Bunga Untuk Mama


Pada suatu pagi, seorang pengusaha muda dengan tergesa-gesa berangkat ke kantor. Karena tidak sempat sarapan, ia singgah ke sebuah toko roti untuk membeli roti.
Saat memilih roti, ia melihat seorang anak kecil yang usianya kurang lebih 10 tahun. Anak tersebut ingin membeli bunga, tetapi uangnya tidak cukup untuk membeli bunga yang dipilihnya.

Melihat ekspresi sedih dari anak kecil itu, ia pun bertanya, "Untuk siapa bunga itu nak?" Si anak kecil itu pun menjawab, "Saya mau membelikan bunga itu untuk mama, karena hari ini mama berulang tahun."

Si pengusaha tersentak, "Oh ya, aku hampir lupa; hari ini istriku juga berulang tahun. Kalau sampai aku lupa membelikan hadiah, ia pasti marah."

Si pengusaha pun segera membeli seikat bunga dan meminta agar diantar ke rumahnya. Ia juga memberi uang kepada si anak kecil, agar si anak kecil itu dapat membeli bunga untuk ulang tahun mamanya. Si anak sangat senang dan ia sangat berterima kasih pada pengusaha tersebut.
Si pengusaha segera bergegas melanjutkan perjalanannya ke kantor. Saat mengendarai mobil, ia melewati anak kecil tadi dan terheran karena anak itu menuju ke pemakaman umum yang sering ia lewati saat ia menuju kantornya. Ia pun menghentikan mobilnya dan mengikuti anak kecil tersebut.

Ternyata anak itu menuju ke satu makam yang masih baru. Si pengusaha bertanya, "Nak, ini makam siapa?" Si anak menjawab, "Ini makam mama saya, Om. Hari ini mama berulang tahun, tetapi sayang, mama meninggal dunia dua hari yang lalu. Saya datang ke makam ini untuk membawakan mama bunga serta mengucapkan selamat ulang tahun." Dengan meneteskan air mata si anak melanjutkan, "Saya tinggal bersama paman. Papa telah pergi bersama wanita lain setahun yang lalu, pergi meninggalkan mama dan saya. Mama tidak punya siapa pun selain saya. Tidak ada yang mempedulikan mama dan tidak ada yang ingat hari ulang tahun mama."

Si pengusaha tersentak, ia teringat akan istrinya. Dengan segera ia kembali ke toko bunga dan mengantar bunganya sendiri ke rumah.

Setibanya di rumah, ia berlari mendapatkan istrinya. Ia mencium dan memeluk istrinya, serta berkata, "Sayang, selamat ulang tahun." Sambil meneteskan air mata haru ia berkata lagi, "TUHAN terima kasih, karena Engkau masih memberi kami waktu dalam suatu keluarga utuh."

Banyak di antara kita yang terlalu sibuk dengan aktivitas rutin yang membuat kita melupakan peristiwa penting yang harus dinikmati bersama dengan orang-orang yang kita kasihi: orang tua, suami, istri, anak dan saudara-saudara kita.

Hari ini kita masih diberi kesempatan untuk hidup, dan semua itu hanyalah merupakan KASIH KARUNIA TUHAN. Sebab itu jangan tunggu sampai besok dan jangan menunda untuk menunjukkan kasih kita kepada mereka, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada esok hari.


~ Jawaban.com ~






AddThis Social Bookmark Button

Kolam Tempat Tuhan Yesus Menyembuhkan Seorang Lumpuh Ditemukan


Sarjana skeptis yang mempunyai pandangan miring terhadap tulisan dan bukti-bukti yang ada dalam Alkitab tentang kematian Yesus mungkin harus memperbaiki pandangannya setelah ditemukannya bukti baru secara arkeologi.

Beberapa tahun yang lalu, menusia menjelajahi gua-gua di sekitar Jerusalem untuk menemukan bukti sejarah: kuburan kuno yang mengandung sisa-sisa dari penyaliban seseorang.

Penemuan ini hanya sebuah seri panjang dari penemuan yang menjungkir-balikkan konsensus yang dipegang berabad-abad oleh para sarjana. Konsensus ini memegang keyakinan bahwa Gospel atau Injil hampir sepenuhnya memproklamasikan sesuatu hal yang hanya sedikit saja bisa mengandung realita. Bisa dibilang bahwa Injil itu tidak ada faktanya, ini menurut konsensus para sarjana.

Sisa-sisa penemuan ini mestinya adalah seorang pria yang dieksekusi pada permulaan abad setelah masehi (AD), itu adalah sama dengan masa hidupnya Yesus. Jeffrey Sheler menulis dalam bukunya Is the Bible True? (Apakah Akitab itu Benar?) bahwa kerangka yang ditemukan mengkonfirmasi apa yang para penginjil tulis tentang kematian Yesus dan penguburannya dalam beberapa point penting.

Pertama, lokasi. Para sarjana sangsi terhadap fakta dalam Alkitab tentang penguburan Yesus. Mereka percaya bahwa kriminal yang disalibkan seharusnya dikubur dengan cara dicampur dalam kuburan masal atau orang memberikannya sebagai makanan hewan buas. Namun pria ini, yang dipercaya berumur sebaya dengan Yesus, justru dikuburkan dengan cara seperti yang dituliskan dalam Alkitab dan juga sama dengan cara Yesus dikubur.

Lalu ada bukti secara fisik dari kerangka yang ditemukan. Tulang kering pria ini ditemukan dalam keadaan remuk. Ini mengkonfirmasi apa yang kitab Yohanes tuliskan tentang perlakuan para eksekutor Romawi. Mereka biasanya menghancurkan tulang kaki orang yang disalib untuk memastikan kematiannya, semua orang kecuali Yesus yang setelah mati mendapat pengecualian. Fakta ini bisa dikatakan cukup akurat karena sejak lama para sarjana menolak apa yang ditulis dalam Yohanes sebagai tulisan naratif yang berbentuk bumbu secara teologia saja.

Bagian lain dari Injil Yohanes dibuktikan dengan kerja arkeolog dimana belum lama ini mereka mengkolaborasi cerita tentang Tuhan Yesus yang menyembuhkan orang lumpuh di sebuah kolam, seperti yang ditulis dalam kitab Yohanes pasal 5. Yohanes menjelaskan bahwa kolam segi lima itu berada di sebelah dalam Gerbang Domba Jerusalem dimana orang-orang sakit datang untuk disembuhkan. Sejak itu tidak ada dokumen kuno, termasuk di dalam Alkitab yang dapat menjelaskan tempat itu. Ini yang menciptakan pandangan skeptis di kalangan sarjana tentang tulisan Yohanes.

Namun Sheler menerangkan hal ini. Ketika para arkeolog memutuskan untuk menggali tempat dimana Yohanes pernah mengatakan lokasi kolam itu, mereka ternyata menemukan kolam segi lima itu. Hebatnya, kolam itu merupakan kuil yang orang Yunani percaya dapat membawa kesembuhan. Ini bukti nyata bahwa Yohanes tidak pernah mengarang cerita yang ada di Alkitab.

Menolak teks Alkitab tanpa mau susah untuk menggali point yang dianggap rahasia kecil yang dipertanyakan para sarjana menjadi hal yang umum. Banyak penganut tradisional menjadi berprasangka terhadap teks Alkitab. Namun kesimpulan akhirnya selalu datang setelah fakta-fakta baru ditemukan.

Para sarjana banyak berasumsi bahwa Alkitab, seperti juga banyak kitab kuno lainnya, hanya berisi pesan propaganda yang oleh ahli teologia Rudolf Bultman dikatakan sebagai "kerygma atau proklamasi".

Namun prasangka ini tidak menggoyahkan iman percaya terhadap Injil. Pusat dari iman itu adalah sejarah yang nyata dan ingatan. Penganut Kristen percaya bahwa Tuhan telah bekerja dan terus beraksi dalam membuat suatu sejarah. Untuk kita, mengingat apa yang Tuhan lakukan dapat dilakukan dengan melakukan penyembahan, sesuatu yang membuat manusia menjadi dekat dengan Tuhan.

Lantas jika penemuan di padang gurun ini menjadi sesuatu yang mengejutkan bagi orang yang skeptis, hal itu seharusnya tidak lagi mengejutkan bagi umat Kristiani.

Ketika para arkeolog sendiri tidak dapat membawa orang menjadi beriman pada Tuhan, mereka dipakai untuk menemukan bukti yang berbicara. Bukti untuk tidak menolak kebenaran yang ada dalam kitab suci sebelum memeriksa fakta yang ada. Untuk itulah kita harusnya belajar setiap harinya, Yesus mengartikan hal itu ketika Dia mengatakan: "Aku berkata kepadamu: "Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak."
~ Jawaban.com ~

Bagi Anda yang belum sempat nonton acara Solusi yang tayang di SCTV pada hari Senin, 30 Juli 2007. Anda dapat menyaksikan video streaming berikut ini.

