu bahwa hal itu adalah dosa.

5. Karena kebiasaan.
Banyak orang terbiasa berbohong disebabkan kebiasaan berbohong yang dibangun di dalam keluarganya.

6. Karena dosa.
Perhatikan kejadian yang terjadi pada Adam dan Hawa ketika mereka jatuh dalam dosa. Ketika Adam berdosa, ia berbohong kepada Tuhan.




V. AKIBAT-AKIBAT KEBOHONGAN

1. Kebohongan adalah jalan keluar sementara yang kemudian akan berakibat menghancurkan.
Yang dihancurkannya adalah karir, cinta dan pandangan orang terhadapnya.

2. Kebohongan mengakibatkan seseorang tidak dipercaya.
Kebohongan adalah hikmat dari setan. Karena itu Alkitab mengatakan untuk tidak bersumpah. Katakan ya di atas ya, dan katakan tidak di atas tidak. Lebih dari itu adalah dosa di hadapan Tuhan!

3. Kebohongan mengakibatkan kita berdosa dihadapan Tuhan, dan setiap dosa mendatangkan penghukuman.
Orang yang suka berbohong, pasti akan menerima akibat dari kebohongannya dari Tuhan.

4. Jika tidak tegas, maka kebohongan akan menjadi suatu kebiasan.
Pertama kali seseorang berbohong, dia akan mengalami rasa takut. Tetapi jika hal itu terus dilakukannya, maka kebohongan akan menjadi kebiasaan dalam hidupnya.

5. Kebohongan akan mengubah perilaku seseorang untuk cenderung mengambil jalan pintas.
Jika orang terbiasa berbohong, maka di dalam diri orang tersebut tidak mempunyai jiwa berperang/bertarung. Dia cenderung akan menghalalkan segala cara. Yang selalu dia pikirkan adalah jalan pintas.




VI. DASAR-DASAR KEBENARAN FIRMAN TUHAN MENGENAI KEBOHONGAN

1. Amsal 18:21.
Jika lidah kita mengeluarkan perkataan-perkataan yang memberkati, maka yang akan kita nikmati adalah hidup dalam berkat Tuhan. Tetapi sebaliknya jika kita suka berdusta maka kekejianlah yang akan menimpa hidup kita.

2. Amsal 10:31.
Allah sangat serius dengan hal-hal kebohongan.

3. Yohanes 8:44.
Setiap orang yang suka berbohong, maka Iblislah yang menjadi bapanya. Tetapi orang yang jujur, maka bapanya ada ada di Surga.

4. Mazmur 5:7.
Bagi seorang pembohong, maka segala persembahan dan pelayanannya kepada Tuhan merupakan kejijikan di hadapan Tuhan.

5. Yesaya 28:15.
Seringkali orang bodoh menganggap bahwa kebohongan dapat menjadi perlidungan/persembunyian. Dan banyak orang melakukan kebohongan sebagai tempat baginya untuk berlindung dan menyembunyikan diri.

6. Amsal 19:5.
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa setiap kebohongan selalu diketahui oleh Tuhan dan tidak akan terhindar dari hukuman.

7. Amsal 19:22.
Seberat apapun tetapi jika itu karena kebenaran, adalah lebih baik daripada sehebat apapun karena kebohongan. Sifat yang diinginkan seseorang adalah kesetiaannya. Adalah lebih baik/berharga/dihormati orang miskin daripada seorang pembohong.




VII. BAGAIMANA KITA DAPAT BEBAS DARI KEBOHONGAN

1. Sadari bahwa kebohongan adalah dosa.
Karena itu kita harus menyadari akibat-akibat dikemudian hari yang harus ditanggung.

2. Bertekunlah, berjuanglah dan berusahalah untuk tidak berbohong.
Merubah kebiasaan bukanlah hal yang gampang. Walaupun ada resiko yang berat. Tetapi kita harus ingat bahwa Tuhan selalu ada di pihak yang benar.

3. Tolaklah setiap kali keinginan itu muncul.
4. Mulailah berbicara yang benar dan berlaku yang jujur, meskipun berat resikonya.
5. Ingatlah jauh lebih baik menerima kritik, amarah bahkan persoalan, dari pada menerima pujian/sanjungan karena segala kebohongan.




VIII. PENUTUP

Ingatlah kebohongan untuk sementara waktu seringkali dapat menjadi jalan keluar yang mudah, tetapi selanjutnya akan menghancurkan segalanya. Karena itu sebagai warga Kerajaan Allah hendaklah kita hidup benar, berkata-kata benar dan berjalan dalam kemuliaan Allah.


~ GL Ministry ~

Minggu ke-2, Hari 11 SALING MENGASIHI

Ananto, aktivis Youth, yang merupakan lulusan Sastra Inggrismendapat informasi dari pacarnya tentang lowongan kerja di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Karena sang pacar sangat mengasihinya, dia mendorong pemuda tersebut datang ke Jakarta. Singkat cerita, tanpa mengecek akurasi data dan posisi yang dibutuhkan, Ananto datang dan menghadapi interview dengan Atase Pertahanan Kedubes Belanda, Mr. Koeman. Kebetulan, Mr. Koeman adalah bekas tentara Belanda (NICA).

Berikut petikan interview:
Mr. Koeman : Ich mau kasih kowe orang pekerjaan part time!
Ananto : Siap Tuan, saya siap melakukannya!
Mr. Koeman : Kowe orang cukup kerja dua minggu sekali dan Ich kasih gaji 3.000 US Dollar,
Ananto : Hah... banyak amat Tuan!! Gaji sebulan atau setahun ?
Mr. Koeman : Kowe orang jangan kaget, itu gaji sebulan!
Ananto : Puji Tuhan... Tuan! Dengan gaji segitu saya akan bekerja maksimal.
Mr. Koeman : kowe siap apa pung resikonya ?
Ananto : Siap Tuan, apa yang harus saya lakukan ?
Mr. Koeman : Mulai hari ini, kowe orang sisir Merunda dan Kemayoran, and kowe harus tangkap Pitung hidup-hidup!
Ananto : tuan gimana sich ??? Kowe aja yang tangkap Pitung!!!

Bagaimana dengan perintah Tuhan bahwa kita harus mengasihi orang-orang yang membenci atu menjengkelkan ? Sebagai anak Tuhan, Anton harus tetap mengasihi orang yang menyakitinya, dalam hal ini mungkin Mr. Koeman! Kalau Anton bisa menyikapinya dengan kasih, Tuhan bisa menyediakan pekerjaan terbaik yang sesuai dengan impiannya.

Ayat Renungan : 1 Yohanes 4:14-21, Matius 5:44

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Ciri-ciri apakah yang dimiliki oleh orang yang mengasihi Tuhan (1 Yoh 4:21) ?

2. Apa yang Tuhan katakan mengenai orang yang tidak mengasihi saudaranya ?
a. ............................................................................................................. (1 Yoh 4:20a)
b. ............................................................................................................. (1 Yoh 4:20b)

3. Bagaimana sikap yang Tuhan inginkan apabila ada orang yang berbuat jahat kepada kita (Mat 5:44) ?

PENGAJARAN

Salah satu bukti bahwa kita mengasihi Tuhan adalah kita mengasihi saudara-saudara kita. Mengapa ? Karena tidak mungkin kita dapat mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan jika kita tidak dapat mengasihi saudara-saudara kita yang kelihatan (1 Yoh 4:20).

Adalah sesuatu yang tidak mungkin bila kita mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan tetapi kita selalu bertengkar dengan suami/istri/saudara kita. Parameter kita dalam mengasihiTuhan dapat dilihat dari bagaimana hubungan kita sehari-hari dengan orang lain.

Mungkin dunia menanamkan konsep agar kita membenci orang yang berbuat jahat kepada kita, tetapi dalam Mat 5:44, Tuhan ingin agar kita tetap mengasihi orang lain yang telah menganiaya kita.

Apakah saat ini kita masih memiliki musuh ? Apakah saat ini kita masih memiliki dendam, kepahitan, atau kebencian kepada orang lain yang pernah menyakiti kita ? Apakh mengampuni merupakan sesuatu yang sulit kita lakukan ? Marilah kita datang kepada Tuhan! Mintalah agar kasih Allah memenuhi hati kita sehingga kita mampu mengampuni dan mengasihi musuh kita.

Ketika kita dapat mengsihi musuh kita, kita akan memiliki damai sejahtera yang berlimpah-limpah dan kita akan menjadi orang yang sangat berbahagia.

M3 MELAKUKAN
1. Berdoalah agar Roh Kudus mengingatkan kepada Anda bilamana Anda masih memiliki dendam, kebencian, dan kepahitan di hati Anda ! Jika ada, mintalah ampun kepada Tuhan dan mulailah mengampuni orang tersebut.

2. Mulailah Anda belajar untuk mendoakan musuh-musuh Anda.

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah akan Anda ceritakan berkat-berkat yang Anda terima melalui saat teduh hari ini ?


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

Minggu ke-2, Hari 10 MENGASIHI PERINTAHNYA

Suatu kali, Imelda ditunjuk menjadi protokol atau pembaca acara pada upacara bendera di SMU-nya. Tugas itu sebetulnya ringan (tidak berat) karena teman-teman SMU lain yang sungguh-sungguh berlatih bisa menjalankan tugas tersebut dengan baik. Tibalah saatnya upacara bendera dimulai, Imelda pun bisa mengucapkanrangkaian awal dari upacara bendera, misalnya: "Pembina upacara memasuki arena upacara....." "Pengibaran bendera diiringi lagu Indonesia Raya..." "Laporan dari Pemimpin upacara kepada Pembina upacara bahwa upacara siap dimulai...'

Sayangnya, ditengah-tengah tugas tersebut, Imelda kurang konsentrasi dan dia melakukan satu kesalahan. Setelah pengibaran bendera, mengheningkan cipta dan amanat dari pembina upacara selesai, Imelda pun mengucapkan dengan lantang tapi bersahaja, "Pembina upacara meninggal ditempat....." Mendadak sontak semua peserta upacaratertawa dan Pembina upacara kaget dan tersenyum kecut mendengar perkataan Imelda. Seharusnya Imerda berkata, "Pembina upacara meninggalkan tempat..."

Esensinya, kalau kita tetap fokus pada tugas, kita pasti bisa melakukannya dengan baik. Demikian halnya dengan hal melakukanFirman tuhan, kalau kita melakukan Firman-Nya dengan didasari oleh cinta kita kepada Tuhan, kita bisa menjalankannya dengan mudah.

Ayat Renungan: 1 Yohanes 5:1-5, Yohanes 14:21

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Apa salah satu bukti bahwa kita mengasihi Tuhan (1 Yoh 5:3a, Yoh 14:21) ?

2. Bagaimana perintah Tuhan menurut Yohanes (1 Yoh 5:3b) ?

3. Bagaimana caranya supaya Anda mudah melakukan perintah Tuhan dan bisa menang terhadap daya tarik dunia ?

---------------------------------------------------------------------- (4a)
---------------------------------------------------------------------- (4b)
---------------------------------------------------------------------- (5)

PENGAJARAN

Apabila kita mengasihi Tuhan, kita pasti akan menuruti dan melakukan perintah-perintah Tuhan. Alkitab menuliskan bahwa perintah-perintah Tuhan itu tidak berat.

Coba kita bayangkan sikap hati seseorang yang sedang jatuh cinta ! Ia akan melakukan segala hal bagi kekasihnya. Apa pun yang sesungguhnya berat dilakukan, karena rasa cintanya kepada sang kekasih, dia bisa melakukannya seolah-olah itu merupakan hal yang ringan.

Hal yang sama juga harus kita terapkan dalam mengasihi Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan, perintah-perintah Tuhan tidaklah berat buat kita.