Selamat menyaksikan, Tuhan Yesus memberkati.

Silakan klik Solusi SCTV Episode Tayang 30 Juli 2007






AddThis Social Bookmark Button

KISAH ROSIANNA SILALAHI


Dalam usianya yang masih muda (34 tahun), Rosianna Silalahi telah menjadi salah satu jurnalis TV Indonesia yang berdampak. Ia pernah terpilih sebagai salah satu dari 6 jurnalis TV dari Asia yang mewawancara Presiden AS George Bush, dan telah meliput di berbagai area krisis termasuk di zona perang di Kalimantan, Ambon dan Aceh. Saat Pemilu, Rosianna memproduksi program ‘Kotak Suara' yang membahas mengenai money politics sehingga ia memenangkan penghargaan ‘Indonesia Journalist Board' di tahun 2004. Kini Rosianna menjabat sebagai Editor-in-Chief Liputan 6 SCTV. Ternyata, mereka yang telah meninggalkan legacy mendalam dalam diri Rosianna adalah ayah dan ibunya, serta Nelson Mandela.

"Ayah mendidik dan mewarisi saya bukan dengan kekayaan materi tetapi dengan kekayaan akan keteladanan. Beliau mencontohkan ketaatan pada Tuhan, kesederhanaan dan hidup dengan nilai. Sementara itu Ibu memberikan dasar pendidikan dengan mengajarkan saya untuk teguh mengejar impian namun sekaligus kesabaran untuk menuai hasil.

Sementara itu Nelson Mandela adalah pemimpin yang saya kagumi. Ia memberikan keteladanan pada rakyatnya untuk melepaskan dendam dan ia memulai dari dirinya sendiri. Ia menderita dan mendapat siksaan saat di penjara, tapi ia juga yang pertama mengulurkan tangan untuk perdamaian

Karena itulah, saya selalu percaya bahwa kepemimpinan tidak dilihat dari posisi atau jabatan struktural, atau dengan otot. Buat saya kewibawaan seorang pemimpin terletak pada otaknya ditambah dengan bagaimana pemimpin itu melakukan pekerjaannya. Sebagai pemimpin kita harus tahu dan mengerti apa yang sedang kita atau anak buah kerjakan.

Dan saya beruntung menjadi seorang perempuan. Buat saya keunggulan perempuan sebagai pemimpin adalah kami memiliki kelembutan untuk merangkul sekaligus ketegasan untuk memutuskan. Yang lebih jadi kesulitan bagi saya dalam melakukan fungsi kepemimpinan di tempat kerja adalah berinteraksi dengan orang orang yang lebih mementingkan nominal uang daripada membangun brand. Pola pikir jangka pendek-lah yang sering membuat saya jengkel.

Warisan yang Diteruskan

Sebagai pemimpin, hal utama yang berusaha saya wariskan kepada orang-orang yang saya pimpin adalah NILAI. Saya selalu mengatakan pada tim saya bahwa kita harus bekerja dengan nilai (work with value). Tidak ada artinya kita sukses tapi tidak memegang teguh nilai. Kami yang bekerja di dunia televisi berada dalam sebuah industri yangs sarat dengan kapital dan persaingan ketat. Kita memang tak bisa menutup mata pada apa yang disebut dengan keinginan pasar, tapi bukan berarti kita hanyut dan mengorbankan nilai yang kita pegang teguh. Salah satu yang selalu saya katakan dan tertulis dalam buku "Dasawarsa Liputan 6" adalah: "eksklusifitas adalah satu hal tapi kemanusiaan adalah yang utama".




Small opportunities are often the beginning of great enterprises.
Demosthenes




~ Jawaban.com ~





AddThis Social Bookmark Button

ORANG DESA YANG GO INTERNATIONAL



Kiprahnya dalam pengembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia, tak dapat dilupakan. Kebesaran PT Indosat tidak dapat dilepaskan dari sentuhan tangan dingin yang dilandasi ketajaman visi dan prediksinya ke depan. Ia, Jonathan Parapak, taruk yang bersemi dari Tana Toraja, pembelajar dan pelayan telematika Indonesia.

Sejak awal Jonathan Parapak menyadari bahwa kemajuan teknologi informasi tidak hanya mempermudah komunikasi serta mempercepat penyebaran informasi, melainkan juga memiliki nilai strategis secara ekonomis dan politis. Lancarnya komunikasi dan informasi yang tidak lagi dibatasi oleh faktor geografis, memiliki sumbangan besar dalam mempersatukan bangsa. Visi itulah yang telah memotivasi Parapak untuk bekerja tak kenal lelah mengembangkan dunia informasi dan telekomunikasi demi bangsanya.

Ia memang seorang yang rendah hati. Sebagaimana dituturkan Radius Prawiro, Jonathan Parapak adalah sosok ideal seorang intelektual sejati sekaligus pekerja profesional yang tangguh. Ia seorang pembelajar sekaligus juga seorang pelayan. Ia berusaha membelajarkan masyarakat, namun tidak kehilangan minatnya untuk senantiasa belajar. Dengan penuh semangat, ia selalu membuka diri terhadap teknologi baru. Karyanya selama lebih dari sepuluh tahun sebagai Presiden Direktur PT Indosat, diakui, bukan saja oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga oleh dunia.

Ia telah berhasil membuktikan komitmennya sebagai seorang pembelajar dan pelayan, baik dalam kapasitasnya sebagai manajer profesional dalam dunia usaha, maupun sebagai birokrat dalam pemerintahan. Melalui berbagai seminar dan ceramah-ceramah yang diberikannya ia berusaha membentuk kader-kader bangsa dan kader-kader Gereja yang visioner serta sadar akan misi lebih luas yang diembannya. Jauh dari rasa gamang, ia menatap jauh menuju masa depan bangsa Indonesia modern yang memiliki cakrawala lebih luas. Hal tersebut tidak hanya dilakukan di kalangan profesional, melainkan juga bagi masyarakat luas.

Ia pula salah satu pemula konsep pembangunan Telematika di Indonesia, dan menjadi pimpinan berbagai kelompok yang sangat peduli dengan peran telematika dalam mewujudkan knowledge based society di Indonesia. Sebagai pelaku teknologi pada berbagai tataran, baik tingkat kebijaksanaan maupun regulasi operasi dan industri, Parapak telah memberikan berbagai gagasan segar dan baru, bagaimana memanfaatkan dan mengembangkan teknologi untuk kesejahteraan manusia. Ia telah berperan dalam reformasi sektor telekomunikasi di Indonesia. Ia juga telah membuktikan bahwa putra-putri Indonesia tidak kalah dari bangsa manapun di dunia ini dalam pengelolaan bisnis berteknologi tinggi. Parapak telah membuktikan bagaimana mengelola usaha bisnis berteknologi canggih secara profesional, bersih, dan menghasilkan kinerja yang baik.


Peran di Masyarakat
Kalau mau disebutkan satu per satu kegiatan dan peran Jonathan Parapak dalam bidang keagamaan maupun sosial, mungkin harus dibuat satu buku tersendiri. Ia ikut aktif mendirikan lembaga pendidikan, pemberdayaan, dan pelayanan masyarakat, organisasi kemasyarakatan atau lembaga yang berkaitan dengan kegiatan pelayanan Gereja.

Parapak merupakan pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pelayanan Mahasiswa, Perkantas. Ia menjadi pemrakarsa, salah satu pendiri, bahkan menjadi Ketua Yayasan Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi dan Informatika. Ia pun pemrakarsa, salah satu pendiri bahkan menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Teknik Indonesia yang juga menyelenggarakan beasiswa untuk telekomunikasi dan informatika. Demikian juga pemrakarsa, pendiri dan Ketua Yayasan Penelitian dan Pengembangan Telematika dan Informatika. Ia salah satu pendiri dan Ketua Yayasan Bina Insan Pembangunan untuk beasiswa.

Di bidang kegiatan dan pelayanan Gerejani, ia juga memrakarsai beberapa yayasan, antara lain ia adalah sa1ah satu pendiri dan Ketua Yayasan Damai Sejahtera untuk Pelayanan dan Kesaksian, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pembaca Alkitab. Ia Ketua Dewan Penasihat PIKI (Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia), Ketua Dewan Penyantun STT Jakarta, Ketua Dewan Penyantun STT Rantepao.

Sedangkan di berbagai lembaga kedaerahan ia selalu diminta untuk berperan maksimal, dan peran itu dia terima meskipun kesibukannya sela1u penuh. Ia selalu berusaha memegang prinsip dan pedoman hidupnya: mengabdi adalah memberikan yang terbaik. Masih banyak lembaga yang meminta partisipasi dan perannya.

Satu hal yang perlu digarisbawahi tentang Parapak, yakni kemampuannya mengatur waktu sehingga pelayanan, pertisipasi dan bahkan kepemimpinannya dalam berbagai organaisasi atau lembaga selalu maksimal. Itu sebabnya ia merasa heran kalau ada orang yang menolak pelayanan atau tugas dengan alasan sibuk. Ia memang telah membuktikan dirinya sebagai sosok yang mampu melakukan penatalayanan waktu yang diberikan Tuhan kepadanya secara bertanggung jawab.

Nathan tidak hanya berhasil menuntut ilmu di Negeri Kanguru, tapi ternyata juga akhirnya ia mempersunting gadis dari Australia. Menurut penuturannya, ia berkenalan dengan Anne Atkinson melalui persekutuan Kristen di Universitas Tasmania. Mereka bersama melayani sebagai pengurus di kampus dan dalam pelayanan lainnya.

Bibit perkenalan di Australia itu berkembang menjadi cinta. Yaitu setelah beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 1970, Anne bertugas sebagai sukarelawati ke Indonesia, dan menjadi dosen sastra Inggris di Universitas Padjadjaran Bandung. Akhirnya mereka menikah 4 Desember 1971, setelah Anne merasa dapat tinggal di Indonesia. Perkawinan itu dikaruniai tiga anak, semuanya perempuan, yaitu Esther, Lise, dan Kathryn. Semua anak sudah menikah.

Parapak bangga dengan isterinya yang dapat menyesuaikan diri dengan begitu hebat. Termasuk menjadi Ketua Dharma Wanita waktu ia menjadi Dirut Indosat dan Sekjen Depparpostel karena menterinya tak punya isteri.

Latar belakangnya sebagai orang desa yang akhirnya mengarungi dunia intemasional, tidak membuatnya lupa akan keakrabannya dengan alam, sesama maupun Tuhannya. Bahkan, semua pengalaman dan pemahaman itu membuatnya menjadi manusia yang berimbang. Ia mampu membangun sikap yang seimbang terhadap alam dan teknologi, terhadap sesama manusia dan terhadap Tuhan Allahnya.




Small opportunities are often the beginning of great enterprises.
Demosthenes

~ Jawaban.com ~




AddThis Social Bookmark Button

KISAH Ir. CIPUTRA


Ketika mula didirikan, PT Pembangunan Jaya cuma dikelola oleh lima orang. Kantornya menumpang di sebuah kamar kerja Pemda DKI Jakarta Raya. Kini, 20-an tahun kemudian, Pembangunan Jaya Group memiliki sedikitnya 20 anak perusahaan dengan 14.000 karyawan. Namun, Ir. Ciputra, sang pendiri, belum merasa sukses. ''Kalau sudah merasa berhasil, biasanya kreativitas akan mandek,'' kata Dirut PT Pembangunan Jaya itu.


Ciputra memang hampir tidak pernah mandek. Untuk melengkapi 11 unit fasilitas hiburan Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Jakarta -- proyek usaha Jaya Group yang cukup menguntungkan -- telah dibangun ''Taman Impian Dunia''. Di dalamnya termasuk ''Dunia Fantasi'', ''Dunia Dongeng'', ''Dunia Sejarah'', ''Dunia Petualangan'', dan ''Dunia Harapan''. Sekitar 137 ha areal TIJA yang tersedia, karenanya, dinilai tidak memadai lagi. Sehingga, melalui pengurukan laut (reklamasi) diharapkan dapat memperpanjang garis pantai Ancol dari 3,5 km menjadi 10,5 km.

Masa kanak Ciputra sendiri cukup sengsara. Lahir dengan nama Tjie Tjin Hoan di Parigi, Sulawesi Tengah, ia anak bungsu dari tiga bersaudara. Dari usia enam sampai delapan tahun, Ci diasuh oleh tante-tantenya yang ''bengis''. Ia selalu kebagian pekerjaan yang berat atau menjijikkan, misalnya membersihkan tempat ludah. Tetapi, tiba menikmati es gundul (hancuran es diberi sirop), tante-tantenyalah yang lebih dahulu mengecap rasa manisnya. Belakangan, ia menilainya sebagai hikmah tersembunyi. ''Justru karena asuhan yang keras itu, jiwa dan pribadi saya seperti digembleng,'' kata Ciputra.

Pada usia 12 tahun, Ciputra menjadi yatim. Oleh tentara pendudukan Jepang, ayahnya, Tjie Siem Poe, dituduh anti-Jepang, ditangkap, dan meninggal dalam penjara. ''Lambaian tangan Ayah masih terbayang di pelupuk mata, dan jerit Ibu tetap terngiang di telinga,'' tuturnya sendu. Sejak itu, ibunyalah yang mengasuhnya penuh kasih. Sejak itu pula Ci harus bangun pagi- pagi untuk mengurus sapi piaraan, sebelum berangkat ke sekolah -- dengan berjalan kaki sejauh 7 km. Mereka hidup dari penjualan kue ibunya.

Atas jerih payah ibunya, Ciputra berhasil masuk ke ITB dan memilih Jurusan Arsitektur. Pada tingkat IV, ia, bersama dua temannya, mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan -- berkantor di sebuah garasi. Saat itu, ia sudah menikahi Dian Sumeler, yang dikenalnya ketika masih sekolah SMA di Manado. Setelah Ciputra meraih gelar insinyur, 1960, mereka pindah ke Jakarta, tepatnya di Kebayoran Baru. ''Kami belum punya rumah. Kami berpindah-pindah dari losmen ke losmen,'' tutur Nyonya Dian, ibu empat anak. Tetapi dari sinilah awal sukses Ciputra.

Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Namun dengan prinsip hidup yang kuat Ciputra mampu melewati masa itu dengan baik. Ciputra selalu berprinsip bahwa jika kita bekerja keras dan berbuat dengan benar, Tuhan pasti buka jalan. Dan banyak mukjizat terjadi, seperti adanya kebijakan moneter dari pemerintah, diskon bunga dari beberapa bank sehingga ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.

Ciputra telah sukses melampaui semua orde; orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Dia sukses menjadi contoh kehidupan sebagai seorang manusia. Memang, dia tidak menjadi konglomerat nomor satu atau nomor dua di Indonesia, tapi dia adalah yang TERBAIK di bidangnya: realestate.

Pada usianya yang ke-75, ketika akhirnya dia harus memikirkan pengabdian masyarakat apa yang akan ia kembangkan, dia memilih bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan universitas Ciputra. Bukan sekolah biasa. Sekolah ini menitikberatkan pada enterpreneurship. Dengan sekolah kewirausahaan ini Ciputra ingin menyiapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa pengusaha.



The pessimist sees difficulty in every opportunity.
The optimist sees the opportunity in every difficulty.
Winston Churchill
~ Jawaban.com ~


AddThis Social Bookmark Button

Temukan Tujuan Hidupmu!

Roma 8:18
Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.



Ada sebuah kisah tentang tiga Pohon Muda yang terletak di sebuah hutan. Tiga pohon muda ini semuanya setuju untuk berdoa supaya mereka dipakai untuk tujuan yang mulia dari pada harus membusuk karena tua.

Pohon yang pertama berdoa supaya ia ingin menjadi palungan di mana ternak yang lelah dapat makan setelah kerja seharian. Tuhan mendengarkan doa pohon ini karena kesederhanaannya . Pohon ini menjadi palungan yang sangat istimewa yaitu palungan di mana bayi Yesus dibaringkan.

Pohon kedua berdoa supaya ia menjadi perahu. Dan doanya dijawab oleh Tuhan, dan segera kayunya yang baik dibentuk menjadi sebuah perahu yang menampung seorang penumpang yang sangat istimewa yaitu Yesus. Perahu itu menjadi saksi ketika Yesus menenangkan badai yang mengamuk dengan berkata. "Diam, tenanglah!". Pohon itu menganggap hidupnya berharga karena menyaksikan kejadian itu.

Namun, pohon ketiga dibuat menjadi sebuah salib besar sebagai alat penderitaan. Pohon ini awalnya sangat kecewa akan nasibnya. Namun suatu hari Yesus dari Nazareth dipakukan ke salib tersebut. Namun aneh, dari salib itu tidak terdengar erangan atau kutukan seperti terdengar di kayu salib yang lain. Sebaliknya, dari kayu salib itu terdengar tawaran Yesus akan pengampunan dan keselamatan kepada orang yang berada di sebelah kayu salib Yesus. Akhirnya pohon itu mengerti bahwa bagiannya dalam penyaliban Yesus menyediakan keselamatan bagi umat manusia.

Kisah tentang tiga pohon muda ini sangat popular di gereja-gereja bawah tanah di seluruh Eropa Timur. Perumpamaan tentang tiga pohon ini sering diceritakan sebagai penyemangat bagi banyak orang Kristen yang menderita karena imannya.