Apakah setiap pagi kita sudah mencari Tuhan melalui saat teduh pribadi ? Atau, apakah kita merasa berat melakukannya (karena mengantuk) ? Jika kita mengasihi Tuhan, kita pasti tidak akan mengalami kesulitan untuk bangun pagi dan mencari Tuhan.

Apakah kita masih memiliki rasa haus dan lapar terhadap Firman Tuhan ? Apakah kita masih bergairah dalam mencari Tuhan ? Jika semuanya itu mulai terasa berat, itu merupakan parameter bahwa kasih kita kepada Tuhan mulai pudar.

M3 MELAKUKAN
1. Berdoalah, buka hati kepada Tuhan agar kasih Tuhan mengalir ke dalam hati Anda dan Anda selalu dipenuhi oleh kasih-Nya ! Setelah itu, mulailah mengambil keputusan di dalam hati bahwa Anda akan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.

2. Apakah ada perintah Tuhan yang Tuhan ingatkan dan Anda belum melakukannya ? Catatlah dan segera ambil keputusan untuk melakukannya !

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah akan Anda ceritakan berkat-berkat besar yang Anda dapatkan dari saat teduh hari ini ?


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

LETTER FROM GOD

Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKu atau bersyukur kepadaKu atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.

Aku kembali menanti.

Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk. Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.

Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau ingin berbicara kepadaKu, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau
tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaKu dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya. Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.
Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKu.

Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama
kemudian.

Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu. Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.

Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali. Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu.
Semoga harimu menyenangkan.

Bapamu,
ALLAH TRINITAS MAHA KUDUS


~ Milis ~

Minggu ke-2, Hari 9 MEMBERI DENGAN CINTA

Mutia gadis kecil yang masih duduk di kelas 3 SD, diajari oleh ayahnya untuk belajar memberi dengan cinta. Sang ayah mengajarkan kepadanya untuk menyisihkan sebagian uang sakunya dan diberikan kepada orang-orang miskin. Sang ayah bermaksud mengajarkan anaknya untuk belajar memberi sejak dini !

Untuk memberikan gambaran yang jelas, sang ayah mengambil dua anak anjing peliharaan mereka dan didudukkannya di depan sang anak. Ketika sang ayah menaruh satu tulang iga sapi di hadapan kedua anak anjing itu, keduanya pun berebut untuk menyantapnya dan nyaris berkelahi. Sang ayah berkata kepada anaknya, "Mutia, kamu lihat khan ? Anak-anak anjing pada berebut makanan yang seharusnya bisa mereka bagi dan disantap bersama-sama. Mutia tahu apa penyebabnya ?"

Dengan enteng, Mutia menjawab pertanyaan sang ayah, "Yah... Papa. Mereka kan masih anak-anak... Mereka belum bisa memberi dengan cinta !"

Esensinya, kedua anak anjing (belum dewasa) saling berebut makan dan mereka tidak saling memberi. Analoginya, untuk bisa mengasihi Tuhan, kita harus memiliki kedewasaan berpikir dan melakukannya secara tulus.

Ayat Renungan: 1 Tawarikh 29:1-18

M1 MENERIMA
Apakah Anda tetap bergaul karib dengan Tuhan ? persiapkan hati Anda sungguh-sungguh agar Anda dapat mengerti pesan Tuhan !

M2 MERENUNGKAN
1. menurut Daud, untuk siapakah Bait itu dibangun (1Taw 29:1) ?

2. Bagaimana Daud mengadakan persediaan emas, perak, dan bahan lain untuk pembangunan rumah Tuhan (1 Taw 29:2) ?

3. Apa motivasi utama Daud ketika dia memberikan persembahan dan tambahanpersembahan yang sedemikian banyak kepada Tuhan (1 Taw 29:3) ?

4. Siapa raja yang mengikuti jejak Daud dalam memberikan persembahan untuk Rumah Tuhan (1 Taw 29:6) ?

PENGAJARAN

Firman Tuhan saat ini mengajarkan kepada kita tentang memberi persembahan bagi Tuhan. Beberapa makana di balik persembahan kita kepada Tuhan (1 Taw 29) :

  • Bukti bahwa kita mengasihi Allah (Ayat 3a)
  • Sadar dan mengakui apa yang kita miliki adalah kepunyaan Allah (Ayat 11-12)
  • Menyatakan pengucapan syukur kepada Allah atas kesetiaan-Nya dalam hidup kita (Ayat 13)
  • Membantu perluasan pekerjaan Tuhan di muka bumi sehingga nama Tuhan dipermuliakan (Amsal 3:9a)

Adapun bentuk-bantuk yang dapat kita berikan kepada Tuhan antara lain persembahan persepuluhan; persembahan khusus, misalnya persembahan untuk pembangunan Rumah Tuhan; dan persembahan sukarela.

Saat Daud memberikan persembahan kepada Tuhan, Daud memberikannya dengan segenap hati. Ini membuktikan rasa cintanya kepada Tuhan. Orang dapat memberikan kepada Tuhan tanpa 'rasa cinta', tetapi kita tidak mungkin mencintai Tuhan bila kita tidak memberikan korban persembahan kepada-Nya

Bagaimanakah dengan sikap hidup kita saat ini ? Sudahkah kita memberikan persembahan yang terbaik kepada Tuhan ? Mungkin, persembahan kita merupakan 'korban' dihadapan Tuhan untuk membuktikan bahwa kita mengasihi Tuhan lebih baik daripada uang kita.

M3 MELAKUKAN

1. Lakukan evaluasi terhadap pengaturan keuangan Anda selama ini ! Tulislah hal-hal yang Tuhan ingatkan kepada Anda untuk Anda perbaiki ! Mintalah ampun kepada Tuhan bila Tuhan menegur Anda tentang perbuatan dosa, misalnya Anda belum mengembalikan persepuluhan.

2. Ambillah amplop persenbahan khusus (Persembahan Misi atau Persembahan Pembangunan) di gereja minggu ini ! Belajarlah untuk mulai memberikan persembahan khusus bagi Tuhan dan percayalah bahwa Anda akan semakin diberkati !

M4 MEMBAGIKAN

Kepada siapakah akan Anda ceritakan berkat-berkat dalam saat teduh hari ini ?

Sumber :

Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta

49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.

Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi

Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo

Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

Minggu ke-2, Hari 8 BERANI MENGAMBIL RESIKO

Puluhan muda-mudi mengikuti seminar bertemakan "Menemukan Tulang Rusuk dari Tuhan" yang diselenggarakan oleh Departemen Dewasa Mudasalah satu gereja. Terlibat tanya jawab intens antara Trainer dengan pemudi peserta seminar :

Trainer : Dewi, apa yang menjadi pertimbangan utama kamu dalam menentukan pasangan hidup ?
Dewi : Dia harus seiman dengan saya, Pak !
Trainer : Kalau suatu saat calon pasanganmu mengalami kecelakaan fatal, apakah engkau tetap berkomitmen untuk sehidup semati dengannya ?
Dewi : Saya berkomitmen Pak!
Trainer : Kalau engkau dan calon pasanganmu menjadi sandera dan penyandera harus menembak salah satu di antaramu, apakah engkau tetap berkomitmen untuk sehidup semati ?
Dewi : Lebih baik dia yang mati duluan ! Ini bisa menjadi pengalaman berharga baginya sebelum dia menjadi kepala rumah tangga.
Trainer : ????

Esensinya, Trainer meminta Dewi untuk memberikan jawaban tentang komitmen hidupnya terhadap calon pasangan. Ketika sampai pada pilihan yang berat, Dewi tidak berani mengambil resiko. Ini berbeda dengan sikap Maria yang mau mengambil resiko apa pun demi lahirnya Yesus Kristus di dunia. Keberanian Maria menjdaikan dia partner Allah dalam mewujudkan keselamatan bagi umat manusia.

Ayat Renungan: Lukas 1:26-38

M1 MENERIMA
Berdoalah supaya Anda dapat menerima pencerahan Firman tuhan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Sebutkan Kasih Karunia Allah yang besar yang dialami Maria (Lukas 1:30-31) ?

2. Apakah resiko yang akan di alami Maria ketika dia merelakan kehendak Allah terjadi dalam hidupnya dan melalui dirinya (Lukas 1:34) ?

3. Apa karakter Maria yang menyenangkan hati Bapa (Ayat 38) ?
a. .....................................................................................................................................
b. .....................................................................................................................................
c. .....................................................................................................................................

4. Apa sikap Anda bila Anda berposisi sebagai Maria saat itu ?

PENGAJARAN

Marai adalah sosok gadis biasa yang mendapat kasih karunia dari Bapa. Dia mengandung dan melahirkan Putra Tunggal Bapa ke dalam dunia guna menyelamatkan umat manusia yang berdosa.

Siapakah Maria ? Apa kelebihannya sehingga dia mendapatkan kasih karunia yang begitu besar ? Secara logis, kita tidak memiliki jawaban yang memuaskan seratus persen. yang pasti, Maria adalah orang yang mengenal tuhan dan memiliki hubungan yang intim sehingga dia mudah menangkap hati Tuhan dan rencana-Nya. Mengapa saya berani menyatakan bahwa Maria sangat mengenal Allah ? Karena tidak mudah bagi seseorang untuk menanggapi sesuatu yang tidak masuk akal dan beresiko sangat tinggi dalam hidupnya.

Orang yang mengenal Allah (intim) dan mengasihi-Nya memiliki kemampuan dalam mengetahui hati Bapa, rencana-Nya, dan dia memiliki ketaatan mutlak kepada Bapa.

Setiap ketaatan mutlak selalu mengandung resiko ! Sebagai kekasih Tuhan, kita harus memiliki ketaatan untuk mewujudkan impian-Nya. Setiap perkara besar yang hendak Allah nyatakan selalu mengandung resiko. Berjalanlah bersama Tuhan dalam ketaatan mutlak !

M3 MELAKUKAN
Coba tentukan, adakah perintah Tuhan atau kehendak Tuhan yang dinyatakan kepada Anda, dan Anda belum melakukannya karena hal itu beresiko ? Tuliskan dan lakukan hari ini.

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan membagikan kebenaran yang Anda dapatkan hari ini ? Coba bagikan kepada teman dekat Anda ! Atau, bagikan di mezbah keluarga Anda dan di Care Cell Anda !


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

Minggu ke-1, Hari 7 TUHAN RINDU BERGAUL KARIB DENGAN KITA

Staf personalia do Polda Metro Jaya bergaul karib dengan seseorang yang sedang membutuhkan pekerjaan. Kebetulan, Polda sedang membutuhkan Kepala security untuk mengamankan satu distrik. Staf personalia itupun merekomendasikan yang bersangkutan untuk melamar. Berbekalkan informasi dari staf personalia, dia menghadap HR manager dan interview pun berlangsung :

Rekruter : Apa pengalaman Saudara sebelumnya ?
Job Seeker : Siap Pak ! Saya dulu sebagai Wakatipda di Polda Jawa Tengah
Rekruter : Wow... Anda memiliki pengalaman luar biasa ya... (Rekruter berpikir bahwa Wakatipda adalah Wakil Kepala Penertiban Daerah)
Job Seeker : siap Pak, saya dulu mempunyai dua puluh anak buah, kebanyakan pensiunan dari ketiga angkatan Pak. Siap Pak!
Rekruter : Ok, gugus tugas apa yang Anda lakukan sebelumnya ?
Job seeker : Siap Pak.. apaan gugus tugas Pak ?
Rekruter : Katanya Anda memimpin puluhan profesional dari tiga angkatan ? Coverage Polres mana yang Anda tangani sebelumnya ?
Job Seeker : Siap Pak... teritory saya hanya 300 m2 Pak.. Siap Pak!
Rekruter : Lho emang tugas Anda sebelumnya apa ?
Job Seeker : Wakil Kepala Penitipan Sepeda Pak !
Rekruter : ???????

Staf personalia Polda bergaul karib dengan orang yang tidak tepat sehingga outputnya pun tidak sesuai dengan harapan. Esensinya, bergaul kariblah dengan pribadi yang bisa di percaya, yakni Bapa di sorga sehingga mendatangkan kebaikan bagi semuanya.

Ayat Renungan : Lukas 10:38-42

M1 MENERIMA
Apakah Anda masih tetap intim dengan Tuhan ketika Anda bekerja atau bersekolah ? Saat ini, berdoalah agar Anda dapat memahami Firman Tuhan yang Anda renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Ketika Yesus berkunjung ke rumah Maria dan Marta, apa yang Maria lakukan (Lukas 10:39b) ? Apa yang Marta lakukan (ayat 40) ?

2. Siapakah yang lebih berkenan dihadapan Yesus (ayat 42) ?

3. Sebutkan 4 akibat/ciri dari orang-orang kurang intim dengan Tuhan ?
40a. .................................................................................................................................................
40b. .................................................................................................................................................
41a. ..................................................................................................................................................
41b. ..................................................................................................................................................

4. Apa pendapat Yesus mengenai Maria (ayat 42) ?

PENGAJARAN

Saat berkunjung ke rumah Maria dan Marta , Mereka berdua melayani Yesus tetapi dengan cara yang berbeda. Marta sibuk menyediakan banyak hal, sedangkan Maria duduk daim di bawah kaki Yesus sembari mendengarkan perkataan Yesus. Kenyataannya, Yesus lebih berkenan dengan apa yang dilakukan oleh Maria. Mengapa ?

Marta memberikan "apa yang diperbuatnya", seperti menyiapkan makanan dan minuman, sedangkan Maria memberikan "dirinya" dan "waktunya" untuk Yesus. Seseorang dapat melayani Tuhan tanpa kasih, namun tidak mungkin seseorang bisa memberikan "hidupnya" tanpa kasih. Yesus mengatakan bahwa Maria telah memilih yang terbaik, ini membuktikan bahwa dia sangat mengasihi Yesus. Ini bukan berarti bahwa pekerjaan yang dilakukan Marta tidak penting, tetapi Yesus sedang menjelaskan sesuatu yang lebih penting, yakni duduk di kaki Tuhan, menikmati hadirat tuhan, dan mendengarkan suara-Nya.

Ada sepasang suami istri, dimana sang suami tidak pernah lupa untuk memblikan hadiah bagi istrinya. Suatu hari, sang suami melihat istrinya sedang sedih. Sang suami pun menanyakan apa yang menyebabkan istrinya menjadi sedih. Istrinay bertanya, "Apakah kamu mencintai aku ?" "aku sangat mencintai kamu, apa yang terjadi ?" jawab sang suami. "Aku merasa tidak dicintai... Walaupun banyak hadiah yang aku terima, namun kamu tidak pernah menyediakan waktu dan dirimu ketika aku membutuhkanmu......," tegas sang istri.

Bagaimanakah dengan kita ? Apakah kita terlalu "sibuk" dengan urusan masing-masing sehingga kita lalai mengalokasikan waktu pribadi dengan Allah ? Atau, apakah kita justru terlalu sibuk melakukan pelayanan, dan kita lupa bahwa yang Tuhan inginkan adalah kita memberikan "hidup" dan "waktu" pribadi kita untuk mengasihi Dia dan mendengarkan suara-Nya ?

M3 MELAKUKAN
1. Buarlah jadwal harian Anda yang selama ini telah Anda lakukan. Coba lakukan evaluasi seberapa banyak waktu yang Anda berikan untuk Tuhan secara pribadi! Kapan dan berapa lama waktu pribadi Anda dengan Allah ? Kapan dan berapa lama mezbah keluaraga Anda dengan Tuhan ? Siapkan secara khusu dan tingkatkan waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan Tuhan !

2. Mulailah dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak membangun kerohanian serta pertumbuhan iman Anda. Gantikan dengan hal-hal yang dapat membawa Anda semakin dekat dengan Tuhan ! Misalnya, Anda mengurangi waktu menonton televisi dan menggantikannya dengan membaca buku-buku rohani. Atau, Anda mengurangi waktu "chating" di internet dengan menambah waktu jam doa secara pribadi.

M4 MEMBAGIKAN
Ceritakan kepada teman-teman di Care Cell Anda mengenai berkat yagn Anda dapatkan dari Waktu Pribadi Dengan Allah (WPDA) dan berikan motivasi kepada teman-teman Anda agar mereka memperbaiki Saat teduh !


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

Minggu ke-1, Hari 6 TUHAN INGIN ANDA MENJADI KEKASIH TUHAN

Beberapa hari belakangan ini, Anton tidak bisa bersaat teduh karena dia sedang menghadapi ujian semesteran di SNU. Dia berperkara denganTuhan, "Tuhan, kalau boleh aku datang kepada-Mu Senin pagi aja ya... Maaf, aku gak bisa datang pagi untuk seminggu ke depan, maaf ya Tuhan." Tuhan pun menjawab dengan bijak, "Oke Nak, pilihan ada di kamu. Kamu doa setiap pagi, ujianmu dapat 10 semua. Atau kamu berdoa Senin aja, dan nilai 10 hanya kaudapatkan untuk hari itu! Mana yang menjadi pilihanmu ?"

Dia pun menjawab, "Tuhan kalau boleh, aku berdoa pagi di hari Senin, tapi nilai 10 untuk 5 mata pelajaran sepanjang minggu ini, boleh ya Tuhan ?" Tuhan ternyata cukup sabar dan menjawab, "Ok, kalau begitu!"

Singkat cerita, Anton hanya berdoa Senin pagi, dan ketika hasil ujian diumumkan, dia mendapat nilai 10 untuk pelajaran yang diujikan pada hari Senin. Dia terkaget-kaget ketika mendapatkan angka 2 untuk lima mata pelajaran lainnya.

Anton sadar ini resiko kalau itung-itungan sama Tuhan, dan dia salah ngomong, "... Nilai 10 untuk 5 mata pelajaran sepanjang minggu." Saat itu juga kalkulator sorga melakukan pembagian 10 : 5 = 2! Tuhan tidak pernah ingkar janji, Anton pun bertobat dan berjanji untuk tetap bersaat teduh apa pun kondisinya.

Ayat Renungan: Efesus 5:31-33, Matius 6:6-7

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Gambaran apa yang Tuhan berikan mengenai hubungan Kristus dengan jemaat-Nya (Efesus 5:32) ?

2. Hubungan seperti apakah yang dilakukan oleh suami dan istri setelah memasuki pernikahan (Efesus 5:31) ?

3. Hubungan seperti apakah yang Tuhan inginkan antara Dia dengan anak-anak-Nya (Matius 6:6-7) ?

PENGAJARAN

Hubungan antara Kristus dengan jemaat-Nya adalah seperti hubungan antara suami dengan istri, di mana mereka membutuhkan hubungan secara intim dan eksklusif. Hal sama juga terjadi dalam konteks hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan rindu agar kita memiliki persekutuan pribadi yang intim, erat, dan akrab dengan Tuhan. Penyembahan membutuhkan suatu hubungan cinta kasih yang intim dengan Tuhan, di mana kita dapat bercakap-cakap dan berkasih-kasihan dengan Tuhan, demikian pula sebaliknya.

Saat ini, berapa banyak di antara anak-anak Tuhan yang benar-benar memiliki persekutuan intim dengan Tuhan secara khusus ? Kita mungkin sering menghadiri kebaktian di gereja setiap hari minggu. Kita juga menghadiri kelompok sel secara rutin. Kita tidak pernah absen dalam melayani Tuhan. Dan, kita rajin mengikuti seminar-seminar untuk meningkatkan pemahaman rohani kita.

Semua hal tersebut tidak mempresentasikan keintiman persekutuan kita dengan Tuhan. Bahkan, kita sering melalaikan persekutuan pribadi dengan Allah karena kita menyibukkan diri dengan "kegiatan-kegiatan rohani" tersebut. Semuanya itu bukan merupakan pengganti persekutuan intim kita dengan Tuhan.

Itu sebabnya, mari kita sediakan waktu khusus setiap hari di mana kita dapat bersekutu dengan Tuhan, menyembah Dia, serta bercakap-cakap dan berkasih-kasihan dengan Tuhan secara pribadi.

M3 MELAKUKAN
1. Tuliskan hal-hal apa saja yang selama ini menghalangi Anda untuk mempunyai waktu khusus bersekutu dengan intim dengan Tuhan. Minta ampun dan bertobatlah !!

2. Tuliskan apa yang akan Anda lakukan agar Anda mempunyai waktu khusus untuk berhubungan intim dengan Tuhan.

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah akan Anda ceritakan berkat-berkat dalam saat teduh hari ini ?

Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

Minggu ke-1, Hari 5 INTIM DENGAN TUHAN WAKTU ANDA BEKERJA

Seorang jemaat yang masih muda begitu terkesan dengan khotbah pendeta tentang pentingnya menjadi saksi Kristus di tengah-tengah market place. Setelah doa berkat, dia menunggu sejenak dan menemui pendeta sambil berkata, "Bapak, saya sangat diberkati dengan khotbah hari ini. Dulu saya berpikir kalau kita di-ciak oleh rekan bisnis kita, kita harus ganti men-ciak lebih banyak dari dia. Ternya, pemahaman seperti itu salah besar!" Pendeta cukup bijak dan menjawab, "biarlah Firman Tuhan yang mengubah paradigma itu, anak muda!"

Anak muda pun menanggapi, "Saya ingin melihat integritas Bapak! Firman Tuhan berkata bahwa kalau kamu ditampar pipi kiri berilah pipi kananmu!" Tiba-tiba, tangan anak muda itu melayang keras di pipi pak pendeta, "Plaaak!!!" Sesudah itu, anak muda menyalami tangan pendeta, "Terima kasih, saya melihat integritas bapak benar-benar teruji, Tuhan memberkati!"

Pendeta tidak kehilangan akal, "Anak muda, Firman Tuhan berkata bahwa kita akan menuai 30, 60 bahkan 100 kali lipat dari apa yang kita tabur!" Anak muda itu terheran-heran dengan statement pendeta. Tiba-tiba, pendeta mendekati dia, dan dia melayangkan pukulan tangannya ke muka anak muda itu sebanyak 30 kali!!!!

Esensinya, sikap iseng anak muda itu justru mendatangkan ketidakbaikan dalam dirinya. Dalam hal mendengarkan Firman Tuhan, terimalah Firman-Nya dengan segenap hati dan tangkaplah itu sebagai berkat pribadi dengan hati yang tulus!

Ayat Renungan: Kejadian 2:15, Kolose 3:17-23, Mazmur 108:14

M1 MENERIMA
Sudahkah anda mempercayakan hidup anda secara total kepada Tuhan ? Jika ya, teruskan totalitas penyerahan diri Anda kepada Tuhan! Sekarang siapkan hati Anda untuk merenungkan kembali kebenaran yang dahsyat. Haleluyah !!

M2 MERENUNGKAN
1. Ketika Allah menciptakan manusia, tugas apakah yang ia berikan kepada Adam (Kejadian 2:15) ?

2. Sikap seperti apakah yang Tuhan inginkan ketika kita melakukan pekerjaan kita (Kolose 3:17) ?

3. Mengapa kita harus melakukan pekerjaan dengan segenap hati (Kolose 3:23) ?

4. Apa janji Tuhan bagi orang yang bekerja bersama dengan-Nya (mazmur 108:14) ?

PENGAJARAN

bekerja adalah tugas bagi kita yang ditulis secara jelas dalam Alkitab dan merupakan suatu panggilan dari Allah (kejadian 2:15). Raasul Paulus sering menulis tentang hal bekerja. Ia mengatakan bahwa pekerjaan harus dikerjakan dengan sepenuh hati dan untuk Tuhan bukan untuk manusia. Dalam Kejadian 2:15, kata mengusahakan taman/bekerja memakai kata abad, yang artinya bekerja dan menyembah.