Setiap orang percaya perlu melihat tujuan atas apa yang mereka alami. Mereka harus memiliki harapan dan keinginan yang tinggi saat mereka mengatakan mereka mau dipakai oleh Tuhan untuk kemuliaanNya. Penderitaan tidak akan menjadi sebuah interupsi atas rencana Tuhan dalam kehidupan mereka yang mengasihi Tuhan.

Paulus berkata bahwa "Penderitaan jaman ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita."

Oleh karena itu Paulus tidak pernah kecewa ketika dia harus menghadapi banyak penderitaan dalam melayani Kristus.




Maukah saudara dipakai untuk kemuliaan namaNYA?
Ingat! Tidak ada mahkota tanpa salib (there is no crown without cross).
~ Jawaban.com ~

Seekor semut yang mengangkut lensa kontak

Dalam suatu pendakian, Brenda Foltz menarik tali terlalu keras sehingga mengenai matanya, dan lensa kontaknya terlepas. Dari tempat berpijaknya yang berbahaya, dengan panik dia berusaha mencari lensa kecil yang transparan seperti tetesan air itu. Brenda sadar, sia-sia dia berusaha mencarinya dengan keterbatasan geraknya saat itu.

Dia berusaha mencari sebisanya sambil berdoa dengan hati yang gundah. Akhirnya dia melanjutkan pendakian dengan satu-satunya pengharapan dalam hati, yakni bahwa lensa kontak itu masih ada di dalam matanya, terselip di sudut mata atau di bawah kelopak matanya. Setelah mencapai puncak, ia meminta temannya untuk memeriksa matanya. Ternyata tidak ada. Pupus sudah harapannya. Brenda sangat kecewa dan cemas karena tidak menemukan lensa itu.

Saat mereka beristirahat, memandang dunia dari sudut yang benar-benar menakjubkan, sebuah ayat terlintas di kepalanya, "Mata TUHAN menjelajah seluruh bumi."
"Dari tempatnya berada, Allah pasti tahu di mana lensa itu berada, namun saya tidak akan pernah melihatnya lagi", demikian pikirnya.

Setengah jam kemudian seorang gadis yang tidak tahu mengenai musibah hilangnya lensa kontak berseru, "Hai teman-teman, adakah di antara kalian yang kehilangan lensa kontak ?"
Dengan tergesa-gesa Brenda menghampirinya, sementara gadis itu terus berteriak, "Di sini ada seekor semut yang sedang mengangkut lensa kontak !"

Benar-benar menakjubkan. Kilat khusus ! Brenda mendapatkan kembali lensa kontaknya dari seekor semut yang bekerja keras mengangkutnya. Dia masih terpana saat membasuh dan memasukkan kembali lensa kontak itu ke matanya.

Dia merasa seolah Allah, Bapanya baru saja memberikan pelukan hangat dan mengatakan, "Putri-Ku terkasih, Aku memperhatikan setiap hal kecil dalam hidupmu."
Brenda menulis surat dan menceritakan kisah ini pada keluarganya.

Kemudian ayahnya menggambar sebuah kartun yang bercerita mengenai seekor semut yang mengangkut lensa kontak sebesar lima kali besar tubuhnya. Semut itu berkata pada Allah, "Tuhan, saya tidak mengerti mengapa Engkau ingin aku membawa benda ini ! Apa sih gunanya ? Saya bahkan tidak tahu benda apa ini, tidak dapat dimakan, sangat besar, dan berat. Tapi tak apalah, jika Engkau menghendakinya, Tuhan, saya akan coba. Yang jelas, saya melihat benda ini hanya sebagai sampah yang tak berguna !"

Saat kita berdoa, Allah mengulurkan tanganNya melalui ciptaanNya yang lain. Sebaliknya, saat saudara kita berdoa, mungkin Allah ingin memakai kita sebagai jawaban doanya.

[Artikel kiriman dari Bp. Benny Herman yang berasal dari milis terangdunia]




AddThis Social Bookmark Button

Dua orang yang baik, tapi, mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia

~ Sebuah renungan keluarga ~

Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.

Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah. Setiap sore, ibu selalu membungkukkan badan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikikt pun. Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.

Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin.
Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik. Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.

Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab.
Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berpretasi dalam pelajaran.

Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno. Ayah saya adalah seoang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.

Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman.
Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.

Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik. Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?

Pengorbanan yang dianggap benar.

Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara perlahan –lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini. Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri. Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia.

Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati. Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia. .

Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami saya berkata : istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik!

Dengan mimik tidak senang saya berkata : apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum di pel ?

Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu juga kerap berkata begitu sama ayah. Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka. Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.

Yang kamu inginkan ?

Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah saya…
Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam perkawinannya, waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya. Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun, jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga. Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku. Cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah melangkah ke dalam sebuah cerita, dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia.

Kesadaran saya membuat saya membuat keputusan (pilihan) yang sama.

Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.

Saya bertanya pada suamiku : apa yang kau butuhkan ?

Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit tidak apa-apa-lah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku! ujar suamiku.

Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang mencuci pakaianmu….dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya.

Semua itu tidak penting-lah! ujar suamiku. Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku.

Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut.
Kami meneruskan menikmati kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara pihak kedua.

Jalan kebahagiaan

Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku,
Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar kebutuhanku. Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat.

Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit, misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar. Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh. Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki. Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan.

Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini, perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup. Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan, misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang perjalanan keluar kota. Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa menghibur gejolak hati masing-masing. Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkawinan, kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai bertahun-tahun silam.

Bertanya pada pihak kedua : apa yang kau inginkan, kata-kata ini telah menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan. Keduanya akhirnya melangkah ke jalan bahagia. Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua, bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua.

Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga sudah kecewa dan hancur. Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, setiap orang pantas dan layak memiliki sebuah perkawinan yang bahagia, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan pihak kedua! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri, perkawinan yang baik, pasti dapat diharapkan.


Melina Agnes



~ Milis ~





AddThis Social Bookmark Button

Kasih karunia dalam penderitaan

SAHABAT, kita sudah mengetahui kisah Yusuf yang hidup sebagai budak di rumah Potifar dan lalu difitnah oleh istri Potifar sebagai pemerkosa. Alkitab mencatat bahwa Potifar yang marah lalu menangkap Yusuf dan menjebloskannya ke dalam penjara.

Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Kejadian 39:20-21

Apakah anda sudah membaca ayat di atas? Jika dibaca dengan teliti, anda dapat menemukan kejanggalan besar dalam hal tindakan Potifar memenjarakan Yusuf. Penjelasannya seperti berikut:

1. Budak dipenjara di tempat tahanan raja.
Siapakah Yusuf, seorang pejabat? Seorang yang penting? Seorang terpelajar? Tidak, Yusuf hanyalah seorang budak! Lalu mengapa Yusuf dijebloskan Potifar ke penjara tempat tahanan raja dikurung? Bukankah lebih masuk akal jika Potifar menjebloskan Yusuf ke penjara untuk orang umum? Bukankah dengan memenjarakan seorang budak di tempat tahanan raja itu artinya Potifar dengan sengaja melanggar ketentuan dan persyaratan administrasi? Mengapa Potifar mempertaruhkan jabatannya sebagai kepala pengawal raja hanya demi Yusuf?

Sahabat, penjelasan yang paling masuk akal untuk menerangkan dasar tindakan Potifar ini adalah bahwa Potifar menyadari "kebrengsekkan" istrinya sendiri! Dia sebelumnya sudah membuktikan bahwa Yusuf adalah seorang yang hidup dengan takut akan Allah: Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; Kejadian 39:3-4a

Kitab Kejadian 39:10 juga menuliskan bahwa istri Potifar cukup lama berusaha merayu Yusuf untuk tidur dengannya. Artinya tingkah laku istri Potifar sudah menjadi rahasia umum di rumah itu.

Potifar tahu bahwa Yusuf tidak bersalah atas tuduhan mencoba memperkosa istrinya. Tapi dia juga sadar bahwa tidak mungkin untuk membeberkan keburukan istrinya sendiri dan membiarkan Yusuf bebas dari segala tuduhan. Dia harus membela kehormatan keluarganya, dan jalan satu-satunya adalah dengan memenjarakan Yusuf. Tapi disaat yang sama Potifar juga tidak tega untuk menjebloskan Yusuf ke penjara umum. Di Lembaga Pemasyarakatan Umum sudah menjadi rahasia umum bahwa seorang yang dihukum karena melakukan pelanggaran seksual akan menjadi bulan-bulan narapidana yang lain. Potifar sadar akan hal itu: Yusuf yang berstatus budak dan dihukum karena kejahatan seksual akan menjadi bulan-bulanan narapidana lain di penjara umum. Sebab itu dengan mempertaruhkan jabatannya, Potifar dengan sengaja melanggar ketentuan administrasi yang ada dan memenjarakan Yusuf di tempat tahanan raja.

Apa yang tertulis di kitab Kejadian 40:4 juga semakin mempertegas bahwa Potifar sangat percaya kepada yusuf.

2. Yusuf kesayangan bagi kepala penjara.
Seperti yang dituliskan di atas, status Yusuf hanyalah seorang budak yang melakukan kejahatan seksual. Tapi Alkitab mencatat bahwa kepala penjara menaruh perhatian kepadanya dan pada akhirnya mempercayakan semua pekerjaan disitu kepada Yusuf. Bagaimana hal itu dapat terjadi? Mengapa kepala penjara sangat percaya kepada Yusuf? Hal yang sangat mungkin adalah bahwa kepala penjara itu sudah mendengar dari mulut Potifar bagaimana prilaku Yusuf dan dia percaya kepadanya.

Sahabat, pada masa mudanya hidup Yusuf sangatlah pahit dan sulit. Tapi ditengah-tengah penderitaan hidup yang dijalaninya ini ternyata kasih karunia Allah tetap berlaku dan limpah atas Yusuf. Kasih karunia Allah yang membuat Potifar bertindak seperti point #1 di atas. Dan kasih karunia Allah juga yang menjamah kepala penjara sehingga dia sayang kepada Yusuf (point #2). Kasih karunia Allah tetap menyertai Yusuf walau hidup menderita di dalam penjara sekalipun. Kasih karunia Allah menguasai hati Potifar dan kepala penjara, sehingga mereka bersikap "lunak" kepada Yusuf.

Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Kejadian 39:21 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Amsal 21:1

Seberapa beratkah penderitaan anda saat ini? Begitu sulitkah sehingga membuat anda sulit untuk tidur dan selalu terjaga dengan perasaan bingung tak tahu harus berbuat apa? Anda membutuhkan kasih karunia Allah! Hanya Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus yang memiliki, yang mau dan yang sanggup memberi anda anugerah-NYA yang sempurna, yaitu kasih
tanpa batas!

Yesus Kristus rela mati di kayu salib karena DIA mengasihi anda. Di atas kayu salib semua dosa dan penderitaan hidup anda sudah ditanggung-NYA. Sekali lagi, seberapa beratkah penderitaan hidup anda saat ini? Datanglah kepada Tuhan Yesus, mohonlah kasih karunia-NYA, mohonlah kekuatan-NYA. Agar anda, seperti Yusuf, dapat melalui semua penderitaan itu dan DIA akan membawa anda kepada kemenangan. Sahabat, jangan putus asa oleh beratnya penderitaan hidup ini. Tetapi pandanglah kepada Tuhan Yesus, hanya DIA sumber kasih karunia yang memberi kekuatan. DIA mau dan sanggup mengubahkan hidupmu.

Haleluya.

Putra Hulu



~ Milis - renungansehari ~






AddThis Social Bookmark Button

Renungan Pagi (774)

Yoh 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

Keresahan berganti kegemparan. Rasa duka nestapa, dengan ingatan yang tak terhapuskan tentang kejamnya penyaliban, kini digantikan dengan sukacita yang tak terbilang. Begitulah murid-murid Tuhan Yesus, ketika mereka ditemui oleh Tuhan dan Guru yang mereka kasihi, yang telah bangkit dari kematian. Di sana ada bukti yang tak terbantahkan tentang kuasa Allah yang tak terbatas, dan maut pun kehilangan sengatnya. Apa lagi yang perlu ditakuti di dalam dunia ini? Manusia bisa melakukan segala hal yang paling keji terhadap tubuh, dan akhirnya membunuhnya, tapi tak ada yang dapat melawan kuasa kebangkitan dalam Kristus.

Kuasa itu tidak disimpan oleh Tuhan Yesus sendiri saja, melainkan diteruskan oleh murid-murid-Nya. Kuasa Allah dinyatakan dalam pengutusan Kristus, kini juga dinyatakan dalam pengutusan para murid. Apakah kuasa ini berhenti? Tidak, karena Roh Kudus terus bekerja hingga saat ini, dan membuatnya menjadi pengutusan kita juga, orang-orang Kristen. Tapi mungkin kita mengeluh oleh beratnya tekanan kehidupan, dan sehari-hari kita semua sibuk untuk bertahan hidup dan menjadi sedikit lebih baik daripada kemarin. Kadang kita cemas karena nampaknya kematian begitu dekat membayangi, dalam berbagai macam penyakit serta kecelakaan atau bencana alam, juga kejahatan atau kerusuhan yang tidak kalah ganas menelan jiwa.

Pagi ini, ingatlah kembali pada kuasa Tuhan yang diberikan dalam pengutusan-Nya! Dia memberikan damai sejahtera; suatu pendamaian, hubungan kembali antara Allah dengan manusia. Maka kita pun menjadi manusia-manusia utusan Allah, yang diberi kuasa untuk melakukan pekerjaan Allah di muka bumi. Kita bisa memberitakan Injil. Kita sanggup bekerja untuk membuat hidup yang lebih baik. Melalui pekerjaan kita, perkataan kita, juga pikiran kita setiap hari, di segala tempat, kita melayani Tuhan. Bahkan dalam usaha kita untuk bekerja, kita tetap dapat menjadi utusan Allah yang memberkati dunia oleh karena kasih-Nya. Karena tidak ada lagi yang dapat mengancam jiwa kita, setelah Tuhan Yesus memenangkannya bagi kita.

Menjadi utusan Tuhan berarti mewakili Tuhan melakukan pekerjaan-Nya sesuai rencana-Nya. Terpujilah TUHAN!

Salam kasih,
Donny



~ Milis - renungansehari ~






AddThis Social Bookmark Button

Renungan Pagi (773)

Yoh 16:1-3 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.

Jika seorang benar-benar percaya kepada Tuhan Yesus, ia masuk dalam suatu keadaan yang tidak mudah. Ada tiga hal yang harus dipegangnya, karena itulah kebenaran yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Yang pertama adalah tentang mengenal Allah. Di dunia ini banyak orang menentukan sendiri apa yang disebutnya sebagai 'allah', namun satu-satunya Allah yang hidup telah menyatakan diri melalui Tuhan Yesus. Artinya, semua 'allah' yang lain tidak
benar, menyesatkan, dan dengan demikian tidak perlu lagi diikuti. Namun hal ini tidak mudah, menimbulkan konflik. Tidak ada orang yang senang bila agama atau kepercayaannya digugat.

Hal yang kedua adalah tentang keberadaan manusia. Semua orang berharap untuk menjadi orang baik, dimulai dari kepercayaan bahwa manusia dilahirkan dengan polos, tanpa dosa dan kesalahan. Namun, manusia ternyata sudah membawa dosa Adam sejak ia lahir, diturunkan oleh daging kepada daging, yang membuatnya tidak lagi cukup baik, atau benar di hadapan Tuhan. Hanya dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus, dengan masuk dalam skema kasih yang mempersatukan manusia dengan Tuhan, orang diselamatkan. Tapi ini pun menimbulkan konflik, karena dengan begitu menyatakan bahwa semua orang diluar Kristus tidak baik.
Siapa yang senang mendengar bahwa dirinya dianggap buruk, sekalipun ia sadar bahwa ia berdosa?

Pagi ini kita menemukan bahwa hal yang ketiga adalah tentang kesetiaan. Di dunia ini orang cenderung untuk setia kepada apa yang dipercayainya -- termasuk percaya bahwa allah tidak ada -- sehingga bersedia untuk melakukan apa saja demi membela keyakinannya. Namun karena banyak keyakinan di muka bumi ini berasal dari kultur manusia yang berdosa, maka banyak kepercayaan yang menimbulkan kekerasan, bahkan pembunuhan. Dengan membunuh 'sumber konflik' seperti orang Kristen, mereka merasa berbuat baik. Tentu saja mereka benar-benar disesatkan. Kesetiaan yang benar kepada Tuhan justru membuat kita mengasihi, bahkan pada orang yang memusuhi, karena kita telah mengenal Allah Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Dalam pengenalan yang benar akan Allah, urusan kita adalah menjadi alat TUHAN untuk menyelamatkan seluruh dunia dari cengkraman dosa dan keyakinan yang salah. Terpujilah TUHAN!