Jika kita bekerja dengan sebaik-baiknya (jujur, menjadi terang, berprestasi, dan mengandalkan Tuhan), itu merupakan salah satu bentuk penyembahan kepada Tuhan dan nama Tuhan dipermuliakan melalui pekerjaan kita. ketika Anda bekerja, Anda harus menyadari bahwa Anda bekerja bersama Tuhan. Hadirat-Nya akan menyertai Anda dan izinkan Tuhan menuntun Anda dalam bekerja. Jadi, menikmati hadirat Allah bukan hanya Anda alami ketika Anda berada di gedung gereja. Anda tetap bisa berintimasi dengan tuhan dan menikmati hadirat-Nya ketika Anda membiarkan Tuhan menuntun Anda dalam bekerja.

Bila Anda bekerja bukan untuk Tuhan dan tidak sesuai dengan kehendak tuhan, misalnya Anda malas bekerja, tidak jujur, tukang tipu, dan banyak melakukan kejahatan, Anda tidak sedang menyembah Tuhan karena Tuhan tidak dipermuliakan melalui pekerjaan Anda! Mzm 108:14 merupakan janji Tuhan bagi orang-orang yang bekerja bersama-Nya. Melalui hidupnya, Tuhan akan membuat perkara yang besar. Bila Anda bekerja bersama Tuhan, jangan heran bila tiba-tiba Anda mengalami kejutan dari Tuhan dalam pekerjaan Anda.

Ada sebuah kisah tentang Sir Christopher Wren, arsitek dan perancang berkebangsaan Inggris yang membangun Gereja Saint Paul di London. Pada sebuah kesempatan, ia berbincang-bincang dengan para pekerjanya.

"Apa yang sedang kau kerjakan ?" tanyanya kepada seorang pekerja. "Saya sedang memotong bati." "Apa tugas kamu hari ini ?" tanyanya kepada seorang pekerja lain. "Saya sedang membangun gedung untuk christopher Wren." Kemudian, ia menghampiri pekerja lain lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Pekerja itu menjawab, "Saya sedang membangun gedung gereja untuk Allah." jawaban pekerja ini berbeda dengan dua jawaban sebelumnya. orang ini tidak memandang tugasnya sebagai pekerjaan rutinitas, yakni memotong batu, memalu paku, menggergaji kayu, hari demi hari, dan tahun demi tahun. Tetapi, ia dapat mengerti bahwa ia sedang membangun suatu tempat yang dapat membawa orang-orang datang kepada Tuhan. "Sudahkah kita melakukan yang terbaik dengan segenap kemampuan, dengan cara apa pun, di mana pun, kapan pun, kepada siapa pun, dan semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan ?" (John Wesley)

M3 MELAKUKAN
1. Hal-hal apa yang Tuhan ingatkan untuk Anda perbaiki, baik di sekolah maupun dalam pekerjaan Anda ? Bertobatlah dan minta ampunkepada Tuhan !

2. Tuliskan hal-hal yang akan mulai Anda lakukan agar Anda dapat berprestasi di sekolah atau di tempat kerja sehingga Anda bisa terus menikmati hadirat-Nya!

M4 MEMBAGIKAN
Ceritakan berkat apa yang Anda peroleh melalui renungan hari ini kepada teman sekolah atau rekan kerja di kantor!


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

Minggu ke-1, Hari 4 MENYERAH TOTAL

Anton, seorang anak muda yang baru bertobat, pulang dari ibadah Youth dan segera bergabung dengan teman-teman di sekitar rumahnya. Dia belum sepenuhnya bisa menghilangkan kebiasaan merokok yang sudah dilakukannya sejak usia SMP.

Ketika kepulan asap rokok membumbung dari mulut dan hidungnya, tiba-tiba kakak rohaninya datang tanpa disadarinya, dan kakak rohani itu pun tidak tahu kalau Anton sedang merokok. Serta merta Anton memasukkan batang rokok yang masih hidup di saku depan celananya.

Ketika kakak rohani bertanya kepadanya, "Anton, apa kabarmu ?" Anton menjawab secara responsif dan antusias, "Baik... Kak... Saya sedang berapi-api (sambil menepuk-nepukan tangan ke arah kantong depan yang terasa panas)! Mulai hari ini, saya menyerah total.... Kak !"

Dengan polos, kakak rohaninya pun berkata, "Biarlah rohmu menyala-nyala untuk melayani Tuhan dan tetap menyerah total pada Tuhan! Saya jalan dulu ya, jangan lupa jaga api dan semangatmu!" Anton menyeringai kepanasan, "Iiiiiya... deh... Kaak.... !!!??"

Ayat Renungan : Mazmur 100:4, Yeremia 17:5-7

M1 MENERIMA
Sudahkah Anda mengungkapkan ekspresi yang paling indah saat Anda menyembah Tuhan ? Teruslah membangunhubungan intim dengan Tuhan !

M2 MERENUNGKAN
1. Seperti apakah salah satu ekspresi pujian dan penyembahan kepada Tuhan (Mazmur 100:4)?
2. Hal apakah yang Tuhan ingin kita lakukan sebagai anak-anak-Nya?
3. Apa yang Tuhan katakan mengenai orang yang tidak mengandalkan Tuhan (Yeremia 17:5a)? Mengapa Tuhan bisa berkata seperti itu (ayat 5c)?

PENGAJARAN

Mazmur 100:4 berbicara mengenai salah satuekspresi penyembahan kepada Tuhan, yaitu mengangkat tangan di hadapan Tuhan (dalam bahas asli, YADAH = mengangkat tangan). Mengangkat tangan berbicara mengenai bentuk 'penyerahan diri' kepada Tuhan, yang artinya mempercayakan hidup kita kepada Tuhan.

Dalam Ratapan 3:25-26, dikatakan adalah baik berharap kepada Tuhan. Tetapi, sebagai manusia, kita seringkali menaruh pengharapan kepada orang lain atau mengandalkan kekuatan kita sendiri. Tuhan ingin agar kita selalu mempercayakan segala aspek kehidupan kita kepada Tuhan (Mzm 37:5).

Bila saat ini Anda sedang mengalami masalah dan persoalan yang berat, yang mungkin secara manusia tidak ada jalan keluarnya, marilah datang kepada Tuhan! Sembahlah Tuhan dan angkat tangan Anda di hadapan Tuhan! Katakan kepada-Nya bahwa Anda mau menyerahkan semua aspek kehidupan Anda kepada-Nya. Anda harus percaya bahwa pada saatAnda mengangkat tangan, Tuhan pasti turun tangan!

M3 MELAKUKAN
1. Tuliskan beberapa aspek kehidupan ayng masih Anda khawatirkan, baik dalam hal keluarga, sekolah, pekerjaan, pelayanan, ataupun masa depan ! mintalah ampun kepada Tuhan karena selama ini Anda belum menyerah total dan belum mengandalkan Tuhan!

2. Di dalam persekutuan pribadi Anda dengan Tuhan, mulailah belajar untuk menceritakan persoalan-persoalan yang Anda hadapi kepada Tuhan! Naikkan ucapan syukur dan percayalah bahwa Tuhan akan bertindak buat Anda!

M4 MEMBAGIKAN
Kirimkan SMS kepada teman-teman Anda bahwa di dalam Yesus ada jalan keluar.

Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

Minggu ke-1, Hari 3 MENYEMBAH DENGAN RASA CINTA

Seorang WL sedang memandu jemaat untuk menyembah Tuhan dengan cinta. Dia melantunkan syair pujian, "Kau bri yang kuminta.. Saat kumencari kumendapatkan.. Kuketuk pintu-Mu dan Kau bukakan.. Sbab Kau Bapaku.. Bapa yang kekal..."

Ditengah-tengah suasana penyembahan, tiba-tiba Tuhan berbicara kepadanya, "Kamu gampang menyanyikan lagu itu... Bagaimana kalau Aku yang menyanyikannya ?" Singkat cerita Tuhan gantian melantunkan lagu itu, "Apakah kau bri yang kuminta ? Saat kumencarimu apakah Kumendapatkanmu ? Kuketuk pintumu, apakah kau bukakan ?"

Sejak saat itu, setiap kali lagu itu dinyanyikan, WL selalu menyatakan kepada jemaat, "Saudara siap mendengarkan nyanyian kerinduan Tuhan bagi kita ?" WL mendapat hikmat bahwa menyembah Tuhan dengan cinta harus disertai empati tentang kerinduan Tuhan terhadap jemaat-Nya !

Apakah kita sudah memberikan apa yang Tuhan minta dalam hidup kita ? Apakah Tuhan bisa menemukan kita ketika Dia mencari kita ? Dan, apakah kita membuka pintu hati ketika Tuhan mengetuknya ? Setiap kali jemaat menyanyikan lagu itu, isak tangis terdengar kian kencang karena banyak dia antara mereka yang melantunkan, "Kau bri yang kuminta, tapi tak kubrikan yang Engkau pinta."

Ayat Renungan : Yohanes 4:23, Lukas 7:38-47

M1 MENERIMA
Persiapkan hati Anda agar bisa mendekatkan diri kepada Tuhan!

M2 MERENUNGKAN
1. Penyembahan seperti apakah yang Tuhan kehendaki (Yoh 4:23) ? Terangkan apa artinya !
2. Dalam kisah ini, seorang perempuan berdosa datang menghampiri Yesus (Luk 7:45). Apakah yang dilakukannya secara terus-menerus saat ia bertemu dengan Yesus ?
3. Dengan melakukan hal tersebut, apa yang ingin dibuktikannya kepada Yesus (Lukas 7:47a) ?

PENGAJARAN

Menyembah dalam dalam roh artinya Tuhan ingin berkomunikasi dengan roh kita selama 24 jam setiap hari karena Tuhan adalah roh. Menyembah dalam kebenaran artinya kita datang menyembah bukan dengan kebenaran diri sendiri, tetapi kita datang karena dibenarkan oleh darah Yesus (Roma 5:8-11). Itu sebabnya, kita jangan takut dan merasa tidak layak untuk datang menyembah Tuhan. Dari Yoh 4:23, kita melihat betapa Bapa mencari penyembah-penyembah dan dia senang dengan pola hidup seorang penyembah. Tipikal penyembah seperti apakah yang Tuhan kehendaki ?

Ketika seorang perempuan berdosa datang ke hadapan Yesus (Luk 7:38), ia menangis. Ini merupakan ekspresi yang keluar dari hati yang sangat dalam di hadapan Tuhan. Perempuan ini juga mencium kaki Yesus dengan tiada henti-hentinya sebagai bukti kasihnya kepada Yesus. Ini merupakan aspek terindah dari penyembahan. Dalam bahasa Gerika, penyembahan = proskuneo, yang artinya mencium tangan, melakukan penghormatan, atau membungkukan badan dalam pemujaan dan pengagungan. Makna aslinya adalah "mencium, seperti anjing yang sedang menjilat tangan tuannya."