Salam kasih,
Donny





~ Milis - renungansehari ~





AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-6, Hari 39 HIDUP TAKUT AKAN TUHAN

Seorang murid Kelas Permulaan Baru sedang berapi-api karena dia mendapatkan pelajaran tentang doa yang penuh kuasa. Guru mengajarkan agar setiap tidu daya iblis, serangan si jahat, dan intimidasi dari setan selalu dipatahkan dengan kuasa darah Yesus. Karena doanya bagus, dia dipercaya sebagai pendoa syafaat, dan tibalah saat yang dinantikannya untuk berdoa: "Bapa, kami mengucap syukur buat kebaikan-Mu... Setiap serangan si jahat, aku patahkan dalam nama Yesus! Setiap penyakit, aku hancurkan dalam nama Yesus! (Jemaat pun merespons dengan sorakan Amien)... Setiap roh ngantuk, tidak konsentrasi, aku hancurkan dalam nama Yesus! Saatnya aku berdoa buat para pelayan Tuhan... Setiap pemusik, worship leader, dan OHP, aku patahkan dalam nama Yesus! Jemaat : ???????????

Esensinya, doa harus lahir dari ketulusan hati dan bukan merupakan hafalan. Sikap takut akan Tuhan akan melahirkan doa yang dalam dan penuh kuasa!

Ayat Renungan : Mazmur 5:2-13

M1 MENERIMA
Masihkah Anda mempertahankan hidup dalam kekudusan, dan menang terhadap godaan seksual serta godaan lain ? Bangunlah komunikasi dengan Bapa sehingga Anda menerima kebenaran Firman-Nya hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Kapan waktu Anda yang terbaik untuk berdoa intim dengan Bapa (Ayat 4) ?

2. Hal apa yang menghalangi keintiman Anda dengan Bapa (Ayat 5) ?

3. Apa yang akan Tuhan lakukan bagi orang fasik (Ayat 7) ?

4. Seperti apakah sikap kita yang benar dalam menyembah Tuhan (Ayat 8) ?

5. Apa yang akan Tuhan lakukan bagi orang benar (Ayat 13) ?

PENGAJARAN

Tidak sedikit orang yang berdoa dan menyembah Tuhan di seluruh dunia. Pertanyaannya, apakah semua orang yang berdoa dan menyembah Tuhan pasti berkenan kepada Tuhan ? Sebenarnya, yang Tuhan inginkan dari kita adalah hubungan kasih di dalam kebenaran.

Mungkin, kita menghadap Tuhan dan berdoa tetapi kita terus hidup dalam kefasikan. Tuhan tidak berkenan kepada berbagai macam bentuk kejahatan, tetapi ia berkenan terhadap orang-orang yang takut akan Tuhan.

Pengertian takut akan Tuhan adalah membenci kejahatan, benci kepada kesombongan dan kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut yang penuh tipu muslihat (Ams 8:13). Jadi, kitaakan berkenan kepada Tuhan kalau hidup kita selaras dengan Firman-Nya dan kita meninggalkan kefasikan.

Apa akaibatnya kalau kita hidup takut akan Tuhan dan meninggalkan kefasikan ? Seperti yang tertulis dalam Mazmur 5:13, Tuhan akan memberkati orang benar dan memagari dengan anugerah-Nya seperti perisai (perlindungan). Jangan ragu untuk menjadi orang Kristen yang radikal.

M3 MELAKUKAN
1. Jubah apa yang Anda pakai saat menghadap Tuhan ? Masih adakah kejahatan yang melekat pada Anda ketika Anda menghadap Tuhan ? Tuliskan dan buat keputusan untuk meninggalkannya!

2. Buatlah komitmen: Menghadap Tuhan dengan berhiaskan kekudusan.

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan membagikan kebenaran yang Anda terima dari saat teduh hari ini ? Lakukan, maka kebenaran itu akan semakin melekat dalam hidup Anda!

AYAT HAFALAN: Mazmur 5:13
"Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari dia dengan anugerha-Mu seperti perisai."




Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007





AddThis Social Bookmark Button

The meanings of Failure

By Robert H. Schuller

"In everything you do, put God first, and He will direct you and crown your efforts with success." Proverbs 3:6 (LB)

When it looks like I have failed I ask, "Lord, what are you trying to tell me?"

Failure doesn't mean I'm a failure. It does mean I haven't succeeded yet!

Failure doesn't mean I have accomplished nothing. It does mean I have learned something!

Failure doesn't' mean I have been a fool. It does mean I had enough faith to try!

Failure doesn't mean I have been disgraced. It does mean I dared to adventure!

Failure doesn't mean I don't have it. It does mean I have to do something in a different way.

Failure doesn't mean I'm inferior. It does mean I am not perfect!

Failure doesn't mean I've wasted my life. It does mean I have an excuse to start over again!

Failure doesn't mean I should give up. It does mean I must try harder!

Failure doesn't mean I'll never make it. It does mean I need more patience!

Failure doesn't mean you have abandoned me, God. It does mean YOU MUST HAVE A BETTER IDEA!



~ Milis - renungansehari ~





AddThis Social Bookmark Button

Renungan Pagi (772)

Yoh 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Mau jadi baik, bagaimana caranya? Pandangan umum yang pertama adalah: dapatkan pendidikan yang tinggi! Jadi, seorang anak yang dididik dengan baik akan menjadi juara di kelasnya, sekolah sampai jenjang paling tinggi. Orang tua bersedia untuk membayar mahal sekali demi anak-anak mereka. Begitulah seorang menjadi 'baik' dan dikagumi oleh sekitarnya. Pandangan umum yang kedua adalah memberikan pengalaman yang baik, dengan kombinasi nasihat yang baik dan tantangan yang harus dihadapi. Konon pengalaman adalah guru terbaik
untuk membentuk watak dan sikap, yang dapat diandalkan. Demikianlah seorang yang berpengalaman dihargai tinggi di dalam masyarakat.

Namun benarkah demikian? Benarkah orang yang lulus dari jenjang pendidikan tinggi telah menjadi orang baik? Betulkah orang yang berpengalaman akan memberi buah kebaikan? Jika kita mengukur 'baik' hanya dari materi yang diperolehnya, mungkin pernyataan ini benar. Tapi jika kita mengukurnya dengan standar kebaikan yang lebih tinggi, berdasarkan apa yang Tuhan nyatakan sebagai 'baik', bukan pendidikan dan pengalaman yang membuat seseorang berbuah baik. Pendidikan dan pengalaman memang meningkatkan potensi seseorang untuk berbuah lebih banyak, tapi proses berbuah itu sendiri berasal dari sumber yang lebih dalam, dari Tuhan.

Pagi ini, mari renungkan penegasan dari Tuhan Yesus: jika kita tidak tinggal di dalam Dia, kita tidak berbuah. Demikianlah kita menemukan banyak orang berpendidikan tinggi, yang begitu pandai dan banyak pengalaman, justru menjadi 'lubang hitam' yang menghisap segala sesuatu bagi diri mereka sendiri. Mereka berdalih, "saya sudah beri yang terbaik," sambil menuntut
imbalan yang sangat besar melebihi manfaat yang diberikannya. Itu bukan berbuah, melainkan jual beli -- yang seringkali tidak adil. Hanya dalam Tuhan Yesus, kita sungguh-sungguh berbuah, memberikan kebaikan seperti yang Tuhan berikan. Maka kita pun berbuah bukan dari diri kita sendiri, melainkan dari Dia yang menjadi sumber segala sesuatu.

Kita hanya ranting dari pokok anggur yang memberi semua kebaikan bagi manusia. Terpujilah TUHAN!

Salam kasih,
Donny




~ Milis - renungansehari ~





AddThis Social Bookmark Button

Renungan Pagi (771)

Yoh 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Jangan gelisah. Ah, bukankah sekarang ini ada banyak alasan untuk gelisah? Kegelisahan yang pertama dan terbesar adalah kehilangan tempat bergantung, kehilangan jaminan, tiada lagi kepastian. Apa yang lebih menggelisahkan selain kehilangan Tuhan? Dia tadinya terasa begitu dekat, akrab, begitu mesra, dan kini pergi. Hilang. Mati. Apakah Allah dapat mati dari kehidupan manusia? Bukan maksudnya Allah berhenti ada, atau kehilangan eksistensi-Nya,
melainkan Allah hilang dari kehidupan manusia. Dapatkah dosa sedemikian besarnya, sehingga Allah tidak lagi sudi melawat umat-Nya? Dan sebab itu pula, manusia patut gentar menghadapi kehidupan yang serba tidak pasti. Menakutkan.

Namun Allah lebih besar daripada dosa dan maut. Dia tidak dapat dibatasi oleh dosa, sebaliknya Tuhan Yesus datang untuk menebus dosa, menghancurkan kegelapan kuasa maut dengan masuk dalam kematian. Demikianlah Dia datang dan setelah selesai, pergi kembali ke Surga, ke tempat-Nya semula. Maka, apakah dosa masih bisa menghalangi-Nya untuk meraih manusia berdosa, yang dikasihi-Nya? Tidak! Dia tidak berhenti mengasihi. Dia tidak berhenti
menyertai. Hanya ada perbedaan: sebelumnya Tuhan Yesus adalah sosok yang bisa dilihat, dipegang, bahkan dipeluk dan dicium. Kini Ia digantikan oleh Roh Allah, yang tidak dapat dilihat. Dibutuhkan iman untuk memahami kehadiran-Nya.