Dan ....... ketika kami melangkah masuk ... ia menglilingi kami, melompat, menjilat, mengibaskan ekornya, dan berputar-putar. Ini merupakan rangkaian ekspresi yang sangat luar biasa!

tiba-tiba Tuhan berbisik dalam hati saya, "Seberapa gembiranya hatimu saat bersama Aku dan seberapa megahnya sambutanmu ketika berada di dalam hadirat-Ku ?" (Mengungkapkan berbagi aspek pujian & Penyembahan; Bob Sorge)

Bagaimana dengan kita ? Apakah kita sudah memberikan yang terbaik ketika kita menyembah-Nya ? Apakah kita membiarkan hadirat Tuhan berlalu begitu saja atau kita sudah memberikan "proskuneo" kepada Tuhan ketika kita berada dalam hadirat-Nya ? Kalau seekor anjing bisa mengasihi tuannya secara sungguh-sungguh, apalagi kita sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna. Sudah tentu kita dapat memberikan yang terbaik kepada Tuhan!

M3 MELAKUKAN
1. Coba tuliskan apa yang sering menjadi penghalang bagi Anda (tuduhan-tuduhan) dalam menyembah Tuhan ? Apa yang harus Anda lakukan agar Anda bisa melakukan "proskuneo" dengan benar ?

2. Coba tuliskan apa yang akan Anda lakukan untuk mengekspresikan bentuk "proskuneo" yang benar kepada Tuhan, tuliskan hal itu dalam konteks penyembahan pribadi, penyembahan di kebaktian umum, dan dalam kehidupan sehari-hari (di sekolah, pekerjaan, keluarga, atau tempat lain) !

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan menceritakan berkat-berkat menakjubkan yang Anda dapatkan hari ini melalui saat teduh ?

Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

"Chinese Names Annie Wan"

Caller : Hello, can I speak to Annie Wan (anyone)?

Operator : Yes, you can speak to me.

Caller : No, I want to speak to Annie Wan (anyone)!

Operator : You are talking to someone! Who is this?

Caller : I'm Sam Wan (Someone). And I need to talk to Annie Wan(anyone)! It's urgent.

Operator : I know you are someone and you want to talk to anyone!But what's this urgent matter about?

Caller : Well... just tell my sister Annie Wan (anyone) that ourbrother Noe Wan (no one) was involved in an accident. Noe Wan (no one) got injured and now Noe Wan (no one) is being sent to the hospital. Right now, Avery Wan (everyone) is on his way to the hospital.

Operator : Look if no one was injured and no one was sent to thehospital, then the accident isn't an urgent matter! You may find thishilarious but I don't have time for this, you moron!

Caller : You are so rude! Who are you?

Operator : I'm Saw Lee (Sorry).

Caller : Yes! You should be sorry. Now give me your name!! Grrr



ROTFL Laughing 1 Laughing 2 Belly Laugh



Minggu ke-1, Hari 2 BERIKAN YANG TERBAIK

Seorang mahasiswa baru sedang digembleng oleh seniornya pada masa orientasi dan pengenalan kampus, dan mereka terlibat dalam percakapan intens:

Senior : Mengapa kamu kuliah di sini ?
Mahasiswa : Karena saya ingin menjadi orang sukses
Senior : kalau mau sukses tidak harus kuliah di sini, di tempat lain juga bisa !
Mahasiswa : Justru karena saya dengar tempat ini banyak melahirkan orang sukses
Senior : Orang-orang di sini memberi yang terbaik, dan bukan meminta!
Mahasiswa : Mana buktinya, dari kemarin para senior meminta banyak hal dari kami!
Senior : ??????????

Berikan apa yang terbaik dari hidup kita untuk Tuhan, Tuhan pasti melimpahkan kebaikan dan kebajikan bagi kita.

Ayat Renungan : Markus 12:30-32, Keluaran 20:3-5a

M1 MENERIMA
Bukalah hati dan berdoa agar Anda dapat merenungkan Firman-Nya dengan baik dan hati Anda dipenuhi dengan kasih Allah.

M2 MERENUNGKAN
1. Sikap hati seperti apakah yang Tuhan inginkan dalam hidup kita untuk mengasihi Dia (ayat 30) ?
a. Ayat 30 a: ...........................................................................................................................................
b. Ayat 30 b: ...........................................................................................................................................
c. Ayat 30 c: ............................................................................................................................................
d. Ayat 30 d: ...........................................................................................................................................

2. Coba kemukakan dengan kata-kata Anda (hasil perenungan), apa yang Tuhan inginkan dan apa yang seharusnya kita lakukan ?

3. Apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan sebagai bukti kita mengasihi Dia (Kel 20:30-5a)

PENGAJARAN

Tuhan ingin agar kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan kita. Mengasihi Tuhan dengan segenap hati berbicara tentang kerinduan Tuhan bahwa tidak ada hal-hal lain yang kita cintai yang melebihi cinta kita kepada Tuhan. Dia tidak menginginkan ada hal-hal lain yang lebih kita cintai melebihi Dia karena Dia adalah Allah yang cemburu.

Sebagai manusia, kita memiliki jiwa, yaitu perasaan dan emosi. Tuhan memberikan perasaan, ekspresi, dan emosi agar kita bisa mengasihi dan menyembah Dia secara ekspresif, misalnya dengan mengangkat tangan, meneteskan air mata, atau ekspresi suka cita. Mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi berbicara tentang fokus kita menyembah Tuhan. Apakah pikiran kita juga menyembah Tuhan ? Atau, apakah pada saat penyembahan kita memikirkan hal-hal yang lain ?

Mengasihi Tuhan dengan segenap kekuatan berbicara tentang intensitas kesungguhan kita dalam mencari dan mengejar Tuhan. Marilah kita renungkan bahwa kasih Tuhan kepada kita adalah kasih yang "tidak kepalang tanggung." Dia telah mencucurkan darah-Nyadi kayu salib sebagai bukti bahwa Dia mengasihi kita.

Tetapi, tuhan tidak pernah menuntut kita melakukan hal yang sama dengan apa yang telah di lakukan-Nya. Kerinduan Tuhan adalah kita mengesampingkan sedikit kesenangan kita untuk mencari Dia, menyembah Dua, dan mengasihi Dia dengan kasih yang "tidak kepalang tanggung" (Kasih yang Tidak kepalang Tanggung; Derek Prince). Sudahkah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan ? Atau, masihkah kita mengsihi Tuhan dengan setengah hati ?

M3 MELAKUKAN
1. Berdoalah agar Tuhan mengingatkan berbagai hal di dalam hidup Anda yang membuat Anda tidak dapat mengasihi Tuhan seperti yang Tuhan inginkan. Tulislah apa saja yang Tuhan tegur di dalam hidup Anda dan mintalah ampun kepada-Nya.

2. Buatlah komitmen yang baru untuk mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh dan mengutamakan Dia dalam kehidupan Anda.

M4 MEMBAGIKAN
Kirimkan SMS tentang kebenaran yang Anda dapatkan kepada teman Anda, dan tanyakan apakah dia sudah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatan ?

Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

Minggu ke-1, Hari 1 PERINTAH TUHAN YANG UTAMA

Setelah pulang dari sekolah minggu, Ryan bertanya pada papanya, "Papa, Ryan diajarin guru sekolah minggu agar Ryan mengasihi Tuhan melebihi siapa pin ! Tapi gimana caranya...Ryan kan belum pernah bertemu Tuhan ?"

Sang Papa tertegun dengan pertanyaan polos tapi cerdas tersebut. Dia sejenak berpikir dan menjelaskan kepada sang anak, "Ryan, menurut Papa, kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati karena Tuhan begitu baik pada kita !" Sang anak segera menyela, "Papa... Ryan tahu kalau Tuhan itu baik... Tapi bagaimana caranya agar ryan bisa mengsihi Tuhan ?"

Sang papa mendapat hikmat dan menjawab dengan bijak, "Menurut Papa, Ryan tentu sudah belajar bahwa bumi dan langit adalah ciptaan Tuhan, dan Tuhan menciptakan xemuanya itu dengan berfirman! Nah, kalau Ryan mau mengasihi Tuhan, menurut Papa, Ryan harus belajar untuk mengasihi Firman-Nya. Ryan harus melakukan pa yang menjadi kehendak Tuhan!"

Ryan segera menjawab dengan lugas, "Tapi Ryan kok jarang dengerin Papa bicara menurut Firman. Papa selalu bilang.. menurut Papa.... Menurut Papa...., berarti Papabelum mengasihi Firman-Nya dong ?"

Ayat Renungan : Markus 12:28-34, 1 Yohanes 4:19

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Hal apakah yang paling utama dalam mengikut Tuhan (ayat 33) ?
2. Melebihi apakah Yesus menjelaskan keutamaan hukum ini (ayat 33b) ?
3. Mengapa kita harus mengasihi Tuhan (1 Yoh 4:19) ?

PENGAJARAN

Ketika para ahli Taurat datang kepada Yesus, mereka bertanya tentang hukum yang paling utama di dunia. Yesus menjawab bahwa yang terutama adalah MENGASIHI TUHAN.

Tuhan ingin agar kita mengasihi Tuhan terlebih dahulu, dan ini lebih berkenan di hadapan Tuhan melebihi apa yang kita lakukan, baik dalam pelayanan atau aktivitas apa pun. Tuhan memanggil kita untuk mengasihi Dia, mencintai Dia, dan menjadi PECINTA TUHAN! "Aku senang mempelajari Kitab Suci, tapi aku tidak pertama-tama dipanggil untuk menjadi murid. Aku pertama-tama dipanggil untuk menjadi pecinta!"

Kita juga pada awalnya tidak dipanggil untuk menjadi pejuang kebenaran. Allah justru ingin agar kita berjuang demi kebenaran, tapi kita harus sadar bahwa kita pertama-tama dipanggil untuk menjadi pecinta Allah! Jika kita memutuskan bahwa mengasihi Tuhan adalah hal yang paling utama, kita akan menjadi pecinta Allah sebelum kita menjadi pekerja Allah. Kita akan menjadi penyembah Allah sebelum kita menjadi pahlawan Allah. Kita akan menjadi mempelai wanita sebelum kita menjadi tentara allah (The Pleasures of loving God; Mike Bickle).

Bagaimana dengan hati kita saat ini ? Sudahkah kita menjadi pecinta Allah ? Atau, apakah kita pergi ke gerja hanaya sekedar rutinitas dan hati kita tetap jauh dari Tuhan ? Marilah kita menjadi 'Pecinta Allah!'

M3 MELAKUKAN
1. Berdoalah dan buka hati agar kasih Tuhan mengalir ke dalam hati Anda sehingga Anda selalu dipenuhi kasih-Nya. Sesudah itu, mulailah mengambil keputusan di dalam hati bahwa Anda akan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.

2. Hal-hal apa yang akan Anda lakukan untuk membuktikan bahwa Anda menjadi PECINTA TUHAN ?

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapah Anda akan menceritakan berkat-berkat yang Anda terima dalam saat teruh hari ini ? Paling tidak, sampaikan hal itu kepada satu orang sehingga Firman ini melekat di dlam hati Anda.


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

Menerobos Sorga Dengan Cinta - Pengantar

49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan

Menerobos Sorga Dengan Cinta adalah sebuah buku yang berisikan renungan harian, dimana buku ini bukan hanya merupakan renungan harian semata tetapi juga mengajarkan bagaimana kita dapat semakin serupa dengan Yesus. Buku ini disusun oleh Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi, Gembala Sidang GBI WTC Serpong - Tangerang, dengan kontributor Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo dan Ponco Sulistyo.

Mengapa buku renungan ini di susun untuk waktu 49 hari ? Berdasarkan hasil survei menunjukan bahwa suatu hal yang dilakukan secara rutin dan terus-menerus selama 40 hari akan berubah menjadi satu KEBIASAAN. Bila kebiasaan ini terus dilakukan, akan berproses menjadi GAYA HIDUP. Selama 49 hari (7 Minggu), Anda akan dibuat semakin dekat dan semakin serupa dengan Tuhan Yesus.