Pagi ini, kita melihat jalan hidup yang serupa di antara anak-anak Tuhan. Ingatlah, betapa pada awal hidup baru, kita mengalami dan merasakan penyertaan Allah? Saat kita belum benar-benar percaya, Dia menyatakan kehadiran-Nya, menawarkan kita untuk bergantung pada-Nya. Dengan begitu kita menerima damai sejahtera, karena tahu siapa yang ada bersama kita. Tapi
tiba-tiba, Dia sepertinya menghilang, inilah saat bagi kita untuk tetap beriman. Karena kita tahu, kita tidak pernah kehilangan damai sejahtera-Nya. Dia selalu menyertai kita, bahkan di saat kita tidak menyadarinya.

Damai sejahtera Kristus tidak bergantung pada pengertian dan perasaan manusia, melainkan pada kasih setia Allah. Terpujilah TUHAN!

Salam kasih,
Donny




~ Milis - renungansehari ~



AddThis Social Bookmark Button

Renungan Pagi (770)

Yoh 13:34-35 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Pagi itu, seluruh tubuh Simon Petrus lemas. Ia duduk terpuruk di sudut, di tempat yang sunyi, sementara keramaian massa mulai menggeliat menyambut hari yang baru. Hari yang mengerikan. Betapa menakutkan! Petrus merasa semuanya berputaran dengan cepat; dimulai dari Perjamuan, lalu Taman Getsemani, dan tahu-tahu saja Tuhan sudah ditangkap dan dibawa ke hadapan orang-orang munafik. Dan ia sendiri, bukankah ia juga seorang munafik, yang sudah menyangkal Gurunya sendiri sampai tiga kali? Petrus malu dengan dirinya sendiri, marah kepada dirinya sendiri. Seharusnya ia menantang mereka dengan pedang, dan lebih baik mati bersimbah darah! Tapi dirinya adalah pengecut yang menggigil melihat kebuasan orang-orang yang mengatakan diri suci.

Ketika Sang Guru telah ditangkap, dan sekarang ini pasti sedang disiksa, apa lagi yang tersisa? Petrus tiba-tiba teringat dengan perkataan Yesus pada saat Perjamuan. Perintah aneh yang dikeluarkan, yang disebut sebuah perintah baru: kamu harus saling mengasihi. Sudah beberapa tahun mereka bersama, tentu saja murid-murid saling mengasihi! Waktu itu, perintah itu terasa mudah dan sepele, sesuatu yang wajar dan sudah lama dilakukan. Namun kini, Petrus sadar betapa sukar mengasihi teman-temannya, yang tidak kompak mengangkat pedang melindungi Yesus di Getsemani. Dirinya pun mungkin dibenci mereka, karena menyangkal Tuhan dan Guru yang dikasihi. Dalam keadaan kalut dan kacau, betapa mudah untuk saling menyalahkan. Betapa sukar untuk mengasihi.

Perintah Tuhan Yesus melampaui kebencian dan keputusasaan. Ini adalah perintah untuk terus bersama-sama, terus saling memperhatikan, bahkan di saat yang satu mengkhianati yang lain. Mengasihi di saat yang sukar, ketika yang satu melukai yang lain, kala awan kekecewaan menyelimuti persekutuan. Kasih lebih dari penderitaan, lebih dari rasa sakit, dan itulah tanda dari murid-murid Kristus! Inilah perintah yang telah mempertahankan gereja mula-mula tetap berdiri di tengah badai kesulitan, dan berkembang hingga hari ini. Perintah yang berlaku juga bagi kita sekarang. Marilah saling mengasihi!

Jika kita di saat terluka masih mengasihi, maka kasih itu adalah kasih Ilahi yang diberikan kepada kita. Terpujilah TUHAN!

Salam kasih,
Donny




~ Milis - renungansehari ~






AddThis Social Bookmark Button

TERMOMETER ATAU TERMOSTAT ?

Ayat Bacaan : Yesaya 49:1-7




Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya ? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimua dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain

(Markus 9:50)



Kalau bicara soal pengaruh, didunia ini ada 2 jenis manusia, yaitu "manusia termometer" dan "manusia termostat" Seperti kita ketahui, termometer adlaah suatu alat yang berguna untuk mengukur suhu udara sekelilingnya. Sedangkan termostat berfungsi untuk mengatur suhu disekitanya dan mengubahnya bila perlu.

Manusia termometer adalah manusia yang hidupnya selalu dipengaruhi oleh keadaan. Ia tidak punya inisiatif maupun kemampuan untuk mengubah situasi dan kondisi. Banyak orang yang tidak sukses karena membiarkan hidupnya mengalir apa adanya. Mungkin ada yang berkata, "Saya kan dari keluarga miskin", "Ah, sya kan cuma lulusan SD", "Gue ini orang bodoh, bukan jenius kayak dia." Akibat terlalu fokus pada pikiran negatif semacam inilah, banyak orang yang cepat menyerah dan tidak mau berusaha. Lain halnya dengan manusia termostat.

Manusia Termostat adalah manusia yang selalu berusaha untuk mempengaruhi dan merubah keadaan disekitanya menjadi lebih baik. Ia adalah tipe manusia yang berani memutuskan apa yang akan terjadi dalam hidupnya dan tidak pernah menyerah kepada nasib.

Salah satu contoh manusia termostat adalah Soichiro Honda. Suatu ketika ia memiliki impian yang besar tentang otomotif. Walaupun berasal dari keluarga sederhana, Honda tetap berjuang untuk mewujudkan impiannya. Akhirnya sekarang Honda menjadi merk yang disegani dalam dunia otomotif. Bicara soal keberhasilannya, Soichiro Honda pernah berkata, "Yang dilihat orang pada keberhasilan saya hanyalah 1% tentang diri saya, tetapi yang tidak mereka lihat adalah 99%, yaitu kegagalan-kegagalan saya." Honda tidak menyerahkan hidupnya kepada yang 99% itu. Tipe manusia yang manakah Anda ? Termometer atau Termostat ?


ORANG SUKSES ADALAH ORANG YANG TIDAK PERNAH MENYERAH





~ BOM.com ~






AddThis Social Bookmark Button

Minggu ke-6, Hari 38 HIDUP DALAM KETAATAN MUTLAK

Ketika Ishak diajak oleh Abraham menuju mezbah pengorbanan, sebenarnya terjadi diskusi internal di antara mereka :

Ishak : Bapak mau mempersembahkan korban pakai apa ? Apa perlu saya bantu untuk mencarinya ?
Abraham : Ntar kamu lihat bagaimana Tuhan buat mujizat!
Ishak : Bapak harus siapkan korbannya dong, kalau gak ada korban berarti Bapak gak taat sama Tuhan!
Abraham : Bapak gak tahu... Nak... Setahu Bapak, Tuhan pasti siap buat mujizat!
Ishak : Mana korbannya, pisau dah di tangan Bapak ?
Abraham : Tunggu sebentar lagi Nak, Bapak akan berikan yang paling berharga yang Bapak miliki

Ketika Abraham mengatakan akan memberikan yang paling berharga, Tuhan mengetahui kesetiaannya dan itu sudah cukup buat Tuhan untuk menilai Abraham. Esensinya, ketaatan mutlak justru melahirkan mujizat yang luar biasa.

Ayat Renungan : Kejadian 22:1-12

M1 MENERIMA
Apakah Anda masih menjaga kekudusan samapi hari ini tanpa kompromi ? Jika ya, luar biasa, itulah yang Tuhan inginkan ! Sekarang, bersiaplah untuk menerima kebenaran Firman yang luar biasa hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Apa yang Tuhan firmankan kepada Abraham (Ayat 2) ?

2. Apa yang dikatakan Malaikat Tuhan kepada Abraham (Ayat 11-12) ?

3. Apa yang Tuhan lakukan bagi Abraham karena keteaatannya (Ayat 13-14) ?

4. Menurut Anda, mengapa Abraham tidak segan-segan untuk menyerahkan anaknya ?

5. Apa janji Tuhan terhadap oran-orang yang hidup dalam ketaatan mutlak (Ayat 16-18) ?

PENGAJARAN

Saya tidak dapat membayangkan jika saya adalah Abraham pada saat itu. Jika Tuhan meminta saya untuk mengorbankan anak saya menjadi korban bakaran bagi Tuhan, saya akan bertaruh habis-habisan dengan Tuhan atau menolak mentah-mentah apa yang Tuhan katakan. Saya sendiri tidak habis mengerti, spertinya begitu mudah bagi Abraham untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya.