Selama 7 minggu Anda akan diarahkan dengan fokus-fokus sbagai berikut :

Minggu 1 Kehidupan yang intim dengan Bapa
Minggu 2 Mengasihi Tuhan dengan Perbuatan
Minggu 3 Ibadah yang sejati
Minggu 4 Mengalami Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan
Minggu 5 Jangan ada kekasih lain
Minggu 6 Menjadi Kristen radikal
Minggu 7 Berkat orang yang mengasihi Bapa

Sebelum Anda membaca dan merenungkan Renungan Harian ini terlebih dahulu baca "Cara Pemakaian" agar selama proses yang berjalan Anda betul-betul mengalami pertumbuhan. Apabila perlu Anda dapat meng-copy paste renungan tersebut dan mencetak untuk Anda bawa pulang dan Anda bagikan bagi orang lain. Akhirnya, SELAMAT BERTUMBUH BERSAMA YESUS. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Menerobos Sorga Dengan Cinta - Cara Pemakaian

Kerinduan Tuhan adalah setiap uamt-Nya hidup berbahagia dan ada di dalam tudung anugerah-Nya. Meurut Yakobus 1:25, yang berbahagia adalah orang -orang yang mendengarkan Firman-Nya, meneliti Firman-Nya, menemukan kebenaran di dalamnya, merenungkannya, seklaigus melakukan kebenaran Firman tersebut. Artinya, kita tidak sekedar mendengarkan Firman-Nya kemudian melupakan begitu saja. Apa yang harus Anda lakukan agar Anda bisa memperoleh hasil yang maksimal ketika Anda merenungkan Firman Tuhan selama 49 hari ? Anda harus melakukan 4 M (Menerima, Merenungkan, Melakukan, dan Membagikan Firman-Nya)

Mengapa Buku Renungan ini didesain dengan durasi 49 hari ? Hasil survei menunjukan bahwa suatu hal yang dilakukan secara rutin dan terus-menrus selama 40 hari akan berubah menjadi satu KEBIASAAN. Bila kebiasaan ini terus dilakukan, kebiasaan tersebut akan berproses menjadi GAYA HIDUP. Perubahan kondusif ini memungkinkan bagi Anda untuk MENGALAMI JANJI TUHAN dan bukan sekedar mendengar janji Tuhan. Ketika Anda mengalami hal ini, Anda sedang berjalan dalam Perjanjian Berkat dengan Tuhan.

Secara esensial, ada 3 tahapan yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menggunakan buku ini. Bila Anada melakukan dengan setia, setiap tahap di dalamnya akan menghasilkan perubahan kondusif dan dampak posotif yang besar di dalam diri Anda.

A. TAHAP 1 = MELKUKAN WAKTU PRIBADI DENGAN ALLAH (WPDA)

Secara pribadi, Anda harus melakukan WPDA dengan metode 4 M:

M1 = MENERIMA FIRMAN
Artinya, sebelum Anda membaca Firman, siapkan hati Anda dengan berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan. Rindukan kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda.

Ignoring You Siapkan hati Anda untuk menerima Firman Tuhan dengan menaikkan pujian dan penyembahan sehingga keteduhan muncul di dalam hati Anda. Sebelum Anda menerima Firman-Nya, akui dosa bila ada dosa yang Tuhan ingatkan sehingga hati Anda menjadi lembut, mudah diajar, gampang dikoreksi, dan Tuhan bisa mengarahkan Anda.

Ignoring You Berdoalah dan minta Roh Kudus agar Dia membimbing Anda, mewahyukan Firman-Nya kepada Anda, dan memberikan pencerahan atas setiap Firman yang Anda baca.


M2 = MERENUNGKAN FIRMAN
Artinya, melalui pertanyaan yang Anda renungkan di dalam buku ini, Anda akan berjumpa dengan Firman-Nya (Tuhan sendiri) sehingga Anda mendapatkan Firman-Nya.

Ignoring You Mulailah dengan membaca Firman secara pelan. Anda tidak perlu tergesa-gesa sehingga Roh Kudus memiliki kesempatan untuk berbicara dan memberikan rhema kepada Anda.

Ignoring You Mulai renungkan setiap Firman yang Anda baca dengan menggunakan panduan pertanyaan di dalam buku ini. Firman yang Anda renungkan ibaratnya seperti vitaminbagi jiwa dan roh Anda sehingga Anda makin bertumbuh besar di dalam Dia. Anda pun semakin percaya kepada tuhan Yesus.

Ignoring You Seperti halnya akar pohon yang mencari air dan sari makanan, ketika Anda menggali kealaman Firman-Nya, Anda sedang menemukan kebenaran yang akan menghidupkan dan menyembuhkan kehidupan Anda.

Ignoring You Bacalah PENGAJARAN renungan ini agar Anda memperoleh keseimbangan dalam memahami seluruh kebenaran di dalamnya.

M3 = MELAKUKAN FIRMAN
Artinya, Anda melakukan Firman yang Anda dapatkan setiap hari supaya Firman itu menjadi daging dalam hidup Anda. Dampaknya, Firman itu bisa menghidupkan yang mati dan menyembuhkan bagian yang sakit.

Ignoring You Setiap hari terdapat panduan pertanyaan yang bisa menolong Anda untuk merenungkan setiap Firman yang Anda dapatkan. Perbaiki tingkah laku Anda sehingga Anda berubah dari hari ke hari menuju keserupaan dengan Yesus.

Ignoring You Seseorang baru bertumbuh bila ia mau berubah. Ed Cole pernah mengatakan bahwa perubahan bisa dikatakan sebagai sebuah perubahan sampai terjadinya suatu perubahan. Jadi, seseorang baru dikatakan bertumbuh bila ia bisa berubah secara konsisten. Yang berbahagia adalah mereka yang merenungkan dan MELAKUKAN FIRMANNYA (Yak 1:25).

M4 = MEMBAGIKAN FIRMAN
Artinya, Anda harus membagikan kebenaran yang Anda terima minimal kepada satu orang agar Anda semakin melekat dengan kebenaran itu. Dampaknya, orang lain diberkati dan Anda semakin hafal dengan pernyataan Firman dan Firman itu semakin melekat dalam hidup Anda.

Ignoring You Setelah Anda merenungkan serta melakukan Firman dan kebenaran yang Anda peroleh, Anda jangan lupa membagikan kebenaran yang Anda peroleh dan pertolongan Tuhan yang Anda alami setiap hari kepada teman sekolah, teman kuliah, teman kerja, dan orang-orang di sekitar Anda.

Ignoring You Selain merenungkan dan melakukan Firman-Nya (Yosua 1:8), Tuhan meminta kepada Yosua untuk terus memperkatakan Firman-Nya. Analoginya, ketika Anda menerima kebenaran Firman Tuhan, Anda harus memperkatakan hal-hal yang selaras dengan Firman-Nya dan mulai membagikan kebenaran itu kepada orang lain. Ketika Anda memperkatakan kebenaran Firman di hadapan orang lain, Anda akan semakin bertumbuh dan kebenaran di dalam diri Anda semakin dilipatgandakan oleh Tuhan.

B. TAHAP 2: MEMBAGIKAN DI MEZBAH KELUARGA

Setelah Anda melakukan WPDA (Waktu Pribadi Dengan Allah), Anda bisa membagikan kebenaran Firman Tuhan ketika Anda bersama dengan seluruh anggota keluarga dalam MEZBAH KELUARGA.


Bagaimana melakukan Mezbah Keluarga ?

HappyKumpulkan seluruh anggota keluarga dan ajak mereka untuk memuji dan menyembah Tuhan. Siapkan agar hati mereka lembut dan mudah ditaburi benih Firman Tuhan.
HappyLakukan doa syafaat dan doa permohonan dari setiap anggota keluarga Anda
HappyMulai bagikan kebenaran dan pencerahan yang Tuhan bukakan kepada setiap anggota keluarga secara bergantian. Dengan cara ini, Anda melakukan multiplikasi terhadap kebenaran yang Anda peroleh.
Happy Tutuplah dengan doa agar setiap anggota keluarga memiliki komitmen untuk menjadi pelaku Firman-Nya.

Happy Urapi anak, istri , dan keluarga Anda, sesuai arahan Tuhan pada hari itu. Mezbah keluarga bisa Anda lakukan pagi atau malam hari.


C. TAHAP 3: MEMBAGIKAN DI CARE CELL

Happy Setelah Anda melakukan WPDA, kebenaran dan mujizat yang Anda alami dapat Anda bagikan di dalam kelompok sel.
Happy Bila Anda belum tergabung dalam kelompok sel, Anda dapat memulainya dengan keluarga yang dekat dengan Anda seminggu sekali.

Akhir kata, SELAMAT MERENUNGKAN DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI.


Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontributor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo dan Ponco Sulistyo
Di terbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007






Firman Menjadi Daging (2)

SUMBER YANG TEPAT UNTUK MENGHADAPI PERGUMULAN

Apa yang telah diberikan Firman kepada kita sehingga kita dapat berbicara dengan standar Allah dan menurut rancangan-Nya? Dalam doa singkat di Efesus (1:15-23), Paulus memakai empat kata yang dinamis untuk menyatakan sumber-sumber daya yang menjadi milik kita karena karya penebusan Kristus.

Kata yang pertama adalah harapan. Di dalam Sang Firman kita menemukan harapan bagi perkataan kita. Harapan ini bukan keinginan dalam mimpi atau pengharapan yang tidak berdasar. Tidak, harapan yang alkitabiah tidak kurang dari suatu pengharapan penuh keyakinan akan hasil yang pasti. Di dalam Dia kita dapat menang dalam perang dengan kata-kata. Kita tidak perlu berkompromi dengan komunikasi yang penuh dengan kegetiran, kemarahan, perusakan, dan usaha memecah belah. Kita boleh memiliki standar yang tinggi dan menentukan target yang tinggi, bukan karena siapa kita ini, tetapi karena apa yang telah Dia lakukan. Oleh karena itu, kita menolak status quo, kita menolak membiarkan kesinisan yang ditimbulkan oleh keputusasaan merambat dan menyebabkan kita menyerah di dalam pergumulan. Tidak, kita hidup dan berbicara dengan iman dan keberanian, kita percaya bahwa sesuatu yang lebih baik dapat dicapai karena apa yang telah Dia lakukan.

Sebagai istri, Anda tidak boleh membiarkan diri Anda percaya bahwa komunikasi di dalam pernikahan Anda tidak akan pernah membaik. Dalam Sang Firman ada harapan. Sebagai suami, Anda tidak boleh menyerah pada kemarahan Anda dan kata-kata yang dicetuskan oleh kemarahan itu. Ada harapan. Sebagai seorang teman, Anda tidak boleh menolak berbicara di saat Anda terluka, dengan mengira itu tidak apa-apa. Ada harapan. Sebagai orang tua, Anda harus percaya bahwa Anda dapat melayani anak- anak Anda sekalipun Anda sendiri terluka dan terkuras, karena Sang Firman telah datang, dan bersama-Nya juga, ada harapan. Pembaca, tanyakanlah pada diri Anda, "Apakah komunikasi saya mengalir dari keyakinan saya akan karya Firman yang memberikan sumber kekuatan?"

Apa yang menjadi harapan kita untuk berbicara dengan sikap saleh ketika anak remaja yang membangkang menolak kita? Apa yang menjadi harapan kita untuk berbicara seperti yang dirancang oleh Allah kepada suami yang menjauh, istri yang kritis, teman Kristen yang getir, atau tetangga yang suka bertengkar? Dari mana kita mendapatkan kekuatan untuk berbicara dengan benar kepada majikan yang keras, penuntut, dan tidak berterima kasih, atau kepada anak-anak yang mementingkan diri sendiri dan terus mengeluh? Harapan apa yang kita miliki untuk komunikasi yang utuh ketika kita memulai pembicaraan yang sulit dalam keadaan lelah dan patah semangat? Apa yang akan kita lakukan ketika kita bergumul dengan kegetiran kita sendiri, ketika kita marah, atau bergumul dengan keinginan mengikuti jalan kita sendiri? Apa yang akan menolong kita ketika tuduhan kepada kita tidak benar, ketika kita merasa tidak dihargai, tidak diperhatikan, atau kebaikan kita dianggap sudah menjadi kewajiban kita? Apa yang menjadi harapan kita untuk berbicara dengan cara yang menunjukkan karya Allah dalam diri kita dan bukannya menurut keinginan dari sifat dosa kita? Harapan kita satu- satunya adalah Sang Firman. Karya-Nya bagi kita mengubah sama sekali cara yang dapat kita pakai untuk menanggapi pergumulan kata-kata kita.

Anda mengetahui bagaimana cara kerjanya. Kebanyakan dari komunikasi kita sehari-hari tidak ditata atau ditulis. Kita terus-menerus hanyut ke dalam saat-saat yang bukan merupakan bagian dari agenda kita untuk hari itu.

Misalnya anak laki-laki saya datang kepada saya pada Kamis malam jam 10:30 dan berkata, "Papa, saya harus menyerahkan tugas pelajaran sains besok dan ada beberapa hal yang saya butuhkan." Ingat, dia telah mendapat tugas ini selama berminggu-minggu! Sambil mencoba menjaga ketenangan, saya menanyakan apa yang dia butuhkan. "Oh, saya memerlukan sedikit papan untuk poster," dia mengatakan dengan ragu- ragu. "Itu masih lumayan," saya berpikir. "Kita dapat menyatukan karton-karton yang ada di rumah." "Ada lagi?" saya bertanya. Dia berkata, "Oh, mungkin saya perlu beberapa spidol." Saya dapat merasakan tingkat kemarahan saya meningkat, tetapi saya berdalih bahwa kita mungkin dapat menuangkan air ke dalam beberapa spidol kering yang ada di rumah untuk menyelesaikan satu proyek lagi. Sekali lagi saya bertanya, "Ada lagi yang lain?" Dengan suara yang ketakutan dia berkata, "Dua belas anak ayam." Saya tidak dapat mempercayai apa yang saya dengar! Saya merasakan wajah saya merah padam. "Tentu saja, saya akan pergi ke toko ayam 24 jam dan membeli selusin yang segar!"

Dalam sekejap mata perang ini berkecamuk -- bukan, bukan antara anak laki-laki saya dan saya, tetapi di dalam hati saya. Saya marah dan frustrasi. Saya sudah lelah dengan ranjau-ranjau kesulitan yang tidak terduga. Dengan menghantamnya dengan kata-kata, saya dapat dengan berkuasa membuat kedudukan menjadi seri. Saya ingin mengatakan kepadanya betapa bodohnya dia dan bahwa dia gila kalau dia pikir saya akan membantunya. Saya ingin mengatakan kepadanya bahwa di zaman saya, saya tidak pernah menunda-nunda tugas. Banyak sekali yang ingin saya katakan, dan pada saat itu, sebaiknya saya mempunyai harapan yang memampukan saya untuk melawan semua yang ingin saya lakukan secara naluriah!

Jika perang berkecamuk di dalam hati kita pada momen-momen kecil dan biasa, betapa hebatnya perang ini akan hadir pada momen-momen yang menyakitkan dalam pernikahan, momen-momen yang mengecewakan sebagai orang tua, dan kegagalan yang mengecewakan di dalam tubuh Kristus! Kebanyakan dari momen-momen ini tidak dapat dihindarkan, tetapi Anda akan menghadapinya dengan cara yang sama sekali berbeda jika Anda percaya bahwa karena karya Firman, ada harapan bagi kita. Tiga kata berikut yang dipakai Paulus untuk melukiskan harapan itu.

SEGALA SESUATU YANG KITA PERLUKAN

Kata kedua yang dipakai Paulus dalam Efesus 1:15-23 untuk menunjukkan manfaat dari karya Sang Firman pada saat ini adalah kekayaan. Paulus mengatakan tentang "betapa kayanya kemuliaan di dalam Kristus". Apa yang dia sampaikan di sini? Petrus menangkapnya dengan baik ketika dia mengatakan bahwa "kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh" (2Petrus 1:3). Bukan hanya banyak, melainkan segala sesuatu yang berguna. Perhatikan kata-kata itu di sini. Kata kerja di dalam ayat Alkitab ini ("telah menganugerahkan") memakai bentuk waktu perfektif, yang menunjukkan suatu tindakan di masa lalu dengan akibat yang terus berlangsung hingga ke masa yang akan datang. Artinya, Kristus telah memasukkan segala sesuatu yang saya perlukan ke dalam perbendaharaan saya. Mungkin Anda bertanya, "Untuk apa?" Petrus mengatakan, "Untuk hidup yang saleh." Kepada saya telah dianugerahkan bukan hanya segala sesuatu yang saya perlukan untuk hidup yang kekal, melainkan juga segala sesuatu yang saya perlukan untuk menjalankan kehidupan yang saleh sejak saya diselamatkan sampai Allah membawa saya pulang kepada Dia!

Biarlah kuasa dari kata-kata ini diserap. Tuhan tidak akan pernah membiarkan Anda di dalam suatu keadaan tanpa memberikan semua yang Anda butuhkan untuk melaksanakan panggilan-Nya bagi Anda.

Misalnya, Anda adalah seorang istri yang berada dalam pembicaraan yang sangat sulit dengan suami Anda. Untuk saat seperti ini sudah ada kekayaan di dalam perbendaharaan Anda. Mungkin Anda adalah pekerja yang bergumul menghadapi majikan yang sangat kritis. Segala sesuatu yang Anda butuhkan untuk berbicara dengan saleh telah diberikan. Sebagai orang tua, Anda menghadapi satu hari lagi dimana anak remaja Anda membangkang dan tidak hormat. Tuhan telah memberikan semua kekayaan yang Anda perlukan untuk melewati luka dan kemarahan Anda sendiri, serta untuk berfungsi sebagai alat-Nya. Firman telah datang dan di dalam tangan-Nya ada kekayaan yang mulia. Karunia-Nya adalah satu-satunya alat yang dapat menjinakkan lidah manusia!

Hal ketiga di dalam daftar sumber daya yang diberikan Paulus adalah kuasa. Paulus mengatakan, "Betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya" (Efesus 1:19). Karena karya Sang Firman, kita mempunyai kuasa untuk menang dari perang yang menjadi penyebab pergumulan kita dengan kata-kata. Kita tidak bergumul dalam komunikasi hanya karena kita kekurangan ketrampilan atau kata-kata. Masalah kita adalah ketidakberdayaan. Masalah kita adalah ketidakmampuan. Itulah sebabnya Yakobus mengajukan pertanyaan retorika, siapa yang dapat menjinakkan lidah? Jawaban Alkitab yang terbaik untuk pertanyaan ini adalah tidak seorang pun di dunia ini yang mampu! Tetapi Kristus telah datang, dengan menunjukkan kuasa-Nya dalam pelayanan-Nya, menjalankan kuasa- Nya terhadap kejahatan di atas salib, dan memberkati umat-Nya dengan kuasa di dalam pribadi Roh Kudus yang berdiam di dalam mereka. Paulus mengatakan bahwa Allah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, sedang bekerja dengan kuasa- Nya di dalam kita (lihat Efesus 3:20).

Perhatikan ini sebentar. Allah tidak mengeluarkan serangkaian perintah agung dan tinggi, kemudian duduk bersandar untuk melihat apakah kita mentaatinya. Tidak, Dia memahami bahwa dosa kita telah membuat kita tidak berdaya, dan bahwa kita tidak akan mengetahui apa yang kita perlu ketahui dan tidak dapat melakukan apa yang perlu kita lakukan tanpa Dia. Oleh sebab itu Dia telah membebaskan kita dan masuk ke dalam diri kita dengan Roh-Nya. Kuasa-Nya yang tidak terbayangkan ada di dalam kita! Dan bukan hanya di dalam, kuasa-Nya sedang bekerja! Paulus mengatakan bahwa kita telah diberikan kuasa yang hanya dapat dibandingkan dengan kuasa yang telah membangkitkan Kristus dari kematian.

Ini mengubah segala sesuatu. Sang Firman telah menjadikan kita tempat tinggal-Nya sehingga kita mempunyai kuasa untuk berbicara seperti yang telah dirancang-Nya. Di dalam Dia apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Perang dapat dimenangkan. Lidah dapat dijinakkan sehingga bukan lagi menjadi alat kejahatan, melainkan penghasil kebaikan.

Apa yang membuat buku ini berbeda dari buku komunikasi yang lain bukanlah besarnya perbendaharaan hikmat dan pengalaman dari penulis buku. Tetapi hanya satu: Injil. Injil mengubah sama sekali cara kita memahami dan melakukan perang dengan kata-kata yang merupakan bagian terbesar dari pegumulan manusia.

Injil menghindarkan kita dari model komunikasi kekuatan independen yang mengasumsikan bahwa masalah kita dapat diselesaikan dengan pemahaman dan ketrampilan yang benar. Injil memaksa kita untuk menghadapi ketidakmampuan kita. Injil juga menghindarkan kita dari model komunikasi lemah dan tidak mampu yang membuat kita melihat target Tuhan dan mengatakan, "Kalau saja kita sanggup!" Di dalam Kristus kita merangkul ketidakmampuan dan kemampuan. Firman datang dan memenuhi kita dengan kuasa-Nya karena kita begitu lemah. Tetapi di dalam Kristus, kita yang dulunya tidak sanggup berdiri, sekarang sanggup berdiri!

Terapkan ini ke dalam dunia pembicaraan Anda. Kuasa telah diberikan. Ia tinggal di dalam Anda oleh Roh dan menjangkau sampai kelemahan komunikasi Anda yang terdalam. Hai, istri, Anda menyangkal Injil jika Anda melihat suami Anda lalu berkata kepada diri Anda sendiri, "Untuk apa lagi? Dia tidak dapat berubah." Hai, suami, Anda menyangkal Injil dengan membela diri dan merasa benar sendiri ketika istri Anda mencoba berbicara kepada Anda tentang dosa di dalam percakapan Anda. Hai, orang tua, Anda menyangkal Injil ketika Anda membiarkan komunikasi Anda dengan anak Anda dikuasai oleh emosi dan keinginan yang tidak terkendalikan. Karena Firman telah datang dan telah memberikan kepada kita kuasa-Nya, kita dapat melangkah maju dengan penuh keberanian, percaya bahwa kita akan berkembang dalam dunia pembicaraan kita.

Karena kehadiran Roh Allah yang tinggal di dalam kita, ada harapan bahwa lidah dapat melakukan kebaikan yang telah ditentukan Allah. Tidak ada yang dapat mengatakan bahwa kita terlalu lemah ("Kalau saja saya lebih beriman" atau "Kalau saja saya sedikit lebih berani atau "Kalau saja saya dapat memikirkan hal yang tepat untuk dikatakan"). Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menyalahkan kepribadian kita ("Saya orangnya terbuka" atau "Saya sangat pemalu" atau "Maaf, saya bukan orang yang mudah bangun pagi"). Tidak seorang pun dari kita yang dapat menyalahkan masa lalu kita ("Saya tidak pernah diberikan contoh komunikasi yang baik" atau "Saya selalu diajarkan untuk melawan" atau "Orang tua saya tidak pernah sungguh-sungguh memakai waktu untuk mengajar kami"). Tidak seorang pun dari kita yang boleh menyalahkan orang-orang di sekeliling kita ("Kalau saja saya mempunyai anak-anak yang lebih penurut" atau "Kalau saja suami saya lebih mengasihi dan lebih perhatian, maka saya akan ..." atau "Kalau saja istriku tidak selalu mengkritik saya" atau "Kalau saja majikan saya lebih menghargai apa yang saya lakukan bagi dia setiap hari"). Tidak seorang pun di antara kita yang boleh menyalahkan situasi kita sekarang ini ("Kalau saja saya mempunyai lebih banyak waktu" atau "Kalau saja pekerjaan saya tidak begitu banyak menuntut saya").