Saya yakin bahwa Abraham bisa melakukannya, paling tidak karena empat hal :
1. Dia mengenal betul siapa Allah.
2. Dia penuh iman
3. Dia takut akan Tuhan
4. Dia mengasihi Tuhan

Ujian yang Tuhan berikan kepada kita tidak sama, tergantung pada level atau tingkat iman serta kasih kita kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah memberikan pencobaan melebihi kekuatan kita (1 Kor 13:10). Tuhan ingin agar setiap level kerohanian kita bisa lulus ujian yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Akibat ketaatan mutlak Abraham, Tuhan memberkati Abraham berlimpah, keturunannya sangat banyak dan akan menduduki kota-kota musuh, bahkan oleh keturunannya semua bangsa diberkati.

M3 MELAKUKAN
1. Apakah Anda rela mengorbankan sesuatu yang terbaik dari diri Anda kepada Tuhan ?

2. Ujian apakah yang sedang Anda hadapi ? Coba tuliskan dan apa yang akan Anda lakukan supaya Anda mengalami kemenangan seperti Abraham ?

M4 MEMBAGIKAN
Ingat, setiap kali Anda membeagikan kebenaran, sebenarnya Anda sedang memperkatakan kebenaran yang Anda yakini, dan akhirnya anda mengalami berkat-Nya. Bagikan kepada salah seorang teman Anda.

AYAT HAFALAN : Kejadian 22:12

Lalu Ia berfirman: "jangan bunuh anak itu dan jangan kau apa-apakan dia, sebab telah Kuketahuisekarang bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmuyang tunggal kepada-Ku."




Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007






AddThis Social Bookmark Button

Renungan Pagi (769)

Yoh 13:14-15 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Serendah apa kita bersedia melayani? "Oh, saya diberi karunia untuk berkhotbah," katanya dengan sopan. Lalu, kalau sudah berkhotbah, apakah berarti tidak lagi dapat membereskan meja yang dipenuhi oleh piring dan gelas? "Saya sibuk sekali memikirkan proyek pelayanan yang besar tahun depan," katanya dengan bangga. Lalu, jika sudah punya proyek besar tahun
depan, maka tidak lagi bisa mengantar janda tua yang kemalaman setelah persekutuan di gereja, untuk pulang ke rumahnya dengan selamat? Tapi masalahnya, orang cenderung meletakkan diri dalam suatu posisi, di mana ia membatasi diri untuk melakukan pekerjaan 'rendah' karena sedang memangku pekerjaan 'tinggi'.

Maka, melakukan pekerjaan pembersih, atau pekerjaan sopir, lebih merupakan penghinaan. "Memangnya tidak ada orang lain?!" bukan menunjuk pada keberadaan orang-orang yang bertugas untuk itu, melainkan bahwa pekerjaan itu tidak layak untuk dilakukan. Ada orang yang lebih bodoh, lebih tidak berarti, lebih miskin, singkatnya lebih rendah untuk pekerjaan rendah. "Saya" yang pandai, yang berpengaruh, yang dipuji-puji orang, hanya mau mengotorkan tangan dengan apa yang lebih "tinggi" untuk dikerjakan. Orang yang mengharapkan kita berbuat rendah dianggap sedang menghina kita. Tak urung, kita pun tersinggung.

Pagi ini, Tuhan dan Guru kita melakukan pekerjaan yang rendah; membasuh kaki. Jika Ia bersedia melakukan yang serendah itu, yang hanya dilakukan oleh budak belian, maka membersihkan meja dan menjadi sopir adalah pekerjaan yang 'tinggi'. Tidak ada pelayanan yang terlalu rendah untuk dikerjakan oleh pengikut Kristus. Tidak ada posisi yang terlalu tinggi yang membatasi orang untuk bertindak dengan kerelaan dan sukacita. Itulah teladan yang wajib,
harus, tidak boleh tidak dilakukan oleh para murid-murid Kristus. Siapkah kita hari ini melayani sesama saudara, berbuat serupa yang telah Tuhan Yesus perbuat bagi kita?

Menjadi pengikut Kristus berarti melayani dari yang terendah hingga yang tertinggi, seandainya memang pekerjaan bisa dibagi-bagi seperti demikian.

Terpujilah TUHAN!

Salam kasih,
Donny






AddThis Social Bookmark Button

Kisah Sebuah Paku Kecil

Di sebuah kota kecil telah dibangun sebuah gereja baru. Banyak-banyak orang berdatangan bahkan dari tempat-tempat yang jauh untuk melihat gereja itu.
Dan setiap orang sangat mengagumi keindahan bangunan itu!
Sementara itu jauh diatas atap, si paku kecil mendengarkan semua kekaguman yang diucapkan oleh orang-orang itu, bahwa betapa sangat indahnya bangunan gereja baru itu – kecuali pujian bagi si paku kecil. Sepertinya tidak seorangpun memperhatikan bahwa dia ada disitu dan semua itu membuat dia marah dan iri.

"Jika aku begitu kecil dan tidak berarti, tentunya tidak ada yang akan kehilangan kalau aku melepaskan diri dari bangunan ini." Lalu si paku kecil melepaskan dirinya dari atap gereja, meluncur turun dan jatuh ke dalam lumpur.
Malam itu hujan turun dengan sangat derasnya. Segera, sebilah papan yang tidak berpaku terlepas dan atap gereja mulai bocor.
Air mulai mengalir membasahi dinding dan lukisan-lukisannya yang indah. Lapisan catnya mulai terkelupas mengotori karpet gereja, dan tempat penyimpanan Alkitab mulai berantakan karena air yang membasahinya.
Semua itu hanya karena si paku kecil memutuskan untuk menyerah.

Tapi apa artinya sebuah paku? Selama dia menahan si papan, sepertinya dia sama sekali tidak dikenal tapi dia sangat berguna.
Terkubur dalam lumpur juga tidak dikenal, namun dia menjadi sangat tidak berguna dan segera dia akan dihabis dimakan oleh karat.

Pesan moral dari kisah ini –setiap anggota gereja adalah penting.
Mungkin saat ini Saudara sedang merasa seperti si paku kecil itu, merasa tidak berarti dan tidak diperlukan. Namun seperti si paku kecil itu juga, ketidakhadiran Saudara bisa mengakibatkan kehancuran.
Dalam beberapa alasan, ketika Saudara tidak melakukan penyembahan, tubuh Kristus menjadi menderita.
Kita semua adalah bagian-bagian yang sangat penting dalam pelayanan Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati.



~ Air Hidup ~







AddThis Social Bookmark Button

WORKS IS FUN!

Ayat Bacaan : Lukas 12L:22-34



Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang akan sia-sia, tidak berakal budi. (Amsal 12:11)



Ada seorang anak kecil sedang bermain pasir di pinggir pantai. Ia mengeruk sejumlah pasir lalu mulai membangun benteng-benteng dan istana dari pasir tersebut. Ketika sedang asyik membangun, tiba-tiba hempasan gelombang kecil datang dan menghancurkan semua yang dibangunnya. Tetapi anak kecil itu tidak sedih ataupun marah-marah. Dia malah bertepuk tangan sambil tertawa-tawa kegirangan, lalu mulai membangun bangunan yang baru kembali, dengan antusiasme yang sama.


Hal seperti itu tidak akan terjadi pada orang dewasa bukan ? Banyak hal di dalam kehidupan ini yang kita pegang terlalu erat. Ada pepatah yang mengatakan, "Jangan memegang terlalu erat apa yang kau miliki karena jika hal itu diambil dari padamu, maka engkau akan kecewa." Kita perlu belajar dari anak kecil dalam cerita diatas. Karena ia menjalani kehidupan ini dengan cara yang lebih santai dan tidak membebani dirinya dengan menyesali apa yang telah terjadi. Ia tidak membuat kehidupan ini menjadi semakin sulit. Baginya, work is.... fun!


Setiap orang tentu saja boleh berusaha, bekerja dan membangun apa saja yang ia inginkan. Tentu satu hal harus kita ingat, janganlah terlalu melekat dan bergantung pada apa yang kita miliki. Akan ada saatnya Tuhan mengizinkan gelombang itu datang dan menghancurkan segalanya. Lalu apa yang harus kita lakukan ketika saat itu datang ? Ingatlah bahwa harta dan kekayaan kita sesungguhnya berada di sorga. Seperti kata Rasul Paulus bahwa di dunia ini kita adalah orang asing dan pendatang. Suatu hari nanti kita semua akan meninggalkan semua yang kita miliki. Karena itu carilah dan arahkan mata rohani Anda pada sesuatu yang kekal dan bukan hanya pada harta yang fana.



KEKAYAAN BUKANLAH KELIMPAHAN HAL-HAL DUNIAWI,

MELAINKAN HATI YANG MEMILIKI KEPUASAN





~ BOM.com ~








AddThis Social Bookmark Button