Benar, kita hidup dengan orang berdosa, jadwal kita padat, banyak di antara kita dibesarkan di lingkungan yang negatif, dan kita semua telah diberikan kepribadian yang berbeda yang membantu dan menghambat kita dalam berbagai cara. Tetapi ini yang penting: Allah telah memberikan kita Roh-Nya, bukan sekalipun, melainkan oleh karena kenyataan ini. Roh Kudus diberikan agar kita dapat melakukan kehendak Allah sekalipun kita adalah orang berdosa di dunia yang berdosa, sehingga hidup dan kuasa-Nya dapat menutupi semua akibat dosa kita sendiri dan dosa orang lain terhadap kita, sehingga kita benar-benar dapat melakukan kehendak Allah! Kuasa-Nya tidaklah jauh atau terlelap, tetapi sedang bekerja di dalam kita! Kita dapat berbicara menurut standar Allah dan menurut rancangan-Nya karena Dia hidup di dalam kita dengan kuasa yang aktif.

PEMERINTAHAN KRISTUS YANG PERSONAL DAN YANG MENEBUS

Kata terakhir yang merangkum sumber daya yang telah dikaruniakan kepada kita di dalam Kristus adalah kendali. Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah "Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh- Nya" (Efesus 1:22-23). Tidak ada situasi yang akan kita hadapi yang tidak dikendalikan oleh Kristus. Kehidupan kita tidak berada di luar kendali. Kristus secara hati-hati mengaturnya demi kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.

Konsep tentang pengepalaan dan kendali Kristus secara tepat masuk ke dalam komunikasi kita yang paling bermasalah. Sering kata-kata kita menunjukkan suatu usaha untuk mengendalikan segala sesuatu demi kepentingan kita. Kita didorong oleh suatu perasaan pribadi tentang apa yang kita inginkan atau apa yang kita anggap baik, sehingga kita berbicara dengan cara yang menjamin bahwa kita akan mendapatkannya. Kita membela diri, menuduh, menimbulkan rasa bersalah, memanipulasi, merasionalisasi, bertengkar, mendesak, memohon, atau mengancam, semuanya dengan tujuan mengendalikan seseorang atau suatu situasi.

Adakalanya kita melakukannya karena rasa takut. Rasanya sungguh seolah-olah kehidupan kita sedang berguling di luar kendali kita. Memang kelihatannya orang-orang di sekeliling kita sedang menghambat apa yang kelihatannya paling baik. Kelihatannya tepat bagi kita untuk mengambil kendali, kalau tidak, apa yang akan terjadi? Tetapi pembicaraan yang didorong rasa takut melupakan salah satu janji paling berharga dari Injil: bahwa Kristus sekarang ini, pada saat ini, sedang mengendalikan segala sesuatu bagi kebaikan kita secara khusus sebagai anak-anak Allah. Mungkin saya tidak selalu melihat tangan-Nya dan saya tidak selalu melihat kebaikan yang Dia lakukan, tetapi Dia tetap aktif dan memegang kendali. Komunikasi yang mencoba untuk mencari keamanan pribadi dengan mengambil kendali telah melupakan salah satu karunia paling manis dari Firman, yaitu kendali Allah atas segala sesuatu bagi anak-anak-Nya.

Cara lain untuk mengatakan hal ini adalah bahwa kata-kata kita sering menunjukkan bahwa kita tidak begitu percaya kepada Tuhan karena kita mencoba menjadi Dia. Kita mencoba melakukan dengan kata-kata kita apa yang hanya dapat dilakukan-Nya.

Sebagai contoh, seorang ayah tidak seharusnya begitu takut pada apa yang akan terjadi pada anaknya sampai-sampai dia mencoba melakukan dengan kata-katanya apa yang hanya dapat dilakukan Allah dengan anugerah-Nya, "Kalau ini adalah hal terakhir yang akan saya lakukan, saya akan membuat kamu, menghormati saya" (ancaman). "Pikirkan semua kerja keras kami, pikirkan semua uang yang kami keluarkan, pikirkan semua waktu yang kami tanamkan -- apakah ini ucapan terima kasih yang kami dapatkan?" (rasa bersalah). "Ingat mobil yang kamu minta untuk ulang tahunmu? Kalau kamu ____, kita tidak tahu -- mungkin kamu akan memegang kuncinya" (manipulasi). Dalam masing-masing contoh, pembicara mencoba memutar hati anaknya dengan sejenis alat verbal.

Tetapi usaha untuk mengendalikan dengan kata-kata tidak selalu muncul dari rasa takut. Usaha ini sering juga timbul dari keangkuhan. Sebagai orang berdosa, kita cenderung mementingkan diri sendiri. Kita cenderung bergumul dengan rasa puas diri dan memasuki setiap keadaan penuh dengan keinginan kita sendiri.

Ketika saya bangun pagi, sering sekali orang pertama yang saya pikirkan adalah saya! Saya sudah dipenuhi dengan keinginan saya sendiri, membayangkan di dalam pikiran saya seperti apa hari itu jadinya. Ketika saya duduk di kantor dan telepon berbunyi, saya sering berpikir, "Apa lagi?" karena takut kalau-kalau seseorang akan mengganggu rencana saya. Ketika saya pulang sambil mengemudikan mobil di malam hari, saya sering memimpikan seperti apa malam itu, mengkuatirkan bencana apa yang akan dibawa orang lain ke dalam rumah yang akan merusak mimpi saya. Kata-kata kita sering menunjukkan betapa kita berfokus pada diri sendiri dan betapa inginnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan dari orang lain.

"Tidak dapatkah saya menikmati kedamaian satu malam saja!" teriak seorang ayah kepada anaknya yang datang meminta bantuannya untuk proyek yang perlu waktu semalam suntuk. "Saya rasa kamu tidak sungguh- sungguh mencintai saya!" kata seorang istri kepada suaminya yang keluar dengan bergegas karena sudah terlambat dan sekarang menjadi marah dan frustrasi pula. Kata-kata si istri terfokus pada diri sendiri, dikatakan pada waktu yang tidak tepat, dan tidak mempedulikan kebutuhan suaminya. "Kalau saya tidak tinggal di sini, separuh dari persoalan saya akan selesai!" gerutu seorang remaja yang ditegur karena sikapnya yang buruk. Karena didorong oleh keinginannya, dia balik menyerang orang tuanya yang kelihatan selalu menghambatnya.

Injil membahas pergumulan ini juga. Kristus memanggil kita untuk suatu agenda yang lebih tinggi daripada kesenangan kita sendiri. Kristus mengendalikan segala sesuatu bagi kita, tetapi pengendalian-Nya bukan dilakukan demi kesenangan kita. Kita dipanggil untuk mentaati Kristus agar kita menjadi kudus dan supaya kekudusan kita memberikan kemuliaan kepada-Nya.

Sang Firman telah datang dan telah membawa ke dalam dunia kita pengendalian yang mulia, menyeluruh, setia, dan menebus. Pembicaraan kita harus bersumber pada kedamaian yang kita temukan di dalam pengendalian-Nya.

Sumber daya yang tersedia dalam Kristus merupakan satu-satunya harapan kita agar kata-kata kita dapat diucapkan sesuai dengan standar-Nya dan menurut rancangan-Nya. Di dalam Firman kita menemukan harapan ketika segala sesuatu sepertinya tidak ada harapan, kita menemukan kekayaan ketika kita merasa miskin, kita menemukan kuasa ketika kita melihat kelemahan kita, dan kita menemukan pengendalian ketika segala sesuatu di sekeliling kita kelihatannya di luar kendali.

INJIL DAN PEMBICARAAN ANDA

Pembicaraan yang utuh dari tubuh Kristus di rumah, gereja, atau tempat kerja berakar pada kenyataan Injil yang mulia. Firman telah datang dan membawa beserta-Nya segala sesuatu yang kita butuhkan untuk melalui kehidupan dengan pembicaraan yang saleh. Karena Dia telah datang, kita dapat mempunyai harapan bahwa kata-kata kita akan mengikuti pola dari Sang Pembicara Agung dan bukan mengikuti si Pendusta Besar itu. Firman telah datang untuk membebaskan kita dari kerusakan besar yang ditimbulkan kejatuhan, dimana karunia komunikasi yang luar biasa menjadi dunia kesusahan yang mengerikan. Kristus telah datang untuk menjinakkan apa yang tidak akan pernah dijinakkan manusia. Dia telah datang untuk memakai apa yang kelihatannya tidak dapat dipakai bagi tujuan-Nya. Dia telah datang untuk memberikan kepada kita kekayaan yang mulia dan kuasa yang tidak terimbangi sehingga lidah kita dapat dipakai sebagai alat kebenaran-Nya. Dunia pembicaraan kita tidak perlu menjadi dunia kesulitan karena satu alasan yang andal ini: Firman telah datang.

PENDALAMAN DAN PENERAPAN PRIBADI: KRISTUS DAN PEMBICARAAN ANDA

Ujilah pembicaraan Anda dengan orang lain minggu ini. Apakah pembicaraan Anda dibangun di atas fondasi kokoh yang telah Kristus dirikan bagi kita? Contohnya:

Apakah Anda dengan rendah hati mengakui ketidakmampuan Anda dan memohon pertolongan Tuhan sebelum tiba waktunya untuk melakukan komunikasi yang penting?
Dalam hubungan Anda yang penting, apakah Anda mencoba melakukan dengan kata-kata hal yang hanya dapat dilakukan Tuhan dengan anugerah dan kuasa-Nya?
Apakah Anda menjadi korban keputusasaan sehingga Anda tidak mau berbicara ketika kata-kata Anda dibutuhkan atau menyerah pada pola pembicaraan yang berdosa?
Apakah Anda mau mengakui kelemahan Anda dalam komunikasi, mengenal adanya tema yang timbul berulang-ulang, mengaku pada Tuhan dan orang-orang yang telah Anda sakiti, dan berkomitmen pada pola pembicaraan yang baru? (Semua ini didasarkan pada merangkul janji Kristus bahwa kekuatan-Nya disempurnakan di dalam kelemahan kita.)
Apakah Anda mampu memikirkan dengan rendah hati apa yang ditunjukkan orang lain sebagai dosa dalam pembicaraan Anda?
Ataukah Anda menyangkal, merasionalisasi, menyerang balik, mencari kambing hitam, atau bersenang-senang di dalam kegagalan Anda?
Apakah Anda bersyukur kepada Tuhan setiap hari atas karunia-Nya, dan harapan yang diberikan sehingga Anda dapat berbicara dengan memberkati orang lain dan memuliakan-Nya?

Bacalah Efesus 1:15-23. Mintalah Tuhan untuk membuka mata Anda terhadap kebaikan yang mulia dari karya Kristus dan harapan yang diberikan bagi kata-kata Anda. Mintalah agar Dia menunjukkan kepada Anda di mana perubahan dibutuhkan dan melangkahlah dengan iman. Terakhir, tinggallah di dalam kenyataan akan apa yang dikatakan Yohanes tentang Firman itu: "Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia" (Yohanes 1:16), dan percaya bahwa aliran anugerah-Nya yang terus menerus mengalir dapat mengubah dunia pembicaraan Anda secara radikal.

Bahan di atas dikutip dari sumber:
Judul buku : War of Words
Penulis : Paul David Tripp
Penerbit : Momentum, Surabaya, 2004
Halaman : 53 - 66


~ AP ~